"Rena....,Aku mau minta maaf sebelumnya,tapi jujur ini juga berat untuk aku,tapi aku juga harus jujur sama kamu".
Rena tak memandang curiga saat suaminya berkata seperti itu,tapi setelahnya ucapan kejujuran dari suaminya seperti pisau tajam yang menusuk hatinya.
"Aku mencintai wanita lain yang kutemui 6 bulan terakhir ini,Dia bukan hanya cantik tapi juga pintar memasak,semua yang ada didiri wanita itu aku sangat menyukainya".
Rena diam membeku,tapi Ia juga ingin tau apa yang menjadi alasan suaminya bisa mencintai wanita lain padahal ada istri yang sudah Ia nikahi lebih dari 10 tahun.
"Kenapa Mas...?,Kenapa harus ada wanita lain yang Mas cintai".
"Aku sudah tidak cinta sama kamu Rena,Kamu berubah,Kamu tidak lagi menarik dimataku,Kamu juga selalu mementingkan anak-anak daripada aku suamimu".
Rena kembali diam,Ia ingin meledak tapi teringat ada 2 anaknya yang harus Ia jaga mentalnya.
"Baiklah Mas....,terus apa maumu kalau sudah seperti ini?Kamu mau pisah?".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiwit Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cika Pergi
Setelah dirawat selama 3 hari Cika akhirnya keluar dari Rumah sakit,Ia bersama Dion dan Ibunya pulang menuju rumah yang Bu Ratih tinggalkan.
Para tetangga yang mendengar kabar meninggalnya Ibu Ratih berbondong-bondong datang saat Cika tiba dirumah.
Mereka ikut berbela sungkawa tapi banyak juga yang menanyakan tentang siapa sosok laki-laki yang bersama dengan Cika.
Tak ingin ada masalah yang lebih besar ditengah kesedihan yang Cika rasakan,Dion beserta Ibunya menjelaskan siapa Ia kepada para tetangga yang datang silih berganti.
"Ibu-ibu semuanya,Nama saya Dion dan saya calon suami dari Cika,Saya bersama Ibu saya untuk sementara akan tinggal disini sampai Cika pulih dan setelahnya kami akan menikah,Saya minta do'anya dari semua yang datang untuk segala rencana yang sedang kami usahakan".
Para tetangga saling berbisik satu sama lain,walaupun beberapa orang tau siapa Dion sebenarnya tapi mereka tak ingin semakin membuat Cika sedih dengan kabar yang beredar bahwa sebenarnya Ia adalah seorang pelakor.
Saat semua tetangga sudah mulai sepi,Dion menatap Cika yang selama ini diam dan selalu menghindari obrolan mereka untuk kedepannya.
Dion yang sudah tidak tahan atas semua tingkah laku Cika yang terus diam membuat Dion kesal.
"Cika.....,Ayo dong jangan seperti ini terus,Kita harus bicara untuk kedepannya,Kamu masih mau kita menikah kan?,Kehamilanmu semakin besar dan mau nggak mau memang kita harus menikah jika tetap ingin dirumah ini,Atau sebenarnya kamu punya rencana lain yang tidak aku ketahui?",tanya Dion menyelidik.
Cika akhirnya menatap Dion dengan tajam,Ia masih mengingat bagaimana Dion berucap tentang kesialan dalam hidupnya,Cika masih tidak bisa melupakan itu dan sulit untuk mempercayainya kembali.
"Sudahlah Dion....,Kamu jangan pura-pura baik sama aku,Kamu sendiri yang bilang aku biang semua masalah dikehidupanmu,lebih baik kita hidup sendiri-sendiri karena aku sudah tak sudi menjadi istrimu,tentang anak ini biarkan aku sendiri yang membesarkannya,Karena kamu juga tak mungkin mau menerima anak ini dengan perasaanmu yang tak sepenuhnya memilihku".
Dion terkejut,tapi pesan terakhir dari Bu Ratih selalu berputar dikepalanya,Kini bukan hanya merasa bahwa Ia harus bertanggungjawab karena Cika hamil,tapi lebih dari itu Dion merasa harus menjalankan pesan yang Bu Ratih sampaikan.
Dion berusaha menenangkan Cika yang masih mengingat tentang ucapan yang menyakiti hatinya.
"Cika...,Aku minta maaf atas ucapanku waktu itu,tapi coba deh pikirkan kedepannya,Kalau kita tidak menikah mau bagaimana nasib anak yang kamu yang kandung?,belum lagi kamu juga tidak bekerja,Aku tidak berjanji akan memberikan kehidupan yang layak untuk kamu tapi setidaknya kamu memiliki keluarga yang akan melindungimu,Ayolah Cika...,ini demi anak yang tak berdosa itu,Kita harus menikah dan lupakan semuanya yang pernah aku katakan,lagian Rena juga sudah memilih kehidupan baru jadi aku tak mungkin bisa kembali sama dia".
Cika justru kembali emosi saat Dion membahas Rena yang dimana seakan-akan Ia jadi pilihan terakhir karena adanya anak yang sedang Ia kandung.
Cika tetap menolak,Ia bersikeras untuk tetap sendiri dan membesarkan anak itu sendiri.
"Dion...,lebih baik kamu sekarang pergi dari rumah ini dengan Ibumu,Percuma walaupun kita menikah tapi pikiranmu masih dengan mantan istrimu itu,Aku sadar diri bahwa aku hanyalah pelampiasan disaat kamu butuh seseorang yang bisa menghangatkanmu,Aku juga sadar bahwa kamu tak benar-benar mencintaiku,jadi anggap saja kita tak pernah kenal,Aku juga mau minta maaf atas semua masalah yang kamu hadapi,Karena sejujurnya dari awal aku hanya menginginkan hartamu,tapi nyatanya yang memiliki kekayaan adalah mantan istrimu,Jadi anggap aja kita impas".
Dion terkejut dengan apa yang Cika katakan,nyatanya Ia juga sadar bahwa Cika hanya pelampiasan hasratnya,Dion akhirnya memilih pergi dengan membawa Ibunya,tapi sebelum itu Ia berpesan kepada Cika tentang pesan terakhir dari Ibunya.
"Cika...,Bukan aku yang tidak ingin melindungimu tapi kamu yang menginginkannya,jangan salahkan aku jika nantinya kamu mengalami sesuatu,Aku sudah berusaha sebisa aku,tapi jika dikemudian hari kamu berubah pikiran kamu bisa mencariku bukan sebagai suamimu tapi sebagai orang yang kamu anggap saudara".
Cika tetap terdiam saat Dion melajukan mobilnya,Cika justru menutup pintu rumahnya rapat-rapat dan pergi kekamar yang biasa Ia tempati.
1 detik 2 detik Cika masih biasa aja namun setelahnya Ia menangis karena sekarang tidak punya siapapun lagi yang akan menjadi tempat bersandar,tapi tekadnya sudah bulat,Ia tidak akan jatuh kedalam pesona Dion lagi setelah apa yang Dion katakan.
Cika menyadari bahwa Ia juga salah,tapi ucapan Dion terlalu menyakiti hatinya.
Dengan sisa keberanian yang tersisa,Cika mengemasi pakaiannya,Ia akan pergi ketempat dimana Ia bisa diterima dengan baik.
Cika juga membawa sertifikat rumah peninggalan Ibunya hanya agar semuanya aman dan mungkin suatu saat Ia akan sangat membutuhkannya.
Setelah semua dirasa siap,Cika keluar dari rumah dan pergi menaiki Taxi online yang Ia pesan.
"Selamat tinggal semuanya,Aku pergi bukan karena ingin tapi keharusan untuk berubah kediriku yang lebih baik",ucap Cika didalam hatinya.
amit"