Diana, harus menelan pil pahit, saat ia di keluarkan dari sekolah,akibat kesalahan yang tidak pernah ia buat. hampir setiap hari ia di buly oleh teman-teman sekolahnya, terutama Rehan. lelaki Tampan yang kerap kali membuly Diana, hingga muncul kebencian di dalam hati Diana untuk pria itu.
Akibat ulah Rehan, kehidupan Diana hancur, bahkan ia harus kehilangan ibunya. dan di usir dari rumah kontrakannya, kebencian Dian semakin mendalam sampai ke tulang. hingga ia memutuskan pergi merantau dengan adiknya.
suatu hari Diana dan Rehan ketemu secara tidak sengaja.....
bagaimana kelanjutan kisah mereka.
yuk Baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeiNova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Tahu Malu
" Mereka memaksa saya," ucap Indra yang tidak mau di salahkan.
Terdengar memuakkan, pak Sutomo hanya menangani dengan tawa dan ia ingin melihat melihat sikap Indra yang sesungguhnya.
" Memaksa anda menjadi wali nikah mereka tapi anda menolak, begitu maksudnya?" pak Sutomo tertawa lalu melepas kacamatanya.
" Pak Indra, saya tahu bagaimana anda bersikap selama ini. Mohon maaf sebelumnya, sejak awal Vera masuk kuliah sampai sekarang. Hanya Arjuna dan Diana yang memberikan kontribusi terbesar dalam hidup Vera. Bertahun-tahun saya mengenal kedua anak perempuan itu, tapi saya tidak pernah melihat anda. sikap anda benar-benar menunjukkan seorang laki-laki pecundang".
Indra terdiam,ia merasa tersinggung dengan ucapan sutomo. Tapi ada satu yang mengganjal di dalam pikirannya tentang Vera yang katanya tadi kuliah.
Meskipun penasaran, Indra enggan bertanya. Pria ini memutuskan untuk pergi dari sana. Pulang ke rumah, ia mendapatkan sambutan mesra mesra dari istrinya. Selama ini Yani yang selalu mengatur kehidupan Indra.
" Bagaimana mas, apa benar Vera menikah dengan anak pemilik PT Gumilang food," tanya Yani Tampa basa-basi.
" Benar, bahkan aku bertemu langsung dengan pemiliknya," jawab indra dengan wajah lesu.
" Hah! Kok bisa? Apa mereka hanya berpura-pura saja."
" Tidak berpura-pura, mama. Aku baru saja menemukan akun media sosial Vera, semua unggahan foto hanya tentang pernikahan dan kebersamaan," ucap Tika memberitahu lali menunjukkan akun media sosial Vera.
panas hati Yani, saat ia melihat kehidupan anak tirinya memiliki kehidupan yang lebih baik sekarang. Ada perasaan iri pada Vera yang bisa mendapatkan anak tunggal kaya raya.
*****
Ke esokan harinya, sat pulang kerja Rehan sudah menunggu di parkiran restoran. Sengaja ia menunggu di parkiran dekat motor milik Diana yang sempat ia lihat kemarin. Berulang kali Rehan membuang nafas kasar, mengusap dada yang berdegup kencang. Untuk pertama kalinya setelah setelah beberapa tahun, Rehan akan muncul di hadapan Diana.
" Diana," guman Rehan menghentikan langkah Diana yang ingin menyentuh motornya.
perempuan ini menoleh dan kaget saat ia melihat Rehan ada di sana. Seketika wajahnya berubah dingin, sorot matanya menunjukkan kebencian yang sudah pudar kembali panas, setelah ia bertemu dengan Rehan lagi.
" Mau apa kau?" tanya Diana dengan nada gemetar menahan amarah yang selama ini ia pendam.
Bayangan di masa lalu, tentang hinaan,cacian dan makian kembali menari-nari di dalam benak Diana.
" Aku ingin minta maaf padamu,"ucap Rehan membuat Diana tertawa.
" Setelah kau hancurkan hidupku, setelah aku kehilangan ibuku, tiada maaf bagimu. Kau adalah luka yang tidak akan pernah sembuh dalam hati ini. Rehan, sudah bertahun-tahun lamanya kejadian di masa sekolah itu tapi, lukanya masih mengoyak hatiku. Pergilah, aku muak padamu dan aku tidak ingin melihatmu."
" Sekali saja, maafkan aku Diana!"
" Tidak ada maaf bagimu!" ucap Diana dengan nada sengaja di tekan.
Dia adalah Diana, sang pemilik luka yang kental dengan penderitaan, perlakuan ayahnya yang tidak bertanggung jawab terhadap ia dan adiknya. Perlakuan Rehan dan teman sekolah yang pada akhirnya membuat Diana trauma untuk berteman.
" Diana maafkan aku," ucap Rehan yang tidak di perdulikan oleh Diana.
Bergegas ia pergi meninggalkan rehan yang terus memohon maaf padanya. Begitu dalam luka hati Diana yang tidak ingin sama sekali melihat wajah Rehan.
" Kebencianmu masih sangat dalam padaku,Diana. Bagaimana bisa aku hatimu untuk sekedar mendapatkan maaf darimu?"
Rehan memutuskan untuk menemui Arjuna, hanya Arjuna yang saat ini bisa mendengarkan keluh kesah dan isi hatinya yang selama ini hidup dalam penyesalan.
" Kau sudah bertemu dengan Diana?" tanya Juna yang penasaran.
" Waktu itu, aku tidak sengaja melihat perempuan yang mirip Diana di lampu merah. Jadi, selama dua hari aku menunggu di lampu merah untuk memastikannya. Dan ternyata benar, penglihatanku tidak salah. Ternyata dia bekerja di restoran om Adi."
Juna tertawa mendengarnya.
" Sejak Diana keluar dari rumah om-nya, dia bekerja di restoran utama om Adi. Sebenarnya aku juga tidak sengaja bertemu dengan Diana," ucap Juna memberitahu.
" Tolonglah aku. Juna, tolong bantu aku berbaikan dengan Diana." mohon Rehan dengan wajah yang memelas.
" Belajar lah untuk bertanggung jawab, masalahmu dan Diana mungkin sudah bertahun-tahun berlalu tapi kau dan ayahnya telah membuat rasa trauma di hati Diana. Selesai kan sendiri masalahmu, aku tidak ingin ikut campur sebeb dari awal, aku sudah memperingati mu."
Sekali lagi Juna menolak, ia tidak berniat untuk membantu Rehan karena ada perasaan Vera yang harus ia jaga.
" Andai kau tidak bisa memenangkan hatinya, bersiaplah menanggung rasa bersalah dan penyesalan seumur hidupmu." ucap Rehan yang memperingati Rehan.
Rehan hanya diam saja, dalam benaknya membenarkan apa yang di katakan Juna.
Obrolan kedua pria ini terhenti saat pak Sutomo masuk ke ruangan Arjuna. Lirikan tidak suka menusuk hati Rehan sehingga membuat pria ini pamit pergi.
" Papa terlihat kesal sekali, ada apa?" tanya juna yang merasa heran.
Tampa basa-basi,pak Tama menceritakan tentang kedatangan indra tadi. Geram hati Juna mendengarnya, ia merasa yakin setelah ini indra akan selalu mendatangi mereka.
" Sebenarnya,aku berharap Diana dan Rehan bisa menikah," ucap Juna pada papanya.
" Hei, kenapa Seperti itu. Papa tidak setuju!" tolak pak Sutomo.
" Pa, Rehan anak tunggal kaya bahkan dia jauh lebih kaya dari kita. Seandainya mereka berdua menikah, keluarga Diana akan bermunculan terutama om-nya. Karena selama ini perempuan yang di jodohkan dengan Rehan adalah saudara sepupu Diana," ucap Juna memberitahu papanya.
Tentang hal ini, pak Sutomo baru tau.
" Lihatlah bagaimana Indra bersikap pada kita setelah dia tau jika salah satu anaknya menikah dengan orang terpandang Seperti kita. Penjilat akan bermunculan dan berusaha mempercantik nama mereka. Selama ini Diana dan Vera tidak bisa membalas dendam pada orang-orang yang sudah menyakiti mereka."
Pak Sutomo diam, sebenarnya ia paham apa yang di maksud dengan anaknya.
" Terserah padamu, papa sudah tua dan butuh pertunjukan yang panas-panas," ucap pak Sutomo lalu pria tua ini tertawa.
Tampan Arjuna sadari, percakapan ia dan papanya terdengar oleh Vera yang menguping dari pintu yang tidak tertutup rapat. Vera membenarkan apa yang di katakan Juna, tapi bagaimana bisa ia dan kakaknya menerima Rehan yang sudah menjadi penyebab ibu mereka meninggal dunia.
Vera tidak jadi masuk, ia mengirim pesan pada suaminya jika sore ini ia tidak pulang bersama Juna, karena ia ingin ke rumah kakaknya. Sebenarnya Juna merasa heran karena terkesan mendadak.
" Ah, pasti mereka akan membahas tentang Rehan yang sudah menemui Diana." ucap Juna menebak.
Padahal ada masalah lain tdi bahas Vera dengan kakaknya.
nanti bener bener diwujudkan omongan Pak Brata.