Kisah seru sepasang sahabat dari Masa Sekolah, Kuliah, hingga bekerja saat ini, Tidak ada yang tau jodoh seseorang, hingga akhirnya mereka di satukan dalam ikatan perjodohan oleh kedua orang tuanya
Munculah kisah-kisah seru dan kocak di perjalanan hidup keduanya, setelah liku-liku percintaan yang kandas di tengah jalan, Teman dan sahabat yang saling mendukung dengan semua kehebohanya hingga akhirnya keduanya bersatu dalam sebuah ikatan
Percikan Asmara dan cinta akhirnya tumbuh diantara keduanya, namun mampukah mereka menghadapi badai ujian yang datang menghantam hubungan yang di jalaninya sampai ke pelaminan?
Yuk ikuti Cerita selanjutnya
Kisah ini merupakan lanjutan dari karya Author yang pertama yaitu "POWER OF WOMAN"
Salam dari Sinho
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18 (Nasi Rawon)
Minggu pagi yang sangat cerah, Satria sudah berada di depan rumah Imelda, kedua orang tua Imelda menyambut hangat kedatangan Satria, kecuali kakak Imelda yang terlihat cuek dan urakan
"Masuk dulu Sat, aku ambil tas dulu ya"
Satria berbincang hangat dengan orang tua Imelda, beberapa pertanyaan tentang pekerjaan dan perusahaanya tak luput dari pertanyaan orang tua Imelda, setelah beberapa lama, Imelda keluar dan siap untuk jalan bareng Satria, Perjalanan kini menuju ke puncak, tempat dimana banyak bibit anggrek yang di kembangkan biakkan
"Jauh gak Sat, tempatnya?"
"Lumayan, kurang lebih 2 jam"
"Emm, asik juga ya kita bisa jalan bareng lagi, ingat masa lalu"
Satria terdiam tidak menjawab perkataan Imelda, dibenaknya kini teringat perjalanan cintanya dengan Imelda, hati Satria berdesir serasa kembali ke masa lalu, apalagi saat Imelda meninggalkannya diwaktu satria lagi sayang-sayang nya (kok kayak judul lagu ya, hehe)
Tiba di tempat yang dituju, Satria segera keluar dan mengajak Imelda untuk masuk, kedatangan mereka segera disambut oleh beberapa pegawai dan membawa mereka ke tempat bibit anggrek, keduanya terpana melihat keindahan taman anggrek saat melewatinya
"Sangat cantik ya Sat?"
"Hem, lihat itu, anggrek putih kesukaanmu"
Imelda terkejut dan tersenyum saat Satria ternyata masih ingat dengan bunga kesukaannya
"Kamu masih mengingatnya Sat?"
"Tentu saja"
"Maaf Sat"
Satria menghentikan langkah nya, kemudian berbalik ke arah Imelda yang tengah berdiri di belakangnya
"Maaf untuk apa?"
"Karena dulu aku meninggalkan mu begitu saja"
"Aku sudah bilang itu tidak perlu dibahas lagi Mel, ayo kita sudah ditunggu, pilih bibit yang kamu inginkan dan kita pulang"
"Baiklah"
Imelda melanjutkan langkahnya lagi bersama dengan Satria, beberapa lama Imelda memilih semua bibit anggrek yang akan di kembang biakkan di tempat usahanya, setelah menemukan yang diinginkan keduanya segera pulang
Didalam perjalanan Imelda menceritakan semua kisah hidupnya selama di luar negeri, sesekali Satria bertanya dan mereka tertawa saat ada hal lucu yang ada dalam cerita Imelda, sikap hangat dan perhatian Imelda adalah hal yang paling di sukai Satria dari dulu, dan sampai sekarang Satria merasa masih sangat menyukainya
"Kita cari makan siang dulu ya Sat"
"Oke Mel, masih suka dengan makanan Rawon?"
"Hei, kau masih ingat itu juga ya?"
"Masih ingat, aku ke tempat yang ada menu itu ya, di restoran ini lumayan enak rasa nasi Rawon nya"
"Okey, siap"
Satria menuju ke sebuah Restoran yang ada di dekat perusahannya, sampai di tempat, terlihat ada seorang pelayan wanita yang tersenyum ramah menyambut kedatangan Satria
"Silahkan pak Satria, tumben hari Minggu jalan ke sini, Sama siapa ini pak?"
"Teman mbak"
"Wah cantik ya, kok gak ngajak mbak Ira juga pak?"
"Oh, lagi pengen istirahat dia, mumpung hari libur"
"Oh iya pak"
Kemudian Satria memberikan memo pesanannya, sementara pelayan menyiapkan menu yang di pesan, Satria mengajak Imelda mencari tempat yang nyaman di atas kolam kecil
"Ira, siapa Sat?"
"Wanita yang waktu itu ketemu kamu pas aku menyerempet mobil kamu, ingat nggak?"
"Oh, iya, kalian berteman atau_?"
"Kami bertunangan"
DEG
Imelda sangat terkejut dengan pengakuan enteng dari mulut Satria yang dikiranya masih punya perasaan untuk nya
"Jadi kamu_?"
"Iya, Ira sahabat ku dari SMP sampai sekarang, orang tua kami yang akhirnya menjodohkan kita"
"Oh, jadi kalian di jodohkan?"
"Iya, begitulah" jawab Satria
"Tapi kalian saling cinta kan?"
Satria terdiam sesaat mendengar pertanyaan dari Imelda, dan kemudian menghela nafas
"Kami sedang berusaha untuk menumbuhkan rasa itu, entahlah, kita juga masih bingung"
"Oh, jadi begitu"
Satria segera mengalihkan pembicaraan seputar pekerjaan dan bisnis yang sedang di geluti oleh Imelda
*
Ditempat lain, terdengar suara bel pintu Apartemen membangunkan Ira yang sedang molor manja di atas sofa, dengan langkah malas terpaksa Ira segera membuka pintu Apartemennya, saat di buka ternyata sudah ada Iwan dan Siska nyengir di depan pintu, Ira segera menyuruh mereka masuk
"Aku mau nitip kan Siska sebentar, kebetulan ada hal penting yang membuatku harus lembur di perusahaan hari ini" ucap Iwan
"Iya, kebetulan aku lagi nganggur, dirumah aja, sudah, kamu tinggal aja si Siska, biar aku yang jaga"
"Hehehe, makasih ya Ir, kamu memang yang terbaik" ucap Siska
"Memang mau siapa lagi yang akan kamu repoti, gak mungkin juga Reyna yang lagi sibuk ma baby kecilnya"
Setelah itu Iwan segera pamit
"Jangan nakal ya sayang?"
"Iya sayangku, cium ya?"
"Eh, gak bisa, enak aja main cium di depan mataku yang masih perawan ini, sudah Wan, pergi sana!" Teriak Ira dan kemudian mendorong Iwan hingga keluar dri pintu Apartemennya
"Kamu kejam banget sih Ir, aku kan pengen di manja sama suami"
"Gak ada manja-manja, kayak bocah saja, pakek kata jangan nakal segala, emang kamu ini Balita?"
"Ye, suka-suka aku lah, dia Suamiku juga" jawab Siska
"Geli aku dengernya Sis"
"Mangkanya cepetan nikah sama Satria, biar gak gelian gitu kuping kamu"
"Ish, mana ada hubungannya, udah ah, ngapain jadi ngomong soal Satria, dia lagi bahagia noh, jalan sama mantannya"
"Hah, kurang ajar si Satria, kamu gak gampar tu orang?"
"Aku yang nyuruh"
"Eh, gila, kok kamu bolehin?"
"Ya dari pada Satria gelisah aku larang, mendingan aku bolehin aja, lagian aku sama Satria juga masih berusaha menemukan cinta dalam hubungan ini, dengan kata lain masih belum jelas"
"Tapi kan kalian udah tunangan, mana ada gak jelas?"
"Yang pengen tunangan orang tua kita, kalau aku ma Satria masih menjalani dulu aja, kalau gak klik, kita juga bakalan bubar, sudah ah, jangan buat aku mumet Sis"
"Ye, bukan cuma kamu yang mumet, aku juga pening lihat kalian makin gak jelas" ucap Siska
"Kita keluar cari makan siang yok, kamu pengen apa?" Tanya Ira
"Pengen makan Rawon nih dari kemaren belum kesampaian"
"Kasihan, ngiler nanti nih bocah Ir"
"Ih, gak lah, mangkanya yok buruan cari Rawon"
"Oke, aku ada langganan enak, kita kesana sekarang"
Keduanya langsung bersiap dan kini sudah ada di dalam mobil menuju ke tempat Restoran yang menyediakan menu Rawon, Setiba disana Ira langsung turun bersama dengan Siska yang sedang hamil besar
"Hati-hati jalannya, jangan cepet-cepet gitu Sis"
"Apaan sih, gak sabar aku pengen makan Rawon"
"Iya, pelan jalannya, perut kamu itu lo, ngeri aku nya lihat kamu jalan cepet sambil bawa perut gede gitu"
"Ish, tenang aja Ir, jangan cerewet!"
"Eh, dikasih tau malah bilang aku cerewet, Awas banyak bunga berduri itu, meledak nanti perut kamu"
"Hus, ini perut bukan balon ya, dasar!" Ucap Siska
Ira langsung tertawa sambil berjalan di belakang Siska, saat mereka berdua sudah duduk di tempat yang nyaman, datanglah pelayan Restoran menyapa Ira
"Eh, mbak Ira, apa kabar mbak?"
"Baik, aku pesan Rawon ma jeruk hangat dua ya"
"Okey siap, katanya mbak Ira lagi istirahat dirumah, eh, ternyata sudah nyampek sini aja"
"Hah, kata siapa?" Tanya Ira bingung
"Itu, pak Satria sama teman ceweknya"
Ira dan Siska spontan langsung menoleh ke arah yang di tunjukkan oleh pelayan Restoran itu
"Satria Ir" ucap Siska
"Tau, orang Segede gitu ya masih kelihatan lah aku sis kalau itu Satria"
"Ish, kau ini, maksud ku Satria sama mantan ceweknya kan itu"
"Ya jelas, kan udah aku kasih tau tadi sama kamu Ir"
"Aku sleding ni ya kepala kamu, emang kamu terima Satria mesra gitu?"
"Biarin aja, ngapain kamu emosi, ingat ada anak kamu itu, nanti lahir dia langsung nyari Satria lo"
"Amit-amit, ngapain nyari Satria"
"Pengen membalaskan dendam mamanya lah"
"Hahaha"
Keduanya tidak sengaja tertawa lepas hingga suaranya terdengar oleh Satria dan Imelda yang langsung menoleh ke arahnya
Bersambung
Kisah ini kelanjutan dari Karya Author yang pertama "POWER OF WOMAN"
Masih bisa Up sekali sehari 1 Episode
Jangan lupa berikan dukungan Author
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
FAVORIT FAVORIT FAVORIT
HADIAH HADIAH HADIAH
Imanmu setipis kulit bawang di belah 1000 bang Sat.. 🤦🏻♀️🤦🏻♀️
Pantes mereka cocok karena karakternya sama!
Sama2 ngga bisa tegas ke perempuan!
Satria yang paling fatal!
Ntar klo sampe kehilangan perusahaan n Ira baru nyesel..
Makanya jadi laki2 kudu punya sikap!
Katanya pemilik perusahaan tapi ngga ada bijak2nya! 🤦🏻♀️
Menurutku Satria ini kurang tegas sebagai laki2 apalagi laki2 yg sudah punya istri
Tapi dari awal sebelum nikah pun Satria ini terlalu baik hingga lupaa batasan dg mantan
Bahkan setelah nikah pun masih ajaa ngga tegas.. seolah masih ngasu harapan dan mauu ajaa di bego2in sama Imelda
Harusnya sebagai laki2 yg sudah punya istri bisa ngasi batasan tegas sama Imelda 😤🤦🏻♀️