NovelToon NovelToon
Cloudet : Kenangan Masa Lalu Sang Hellhound

Cloudet : Kenangan Masa Lalu Sang Hellhound

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Romansa Fantasi / Cinta Terlarang / Obsesi / Perperangan / Dark Romance
Popularitas:838
Nilai: 5
Nama Author: HOPEN

Apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu, hingga Calix sangat menyayangi Cloudet dengan obsesi menyimpang. Hingga dia rela bersekutu dengan kegelapan agar tidak satupun yang dapat merebut Cloudet darinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HOPEN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepergian Ratu

Di sudut terjauh sayap barat mansion yang jarang terjamah pelayan, atmosfer berubah menjadi pekat dan berat, kontras dengan kehangatan kamar persalinan Irina.

Di sini, bayang-bayang tampak lebih hidup, menari di dinding batu yang dingin. Jover berdiri membelakangi jendela, siluetnya yang tegap tampak seperti monumen yang terbuat dari besi dan kesunyian.

Di hadapannya, Calona berdiri dengan keanggunan yang mengintimidasi, gaun hitamnya yang bersulam benang perak tampak menyerap cahaya lampu minyak di sekitarnya.

Pertemuan ini bukan sekadar diskusi, ini adalah persimpangan takdir bagi sepasang suami-istri yang telah lama dipisahkan oleh ego mereka masing masing.

Hubungan mereka, yang selama ini diregangkan oleh batas antara dunia fana dan alam baka, kini mencapai titik didih fungsionalnya.

“Jover,”

Calona membuka suara, nadanya sedingin es namun memiliki resonansi yang dalam,

“waktuku di dunia ini telah mencapai batasnya. Tugas yang menahanku di sisi Irina telah usai seiring dengan tangisan pertama bayi itu. Aku harus segera kembali ke Perdition.”

Jover tidak bergerak, namun sorot matanya yang tajam mengunci pandangan istrinya. Calona melanjutkan, tatapannya beralih ke arah jendela, menembus kabut malam menuju cakrawala yang tak terlihat.

“Cloudet... anak itu adalah anomali yang luar biasa. Sebulan terakhir, ia tidak hanya belajar berbicara, tetapi juga mulai menyadari silsilah kekuatannya yang terkubur. Jalan roh, jembatan metafisika yang menghubungkan neraka dan surga—telah mencapai titik stabil yang belum pernah kulihat sebelumnya. Semua itu berkat keberadaan Cloudet yang tumbuh di dunia fana ini. Keberadaannya di sini bertindak sebagai jangkar bagi dimensi-dimensi yang bergejolak.”

Calona melangkah mendekat, aroma belerang dan bunga pemakaman yang samar mengikuti gerakannya. Ia meletakkan tangannya yang pucat di atas dada Jover, merasakan detak jantung suaminya yang stabil.

“Namun, Jover, jangan tertipu oleh ketenangan sesaat ini. Keseimbangan yang tercipta berkat Cloudet masih sangat rapuh. Ia bagaikan kristal di tengah badai; satu guncangan dari kekuatan eksternal, atau satu luapan emosi yang tak terkendali dari dalam dirinya, bisa meruntuhkan stabilitas antara surga dan neraka. Dan kerapuhan itu... kerapuhan itu membutuhkan penjaga yang tidak hanya memiliki kekuatan, tetapi juga ketabahan untuk mengorbankan segalanya.”

Jover akhirnya bersuara, suaranya berupa geraman rendah yang berwibawa.

“Kau memintaku untuk mengawasi bukan hanya sebagai ayah, tapi sebagai sipir bagi kekuatannya sendiri."

"Aku memintamu untuk menjadi perisai, Jover, dia putri mu dan Nivera”.

balas Calona dengan tatapan yang kini melembut sesaat, menampakkan sisi manusianya yang langka.

“Dunia ini akan mulai menyadari siapa dia sebenarnya. Para penghuni bayangan, sang penguasa hutan gelap, bahkan kaisar sekalipun, akan mulai mencium aroma kekuatan murni yang ia pancarkan. Aku akan menjaga gerbang di Perdition, memastikan tidak ada entitas bawah yang merangkak keluar. Tapi di sini, di dunia yang bernapas ini, kau adalah satu-satunya benteng yang ia miliki."

Suasana di ruangan itu menjadi semakin sunyi, hanya deru angin di luar yang terdengar. Kesepakatan bisu tercapai di antara mereka.

Calona harus kembali ke kedalaman neraka untuk menjaga sisi jembatan roh menuju neraka. meninggalkan Jover untuk mengemban beban di dunia fana.

...----------------...

Di dalam kamar yang diselimuti ketenangan, suasana berubah menjadi sunyi yang sakral saat Calona berdiri di samping ranjang Irina.

Tidak ada pelayan, tidak ada suara tangisan; hanya dua wanita hebat yang saling menghormati takdir satu sama lain.

Calona, sang Ratu Hellhound yang biasanya berdiri tegak dengan keangkuhan yang sanggup mengintimidasi para iblis sekalipun, kini nampak melunak.

Di hadapan Irina, topeng dinginnya selalu runtuh, menyisakan raut wajah seorang sahabat sekaligus pelindung yang telah menuntaskan tugas besarnya.

Irina menatap Calona dengan senyum lembut yang tidak menyiratkan kesedihan sedikit pun. Ia meraih tangan Calona yang dingin dan pucat, lalu meremasnya pelan.

Irina adalah wanita yang cerdas; ia mengerti bahwa dunia fana hanyalah persinggahan sementara bagi makhluk seperti Calona.

"Kembalilah, Calona," bisik Irina tulus

"Perditon adalah rumahmu, dan rakyatmu di sana membutuhkan ratu mereka. Jangan biarkan kursi singgasanamu dingin terlalu lama."

Calona terdiam sejenak, menatap mata Irina yang jernih. Ada kilatan emosi yang tertahan di matanya yang biasanya gelap tanpa dasar. Ia menunduk, mencium kening Irina dan memberikan berkat terakhir dari alam bawah untuk kekuatan sang ibu dan bayinya.

"Panggil namaku lewat bayangan jika kau membutuhkanku, Irina. Jarak antara dunia ini dan Netherworld hanyalah seujung kuku bagi mereka yang memiliki ikatan,"

ucap Calona dengan nada yang kini berat dan berwibawa.

Begitu kalimat itu selesai diucapkan, sosok Calona mulai memudar, menyatu dengan bayang-bayang kelambu ranjang hingga ia menghilang sepenuhnya dari pandangan Irina.

Beberapa saat kemudian, beberapa ratus meter jauh di luar gerbang kediaman Grozen—di perbatasan hutan yang berkabut—udara mendadak bergejolak.

Partikel hitam legam berputar membentuk lubang vertikal yang mengeluarkan aroma belerang dan hawa dingin yang menusuk.

Calona melangkah keluar dari bayang-bayang pohon tua, jubah hitamnya berkibar meski tidak ada angin. Sebelum ia benar-benar melangkah masuk ke dalam portal menuju dimensi Perditon, ia berhenti sejenak. Ia melirik kembali ke arah puncak menara mansion Grozen yang menjulang di kejauhan, tempat ia meninggalkan bagian dari dirinya.

"Sampai jumpa lagi, Jover,"

gumamnya pelan, sebuah bisikan yang hanya bisa ditangkap oleh angin malam.

Dengan satu langkah pasti, Calona masuk ke dalam portal. Cahaya hitam itu menyusut seketika dan menghilang, meninggalkan hutan kembali dalam kesunyian fajar yang membeku.

...BERSAMBUNG...

...SEASON 2...

1
Im_Uras
🤭🤭
Im_Uras
😍
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
lucu itu.. namanya juga masih masa pertumbuhan🤭🙏
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
wah.. pasti cakep banget
j_ryuka
namanya juga anak-anak
Tulisan_nic
ikut aku aja cloudet
Tulisan_nic
unyu banget,🫣
chrisytells
Kalau nggak keras, bukan kepala namanya 🤭😄
chrisytells
Udah otot kawat, tulang besi dari sononya nih si Cloudet
chrisytells
Gimana rasanya tuh, ditempelin? 🤣
Panda%Sya🐼
Benar kamu harus tumbuh jadi kuat
Blueberry Solenne
Cloudet masih masa pertumbuhan dan bimbingan orang dewasa, dan seusia dia lagi Lucu-lucunya
Vanillastrawberry
kasian nggak tau wajah ibunya 😥
Mentariz
siapp ntar kamu akan jatuh hati padanya😁
Mentariz
Kekuatannya emang gak main-main yaa 😂
Mentariz
Wuuiihh pasti cantik banget nih cloudet😄
j_ryuka
nyebelin tapi lucu
chrisytells
Iseng banget sih🤣
chrisytells
Udah nakutin, body shaming lagi😄
chrisytells
Nggak kebayang gimana karakternya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!