NovelToon NovelToon
ISTRI KU

ISTRI KU

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:127.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ceritaku

Adakalanya semua yang buruk belum tentu terjadi atas ke inginan hati seseorang. Terkadang suatu hal dapat merubah seseorang menjadi lebih buruk dari yang kita bayangkan.

Lihat lah seseorang dari sisi lain yang bukan dari sisi pendapat mu saja, namun cobalah utk melihat dari sisi mereka berdiri, maka kamu akan melihat sesuatu hal yang berbeda.

Jangan lupa like, comment, Vote.

Terimakasih readers setia ku❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

"Kita duduk disini ajah ni" ujar Risma menunjuk salah satu meja yang berada di sudut cafe.

Clara duduk disamping Pram sementara Risma didepan mereka.

"Lo pada mau minum apa? " tanya Clara menatap Pram dan Risma bergantian.

"Gue jus jeruk aja" sahut Risma, Clara mengangguk kemudian menatap Pram.

"Gue kopi item ajah deh" sahutnya

"Beeeeee tampang boleh kece, sukanya yang item item dong ya" ledek Risma sambil tertawa.

"Dari pada lo suka yang acem acem, kek bau ketek" balas Pram membalas ledekan Risma.

"Sudah sudah, gak usah ribut. Malu tahu sama pengunjung lain." Ujar Clara melerai kedua nya. Clara celingak celinguk mencari pelayan.

"Pelayan" pekik Clara sedikit lebih keras. Merasa terpanggil seoarang pelayan menoleh, kemudian menghampiri meja Clara.

"Eh biar gue aja, lo kesana aja" cegat Rendy, kemudian menyuruh pelayannya melayani pelanggan yang lain.

"Mau pesan apa nona-nona" sapa Rendy seramah mungkin. matanya fokus tertuju pada Clara.

"Sorry, disini ada tuan juga yah" serga Pram kesal dengan pelayan yang hanya menyapa teman temannya saja. Rendy pun melirik sebentar, kemudian kembali menatap Clara lagi.

"Apaan sih lo kak, gak sopan tahu. " Ujar Clara.

"Pram kenalin, dia Rendy pemilik kafe" Ucap Clara memperkenalkan Rendy, yang hanya di balas mangut mangut saja oleh Pram.

Risma sedari tadi hanya diam sembari menatap Rendy berbinar.

"Eh Ris, mata lo kenapa? " Tanya Pram menatap Risma aneh.

"Halo kak Ren" sapa Risma dengan malu malu. Pram yang melihatnya merasa geli.

"Jijik gue"

"Biarin." Balas Risma menjulurkan lidah pada Pram kemudian kembali tersenyum kearah Rendy.

Clara terkikik geli melihat tingkah Risma yang terlalu mengidolakan Rendy.

"Mau pesan apa? " tanya Rendy lagi.

"Jus jeruk, kopi item, sama jus alpukat yah kak" ucap Clara lembut.

"Baik lah nona nona dan TUAN, pesanannya akan segera datang." Ucap Rendy dengan penekankan pada kata tuan sembari melirik kesal pada Pram.

Rendy pun memberikan catatan tadi pada pelayan yang baru saja melewati mereka.

"Bawa ini, dan buatkan segera" titah Rendy, pegawainya pun mengangguk kemudian berlalu pergi.

"Loh kok duduk disini? " Pram menatap tak suka dengan Rendy yang kini mengambil posisi duduk disebelah Risma.

"Kenapa??, gak papa kali kalo kak Rendy gabung sama kita. " Jawab Risma dengan mulut judes nya. Clara dan Rendy hanya menggeleng melihat pertengkaran yang terus terjadi antara Pram dan Risma.

"Sepertinya teman lo itu suka sama lo" bisik Pram pada Risma.

"Gak mungkin, lagi pula kita temenan" jawab Risma yang juga berbisik pada Rendy.

Melihat ke akraban Rendy dan Risma membuat suasana hati Pram menjadi buruk.

Pram membuang muka menatap ke sembarangan arah.

Clara menyadari perubahan sikap Pram membuatnya tersenyum miring. Ia tahu sejak mereka SMP, Pram sudah menyukai Risma hanya saja Pram tidak pd untuk mengungkapkannya.

"Selow aja kali, gak usah cemburu" Rendy menatap Pram dengan senyum miring.

"Apaan sih lo" elak Pram. Clara dan Risma terkikik melihat perubahan wajah Pram yang tertangkap basah cemburu.

"Cieeee " goda Risma.

"Lo kok bilang cie sih" Serga Pram kesal. Seharus Risma juga malu, kan dia juga yang sedang dibicarakan.

"Lah kenapa, yang cemburu kan elo" balas Risma ikut kesal.

"Lah kan gue cem.. bu... ahhh tahu ah, serah lo" balas Pram terbata mengatakan kata cemburu.

"Kalian lucu deh" ungkap Clara memegang perutnya yang terasa sakit akibat menahan tawanya.

Rendy menggeleng melihat ketiganya, terutama pada Clara. Gadis ini masih saja bisa tertawa disaat hidup nya tengah diaduk aduk oleh takdir.

Rendy tahu bagaimana keadaan rumah tangga Clara, menjadi istri yang tak dianggap dan memiliki suami yang lebih mengutamakan selingkuhan nya.

Minuman yang sedari tadi tiba, kini sudah habis tanpa mereka sadari.

Malam pun menjelang, waktu terus berlalu. Obrolan mereka dihiasi oleh pertengkaran antara Pram dan Risma yang terus saja terjadi.

"Eh dah malam ni, Gue cabut dulu yah. " Ujar Risma kaget ketika melihat jam tanganya, ia pun pamit dan bergegas pergi.

"Lo juga mau pulang kan? " tanya Clara pada Pram yang terlihat mulai gelisah.

"Hehe" nyengir.

"Yaudah sono"

Pram terlihat ragu, jika ia pulang maka Clara akan sendiri.

"Clara gue yang anter" ujar Rendy. Pram pun lega, kemudian bergegas pulang.

Kini tinggalah Rendy dan Clara, diam membisu tanpa mau mengalah untuk sekedar melenyapkan kesunyian.

Clara menatap keluar jendela yang langsung memperlihatkan betapa macetnya jalan raya.

"Pasti berat yah" Ujar Pram membuka suara. Clara menoleh menatap Pram yang juga sedang menatapnya, kemudian Clara menyunggingkan senyum termanis nya.

"Jangan tersenyum dihadapan gue! " serga Rendy kesal, ia tahu senyum yang Clara lontarkan hanya senyum kepalsuan. Clara pun mengerucutkan bibir.

"Lo maunya apa sih! ." Decak Clara menatap Rendy sebal. Selang beberapa detik aurah wajah Clara berubah menjadi datar.

Rendy mengerut melihat wajah Clara berubah menjadi datar, ia pun menoleh kebelakang mengikuti arah pandangan Clara.

Netranya melotot ketika melihat Jeri memasuki kafenya, sembari memeluk pinggang Sela.

"Akan gue hajar tu anak.!" Ucap Rendy sembari bangkit dari duduknya.

"Sudah kak, biarkan aja" cegah Clara menarik Rendy kembali duduk di posisinya.

"Hey, itu suami lo!! " Ucap Rendy menatap Clara tak percaya. Dengan senyum manisnya Clara menggeleng.

"Disini gue yang menjadi Penggangu kak, mereka lebih dulu bersama jadi gue gak mau merusaknya." Ucap Clara membuat Rendy semakin tak percaya. walau bagaimana pun istri tetap lah utama, mau siapapun yang lebih dulu.

"Hey Rendy." Sapa Sela lembut, menarik Jeri kearah meja yang ditempati Clara dan Rendy.

Rendy tak merespon sapaan Sela,rasanya ia ingin menghabisi sahabatnya yang sangat bodoh itu.

"Hi Clara, lo pacar nya Rendy yah? " tanya sela.

"Oh Hi, kak Rendy senior gue" balas Clara singkat.

Jeri hanya diam saja, berdiri menyaksikan semuanya. Jeri tak heran jika melihat Clara terlihat dekat dengan Rendy sahabatnya. Karena ia tahu jika Clara sering menghabiskan waktu di kafe ini.

"Oh sayang sekali, gue fikir lo kekasihnya" Ujar Sela seolah mengejek Clara dan Rendy.

"Sayang, bagaimana kalo kita gabung saja dengan mereka." Pinta Sela manja sembari menempelkan tubuhnya manja pada Jeri.

Rendy tak tahan melihatnya, ia sungguh jijik melihat tingkah Sela. Wanita ular yang pernah ia pergoki sedang berkencan dengan lelaki lain. Sayang sekali, Rendy tak memiliki bukti yang kuat, ditambah lagi Sela memiliki banyak cara untuk mengelabui Jeri.

"Sorry, kita udah selesai. Yuk Ar. " Ucap Rendy dingin, kemudian menarik Clara keluar dari kafe nya.

"Ck, sayang sekali, kita gak bisa bareng mereka" decak Sela. Mereka pun duduk di meja lain, melanjut tujuan mereka untuk makan malam.

Jeri sedari tadi hanya terdiam, sudah 1 minggu ia tak melihat Clara. Meskipun mereka 1 rumah 1 atap, Clara memiliki berbagai cara untuk menghindari Jeri.

Sajak Jeri membentak Clara waktu itu, Clara tak lagi berbicara dengan Jeri. Tak hanya itu Clara juga tak menampakkan dirinya.

Semua kewajibannya di selesaikan terlebih dahulu kemudian baru ia pergi.

...TBC....

1
Memed Adrianto
cerita nya ga jelas. udah ga usah nulis lgi ga cocok jdi penulis verita
jojo@2510
maaf kak sampai sini aja baca nya, soalnya ini penindasan ke karakter utama dan kebahagiaan ke tokoh antagonis.
ini yg dinamakan klo semua org baik akan cepat mati dan org jahat klo tiba2 baik bisa bahagia tanpa ada karma
Alanna Th
ok, g pa" thor, biar beda dg novel" umumnya yg pmrn utamanya 'dhrskn' bahagia oleh pr readersnya. tq author sdh mnghibur aq yg sll galau krn blm prnh dcintai seutuhnya 👍 💔🤣🤣👋👋
Alanna Th
aq sih maklum clara gk mau nrima jeri; kecewa n dkhianati br kali" oleh org yg sama memang berat. aq jg pingin buang dia, tp dianya gk mau brubah 💔💔💔😜
Alanna Th
biarkn aja, jngn mskkn k hati, nanti mrk dsantet on line sm readers 🤫😘😍🤣
Alanna Th
blm nikah sdh sadiz . . hiiiy zerem 😱😵😫😠💔
Evi
itu lah cinta tak ada yg tau akhirnya bagai mana yg pasti aq ingin seperti jeri yg setia sampaik akhir hayatnya
Nenk Jelita
seru slhmdllh
Erna Riyanto
hahh....telat....jadi ikut geregetan.....
Erna Riyanto
kok jadi ikut kesel sih sm si jeri.....udh baik" sm Ara...tiba" plng bw sela...keselll
Bakulgeblek
tukang php ni othor... 😤😤😤
awas luw ya... 👊👊👊
Bakulgeblek
keren bet... habis luw jatohin perasaan nitijen dg mematikan clara, eh bisa2nya ngebawa naek dg menghadirkan jihan...
👍👍👍
Bakulgeblek
terpikat susunan kata di awal2 cerita...
kiki
sela udh kek mafia
kiki
laki tuh bakal sadar kalo udh ada surat cerai
Rosananda
keren kak 🌹
Rosananda
langsung aku fav lho kak.
follback ya kak.
Eva Santi Lubis
pertama lanjut thor semangat
💜LAVENDER💜
SAD ENDING 😥
Leni Latifah
Tetap semangat Kak, jangan putus asa 😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!