NovelToon NovelToon
Hutang Kepada Mr. Devil

Hutang Kepada Mr. Devil

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wardah Rose

Gwen adalah seorang dokter spesialis jantung di salah satu rumah sakit di tengah kota New York. Di suatu siang yang sibuk, dia mendapatkan seorang pasien. Seorang pria tua yang mendapatkan serangan jantung. Gwen berhasil menyelamatkan nyawanya, sehingga pria itu sangat berterima kasih. Ia menghadiahi Gwen tiket pesawat dan sebuah vila di Bali.

Saat sampai di vila, betapa terkejutnya Gwen ketika menyadari bahwa dia tidak akan tinggal sendiri. Karena pria tua itu ternyata belum memberitahu cucunya kalau vila itu akan diberikan kepada Gwen.

Zachary, nama si cucu. Pria yang tampan, dan arogan. Sedang asyik mencumbu seorang wanita di dekat kolam renang.

KARYA:
1. Hutang Kepada Mr. Devil (end)
2. Aku Bukan Malaikat (end)
3. My Arrogant Prince (ongoing)
4. Kesempatan Kedua (otewe)

Salam kenal dari author penggemar Happy ending story 😊✌️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wardah Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Ahmad?

Hadiah dari Ahmad beserta kotaknya Gwen simpan dalam laci. Entah kapan dia akan pergi ke Bali. Pulau Dewata itu sangat indah, di negaranya bahkan sangat terkenal dan menjadi tujuan untuk berlibur. Tiket pesawat itu juga sebentar lagi akan hangus. Sayang sekali, Ahmad tidak mau refund tiketnya. Gwen jadi penasaran setajir apa Ahmad itu.

Ia lalu teringat dengan cerita Ahmad kalau mengenal Prasetyo karena bermitra bisnis. Jadi Gwen menunggu kepulangannya dari kantor untuk bertanya mengenai Ahmad.

Pulang larut malam menjadi hal yang biasa bagi Prasetyo. Gwen sering mengingatkan kalau itu tidak baik. Meskipun Gwen sendiri sering melakukannya jika ada pasien gawat darurat. Gwen menunggu Prasetyo mandi dan duduk di sofa untuk menikmati kopi, sambil mengetik sesuatu di laptop seperti yang biasa dilakukannya.

"Hai, Dad," sapanya.

"Hai, Baby G. Kesini, duduk di sini." Daddy menepuk sofa, menyuruh Gwen untuk duduk di sampingnya.

"Oh, Dad. Panggilan itu terlalu ... aku bukan anak kecil lagi," ujar Gwen. Ia tertawa geli sambil melangkah mendekat.

Daddy terkekeh. "Tapi kamu selalu jadi bayi kecil Daddy.”

Gwen sudah duduk nyaman di samping Daddy ketika dia menanyakan tentang mantan pasiennya yang bernama Ahmad Ilyas.

“Daddy sebenarnya sedang mengajukan bantuan investasi ke Pak Ahmad. Perusahaan Daddy sebenarnya sedang tidak sehat. Pak Ahmad adalah salah satu pilihan terbaik dari yang lainnya. Dia mampu menawarkan bantuan tanpa bunga dan bahkan tidak dihitung sebagai hutang.”

“Daan?”

“Dia setuju ... tapi ada syaratnya.”

Sebuah bel imajiner seakan berdering di otak Gwen. Ia teringat kembali percakapan dengan Nafeera sebelum kecelakaan itu terjadi.

“Apa syaratnya?” tanya Gwen untuk memastikan.

“Mmm ... kamu tak perlu tahu. Itu urusan orang dewasa.”

Gwen berdecak. “Daddy lupa lagi kalau aku sudah dewasa?”

“Oh iya. Maaf ... tapi yaa begitulah. Kamu tak perlu tahu soal bisnis. Ok, Bu Dokter? Tugas kamu adalah untuk menyelamatkan nyawa bukan bisnis.” Daddy menghindar. Namun, Gwen tak patah arang. Jika Prasetyo tak mau membuka, masih ada Laras yang bisa ditanyai.

“Dad, jangan lembur terus. Itu tidak baik,” ujar Gwen ketika melihat Prasetyo kembali fokus pada laptop di pangkuannya.

“Iya, Bu Dokter. Sebentar lagi selesai.”

“Dan sekali-kali ganti minum yang lain, jangan kopi.”

“Habis apa, dong? Kalau ga minum kopi Daddy bisa ngantuk.”

“Justru Daddy itu harusnya tidur kalau sudah pulang. Jangan terlalu dipaksakan bekerja. Besok masih ada hari.” Prasetyo menaikkan alisnya sambil menghela napas. “Jangan lupa nanti sebelum tidur minum air putih, itu bagus untuk Daddy,” lanjut Gwen lagi sebelum meninggalkan Prasetyo.

“Baik, Bu Dokter.”

Gwen tersenyum lalu berbalik, ternyata ada Naufal yang berdiri bersandar kulkas sambil memegang botol air minum.

Gwen hanya melewatinya lalu naik tangga ke lantai dua tempat kamarnya berada. Naufal mengekor di belakangnya, karena kamarnya juga di atas. Saat sampai di atas Naufal berkata, “Ternyata dunia ini kecil, ya?”

Gwen berbalik kepadanya. Lalu dengan pandangan menyelidik Gwen bertanya, “Apa kamu tahu sesuatu tentang Pak Ahmad?”

Naufal sudah meraih kenop pintu kamarnya. Dia berhenti untuk menjawab. “Aku pernah dengar Papa sama Mama ngomongin soal orang itu. Sepertinya mereka mau menjodohkan Kak Nafeera dengan cucunya Pak Ahmad.”

Gwen mengangguk samar.

“Tapi kalau kejadiannya kaya gini, jelas rencana itu batal,” lanjut Naufal. “Eh, Kakak kok ga kaget dengarnya?” tanya Naufal heran.

“Nafeera pernah cerita sedikit. Mendengar cerita kamu semua jadi jelas sekarang.”

Naufal mengangguk-angguk.

“Apa kamu tahu soal kondisi perusahaan Papa?” tanya Gwen lagi. Naufal memang masih SMA, belum tahu tentang bisnis. Namun, dia setidaknya Naufal berada di sekitar Papa jadi kemungkinan dia juga paham soal kondisi perusahaan.

“Papa kesulitan membayar hutang bank. Sebelumnya untuk menambah alat produksi mereka memakai pinjaman dari bank. Dari kalkulasi sebelumnya, kondisi perusahaan akan tetap aman andai orang kepercayaan Papa tidak curang. Singkat kata, Papa harus lunasi hutang yang sudah jatuh tempo. Kalau tidak beberapa aset akan disita. Bukan itu saja, bahkan Papa kesulitan menambah modal dan biaya operasional.”

1
Sunny Kwok
Luar biasa
buna
woow🥵🥵😂😂😂
buna
nafeera kali, kan yg model nafeera
Fitrianinaim_queen03
Theo 😘 very very nice
Fitrianinaim_queen03
pengen ketawa tapi takut Tossa 🤣🤣🤣
Partiah Yake
suka banget bacanya
Partiah Yake
aku wis mbarin diawali, kan lagi haid paling tidak jadi uhukkk uhukkk
Sastri Dalila
👍
bank sha one
imajinasiku foto ZACH kurang greget
bang Diesel lope lope bang
Irra Ajahh
menghalu nya lebih riel yh ada gambar ny juga
Ran Aulia
😍👍
Narayana Shikamaru
kan s'gwen mo ngmong sswtu sma samy,tpi ga dlnjutin mo ngmong paan..jdi nggantung cerita ny🥴
Lilik24
lumayan utk dibaca
Rita Rita
ga sia 2 aq marathon sampai pagi baca novel mu thor......the best
NOiR🥀
apa tu ongkang ongkang kaki pertama kali kk baca karya menarik
Lidya carlton
umur? aman thor 😁buat yg agak panas ga pa2🤭🤭🤭
Lidya carlton
sangat suka bonus nya makasih thor
Sandisalbiah
mungkinkah vino kerjasama dgn sandra.. 🤔🤔🤔
Fatimah Azzahra
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Fatimah Azzahra
lanjut Thor,,, dah emak2 Thor,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!