NovelToon NovelToon
PEWARIS TERHEBAT 7

PEWARIS TERHEBAT 7

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Crazy Rich/Konglomerat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Sci-Fi / Balas Dendam
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Lorcan (pemimpin Ultra Tech) yang terluka parah harus bertahan dari kejaran Galata bersama sisa anak buahnya, sambil berusaha mencapai Mondeno. Sementara itu, Xander dan kelompoknya—termasuk Osvaldo Tolliver, Lance, George, dan yang lain—berusaha melindungi diri dan menyelidiki misteri sosok hitam yang menjadi sumber kekuatan Draco.

Galata kini menggunakan "orang-orang berkemampuan khusus" yang telah dimodifikasi untuk melacak dan menyerang musuhnya. Luc dan Graham berusaha meretas sistem Galata, sementara Lorcan terpaksa bekerja sama dengan mantan musuhnya untuk bertahan hidup. Di sisi lain, Osvaldo Tolliver justru menyerahkan diri sebagai umpan untuk mengelabui Draco.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

"Kau adalah pemimpin UltraTech?" Simon terkejut saat bertemu dengan Lorcan. Ia bergegas mundur, berjaga di dekat Taro. Ia semakin siaga saat semak-semak bergerak. "Apa kau yang sudah menolongku dan adikku?"

Simon seketika mengingat masa-masa pertemuannya dengan Lorcan beberapa waktu lalu. Pria itu enggan untuk bekerja sama dengannya, tetapi entah mengapa pria itu bisa berada di dekatnya sekarang.

"Sesuai dugaanku, dia ternyata berhasil lolos dari kejaran pasukan Galata selama ini," gumam Simon sembari meraba saku celana. "Sial, senjataku hilang. Dia pasti sudah merampasnya saat aku tidak sadarkan diri," gumamnya.

"Kau benar. Akulah yang sudah menolongmu dan adikmu. Aku tidak menduga kau masih hidup setelah terakhir kali kita bertemu tempo hari. Aku juga terkejut karena kau memiliki seorang adik," sahut Lorcan sembari menoleh pada Taro yang masih tidak sadarkan diri. "Seperti yang aku katakan barusan, kau dan adikmu berhutang budi padaku. Jadi, kau dan adikmu harus membalas budi."

"Kenapa kau menolong kami? Bukankah kau mengatakan jika kau tidak membutuhkan bantuan dari siapa pun?" tanya Simon semakin waspada. Ia merasa jika Lorcan tidak berada dalam kondisi primanya, tetapi pria itu tetap saja berbahaya.

Gideon, Gabriel, dan Talon tiba-tiba muncul di samping dan belakang Simon dan Taro, mengarahkan senjata. Mereka tampak lemah karena luka-luka yang mereka derita dari pertarungan dengan pasukan Galata.

Simon semakin waspada, menggertakkan gigi. Nyaris tidak ada jalan keluar baginya dan Taro dari situasi ini.

"Turunkan senjata kalian. Mereka tidak akan bisa melakukan apa pun sekarang," perintah Lorcan.

Gideon, Gabriel, dan Talon menurunkan senjata sesuai perintah. Mereka mundur dan berdiri di belakang Lorcan.

"Apa yang kau inginkan?" Simon bertanya, tetap waspada.

"Kau dan adikmu terbilang kuat karena kalian bisa bertahan dari Galata hingga saat ini. Aku melihat kalian terjatuh dari langit beberapa waktu lalu. Aku sangat yakin jika pelakunya adalah Galata. Ceritakan semuanya padaku jika kau dan adikmu masih ingin hidup," ujar Lorcan.

Simon menoleh pada Taro, menimbang beberapa waktu. "Baiklah, aku akan menceritakan semuanya padamu. Aku akan memulai setelah aku dan kau berpisah. Aku bertemu dengan beberapa anggota kelompok lain dan sepakat untuk membentuk sebuah kelompok. Jumlah kami semakin bertambah seiring waktu. Aku juga bertemu dengan adikku setelah dia terkena serangan dari pasukan Galata."

Simon meneruskan, "Kami berencana untuk pergi ke negara Monteno karena negara itu berada di wilayah yang jauh dari kekuasaan Galata. Kami melakukan banyak upaya untuk lepas dari kejaran pasukan Galata. Sayangnya, mereka menemukan kami dan banyak menangkap anggota kelompok kami."

"Galata menyerang saat kami akan sampai ke negara Monteno. Sialnya, pasukan Galata menemukan kami dan berhasil menangkap banyak anggota. Aku dan adikku berhasil melarikan diri dengan melewati portal saat serangan besar akan mengenai kami. Aku tidak tahu bagaimana keadaan anggota lain sekarang."

Simon mengepalkan tangan erat-erat. Setelah semua upaya yang dirinya dan yang lain lakukan, nyatanya Galata masih jauh lebih unggul dibandingkan mereka.

"Ya, kisahmu tidak jauh berbeda dengan kisahku. Aku bertemu dengan anggotaku di UltraTech dahulu. Kami berjumlah cukup banyak sampai banyak dari anggotaku yang tertangkap oleh Galata. Mereka terus bermunculan di mana pun kami berada."

Lorcan mendongak ke langit, mengembus napas panjang. "Mereka mengerahkan pasukan berkemampuan khusus untuk menangkapku dan yang lain. Meski aku sudah berhasil masuk ke sistem mereka, aku dan anggota-anggotaku bukanlah tandingan mereka, apalagi jumlah kami semakin terbatas."

"Jadi, kau akhirnya mau bekerja sama denganku untuk melawan Galata?" terka Simon.

"Aku menganggap hal itu sebagai balas budi. Kau dan adikmu harus membantuku melawan Galata atau setidaknya tiba di negara Monteno. Aku menemukan sebuah sumber Laksarium dalam jumlah terbatas di negara itu. Sayangnya, kau tidak bisa mendapatkan Laksarium itu karena kesepakatan kita berakhir ketika kita tiba di Monteno. Apa kau setuju dengan penawaranku?"

Simon tidak langsung menjawab, menoleh pada Taro. Ia dan Taro tidak mungkin bisa bertahan dari Galata jika mereka mendadak muncul dan menyerang. Akan tetapi, Lorcan dan anggota-anggotanya bisa membantu jika hal buruk terjadi.

Simon mengepalkan tangan erat-erat, berusaha setenang mungkin. "Mereka juga membutuhkanku saat ini. Jika tidak, pemimpin UltraTech itu pasti tidak akan menolongku dan Taro. Dia membenciku karena aku adalah salah satu penyusup."

Lorcan tersenyum kecut. Meski sangat membenci Simon dan Taro, tetapi ia membutuhkan kemampuan mereka saat ini. "Setelah tiba di Monteno, aku bisa menyingkirkan mereka berdua."

Simon mengembus napas panjang. "Baiklah, aku bersedia bekerja sama denganmu.”

"Kau memiliki waktu sepuluh menit untuk membangunkan adikmu dan berbicara dengannya. Setelah waktu kalian habis, bergabunglah dengan kami di balik semak-semak itu."

Lorcan bergegas meninggalkan Simon dan Taro, menghilang setelah melewati semak-semak. Ia melirik arah belakang sesaat, mendengkus kesal.

Lorcan memejamkan mata, teringat masa-masa dahulu. "Aku harus fokus."

Simon menampar pipi Taro beberapa kali, mengamati keadaan sekeliling. "Taro, bangunlah sekarang atau aku akan menghajarmu.”

Taro mulai mengerjap, membuka mata perlahan. Pria itu meringis kesakitan, membiasakan diri dengan cahaya minim di sekitarnya. "Apakah aku sudah mati?"

Simon menampar Taro dengan sangat keras. "Sadarlah sialan! Kau masih hidup."

"Dasar brengsek!" Taro meringis kesakitan, memaksakan diri untuk duduk. "Di mana kita sekarang, dan bagaimana mungkin kita bisa selamat?"

Simon menarik Taro agar duduk tegak. "Apakah kau ingat dengan ketua UltraTech yang pernah aku ajak kerja sama sebelumnya? Dialah yang sudah menolong kita berdua. Dia juga yang mengajukan kerja sama pada kita."

"Apa?" Taro seketika menutup mulutnya. "Dia menolong kita pasti karena memiliki tuan tertentu. Kita harus segera pergi dari tempat ini dan menjauh darinya."

"Itu tidak mungkin kita lakukan sekarang. Kondisi kita sangat buruk, terlebih kita tidak memiliki senjata apa pun. Satu-satunya cara bertahan adalah dengan bekerja sama dengan Lorcan dan anggota-anggotanya. Saat kau masih tertidur, aku terpaksa menerima ajakan kerja samanya."

"Apa kau gila, Simon?" Taro mendengkus kesal. "Aku sangat yakin dia dan anggota-anggotanya akan mengorbankan kita saat Galata muncul."

"Lorcan membutuhkan kita dan kita pun membutuhkan mereka. Mereka akan memilih menghabisi kita dibandingkan menolong kita. Aku tahu mereka bisa menghabisi kita kapan pun, tetapi itu lebih baik dibandingkan kita berakhir di tangan Galata."

Taro tercenung selama beberapa waktu, mengepalkan tangan erat-erat. Ia mengamati Simon, mengembus napas panjang. "Baiklah, aku mengerti."

"Kita harus menemui mereka sekarang juga. Bangunlah dan jangan membuatku harus menyeretmu ke tempat itu."

"Sialan!" Taro memaksakan berdiri, mengikuti Simon menuju balik semak-semak.

Di waktu yang sama, sebuah pasukan baru saja tiba di bangunan. Mereka memasuki bangunan, berjalan menuju tempat Osvaldo Tolliver berada.

Draco bersiap di depan layar, menunggu informasi dari sosok berkemampuan khusus untuk mengorek informasi dari Osvaldo Tolliver.

1
Nathan Grdn
tarik nafas
Nathan Grdn
masa kalah terus jagoan nya,persis di konoha penjagat selalu di depan
MELBOURNE
saksikan terus
jangan lupa juga baca novelku yang lain yaa👍👍
aim pacina
Miguel Mikael dan govin berikan kekuatan khusus thor biar seru karna fisik mereka kuat
Glastor Roy
update ya torrr ku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!