NovelToon NovelToon
CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Action / Dark Romance / Mafia / Office Romance
Popularitas:19.8k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

SEQUEL ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO!


Theodore Morelli, pria cerdas dan berkharisma yang melanjutkan perusahaan teknologi keluarga, hidup dengan prinsip bersih dan profesional. Sosok yang dikenal orang sebagai pria tak kenal ampun dan ditakuti karena kesempurnaannya, harus jungkir balik ketika dia berurusan dengan seorang office girl baru di perusahaannya.

Celina Lorenzo, yang menyamar sebagai Celina Dawson, office girl sederhana, masuk ke perusahaan itu sebagai mata-mata mafia keluarganya untuk menyelidiki sesuatu di perusahaan Theo.

Awalnya mereka hanya dua orang dari dunia berbeda.

Tapi semakin dalam Celina menyelidiki Morelli Corporation, semakin ia sadar:
Theo bukan musuh yang ia cari. Dan Theo yang ditakuti justru memiliki sisi paling lembut untuk Celina.

Lalu bagaimana jadinya jika Theo yang lembut itu tahu identitas asli dari Celina yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6. UJUNG KESABARAN

Suasana di divisi IT semakin memanas.

Johan berdiri dengan punggung tegak, kedua tangan mengepal di sisi tubuhnya. Wajahnya tenang, terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja dituduh sebagai penyebab kekacauan besar. Tatapan matanya menyapu ruangan, berhenti sejenak pada Cedric, lalu beralih ke Theo, seolah ia yakin sepenuhnya bahwa kebenaran ada di pihaknya.

"Aku tidak berbohong!" ucap Johan lantang. "Dan aku tidak bodoh untuk menyuruh orang melakukan hal yang aku tahu kalau itu tidak boleh dilakukan. Kenapa juga aku menyuruh orang melakukannya?"

Johan melirik Celina sekilas, bukan dengan marah, melainkan dengan tatapan yang seolah berkata kasihan lalu menatap Cedric lalu Theo.

"Aku sudah bekerja di divisi IT ini bertahun-tahun. Semua orang di sini tahu, bahkan anak magang sekali pun ... tidak ada satu pun yang boleh menghapus papan tulis di ruangan ketua. Kecuali Cedric sendiri," lanjut Johan.

Beberapa kepala mengangguk.

Kata-kata Johan terdengar masuk akal. Terlalu masuk akal.

Cedric mengusap wajahnya kasar, rahangnya mengeras.

"Benar. Aturan itu sudah ada sejak aku pertama kali menjabat. Tidak ada pengecualian," kata Cedric dengan nada geram.

Tatapan-tatapan mulai beralih.

Ke arah Celina.

Bisik-bisik muncul, mula-mula lirih, lalu semakin jelas menyudutkan gadis itu.

"Bukannya dia juga bikin masalah di divisi keuangan tadi pagi?"

"Iya, katanya sampai ditampar segala."

"Office girl kok ribut terus dengan karyawan lain."

Celina berdiri di tengah ruangan, dikelilingi oleh suara-suara yang semakin tajam. Namun anehnya, wajahnya tidak menunjukkan kepanikan. Tidak ada air mata. Tidak ada gestur defensif berlebihan.

Gadis itu hanya berdiri. Tenang. Bahkan terlalu santai untuk seseorang yang sedang dituduh.

Theo memerhatikan itu. Alisnya sedikit berkerut melihat gestur Celina yang lagi-lagi menarik perhatiannya.

Celina menyandarkan berat tubuhnya ke satu kaki, tangan bersedekap ringan, ekspresinya datar, seolah ia hanya menjadi penonton dari drama yang kebetulan menyeret namanya.

Itu membuat Theo semakin heran.

Dia tidak panik? batin Theo.

Johan melangkah maju setengah langkah ke arah Celina.

"Jujur saja," kata Johan dengan nada yang kini terdengar menusuk, "aku mulai curiga. Sepertinya kau memang senang membuat keributan."

Beberapa orang mengangguk setuju.

"Atau jangan-jangan," lanjut Johan, "kau memang sengaja ingin membuat masalah di Morelli Corporation? Kau disuruh oleh orang?"

Kata-kata itu seperti bensin di atas api.

Cedric berbalik ke arah Celina, matanya merah oleh amarah dan frustasi setelah mendengar akhir kalimat Johan. Karena pernyataan itu akhir-akhir ini menjadi perhatian para ketua setiap divisi; gangguan dari suruhan perusahaan lawan.

"Akui saja! Kau yang menghapus papan tulis itu, kan?!" bentak Cedric.

Ruangan kembali ricuh.

Aiden melangkah mendekat ke Celina, suaranya jauh lebih lembut dibanding yang lain. Merasa iba pada Celina yang menurut Aiden tidak bersalah. Ia menepuk pundak gadis itu dengan hati-hati.

"Celina," kata Aiden pelan, hampir seperti membujuk. "Tidak apa-apa kalau kau mengaku salah. Ini tidak akan dibawa ke hukum. Tidak ada polisi. Tidak ada tuntutan. Aku tidak tega melihatmu disudutkan seperti ini."

Celina menoleh ke Aiden, menatapnya beberapa detik.

Tatapan itu tenang.

Terlalu tenang.

Celina menghormati perhatian kecil dari Aiden yang jelas memiliki status lebih tinggi di perusahaan ini dibandingkan office girl seperti Celina.

"Maaf, tapi aku tidak salah, jadi aku tidak bisa mengakui kalau aku salah," ucap Celina tegas.

Theo akhirnya angkat bicara.

"Celina, Dawson?" panggil Theo datar namun jelas, suaranya memotong keributan. "Jika menurutmu kau tidak salah, maka katakan. Kau hanya perlu membuktikannya. Atau ... memperbaikinya."

Kata-kata itu membuat ruangan kembali sunyi.

Celina menoleh ke arah Theo.

Tatapan mereka bertemu.

Untuk pertama kalinya sejak semua ini terjadi, Celina benar-benar menatap Theo dari balik kacamata hitam sang gadis, kali ini ia tidak menunduk atau menghindar. Celina mencoba membaca sesuatu di wajah pria itu, namun yang ia temukan justru mengejutkannya.

Tidak ada tuduhan.

Tidak ada tekanan.

Bahkan sejak awal, jika Celina mengingat kembali ... Theo tidak pernah sekali pun mengatakan bahwa semua ini salah Celina, bahkan ketika pertengkaran dengan asisten keuangan tadi, Theo meminta penjelasan dan bukannya menuduh.

Hal itu membuat dada Celina sedikit menghangat ketika mendapati hal itu dari pimpinan yang orang bilang menakutkan dan tidak kenal ampun.

Tiba-tiba ...

Celina menghela napas keras.

"Agh! Oke!" seru Celina kesal.

Ia melepas kacamata bulatnya dengan satu gerakan cepat, lalu menyurukkan jari-jarinya ke rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Wajahnya kini terlihat jelas.

Wajah kesal. Jujur. Hidup. Dan tidak mau kalah.

"Kalau aku bisa mengembalikan apa yang tertulis di papan tulis itu, aku bebas dari tuduhan, kan?!" seru Celina seolah membuat pengumuman penting.

Ruangan mendadak bergemuruh.

"Apa maksudnya?"

"Dia bercanda?"

"Kurasa dia sudah gila."

Cedric tertawa pahit lalu menghardik, "Jangan sok! Kau bahkan tidak tahu apa yang kau hapus!"

Johan ikut tertawa kecil, meremehkan. "Lebih baik kau mengaku salah saja. Daripada mempermalukan diri sendiri," katanya.

Beberapa bisikan lain menyusul, tidak ramah, penuh skeptisisme.

Celina tidak menggubris mereka. Ia melangkah maju, berhenti tepat di depan Theo.

"Aku bisa menuliskan kembali isi papan tulis itu," kata Celina tegas. "Dan kalau aku bisa, sebagai pimpinan, Anda harus menyelidiki kasus ini lebih dalam. Dan membersihkan nama baikku."

Aiden terkejut. "Celina-"

Namun Celina belum selesai, ia melanjutkan tanpa ragu, menunjuk Johan. "Aku juga minta Anda menyelidiki pria ini. Dia mencurigakan. Menyuruh orang yang tidak tahu aturan divisi IT untuk menghapus data penting, lalu menyalahkan orang itu."

Ruangan kembali gaduh.

Aiden tampak panik. Wajahnya pucat. Ia menoleh ke Theo, jelas khawatir Celina sudah melampaui batas.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Theo tersenyum.

Senyum tipis. Tenang. Berbahaya.

"Menarik," kata Theo seolah inilah reaksi yang ia tunggu sejak tadi dari Celina.

Semua orang terdiam.

Theo menoleh ke Cedric. "Apa salahnya membiarkan dia mencoba?"

Cedric tersentak. "Theo, ini bukan main-main-"

"Jika dia tidak bisa mengembalikan tulisan itu," lanjut Theo tanpa memedulikan bantahan, "maka Celina tetap menjadi tersangka. Tidak ada yang berubah."

Theo berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan suara dingin. Tatapan Theo beralih ke Johan.

"Tapi jika Celina bisa ... maka kau tidak kehilangan apa pun, Cedric. Dan kita akan menyelidiki orang yang terlihat di CCTV sebelum Celina menghapus papan tulis itu," lanjut Theo yang sudah menjadi kesimpulan final di masalah ini.

Cedric terdiam lama ... sampai akhirnya, ia menghela napas kasar.

"Baik," setuju Cedric.

Satu kata itu terasa berat.

Celina menoleh ke papan tulis yang kini kosong.

Putih.

Bersih.

Seolah tidak pernah menyimpan apa pun.

Entah Celina hanya membual.

Atau ... ia benar-benar tahu apa yang telah terhapus.

Bagaimana mungkin seorang office girl mengingat rumus yang telah menghilang berjam-jam lalu? Bahkan seseorang yang dianggap jenius di gedung ini seperti Cedric dan Theo pun, akan susah jika untuk menulis kembali apa yang dilihat dalam hitungan detik sebelumnya sebelum terhapus, terutama rumus coding.

Apakah Celina memang hanya membual?

1
Miss Typo
hayo lho hati² dgn Cedric ya Celine 🤣
A R
aduhh leo lucy diculik
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙘𝙧𝙖𝙯𝙮 𝙪𝙥 𝙩𝙝𝙤𝙧🤣🤣
mimief
ehhh...kata orang Betawi juga
lo jual gw beli
maaf ye,bukan kita yg mulai, ini namanya mekanisme perlindungan diri.
kan..bukan aku yg mulai🤣🤣
mimief
ga seruu dia, mainya aduan 😌🫣🤣
mimief
🤣🤣🤣🤣
mulut mu
tapi bener lah
mimief
kelamaan di sekep sama keluarga Lorenzo begini ni...
dibully malah menikmati sensasi nya🫣
Miss Typo
karna keahlian kepintaran Celine
PengGeng EN SifHa
akhirnya...ADA TOMMY & JERRY kwwkwkkwkwkwkw


bagus

bagus

bagus

bagus thooorr...
q suka...q suka❤️❤️❤️❤️❤️
Asyatun 1
lanjut
A R
😂😂😂
Wulan Sari
waaaah cerita ini sangat menarik dan selalu biat penasaran intrik2 di Kantor selalu ada yg berbuat jahat semoga nanti akhir cerita bahagia CEO nya dan tukang bersih2 yg nyamar, happy end ya Thor semangat 💪 salam sukses selalu ya cip 👍❤️🙂🙏
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
MODE BERUANG INGIN MENERKAM IKAN SALMON🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: iya juga ya 🤣
total 1 replies
Jelita S
ternyata Cedric punya tatapan maut jga🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Galak dia itu 🤭
total 1 replies
Dew666
🪸🪸🪸🪸
Archiemorarty: terima kasih udah baca ceritanya 🥰
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
Miss Typo
semoga nasib Celine gak terlalu berat seperti orang tuanya dulu
Archiemorarty: Semoga ya 🤭
total 1 replies
Miss Typo
siapa itu, kok aku curiga sama Rina temen office girl itu ya 😁
Archiemorarty: Ehhh....🤭
total 1 replies
mimief
ayooo,kita mulai berburu,kalau kata mamak Lily 🤭
Archiemorarty: Aduhh...jangan donk, kalau mereka udah berburu tahu sendiri 🤭
total 1 replies
mimief
lagi Thor
up lagi
up lagi
Archiemorarty: Bener...ujan bikin mager asli 🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!