Menikah karena terpaksa dengan Mario asisten dari saudaranya. Untuk menutupi aib dirinya dan juga keluarganya.
Membuat Valery memperlakukan Mario dengan semena mena.
Mario yang tidak mempermasalahkan perlakuan Valery terhadapnya. Menerima dengan ikhlas karena Mario tahu sifat Valery apalagi Valery sedang mengandung.
Disaat keduanya sudah tumbuh rasa cinta. Disitulah terjadi ke salah pahaman. Membuat Mario langsung keluar dari rumah dan meninggalkan Valery. Dan Valery begitu kehilangan sosok Mario pria yang sudah merubah dunianya.
Akankah keduanya bersatu lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18 Kerasukan
Mario memutuskan menitipkan Marco pada pengasuhnya ketika dirinya ingin pergi mengunjungi Merin putrinya yang tidak hentinya menangis saat menelepon dirinya. Dan Mario yang sudah sampai tempat tinggal Merin langsung masuk ke dalam rumah dan menuju kamar Merin. Tapi dirinya tidak menemukan putrinya di dalam kamarnya kemudian Mario langsung menuju dapur. Dan Mario langsung tersenyum sambil menghampiri Merin yang sedang berada di dapur bersama dengan mamanya.
“Hole papa datang,” ujar Merin yang menyadari keberadaan Mario kemudian Merin langsung menghambur memeluk Mario. “Papa lama tekali tidak puyang. Atu kangen papa,” ucap Merin sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Mario dan memberikan ciuman di pipi Mario. Saat Mario sudah beralih menggendong Merin.
“Maaf sayang papah sedang banyak sekali pekerjaan. Dan belum lama papa pergi keluar kota,” bohong Mario sambil menciumi seluruh wajah putrinya tersebut. “Apa yang sedang Merin lakukan di dapur?”
“Atu dan mama tedang buat tue untuk papah,”
“Oh iya pintar sekali anak papa,”
“Bukan atu yang pintal. Tapi mama,” sambung Merin sambil menunjuk mamanya yang sedang mengeluarkan loyang berisi kue dari oven.
“Tata mama. Mama mahu tunjukan ke papa talau mama cekalang cudah pintal memacak,”
“Oh ya. Papa mau coba kue bikinan mama,” ucap Mario sambil mendudukkan Merin di kursi meja makan yang bersebelahan dengan dapur yang begitu minimalis dan elegan.
“Sudah pintar masak rupanya,”
“Jangan sentuh,” ujar mama Merin sambil menampik tangan Mario yang ingin mencoba kue yang baru saja di keluarkan dari dalam loyang.
“Galak sekali macam harimau yang ingin kawin,”
“Diam! Jangan sampai aku khilaf dan menempelkan loyang ini ke wajah kamu,” ujar mama Merin sambil menunjuk loyang yang berada di dekatnya.
“Oh benar nih minta di kawinin,”
“Mario jangan bercanda!”
“Iya maaf mama Merin,”
“Ke mana saja kamu baru pulang?”
“Maaf...”
“Aku tidak bisa di bohongi seperti Merin. Aku tahu perusahaan tempat kamu bekerja tidak ada proyek di luar kota,” sambung mama Merin memotong perkataan Mario.
“Iya maaf. Aku sudah memberi tahu kamu kemarin jika bosku sedang ke luar negeri dan aku yang mengurus perusahaannya,”
“Tapi tidak dengan kamu melupakan Merin,”
“Aku tidak melupakannya. Aku selalu melakukan video cal dengan Merin,”
“Tapi setidaknya kamu pulang kemarin saat Merin masuk sekolah untuk yang pertama kalinya,”
“Maafkan aku,”
“Sudahlah aku bosan dengan permintaan maafmu,”
“Wow amazing. Ternyata kamu sudah jago memasak sekarang,” ucap Mario sambil memakan kue buatan mama Merin.
“Jangan mengalihkan pembicaraan,” sambung mama Merin yang langsung meninggalkan Mario.
“Tunggu!” ucap Mario menghentikan langkah mama Merin yang akan meninggalkannya. “Kamu bersiaplah aku akan mengajak kamu dan Merin ke taman bermain,”
“Kamu yakin?” tanya mama Merin sambil menatap Mario tidak percaya karena selama ini Mario tidak pernah sekalipun mengizinkan Merin keluar dari rumah apalagi ke tempat keramaian.
“Yakin,” jawab Mario singkat sambil menghampiri Merin dan langsung mengendong Merin menuju kamarnya untuk bersiap siap.
“Sedang kerasukan setan apa dia. Kemarin saja aku harus berdebat dulu memasukkan Merin ke sekolah. Sungguh aneh,” ucap mama Merin sambil mengangkat ke dua bahunya dan langsung menuju kamarnya.
*
*
*
“Oh Lery ke mana saja kamu selama ini?” ucap salah satu teman Lery saat Lery baru sampai di kafe yang terdapat di dalam sebuah pusat perbelanjaan mewah yang berada di pusat kota.
“Ya kalian tahu sendiri aku sibuk dengan perusahaanku,” jawab Lery sambil duduk di tengah-tengah kedua sahabatnya tersebut.
“Dengan perusahaan apa dengan suami kamu?” tanya teman Lery yang satunya.
“Perusahaanlah,”
“Tapi aku heran kamu itu dapat sultan sebelah mana?”
“Iya hingga kamu menyembunyikan dari kita. Setajir apa dia hingga kamu bisa terpikat dengannya,"
“Ada lah. Sudah jangan di bahas aku datang kemari untuk bersenang senang dengan kalian,” sambung Lery sambil menyambar gelas yang berada di depannya yang sudah terisi dengan anggur.
“Eits tunggu dulu,” ucap teman Lery sambil menahan tangan Lery.
“Kamu menyusui bukan?” tanya teman Lery tahu jika Lery sudah memiliki anak walaupun tidak pernah tahu suami Lery.
“Iya. Kenapa memang?” tanya Lery penasaran.
“Ini kadar alkoholnya lumayan tinggi jadi kamu tidak boleh meminum ini,” larang teman Lery yang satunya dan mengambil gelas yang berada di tangan Lery.
“Kalian tidak asyik. Aku sudah lama tidak meminumnya. Jadi biarkan sekali saja aku meminumnya,” ujar Lery sambil menyambar gelas yang baru saja ditaruh di atas meja. Lalu Lery langsung mengerutkan dahinya dan tidak jadi menyesap anggur yang berada di tangannya saat dirinya melihat seseorang yang sangat dirinya kenal.
*Like*Komen*Bersambung............
ini to...
kpn lak wesss ndang....
rono rene...mario...