NovelToon NovelToon
Wanita Yang DiTinggalkan

Wanita Yang DiTinggalkan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Pelakor jahat / CEO / Tamat
Popularitas:773.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: israningsa 08.

Menjalin hubungan dengan orang yang sangat dicintai selama beberapa tahun, tidak menjamin bahwa namamu yang akan dia sebut dalam janji suci dan bersanding bersamanya di pelaminan.

Seperti yang dirasakan oleh Laura Clarissa, gadis yang awalnya berharap segera dilamar oleh sang kekasih, malah yang terjadi adalah sebaliknya, kekasihnya itu memberi sebuah cincin, bukan sebagai lamaran akan tetapi hanya karena ingin dikenang, sebab kekasihnya itu akan menikahi orang lain.

Namun ditengah rasa sakit hati yang ia pikul seorang diri, ada sahabat yang diam-diam menyukainya, akan tetapi Laura sama sekali tak pernah menyadari perasaan sahabatnya itu
Di lain sisi, dia juga bertemu orang yang mengaku teman masa kecilnya, orang yang mengaku ingin mempersunting dirinya.

Kisah asmara seperti apa selanjutnya? dimanakah Laura akan memantapkan hatinya? tidak bisa move on dari mantan? menyadari perasaan sahabatnya? atau jatuh cinta kepada teman masa kecilnya?

Penasaran? ikuti kisahnya 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon israningsa 08., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang berbahaya!

Reyhan tersenyum sinis ke arahnya, menatap tampilan Vanno yang menurutnya sangatlah biasa, "Kamu sahabatnya Laura kan? Tolong dong, kamu panggil calon istriku itu untuk keluar sekarang karena aku sangat bosan sendirian didalam mobil, dan juga ahh aku sudah merindukan senyum merekahnya ketika melihatku padahal kami baru saja berpisah beberapa menit! Yah... Cinta memang membuat kita lupa akan segalanya!" pamer Reyhan begitu memuakkan bagi Vanno.

Ia acuh tak acuh menatap, "Maaf anda siapa menyuruh-nyuruh saya? Kita bahkan tidak kenal jadi apa menurut anda saya akan setuju untuk membantu? Lagian kenapa anda sangat percaya diri menyebut Laura sebagai calon istri padahal dia sendiri yang bilang kesaya kalau anda itu hanya orang asing yang mengaku teman masa kecilnya!" Vanno memasukkan tangannya ke dalam saku celana jeans yang ia kenakan, di dalam saku itu kepalan tangannya terlihat menonjol dari luar, urat pergelangannya terlihat begitu jelas.

Ia berusaha menahan diri, tetap berkata formal meskipun bahasa yang sedikit menyindir, sebab ia tahu dari penampilan Reyhan yang begitu rapi serta umurnya yang lebih tua dari dia.

"Bukannya kamu ini sahabatnya? Kenapa kamu malah menolakku? Dan ohh aku bukanlah orang yang hanya sekedar mengaku sebagai teman masa kecilnya, karena itu adalah sebuah Fakta, bahkan saat aku dan Laura masih kecil dia datang kerumahku dan mengatakan ingin menjadi milikku jika dia besar, dan itu alasannya aku datang sesuai permintaannya!" ungkap Reyhan.

"Sebenarnya anda ini sekarang umur berapa? Kenapa masih sangat kekanak-kanakan menganggap ucapan anak kecil di masa lalu untuk di kabulkan sekarang? Ck... Apa anda tidak malu jika sekarang Laura sudah mencintai orang lain dan menolak anda menjadi suaminya?" Seolah ucapan Vanno memprovokasinya Reyhan yang awalnya duduk begitu tenang didalam mobil, kini membuka pintu mobilnya, turun dan berdiri tepat di hadapan Vanno.

"Jadi kamu fikir jika Laura mencintai orang lain akan membuatku berhenti untuk mengejarnya? Hahah kamu salah besar, aku tidak mungkin menyerah begitu saja sebelum niatku tercapai, jika perlu aku akan membuat Laura lupa dengan orang yang dicintainya dan hanya mencintaiku saja!" Tutur Reyhan terdengar begitu angkuh.

"Ohh anda terdengar sangat percaya diri yah! Tapi kenapa saya merasa anda ini tidak menyimpan perasaan untuk sahabat saya itu, tapi malah sebaliknya saya menduga anda ingin menjadikan Laura hanya sebuah mainan, membuatnya jatuh cinta lalu pergi meninggalkan luka!" Tegas Vanno mengernyit.

"Tutup mulutmu! Kamu jangan sok tau dengan apa yang ingin ku lakukan, kamu kira hanya karena kamu itu bersahabat dengan calon istriku! Kamu bisa berkata seenaknya? Jangan menganggapku main-main denganmu jika kamu masih ingin berumur panjang!" Ancamnnya

Bukannya takut Vanno malah memberi tatapan menantang, ia bahkan meludah kesamping seakan mengejek ucapan Reyhan.

"Cuih? Anda mengancam saya? Hahah anda fikir saya ini bakalan takut dan memohon belas kasihan pada anda? Hahah jangan berhalu... Saya tidak akan pernah melakukannya!"

"Ohh ternyata kamu sangat berani rupanya!" timpal Reyhan.

Vanno mengangkat sebelah alisnya memasang muka songong, "Tentu saja! Saya malah penasaran apa yang anda akan lakukan kepada saya agar umur saya tiba-tiba pendek, dan ingat saya juga menyukai Laura, saya tidak akan membiarkan anda merebutnya dari saya!"

"Bagus... Sangat-sangat bagus, ternyata dugaanku benar sekali, tapi tak apa! Aku suka keberanianmu melawanku, akhir-akhir ini aku sangat bosan di kantor, mungkin rasa bosanku akan hilang jika aku menyingkirkanmu lebih dulu bukan?" balasnya.

Vanno tersenyum sinis sembari melongos, "Oke... Saya sangat menanti kejutan dari anda! Tapi ingat, saya tidak akan membiarkan Laura jatuh cinta dengan orang seperti anda!" Vanno berbalik setelah mengakhiri ucapannya, ia pergi meninggalkan Reyhan dengan gejolak amarah yang kian memuncak sampai ke ubun-ubun.

"Dia... Aku benar-benar marah sekarang! Bagaimana bisa Laura mempunyai sahabat yang begitu aneh sampai membuatku ingin segera membunuhnya!" gumam Reyhan menatap kepergian Vanno.

"Tidak! Tidak boleh, Laura tidak boleh jatuh cinta sama orang itu, aku punya firasat kalau orang itu sangat berbahaya, aku takut Laura malah menderita jika sampai itu terjadi! Ini tidak bisa di biarkan, aku harus bertindak lebih dulu sebelum orang itu membuat Laura luluh!" umpat Vanno berjalan menuju ruangannya.

"Laura!!!" ia berteriak memanggil sambil berlari masuk kedalam kelas, yang ternyata ada seorang dosen killer yang tengah mengajar di kelasnya.

"Vanno!!! Beraninya kamu berteriak dan lari masuk kedalam kelas saya! Apa kamu fikir ini kamarmu? Keluar sekarang tidak usah mengikuti mata kuliah saya, dan ingat jangan harap dapat nilai A untuk semester ini!" tegur pak dosen tersebut.

Vanno cengingisan, "Heheh maaf pak, begini tadi malam saya main game sampai larut malam!" Ia bertingkah kasihan didepan dosennya.

"Apa! Main game? Kalau begitu kamu bisa meminta gamemu itu mengajarkan semua mata kuliahmu dan tidak usah ikut kuliah sampai semester berakhir!"

"Wah... Jangan begitu dong pak! Kasihanilah saya yang hanya seorang manusia biasa, dan tergiur oleh dunia game! " Vanno terus memohon didepan pak dosen tanpa merasa malu didepan mahasiswa-mahasiswi lain dikelasnya.

"Jadi kamu lebih merasa nyaman berada didunia game? Kalau kamu seperti ini bagaimana dengan nilaimu? Apa yang game berikan sama kamu, tidak ada kan?" kata dosen menasehati.

"Jangan salah pak! Game mengajarkan saya tentang berkelahi, menembak dan masih banyak lagi! Terus kalau sudah 'booyah' itu akan membuat saya.... "

Tuk...

Spidol melayang dan mengenai kepala Vanno, "Keluar!!!"

"Ehh tapi pak!" sekanya.

"Saya bilang keluar! Kamu fikir saya main-main kalau sedang mengajar!" marah pak dosen

Mahasiswa lain ada yang menyembuyikan

tawanya sementara Laura yang juga ikut menonton tampak sangat kesal dengan Tingkah sahabatnya tadi.

Vanno keluar dari kelas, ia meremas rambutnya, "Ahh Sial... Aku lupa kalau hari ini pak santoso yang mengajar! Mati aku, kalau sampai dapat nilai C pasti Laura bakal marah besar!" ia panik mondar mandir didepan kelas

***

Ketika kelas sudah berakhir, Reyhan masuk menghampiri Laura yang kini memasukkan bukunya kedalam tas, "Ra... Ada sesuatu yang sangat penting ingin ku beritahukan sama kamu!" ucap Vanno namun diabaikan oleh Laura.

"Laura! Aku bicara sama kamu! Kenapa tidak menjawabku!" lanjutnya.

"Aku mau pulang!" jawab singkat dan datar darinya.

"Pulang? Tidak, aku harus mencegahnya, jangan sampai orang itu masih berada di diluar menunggu Laura untuk menjemputnya, aku tidak mau dia pulang dengan orang berbahaya itu!" batin Vanno khawatir.

Laura mulai berdiri, baru satu langkah, Vanno begitu gesit mencegah, "Et... Et... Et.... Tunggu dulu Ra... Kamu tidak boleh pulang sekarang!" katanya mencegah.

1
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semangat
mksh
nesya
selama pacaran aja dia sdh minta tdk ada yg boleh tahu, alias backstreet, dr situ aja Laura hrs nya sadar, kl ada sesuatu yg di sembunyikan oleh Yohan dr nya. itu artinya ada hal yg tdk beres sm Yohan
Rini Haryati
bagud
sukses
semangat
mksh
keren
Wong Urip
kayaj nya si laura dgn vano dh
Sri Wahyuni
mungkin ini taktik y s revan untuk menembk s rey
Sri Wahyuni
tsu kritis bnyk ngomong
Sri Wahyuni
orang bru bngun molor d tanya
Sri Wahyuni
knp s laura ga ikuti az alur s rey jngn krs kpla bgtu yg arogan d lwan arogan jg ya g brs lah
Sri Wahyuni
pnsaran ya udah nsik k lntai 2 ga usah dngerin babu
Sri Wahyuni
siksa az rey s laura goblog egois
Sri Wahyuni
bingung d sini s laura kan ga ada ortu kuliah jg tpi ga kerja trs biaya sehari hri dri mna biasa y kbnykn novel lain smbil kuliah smbil kerja tp s laura ko pmalas ya jg otak y ga berfkir buat mrbut hak y yg d ambil pman y yg dia pikiran bnyk y mkirin skit hti sm cwo ga guna hidp y
Sri Wahyuni
bukan menggulung senyum tpi mengulum sllu menggulung
Sri Wahyuni
klau bsa bela diri bar2 boleh lsh ini s laura bs y mewek ga pntes
Sri Wahyuni
otak y s ra s yohan aza ga cwo lain apa dramatisir bnget
Sri Wahyuni
ga suka sm s ra yg krs kpala ng lebay
Sri Wahyuni
mungkin s rey hnya mau anak az
Adiva Pratama
kak Rey kelakuanmu susah di tebak
Adiva Pratama
masih mencurigai Reyhan . pasti ada mksd lain
Adiva Pratama
kok Rey jahat q kira . cinta beneran 😔😔😔
Adiva Pratama
kyakny Rey punya istri deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!