Yuri, gadis polos yang menjadi korban kedengkian sepupunya, harus kehilangan kekasih bahkan pergi meninggalkan keluarga dalam keadaan hamil. Lima tahun kemudia, Yuri kembali bersama anak laki-lakinya yang cerdas. Yuri kini telah berubah, dia kembali untuk menemukan ayah dari anaknya serta mengambil apa yang seharusnya menjadi milik Yuri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sarapan Keluarga
Semalaman Yuri hampir tidak bisa tidur. Pikirannya terfokus pada jati diri Kei. Melalui ponsel pintarnya, Yuri pun berusaha mencari data tentang Kei Yamamoto. Ternyata tidak sulit untuk mendapatkan informasi tentang laki-laki tersebut. Banyak artikel maupun situs berita online yang menyajikan narasi tentang CEO Perusahaan New Word tersebut.
Yuri tidak menyangka bahwa ayah dari anaknya adalah seorang yang sangat terkenal di kota itu. Pengusaha muda sukses yang banyak diincar gadis cantik tetapi dikabarkan selalu menghindar. Ayah Kei benama Kazuki Yamamoto, salah satu raja bisnis di Jepang. Usahanya bergerak di berbagai sektor.
Mengetahui informasi tentang Kei Yamamoto, Yuri justru tersadar bahwa kehidupan Lucas tidak akan mudah ke depannya. Dia teringat akan keluarganya dulu yang tidak seberapa terkenal, di dalamnya terjadi banyak persaingan antar anggota keluarga. Wanita itu mulai cemas jika kelak Lucas akan menghadapi hal yang sama, perebutan kekuasaan. Yuri tidak akan sanggup melindungi anaknya.
Berbeda dengan Yuri yang diliputi rasa cemas, Hana yang mengetahui siapa ayah kandung Lucas justru tertawa bahagia. Hana banyak mendengar berita tentang Kei Yamamoto, dia yakin bahwa Lucas dan Yuri akan baik-baik bersama Kei. Laki-laki itu pasti akan melindungi anak dan istrinya.
“Keberuntungan akan menyelimuti kalian, hidup yang tertindas akan segera berakhir,” kata Hana di sela-sela sarapan. Tentu yang dia maksudkan karena hadirnya sosok Kei Yamamoto.
Yuri hanya terpaku, tak bereaksia atas ucapan sahabatnya. Pikirannya masih berkecamuk, takut jika keluarga besar Yamamoto tidak sanggup menerima kehadiran Lucas.
“Ayahku orang hebat ‘kan, Tante?” celoteh Lucas berlagak tak tahu apa-apa.
“Tentu saja, Sayang. Ayahmu adalah salah satu orang hebat dan paling tampan di kota ini,” jelas Hana dengan antusias kepada Lucas. Jelas tergambar bahwa Hana adalah salah satu pengagum Kei Yamamoto.
Mengapa kau tek menyebutkan bahwa dia juga seorang yang dingin dan arogan? Hati Lucas melontar
pertanyaan untuk Hana.
Di tengah mereka menikmati sarapan, tiba-tiba bel berbunyi. Menandakan ada tamu yang datang. Lucas dengan handak turun dari kursi makannya dan ingin membukakan pintu, tetapi Hana mencegah anak itu.
“Tante saja yang membuka pintu. Kalian lanjut makan. Putra dari seorang Tuan Muda Yamamoto tidak boleh melakukan hal sepele seperti ini, hahaha …” celoteh Hana sembari meninggalkan ruang makan dan menuju pintu depan.
Yuri dan Lucas saling berpandangan melihat tingkah Hana yang tiba-tiba aneh. Itu terlalu berlebihan.
“Siapa sih yang pagi-pagi begini sudah bertamu, tidak tahu waktu saja!” gumam Hana yang sambil membukakan pintu.
Awalnya Hana ingin memarahi tamu yang datang. Akan tetapi, mulutnya hanya bisa menganga tanpa mengeluarkan kata-kata ketika menatap sosok tamu di hadapannya. Seorang laki-laki tampan yang kharismatik dan elegan. Wajah yang tidak asing dan sering bersliweran di layar televisi maupun internet. Orang yang dari semalam menjadi bahan pembicaraannya dan Yuri. Tamu pagi itu tidak lain adalah Kei Yamamoto.
“Bolehkan saya bertemu dengan Yuri dan Lucas?” tanya Kei yang berdiri sambil memegang buket bunga. Sungguh terlihat sebagai sosok laki-laki sempurna dan idaman wanita.
“Te – tentu saja, Tuan Muda. Mari silakan masuk. Yuri dan Lucas sedang sarapan.”
Hana sedikit gugup tetapi terlihat senang dengan kedatangan Kei. Bahkan, gadis
itu lebih antusias disbanding Yuri dan Lucas. Yuri sendiri justru terlihat
biasa saja dan cenderung cuek.
“Apa kabar, Lucas?” sapa Kei.
“Aku baik, Paman. Paman mau ikut sarapan?” Lucas menawarkan.
“Paman? Bagaimana jika mulai sekarang kau memanggilku ayah atau papa?” Kei berusaha menjalin kedekatan dengan anaknya.
Lucas tak segera menjawab. Anak itu melihat ke arah Yuri. Dia ingin memastikan bahwa mamanya loloskan keinginan Kei. Memanggil laki-laki itu dengan sebutah ‘ayah’.
“Dia memang ayahmu, jika kau ingin, tentu kau boleh memanggilnya demikian,” kata Yuri yang memahami arti tatapan Lucas.
“Baiklah, Ayah. Apa itu bunga untuk Mama?” tanya Lucas lagi disertai senyum. Wajah anak itu terlihat bahagia.
Kei merasa canggung. Akan tetapi dia membenarkan pertanyaan putranya. Kei lalu menyerahkan sebuah buket bunga yang cantik untuk Yuri. Sayangnya, Yuri tak begitu senang dengan pemberian tersebut. Wanita itu dengan enggan menerima. Semua dia lakukan demi sang anak tersayang, Lucas.
“Wah, kalian sungguh romantic,” komentar Hana yang terlihat bahagia melihat keluarga kecil sahabatnya.
Pagi itu, untuk kali pertama Lucas merasakan sarapan dengan anggota keluarga yang lengkap. Mama dan ayah yang menemani di sisinya. Meski suasanya belum begitu akrab, tetapi Lucas senang. Harapan anak itu untuk bisa hidup bersama kedua orang tuanya terwujud. Dia tidak akan diolok-olok karena tidak memiliki ayah. Lebih dari itu, tidak disangka jika ayahnya adalah salah satu orang paling berpengaruh di kota. Hal itu seperti sebuah bonus lebih untuknya.
“Hari ini kita akan ke butik. Setelah berbelanja kita akan pergi ke kediaman Yamamoto. Akan kuperkenalkan kalian kepada kakek,” jelas Kei.
Yuri langsung mengeryitkan kening, pertanda tak setuju dengan keinginan Kei.
“Aku harus pergi bekerja dan Lucas akan berangkat ke sekolah. Jika ingin bertemu, nanti sore saja setelah kami pulang!” protes Yuri.
Kei memandang Yuri. Laki-laki itu lalu berkata, “Aku sudah mengatakan pada ayah bahwa akan datang menjelang siang. Jadi pagi ini kalian harus bersiap-siap.”
Dua orang itu tampaknya belum bisa akur meski telah lahir seorang anak dari hubungan mereka. Sifat dan pemikiran antara Yuri dan Kei seperti langit dan bumi. Keduanya selalu saling bertentangan.
“Tidak masalah dengan pekerjaan dan sekolah. Anak buahku sudah mengatur semuanya. Meminta izin cuti untukmu dan Lucas,” kata Kei dengan enteng.
“Kau tidak bisa seenaknya seperti itu, Tuan Muda Yamamoto! Itu terlalu berlebihan,” protes Yuri dengan amarah yang mulai meluap.
“Tenanglah, untuk apa kau marah-marah seperti itu? Kau tidak akan dipecat dari pekerjaanmu hanya karena tidak masuk sehari. Atau, aku bisa membuatkanmu toko kue sendiri. Jadi kau –”
“Cukup!” Yuri memotong perkataan Kei. “Kau terlalu egois, Tuan Muda. Kami tidak bisa menuruti permintaan Anda!”
Suasana mulai memanas. Kei yang biasanya arogan dari tadi telah menahan gejolak dalam jiwanya. Selain itu, tidak ada seorang pun yang berani menolak atau membantah keinginanya. Namun, kali ini lagi-lagi Yuri menentang Kei tanpa rasa takut. Anehnya laki-laki penguasa itu masih bisa menahan diri untuk tidak meledakkan amarah.
Melihat kecanggungan yang terjadi, Hana pun berinisiatif untuk menengahi. Gadis itu mencoba bekerja sama dengan Lucas agar Yuri mau mengalah.
“Yuri … aku rasa yang dikatakan Tuan Muda Yamamoto ada benarnya. Tidak masalah jika kau mengambil cuti sehari saja. Selain itu, Lucas pasti juga ingin lebih mengenal dan dekat dengan ayahnya. Benar ‘kan, Lucas tersayang?” Hana mengerlingkan mata.
“Em … jika Mama tidak keberatan, mungkin hari ini kita bisa sedikit bersenang-senang dengan Ayah.” Lucas menatap Yuri dengan mata berkaca-kaca.
Mendengar sahabat dan anaknya lebih membela Kei, tentu hal tersebut membuat hati Yuri sedikit dongkol. Namun, rasa sayang seorang ibu terhadap sang anak mampu mengalahkan semua ego yang memuncak. Pada akhirnya, Yuri menyetujui rencana Kei.
“Pergi ya pergi, tapi ingat, hanya hari ini saja untuk sebuah pengecualian. Anggap saja sedang berlibur,” kata Yuri sambil membuang muka.
Lucas yang bahagia dengan keputusan sang mama langsung memeluk wanita itu erat. Sementara Kei, diam-diam tersenyum penuh kemenangan.
ceritanya bagus, tidak bertele-tele...dan seru...👏👏👏
keren bet Thor 👏🙏👏🙏👏