putri duyung yang memiliki kekuatan ajaib tanpa senjaga menyelamatkan seorang gengster yang terluka di dasar lautan.
jatuh cinta pada pandangan pertama,,dan dengan tekad juga kerinduan pada ibunya di dunia manusia.
dia membahayakan dirinya sendiri,hingga suatu hari gangster itu mengecewakan nya.
lalu bagaimana dengan kisah selanjutkan,,saksikan kelanjutannya,,yuk mampir ke cerita ku ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiliya PUtry S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kebencian lauren
Tiga hari kemudian
selama tiga hari, Ayara tidak pernah mau menemui daxton, sedangkan Daxton yang mengetahui wanita penyelamat nya sengaja menjauhinya,tentu saja merasa tidak senang.
selama tiga hari itu,dia selalu marah-marah pada semua pembantu dan pengawal nya,kediaman Lemos semakin mencekam, setiap kali Daxton merasa marah dia akan melampiaskan amarahnya pada pembantu dan seluruh pengawal nya.
seperti sekarang,dia baru saja menembak salah satu pembantu yang membuat dia merasa kesal.
" Daxton !! apa yang kamu lakukan?? kenapa kamu membunuh mereka ?? apa kamu sudah gila ?? " teriak Lauren yang sedang berada di ruang tamu.
dia yang tadinya ingin berkunjung, melihat sikap Daxton yang semakin dingin padanya, apalagi melihat kekejaman pemuda itu membuat Lauren merasa tidak nyaman.
" itu bukan urusan mu !! jangan ikut campur jika kamu masih sayang dengan nyawa mu !! " kecam Daxton yang sedang membersihkan pistolnya dengan hati-hati.
" Daxton kamu berani menyentuh ku,,ibumu tidak akan pernah memaafkan mu !! aku wanita yang ibumu inginkan dan hanya aku yang dia inginkan menjadi istrimu!! " tekan Lauren dengan dingin.
mendengar itu Daxton menggertakkan giginya,dia menatap Lauren dengan tajam.
" jangan bawa ibuku dalam masalah apapun sialan !! ini terakhir kalinya aku mendengar kamu membawa nama ibuku !! " ancam Daxton..
Lauren mengepalkan tangannya,dia duduk dengan kesal, keduanya terdiam tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi.
" wahhh seperti nya pertunjukan nya baru saja habis,,sangat disayangkan pertunjukan ini di lewatkan" ucap seseorang yang baru saja datang dengan wajah datarnya.
Daxton sontak berdiri setelah melihat siapa yang datang,dia tersenyum sembari berjalan mendekati orang itu.
" Ayara ?? akhirnya kamu turun juga,apa kamu tau aku merasa khawatir padamu,,kemarilah duduk di dekat ku,apa kamu ingin aku membuat pertunjukan lagi?? kalau memang iya dengan senang hati aku melakukan nya " ucap Daxton dengan membawa Ayara duduk di sofa.
Lauren mengepalkan tangannya,dia menatap Laura dengan dingin nya.
" wanita sialan ini, ternyata belum pergi dari sini,, aku tidak mau dia tinggal disini setelah aku menikah dengan Daxton !! " gumamnya,dia berdiri dan berjalan mendekati kedua orang yang sedang asyik dengan kegiatannya.
" Ayara kenapa kamu mengurung didalam kamar dalam tiga hari ini ?? apa kamu tau,aku merasa kesepian dan aku merindukan mu,,kenapa kamu tega sekali membuat ku tersiksa seperti ini ?? " tanya Daxton yang sedang menggenggam tangan wanita cantik itu.
" bukankah aku sudah bilang ?? jika kamu belum membuktikan ucapan mu, aku tidak akan mau bertemu dengan mu !! tapi sampai sekarang kamu belum membuktikan ucapan mu dimalam itu !!! " Ayara melirik Lauren dengan tersenyum licik.
Daxton mengangguk dengan cepat,dia mencium kening Ayara dengan hati-hati, melihat itu Lauren tentu saja merasa marah,
" wanita jalang !!! beraninya kamu menggoda Daxton!! hari ini aku akan memberikan pelajaran yang tidak pernah kamu bayangkan!! " teriak nya dan setelah itu dia menarik rambut Ayara dengan kuat.
tapi tiba-tiba saja.
plakkkkkkkkkkkk
brukkkkkkkkkkkkkkkkk
Lauren terjatuh,dia menatap Daxton dengan tidak percaya,air matanya menetes sementara Daxton yang tidak senang mendengar dan melihat kelakuan calon istrinya merasa marah.
" aku peringatkan padamu, jangan sesekali mengatakan hal yang tidak pantas di hadapan Ayara !! dan jika aku mengetahui kamu ingin menyakiti nya,,aku akan melupakan jika kamu adalah wanita yang ibuku inginkan!! " ancam Daxton,dia mengelus rambut Ayara dengan lembut.
" apa kamu tidak apa-apa?? " tanya Daxton yang membuat Ayara sontak tersenyum menyeringai.
" aku tidak apa-apa,,hanya saja aku merasa lelah,,aku ingin kekamar" jawab nya, Daxton menghela nafas nya ,dia hanya mengangguk tapi tiba-tiba dia mendengar ucapan Lauren yang membuat Daxton sontak menegang.
" Daxton kenapa kamu memperlakukan ku seperti ini ?? bukankah kamu sudah berjanji pada ayahku jika kamu akan memperlakukan ku dengan baik ?? dan kamu wanita jalang,,asal kamu tau Daxton dan ayahku sangat akr.....
plakkkkkkkkkkkk
" diammmmm....!!! jangan banyak bicara disini,,pengawal bawa wanita sialan ini pergi dari hadapan ku !! " teriak nya setelah tersadar,para pengawal berdatangan, mereka menyeret paksa Lauren yang berteriak-teriak seperti orang tidak waras.
melihat sikap dan perubahan wajah Daxton, Ayara menaikkan alisnya,dia merasa Daxton sedang menyembunyikan sesuatu.
" aneh tidak biasanya dia semarah ini,padahal ucapan Lauren tidak kelewatan sama sekali,,apa yang sebenarnya di sembunyikan Daxton ? " gumamnya yang terdiam dalam fikiran nya.
melihat kepergian Lauren Daxton merasa Lega,tapi saat melihat Ayara yang terdiam dia merasa panik.
" Ayara jangan fikirkan apa yang dia ucapakan tadi,aku tau ucapannya membuat mu merasa sakit hati,setelah aku membereskan nya aku berjanji akan menikahi mu,,yasudah kembali lah kedalam kamar mu,," ucap Daxton.
Ayara tersentak,dia hanya mengangguk dan berbalik badan,meski dia merasa penasaran dengan ucapan Lauren tadi dia tidak terlalu memikirkan nya lagi.
Daxton hanya melihat kepergian Ayara dengan tatapan yang sulit diartikan.
" maafkan aku,,tapi aku harus melakukan nya " gumam Daxton, tangan nya mengepal dan matanya berkaca-kaca,setelah itu dia pergi dari sana.
*********
satu minggu telah berlalu
hari ini adalah hari pernikahan Daxton dengan Lauren,dan selama 2 hari ini,Daxton dan Ayara menghabiskan waktu bersama dan Daxton juga sudah melamar Ayara tanpa sepengetahuan siapapun.
" hari ini adalah hari yang aku tunggu,, akhirnya aku bisa masuk kedalam kediaman Winata !! ibu aku datang untuk menjemput mu " gumam Ayara ,yang sedang duduk di dalam mobil.
Daxton hanya terdiam sepanjang jalan,dia melirik Ayara dengan tatapan bersalah, dengan lembut dia menggenggam tangan wanita yang sedang tersenyum itu.
" Ayara setelah sampai di kediaman Winata, Lauren akan membawamu masuk kedalam kediamannya,,kamu harus berhati-hati disana,,besok aku akan menulis surat cerai untuknya, sesuai dengan janjiku aku akan menikahi mu " ucap Daxton yang membuat Ayara menoleh kearah nya.,Ayara memang meminta pada Daxton dia hanya akan masuk jika Lauren yang membawa nya masuk kedalam kediaman Winata.
" aku tidak akan mempermalukan mu nanti,tapi Daxton jika kamu tidak melihat ku disana, kamu tidak usah khawatir mungkin aku sedang berada di luar atau di kamar mandi, teruskan saja acara pernikahan nya,,dan aku sangat mempercayai mu " Ayara meletakkan kepalanya di bahu kokoh pemuda itu,Daxton mengangguk meski dia merasa tidak yakin dengan ucapan wanita yang dia cintai itu, bagaimana mungkin dia bisa melanjutkan pernikahan nya jika wanita yang dia cintai itu,tidak berada di hadapannya.
meski sebenarnya dia merasa tidak nyaman saat ini dengan perasaan nya,Ayara berusaha membuat dia merasa tenang..
" sebentar lagi,,sebentar lagi aku akan bertemu dengan ibu " gumamnya dia memejamkan matanya dan tersenyum tipis.
" Ayara apapun yang terjadi nanti,aku mohon maafkan aku, aku melakukan semua ini karna terpaksa karna bagaimanapun juga seseorang itu adalah hidup dan mati ku " gumam Daxton sembari mengelus rambut wanita cantik itu.