Mutia Syakila
Seorang gadis desa yang berparas cantik dan di juluki kembang desa, ia berumur 20 tahun, mempunyai adik perempuan satu , namun orang tuanya bercerai saat ia masih SMA. sesuatu yang sangat mengharuskan jika anak perempuan pertama pasti menjadi tulang punggung keluarga, apalagi ayahnya memiliki sakit jantung.
Ia bekerja siang malam untuk menhidupi keluarga dan pengobatan ayahnya. Dan cobaannya tidak sampai disitu, karena ia bertemu dengan sorang lelaki Yaitu Rangga aditiya yang membawa cinta sekaligus luka bagi mutia
Bagaimanakah kelanjutannya, ???
#Tinggalkan jejak setelah membaca yaa para readers tercintah🤗❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
jadian
mendengar celotehan mutia, rangga hanya tersenyum, lalu membuka ponsel kembali dan melihat poto mutia
mengusap layar itu dan langsung memasukan ponsel ke saku celananya,
selama makan mereka tidak ada yang berbicara hanya alunan musik yang mengiringi.
"Ahhh akhirnya kenyang juga" ucap mutia setelah selesai makan
rangga tiba -tiba mendekat lalu mengarahkan jari jempolnya pada pinggir bibir pink mutia untuk menghapus sisa makanan yang belepotan.
"lain kali makannya hati-hati, bisa sampe belepotan kaya gini" ucap rangga
mutia malu sekaligus berbunga-bunga malam ini rangga benar-benar membuat mutia senam jantung karena tingkahnya,
"i..iya" jawab mutia gugup.
Beberapa saat hening, lalu tiba-tiba rangga memegang lembut tangan mutia, lalu menuntunnya ke pinggir meja dekat kolam,
"mutiaa.. aku punya satu kejutan lagi untukmu, sekarang kamu liat ke langit" mutia langsung melihat ke atas, dimana di sana terdapat bintang bertaburan dan ciuttttt suara kembang api meluncur dan pecah disana menampilkan kata, "MUTIA I LOVE YOU, DO YOU LOVE ME?"
mutia menatap takjub tulisan itu dan di hias dengan kembang api yang bermekaran,
"mutia, entah sejak kapan rasa ini ada, tapi yang pasti aku sangat mencintaimu, dan ingin menjadikanmu seorang ratu dalam hidupku, apakah kamu juga mencintaiku?" tanya rangga berlutut di hadapan mutia sambil memegang sekuntup bunga mawar merah
mutia sangat terharuu ia beberapa kali menutup mulutnya karena senang, mutia tak sanggup berkata-kata lagi ia hanya menganggukan kepalanya tanda iya.
"jawab yang jelas mutia, aku ingin mendengar kata cinta dari bibirmu langsung dan ambil mawar ini jika kau mau menerima cintaku" ucap rangga
"iya ngga, aku juga mencintaimu" jawab mutia dengan wajah yang sudah merah merona
rangga tersenyum ia sangat bahagia, akhirnya ia menemukan seseorang tambatan hatinya, rangga langsung memeluk mutia dengan erat.
"terimakasih, aku janji akan menjadikanmu yang pertama dan terakhir untuku" ucap rangga sambil memeluk mutia, mutia sangat terharu ia menyandarkan kepalanya di dada bidang rangga yang memeluknya sangat erat.
"Rangga"
"Hmmm... kenapa?" tanya rangga heran karena mutia mendorong dirinya dengan paksa, mutia menunduk ia baru teringat jika rangga mempunyai jeni yang katanya calon tunangannya
"Aku memang mencintaimu, tapi sepertinya kita tidak bisa menjalin hubungan , bukankah kamu punya jeni"
" mutiaaa... aku tidak mencintainya.. aku hanya di paksa oleh kakek untuk bertunangan dengannya hanya gara-gara demi kemajuan bisnis"
"ta..tapiii..." belum sempat mutia melanjutkan ucapannya rangga sudah memotongnya
"Sudahlahh... aku tidak ingin hanya gara-gara jeni merusak monen bahagia kita" ucap rangga sambil memeluk mutia
"tapi ranggaa" mutia mendorongnya, lalu rangga memegang kedua bahu mutia dan menatapnya dengan tatapan yang serius dan meyakinkan
"mutia.. aku tidak akan tunangan dengan jeni, karena aku sama sekali tidak mencintainya, aku hanya mencintaimu, hanya kamu sampai kapanpun" ucap rangga
"be..benarkah?" tanya mutia meyakinkan
"aku tidak pernah main-main dengan ucapanku, jadi jangan khawatir oke?"
mutia menjadi sedikit lega, karena tidak bisa di pungkiri bahwa ia juga menginginkan rangga
"iyah" jawab mutia dan tersenyum manis pada rangga
rangga terpesona dengan senyuman mutia hingga ia fokus menatap wajah wanitanya, bukan wajahnya lebih tepatnya pada bibirnya, sedikit demi sedikit rangga mendekatkan wajahnya,
" bagaimana ini, kenapa ia mendekat dan menatapku seperti itu? apa dia akan menciumku seperti di film-film" gumam mutia dalam hati
Sekian dula yahh, jangan lupa like dan komennya🤗🙏