NovelToon NovelToon
CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Action / Dark Romance / Mafia / Office Romance / Tamat
Popularitas:92.4k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

SEQUEL ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO!


Theodore Morelli, pria cerdas dan berkharisma yang melanjutkan perusahaan teknologi keluarga, hidup dengan prinsip bersih dan profesional. Sosok yang dikenal orang sebagai pria tak kenal ampun dan ditakuti karena kesempurnaannya, harus jungkir balik ketika dia berurusan dengan seorang office girl baru di perusahaannya.

Celina Lorenzo, yang menyamar sebagai Celina Dawson, office girl sederhana, masuk ke perusahaan itu sebagai mata-mata mafia keluarganya untuk menyelidiki sesuatu di perusahaan Theo.

Awalnya mereka hanya dua orang dari dunia berbeda.

Tapi semakin dalam Celina menyelidiki Morelli Corporation, semakin ia sadar:
Theo bukan musuh yang ia cari. Dan Theo yang ditakuti justru memiliki sisi paling lembut untuk Celina.

Lalu bagaimana jadinya jika Theo yang lembut itu tahu identitas asli dari Celina yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6. UJUNG KESABARAN

Suasana di divisi IT semakin memanas.

Johan berdiri dengan punggung tegak, kedua tangan mengepal di sisi tubuhnya. Wajahnya tenang, terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja dituduh sebagai penyebab kekacauan besar. Tatapan matanya menyapu ruangan, berhenti sejenak pada Cedric, lalu beralih ke Theo, seolah ia yakin sepenuhnya bahwa kebenaran ada di pihaknya.

"Aku tidak berbohong!" ucap Johan lantang. "Dan aku tidak bodoh untuk menyuruh orang melakukan hal yang aku tahu kalau itu tidak boleh dilakukan. Kenapa juga aku menyuruh orang melakukannya?"

Johan melirik Celina sekilas, bukan dengan marah, melainkan dengan tatapan yang seolah berkata kasihan lalu menatap Cedric lalu Theo.

"Aku sudah bekerja di divisi IT ini bertahun-tahun. Semua orang di sini tahu, bahkan anak magang sekali pun ... tidak ada satu pun yang boleh menghapus papan tulis di ruangan ketua. Kecuali Cedric sendiri," lanjut Johan.

Beberapa kepala mengangguk.

Kata-kata Johan terdengar masuk akal. Terlalu masuk akal.

Cedric mengusap wajahnya kasar, rahangnya mengeras.

"Benar. Aturan itu sudah ada sejak aku pertama kali menjabat. Tidak ada pengecualian," kata Cedric dengan nada geram.

Tatapan-tatapan mulai beralih.

Ke arah Celina.

Bisik-bisik muncul, mula-mula lirih, lalu semakin jelas menyudutkan gadis itu.

"Bukannya dia juga bikin masalah di divisi keuangan tadi pagi?"

"Iya, katanya sampai ditampar segala."

"Office girl kok ribut terus dengan karyawan lain."

Celina berdiri di tengah ruangan, dikelilingi oleh suara-suara yang semakin tajam. Namun anehnya, wajahnya tidak menunjukkan kepanikan. Tidak ada air mata. Tidak ada gestur defensif berlebihan.

Gadis itu hanya berdiri. Tenang. Bahkan terlalu santai untuk seseorang yang sedang dituduh.

Theo memerhatikan itu. Alisnya sedikit berkerut melihat gestur Celina yang lagi-lagi menarik perhatiannya.

Celina menyandarkan berat tubuhnya ke satu kaki, tangan bersedekap ringan, ekspresinya datar, seolah ia hanya menjadi penonton dari drama yang kebetulan menyeret namanya.

Itu membuat Theo semakin heran.

Dia tidak panik? batin Theo.

Johan melangkah maju setengah langkah ke arah Celina.

"Jujur saja," kata Johan dengan nada yang kini terdengar menusuk, "aku mulai curiga. Sepertinya kau memang senang membuat keributan."

Beberapa orang mengangguk setuju.

"Atau jangan-jangan," lanjut Johan, "kau memang sengaja ingin membuat masalah di Morelli Corporation? Kau disuruh oleh orang?"

Kata-kata itu seperti bensin di atas api.

Cedric berbalik ke arah Celina, matanya merah oleh amarah dan frustasi setelah mendengar akhir kalimat Johan. Karena pernyataan itu akhir-akhir ini menjadi perhatian para ketua setiap divisi; gangguan dari suruhan perusahaan lawan.

"Akui saja! Kau yang menghapus papan tulis itu, kan?!" bentak Cedric.

Ruangan kembali ricuh.

Aiden melangkah mendekat ke Celina, suaranya jauh lebih lembut dibanding yang lain. Merasa iba pada Celina yang menurut Aiden tidak bersalah. Ia menepuk pundak gadis itu dengan hati-hati.

"Celina," kata Aiden pelan, hampir seperti membujuk. "Tidak apa-apa kalau kau mengaku salah. Ini tidak akan dibawa ke hukum. Tidak ada polisi. Tidak ada tuntutan. Aku tidak tega melihatmu disudutkan seperti ini."

Celina menoleh ke Aiden, menatapnya beberapa detik.

Tatapan itu tenang.

Terlalu tenang.

Celina menghormati perhatian kecil dari Aiden yang jelas memiliki status lebih tinggi di perusahaan ini dibandingkan office girl seperti Celina.

"Maaf, tapi aku tidak salah, jadi aku tidak bisa mengakui kalau aku salah," ucap Celina tegas.

Theo akhirnya angkat bicara.

"Celina, Dawson?" panggil Theo datar namun jelas, suaranya memotong keributan. "Jika menurutmu kau tidak salah, maka katakan. Kau hanya perlu membuktikannya. Atau ... memperbaikinya."

Kata-kata itu membuat ruangan kembali sunyi.

Celina menoleh ke arah Theo.

Tatapan mereka bertemu.

Untuk pertama kalinya sejak semua ini terjadi, Celina benar-benar menatap Theo dari balik kacamata hitam sang gadis, kali ini ia tidak menunduk atau menghindar. Celina mencoba membaca sesuatu di wajah pria itu, namun yang ia temukan justru mengejutkannya.

Tidak ada tuduhan.

Tidak ada tekanan.

Bahkan sejak awal, jika Celina mengingat kembali ... Theo tidak pernah sekali pun mengatakan bahwa semua ini salah Celina, bahkan ketika pertengkaran dengan asisten keuangan tadi, Theo meminta penjelasan dan bukannya menuduh.

Hal itu membuat dada Celina sedikit menghangat ketika mendapati hal itu dari pimpinan yang orang bilang menakutkan dan tidak kenal ampun.

Tiba-tiba ...

Celina menghela napas keras.

"Agh! Oke!" seru Celina kesal.

Ia melepas kacamata bulatnya dengan satu gerakan cepat, lalu menyurukkan jari-jarinya ke rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Wajahnya kini terlihat jelas.

Wajah kesal. Jujur. Hidup. Dan tidak mau kalah.

"Kalau aku bisa mengembalikan apa yang tertulis di papan tulis itu, aku bebas dari tuduhan, kan?!" seru Celina seolah membuat pengumuman penting.

Ruangan mendadak bergemuruh.

"Apa maksudnya?"

"Dia bercanda?"

"Kurasa dia sudah gila."

Cedric tertawa pahit lalu menghardik, "Jangan sok! Kau bahkan tidak tahu apa yang kau hapus!"

Johan ikut tertawa kecil, meremehkan. "Lebih baik kau mengaku salah saja. Daripada mempermalukan diri sendiri," katanya.

Beberapa bisikan lain menyusul, tidak ramah, penuh skeptisisme.

Celina tidak menggubris mereka. Ia melangkah maju, berhenti tepat di depan Theo.

"Aku bisa menuliskan kembali isi papan tulis itu," kata Celina tegas. "Dan kalau aku bisa, sebagai pimpinan, Anda harus menyelidiki kasus ini lebih dalam. Dan membersihkan nama baikku."

Aiden terkejut. "Celina-"

Namun Celina belum selesai, ia melanjutkan tanpa ragu, menunjuk Johan. "Aku juga minta Anda menyelidiki pria ini. Dia mencurigakan. Menyuruh orang yang tidak tahu aturan divisi IT untuk menghapus data penting, lalu menyalahkan orang itu."

Ruangan kembali gaduh.

Aiden tampak panik. Wajahnya pucat. Ia menoleh ke Theo, jelas khawatir Celina sudah melampaui batas.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Theo tersenyum.

Senyum tipis. Tenang. Berbahaya.

"Menarik," kata Theo seolah inilah reaksi yang ia tunggu sejak tadi dari Celina.

Semua orang terdiam.

Theo menoleh ke Cedric. "Apa salahnya membiarkan dia mencoba?"

Cedric tersentak. "Theo, ini bukan main-main-"

"Jika dia tidak bisa mengembalikan tulisan itu," lanjut Theo tanpa memedulikan bantahan, "maka Celina tetap menjadi tersangka. Tidak ada yang berubah."

Theo berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan suara dingin. Tatapan Theo beralih ke Johan.

"Tapi jika Celina bisa ... maka kau tidak kehilangan apa pun, Cedric. Dan kita akan menyelidiki orang yang terlihat di CCTV sebelum Celina menghapus papan tulis itu," lanjut Theo yang sudah menjadi kesimpulan final di masalah ini.

Cedric terdiam lama ... sampai akhirnya, ia menghela napas kasar.

"Baik," setuju Cedric.

Satu kata itu terasa berat.

Celina menoleh ke papan tulis yang kini kosong.

Putih.

Bersih.

Seolah tidak pernah menyimpan apa pun.

Entah Celina hanya membual.

Atau ... ia benar-benar tahu apa yang telah terhapus.

Bagaimana mungkin seorang office girl mengingat rumus yang telah menghilang berjam-jam lalu? Bahkan seseorang yang dianggap jenius di gedung ini seperti Cedric dan Theo pun, akan susah jika untuk menulis kembali apa yang dilihat dalam hitungan detik sebelumnya sebelum terhapus, terutama rumus coding.

Apakah Celina memang hanya membual?

1
neni espede
thoooor kereeeeen, lanjuuut
Archiemorarty: Silahkan dilanjut bacanya kak 🤭
total 1 replies
vede rumboirusi
karyanya sangat bagus
keren 👍👍
Naya En-lish
/Heart/
Alfia Amira
dari awal bingung "kacamata hitam" ini masak di dalam ruangan pakai kacamata hitam ??? ini bingkai nya warna hitam atau apa ?? 😁😁
Ir
Theo, Zane setelah keluar dari Nevada saran Oma kalian latihan lagi kemampuan kalian, dari segi senjata, bela diri sampai ke strategi, mungkin kedepan nya ga ada black mantis tapi siapa tau kelompok lain, Red velvet mungkin 😁😁
Ir: lahh pantas ko ga update², sesuai prediksi kisah nya kaya Rosetta sama Leonard belum nikah dah tamat 🤣
total 5 replies
Ir
bentar Arthur ini anaknya Dante kan, bukan anak Elias Spencer kan? ko marga nya Spencer agak ngelag dikit aku, ga tau kapan nikah nya tau² udah punya istri aja
Archiemorarty: Hahahaha....tadinya pasti nau ada hubungannya sama Black Mantis lagi ...tapi mikir dulu deh, berat kali itu bakal cerita 🙄
total 3 replies
Ir
kan kan black mantis ini bikin kerjaan aja dah, morelli harus renovasi gedung kan karna plafon nya jebol, nambah²in kerjaan aja
Archiemorarty: Aku juga mikir gitu woyyy....haeus renov 🤣
total 1 replies
Ir
NEVADA lagi muak aku sumpah, sudah ku bilang kan kemarin minjam rudal iran pada kaga percaya ikhhh
Archiemorarty: Hahahaha....sama othor pun dah muak 🤣
total 1 replies
Ir
tapi bener sih anak² pengusaha kaya Theo, Zane apa lagi ortu mereka memiliki kelompok mafia itu harus di latih sejak dini seharusnya, baik dalam bela diri atau memegang senjata, meskipun ga ada kelompok black mantis, tapi dunia bisnis itu selalu ada kecurangan, kalo hukum negara ga bisa adil maka kita bisa menggunakan hukum kita sendiri, intinya untuk melindungi keluarga dan orang² terkasih
Archiemorarty: Nah ini, alasan Phantom dibuat. karena hukum pemerintah banyak cacat, lebih lebih malah yang jadi penjahat berkedok hukum 🙄
total 3 replies
Ir
nah gini lohh maksud nya bikin cerita tuh, meski kisah black mantis udah pernah di tulis di buku sebelum nya ga ada salah nya di cerita kan ulang, selain pembaca lama ga mudah lupa juga membuat pembaca baru itu tau
" owh ini toh kisah black mantis "
kan kadang ada rider baru yg belum nemu buku lama, nemunya langsung buku sekuel buku sebelum nya, mau baca buku lama dulu nanti pasti ketinggalan cerita yg sekarang, jujur aku rider yang begitu, selesai kan cerita baru setelah tamat untuk lebih paham baru cari buku pertama nya, kadang ada penulis yang pembaca baru penasaran kan
" kalo penasaran sama cerita masa lalu baca aja yg judul nya bla bla "
haisss jujur kadang sebel aku 😁😁
Archiemorarty: harus ngulang kan jadinya bacanya lalau gitu 🙄
total 3 replies
Ir
ini Lucas masih masih trauma ga yaa kalo misal ada penyergapan lagi, apa lagi bapak Rion sama Dante udah pada Sepuh, jalan udah pake tongkat pasti, encok, rematik, asam urat, asam lambung, udah pada nemplok semua, megang senjata pun udah pasti geter²
HAHAHAHA 🤣🤣🤣
ketawa dulu sebelum di ajak perang 🥴🥴
Archiemorarty: Masih dia itu..😂
total 1 replies
tuti raniati
Luar biasa
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
Jelita S
yeah udah tamat z thor,,, terimakasih thor atas ceritamu yg seru ini
Archiemorarty: Terima kasih kembali udah baca ceritanya daei awal kak 🥰
total 1 replies
Asyatun 1
keren banget thoor
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya dari awal sampai akhir kak 🥰
total 1 replies
Reni Setia
udah tamat pas sesuai judulnya
makasih author untuk karya novelnya
mimief
yah..selesai
Thor eiden belum ketemu jodohnya
apalagi Cedric
piye toh🤣🤣

but anyway
terimakasih atas cerita indah nya 😍
mimief
ga cocok casing kyk gitu tapi kebucinan🤣🤣😜
shinta
sepertinya masih ada extra part, soalnya masih ada permintaan Up.... (ngarep)😍😍
shinta
haaaaahhhhhhh lega!!!!
shinta
ga pernah setegang ini baca sebuah novel, sumpah ga pernah walau sudah di level ini, aku beneran hanyut.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!