NovelToon NovelToon
Satu Alasan Untuk Bertahan

Satu Alasan Untuk Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / CEO / Cintamanis / Psikopat itu cintaku / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Elyra Azzahra mencintai Leonard Attahaya tanpa mengetahui siapa sosok Leonard sebenarnya.

Saat kebenarannya terungkap nyatanya perbedaan kasta dan jurang sosial menjadi titik kehancuran keyakinan Elyra akan cinta, namun dia tetap memilih bertahan.

Namun, harapan itu kembali runtuh ketika Leonard ternyata telah dijodohkan. Dalam kehilangan, Leonard memberontak, dan rela mengorbankan segalanya demi Elyra. Bagi Elyra dunia adalah cinta dan cinta bukan berarti dunia.

Mampukah Elyra bertahan demi cinta? atau justru menyerah dengan dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Jatuh Cinta

Di lampu merah, mobil berhenti. Suasana hening sebentar, hanya suara kendaraan lain berlalu-lalang. Elyra melirik Leon dari samping. Matanya masih sedikit sembab, tapi kini ada kilau jahil di sana.

“Leon…”

“Iya?” Leon menoleh, alisnya terangkat.

Elyra menggigit bibir, lalu berkata pelan tapi menantang.

“Kamu tadi bilang nahan diri terus.” Elyra agak mencemberutkan bibirnya sedikit maju, terlihat amat menggoda.

“Iya.” Jawab Leon jujur, Leon sejenak mencengkram kemudinya.

“Kalau gitu…” Elyra mendekat sedikit. “Cium aku.” Leon langsung bengong sepersekian detik.

“Hah?” Tanya ulang Leon, dia takut bila telinganya salah dengar.

“Cium bibir aku,” ulang Elyra berani, pipinya merah. Leon menelan ludah.

“Elyra…” suaranya berat. “Kamu sadar nggak sih kamu lagi main api?” Leon susah payah menahan diri, namun apa yang baru saja yang dikatakan gadis itu barusan?

“Katanya kamu kuat nahan diri?” Elyra senyum kecil. Leon tertawa pelan, geleng-geleng.

“Ini bukan soal kuat… ini soal kamu terlalu menggoda.” Lampu masih merah. Leon mendekat pelan.

“Kalau aku cium, jangan nyesel ya.” Jantung Elyra deg-degan.

“Aku nggak akan.” Jawab Elyra, Leon tersenyum tipis.

Kesempatan nggak datang dua kali. Ia memegang pipi Elyra lembut lalu mengecup bibirnya singkat tapi hangat. Bukan kasar, bukan nafsu.

Cuma penuh sayang dan cinta, Elyra membeku sedetik. Lalu matanya membesar. Leon menjauh sambil senyum puas.

“Nah. Udah." Elyra langsung nutup wajahnya dengan ransel yang semula ada dalam pelukannya.

“YA AMPUN LEON!” Teriak Elyra salah tingkah brutal.

“Kok beneran sih?!” Leon ngakak kecil.

“Kamu yang nantang.” Jawab Leon, namun siapa yang nantang ternyata siapa juga yang teriak. Lampu berubah hijau.

“Kamu jahat!” Elyra malu setengah mati.

Leon tertawa sambil jalan lagi.

“Dan kamu manis banget kalau malu.” Elyra manyun tapi senyum nggak hilang.

“Besok aku nggak nantang lagi.” Leon melirik sambil senyum nakal.

“Silakan… tapi aku nggak janji nolak.”

Elyra langsung memukul lengannya pelan.

“LEON!” Elyra jelas salah tingkah, sedangkan Leon sangat puas dengan tingkah Elyra.

Mobil berhenti tepat di depan kediaman Ziyan yang kini di tempati Elyra. Lampu teras sudah menyala karena itu otomatis, lampu itu menerangi halaman kecil yang kini menjadi tempat pulang Elyra setiap hari.

Leon mematikan mesin, lalu menoleh pada Elyra yang masih memeluk tasnya erat.

“Udah sampai,” ucapnya lembut. Elyra mengangguk pelan.

“Iya…” Ada hening singkat, canggung tapi hangat. Leon tersenyum kecil.

“Hari ini berat ya?” Elyra menatapnya, matanya masih sembab tapi penuh rasa.

“Tapi sekarang udah lebih tenang.” Leon mengangkat tangannya, mengusap pipi Elyra pelan.

“Aku senang.” Sebelum Elyra sempat bicara, Leon mencondongkan tubuh dan mengecup keningnya lembut, tidak cepat tapi penuh rasa sayang.

Deg!

“L-leon!” Elyra gugup, wajah Elyra langsung panas. Leon terkekeh kecil.

“Buat pengantar tidur.” Elyra buru-buru membuka pintu mobil.

“Kamu jahat!” katanya sambil tertawa malu.

Ia turun hampir terpeleset karena tergesa.

“Pelan-pelan,” Leon tertawa. Namun Elyra sudah berlari kecil menuju pintu rumah sambil menutup wajahnya.

“Malu banget!” gumamnya, Leon menyandarkan tubuhnya sambil tersenyum puas.

“Hati-hati, sayang!” serunya. Elyra menoleh sebentar.

“Kamu jangan senyum gitu!” Leon malah tertawa kecil.

“Aku senang kamu bahagia.” Elyra menggeleng malu lalu masuk ke rumah dengan jantung masih berdebar.

Leon menatap pintu itu beberapa detik sebelum akhirnya pergi, dengan senyum yang tak hilang dari wajahnya.

.

.

.

Leon sampai di rumahnya dengan hati yang masih terasa ringan, bahkan langkah kakinya pun seperti tak menyentuh lantai. Ia menutup pintu pelan, menyandarkan punggungnya sesaat. Lalu tersenyum. Bukan senyum kecil tapi senyum lebar orang yang benar-benar bahagia.

“Ya Tuhan…” gumamnya pelan sambil mengacak rambut sendiri. Bayangan Elyra kembali muncul di kepalanya. Wajahnya yang memerah. Matanya yang membesar kaget. Bibirnya yang hangat sesaat di lampu merah itu. Leon menutup mata.

“Gila… beneran gila aku sama kamu.” Dia berjalan ke ruang tengah, lalu tiba-tiba berhenti. Tangannya terangkat menyentuh bibirnya sendiri, masih terasa, masih hangat dalam ingatan. Leon terkekeh kecil seperti orang bodoh.

“Cuma satu ciuman aja aku begini…” Ia menggeleng sambil tertawa sendiri.

“Kalau nanti nikah, aku bisa mati senyum tiap hari kayaknya.” Leon menjatuhkan diri di sofa, bersama semua kebahagiaan yang dia rasakan kala itu.

“Kamu tuh racun, Elyra. Racun yang bikin aku bahagia.” Ia menatap langit-langit sambil tersenyum seperti orang jatuh cinta berat.

Dada Leon terasa tenang, hangat dan bahagia yang sama sekali tidak bisa dijelasin.

“Dulu aku hidup sembarangan…” bisiknya lirih. “Sekarang aku hidup buat kamu.” Dia kembali menyentuh bibirnya.

“Dan aku bakal jaga kamu sebaik mungkin.”

Leon tertawa kecil lagi.

“Dasar Leon… baru dicium dikit aja udah kayak orang gila.” Tapi senyum itu tak mau hilang. Karena itulah cinta pertama yang benar-benar ia rasakan.

Apa selama ini Leon tak pernah merasa tertarik pada seseorang sampai dia segila ini? Jelas tidak, Leon adalah orang yang hidup di tengah kemewahan, dengan hingar bingar dan jenis orang yang bisa mendapatkan segalanya tanpa usaha berarti.

Bagi Leon sendiri, semuanya terasa sangat membosankan dan hanya Elyra yang kini mewarnai harinya, yang membuat dunianya berarti dan hanya Elyra yang membuatnya gila.

.

.

Elyra menutup pintu kamarnya pelan, lalu menghempaskan tubuhnya sendiri ke atas kasur.

“Ya ampun…” Dia langsung menutup wajah dengan kedua tangan. Pipinya panas. Jantungnya masih berdegup kencang.

“Ngapain sih aku berani banget…” Elyra berjalan beberapa langkah, lalu duduk di tepi ranjang. Dan tanpa sadar, senyum itu muncul lagi dan kemudian senyum lebar, senyum orang jatuh cinta.

“Aduh Elyraaa…” gumamnya malu sendiri.

“Kok aku yang nantang terus aku yang malu?” Bayangan Leon langsung muncul di kepalanya. Tatapan matanya yang lembut. Senyumnya setelah mencium bibirnya. Nada suaranya yang hangat. Elyra langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur.

“AAAAAA!” ia menjerit pelan sambil menutup muka dengan banta.

“Maluuuu!” Kakinya menendang-nendang udara kegirangan.

“Kenapa sih Leon manis banget!” Ia berguling ke kanan, ke kiri, lalu berhenti sambil menatap langit-langit.

Senyumnya tak hilang. Tangannya menyentuh bibirnya sendiri. Masih terasa.

“Ciuman pertama…” bisiknya pelan. Jantungnya kembali berdebar.

“Gila… aku bisa senyum terus begini.” Ia duduk lagi sambil memeluk bantal.

“Kalau begini tiap hari, aku bisa kena serangan bahagia.” Ponselnya ia ambil, menatap layar kosong.

“Ingin chat… tapi malu…” Dia terkekeh kecil sendiri.

“Aduh, Elyra… kamu jatuh cinta banget.”

Elyra kembali tersenyum lebar seperti orang linglung.

Dan untuk pertama kalinya hari itu, hatinya benar-benar tenang, bahagia sederhana. Karena cinta.

.

.

[Aslinya gak gini woy! Ni Elyra nutupin sebuah kenyataan. I know! Kasus men!]

1
vita
bagus ceritanya
LEX ALEX
menyala om Ziyan😍
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Rؚͬzͧoᷤnͧeͪ°ˢᵒᶠ
dia bilang "Jir, nanti anu gua jadi kecil pas hidup. Gua malu sama Elyra,"
🤣
LIXX: bener lagi🤣🤣
total 1 replies
LIXX
mang iya? wah Icut icut/Facepalm/
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ini nih yg gak bener, selalu membanding-bandingkan anak. Setiap anak itu berbeda, mungkin aja Fahmi emy gak jago di pelajaran. Tapi dia jago di bidang lain
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Wahh ada calon idol nih
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ternyata begini ya awal pertemuan antara Lyra dan Leon.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!