NovelToon NovelToon
Anak Sang Mafia

Anak Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Horor / Iblis / Mafia / Tamat
Popularitas:984
Nilai: 5
Nama Author: erinaCalistaAzahra

Erik Meijer adalah pemimpin mafia paling ditakuti yang dikenal tak memiliki belas kasih. Namun, dunianya yang penuh kekerasan berubah drastis saat ia menemukan seorang bayi perempuan bernama emia di kursi belakang mobilnya setelah sebuah baku tembak. Sebuah pesan misterius mengklaim bahwa bayi itu adalah darah dagingnya.
Demi melindungi emia , Erik Meijer memutuskan untuk meninggalkan takhta kekuasaannya dan bersembunyi di sebuah desa terpencil di pegunungan. Ia mencoba belajar menjadi ayah yang normal, mengganti senjata dengan botol susu, dan strategi perang dengan lagu pengantar tidur.
Namun, masa lalu tidak membiarkannya pergi begitu saja. Ketika musuh-musuhnya menemukan tempat persembunyian mereka dan mengancam nyawa emia, Erik Meijer menyadari bahwa ia tidak bisa terus berlari. Ia harus kembali menjadi sosok yang mematikan untuk terakhir kalinya demi memastikan putrinya memiliki masa depan yang damai. Ini adalah kisah tentang pengorbanan, penebusan dosa, dan sisi lembut mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erinaCalistaAzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sisi gelap san predator 21+

Di balik pintu kedap suara Velvet Room—klub eksklusif milik keluarga Meijer—udara terasa berat oleh aroma cerutu mahal dan parfum maskulin yang tajam. Erik Meijer duduk di sofa kulit hitam, kemejanya terbuka dua kancing atas, menampakkan bekas luka lama di dadanya. Di pangkuannya, Claudia bersandar anggun, jemarinya memainkan gelas kristal berisi wiski.

"Mereka bilang kau sudah kehilangan taringmu sejak aku menjadi istrimu, Erik," bisik Claudia, suaranya serak dan menggoda tepat di telinga suaminya.

Erik mencengkeram pinggang Claudia dengan posesif. Matanya yang dingin berkilat berbahaya. "Mereka lupa bahwa singa yang memiliki pasangan justru jauh lebih haus darah saat wilayahnya diusik."

Malam itu, kegemparan pecah ketika seorang tamu tak diundang—putra dari kartel Rusia yang arogan—mencoba melecehkan Claudia di bar. Pria itu tidak tahu siapa wanita di depannya. Ia mengira Claudia hanyalah "pajangan" klub.

Tanpa peringatan, Erik berdiri. Gerakannya tidak terdeteksi, secepat bayangan. Dalam hitungan detik, ia sudah berada di depan pria itu. Erik mencengkeram rahang pria tersebut hingga terdengar bunyi retakan halus.

"Kau menyentuh milikku dengan tanganmu yang kotor?" suara Erik rendah, bergetar dengan kemarahan yang tertahan.

Erik tidak langsung membunuhnya. Ia menyeret pria itu ke ruang bawah tanah klub yang hanya diterangi lampu merah redup. Di sana, sisi gelap Erik yang paling murni keluar. Tidak ada ampun, tidak ada protokol. Hanya dominasi absolut.

Claudia berdiri di ambang pintu, menyilangkan kaki dan memperhatikan suaminya bekerja dengan presisi yang brutal. Ada gairah yang aneh dalam cara mereka berinteraksi dengan kekerasan; bagi mereka, menjaga satu sama lain adalah bentuk cinta yang paling ekstrem.

"Matteo sudah tidur?" tanya Erik sambil menyeka setetes darah di pipinya dengan sapu tangan sutra.

"Sudah. " jawab Claudia sambil mendekat, melingkarkan tangannya di leher Erik yang masih panas karena adrenalin.

Erik menarik Claudia ke dalam pelukan erat, menciumnya dengan intensitas yang seolah bisa membakar ruangan itu.

"Dunia luar boleh memanggilku monster, tapi di ruangan ini... aku adalah milikmu sepenuhnya."

Malam itu berakhir dengan pesan yang dikirimkan ke seluruh sindikat internasiona,Jangan pernah menyentuh Ratu Meijer, atau kau akan merasakan neraka sebelum sempat meminta maaf.

*****

Ketegangan di kediaman Meijer mencapai puncaknya saat Matteo membawa musuh lama . Erik tidak lagi hanya menjadi seorang ayah, melainkan Kaisar yang mengawasi dua monster ciptaannya sendiri. Namun, malam ini, kegemparan terjadi di dalam kamar utama yang terkunci rapat.

Di dalam suite pribadi yang kedap suara, udara terasa panas dan pekat. Erik Meijer berdiri di balkon, menatap lampu kota yang ia kuasai, sementara Claudia berjalan mendekatinya dengan jubah sutra merah yang tersingkap. Di dunia luar, mereka adalah penguasa yang tak tersentuh, namun di sini, hanya ada gairah dan kepemilikan mutlak.

"Kau terlalu keras pada Matteo hari ini, Erik," bisik Claudia, jemarinya yang lentik menelusuri otot punggung Erik yang penuh bekas luka tembak.

Erik berbalik, mencengkeram pinggang Claudia dengan satu tangan, menariknya hingga tak ada jarak di antara mereka. Matanya menggelap, memancarkan aura predator yang haus akan penaklukan.

"Dia harus belajar bahwa di keluarga ini, kelemahan adalah hukuman mati. Dan kau... kau adalah satu-satunya alasan aku tidak membakar seluruh kota ini malam ini."

Erik menatap istrinya dengan tatapan tajam, mencerminkan tanggung jawab besar yang ia pikul di pundaknya.

"Dunia yang kita bangun tidak menyisakan ruang untuk kesalahan," jawabnya dingin.

Namun, pembicaraan mereka terhenti ketika pintu utama diketuk dengan keras. Matteo berdiri di sana, melaporkan gangguan dari faksi luar yang mencoba mengusik wilayah kekuasaan Meijer di sektor tujuh. Berita tentang serangan tersebut mengubah suasana romantis menjadi diskusi strategi yang mendesak.

Erik memberikan instruksi tegas kepada Matteo untuk bekerja sama dengan Valerius guna mengamankan aset keluarga dan memastikan tidak ada lagi ancaman yang tersisa. Baginya, keamanan keluarga adalah prioritas utama di atas segalanya.

Setelah Matteo pergi menjalankan tugasnya, Erik kembali menatap Claudia. Malam yang seharusnya tenang kini dipenuhi dengan rencana untuk memperkuat pengaruh mereka. Mereka menyadari bahwa posisi di puncak kekuasaan menuntut kewaspadaan yang tidak pernah putus.

Di tengah gemerlap lampu kota, keluarga Meijer terus menyusun langkah untuk memastikan dominasi mereka tetap tak tergoyahkan.

******

Ketegangan di kediaman Meijer mencapai titik didih. Di balik pintu jati yang terkunci rapat, Erik Meijer dan Claudia mendiskusikan strategi untuk mempertahankan dinasti mereka dari ancaman yang semakin dekat. Erik, yang dikenal sebagai pemimpin yang dingin, menunjukkan sisi protektif yang mendalam terhadap keluarganya.

Di dalam ruang kerja pribadi yang hanya diterangi cahaya rembulan dan lampu meja yang redup, suasana terasa berat dengan rencana-rencana besar. Erik berdiri di dekat jendela besar, menatap lampu kota yang berada di bawah kendalinya. Di sampingnya, Claudia mempelajari dokumen-dokumen intelijen yang baru saja tiba.

"Matteo dan Valerius sudah berada di posisi masing-masing," suara Claudia terdengar tegas.

"Mereka siap menghadapi apa pun yang dikirimkan musuh malam ini."

Erik berbalik, matanya menunjukkan determinasi yang kuat. Ia meletakkan tangannya di atas meja, menunjukkan otoritas yang membuat dinasti Meijer tetap tegak.

"Dunia luar mungkin menganggap kita sebagai monster, tapi segala tindakan ini adalah untuk memastikan keamanan keluarga kita. Tidak ada satu wilayah pun yang akan jatuh ke tangan lawan selama kita tetap bersatu."

Di luar kamar, lorong-lorong rumah besar itu dijaga ketat oleh Matteo. Ia tahu bahwa keputusan yang diambil tuanya di balik pintu tersebut akan menentukan masa depan organisasi mereka. Kesetiaan dan keberanian adalah pondasi utama yang membuat mereka tak terhancurkan.

Valerius adalah , yang menjadi penjaga rumah ketika, Matteo dan Erik , sedang melakukan misi penyerangan, ia di tugaskan untuk menjaga Claudia dan emia putri Erik.

Prahara di puncak takhta Meijer mencapai titik paling panas. Di balik pintu baja penthouse yang kedap suara, suasana beralih dari taktik perang menjadi ketegangan fisik yang mentah antara Erik dan Claudia.

Erik melempar jas hitamnya ke lantai. Napasnya masih memburu setelah memimpin eksekusi di pelabuhan tadi sore. Ia mencengkeram rahang Claudia, bukan dengan kemarahan, melainkan dengan posesifitas yang gelap.

"Kau terlalu berani turun ke lapangan tanpa pengawal tadi siang, Claudia," desis Erik, suaranya serak dan dalam. Ia menekan tubuh istrinya ke meja kerja jati yang penuh dengan peta wilayah kekuasaan mereka.

Claudia tidak gentar. Ia justru menarik dasi Erik, membawa wajah suaminya sejengkal dari bibirnya. "Aku adalah istrimu, Erik. Aku tidak butuh anjing penjaga untuk membuktikan bahwa aku adalah pemilik setengah dari kerajaan ini."

Erik menciumnya dengan kasar—sebuah ciuman yang mendominasi, penuh dengan aroma maskulin dan bahaya. Tangan Erik yang kasar karena bekas peluru kini menjelajahi lekuk tubuh Claudia di balik gaun sutra yang tipis. Di dunia bawah, mereka adalah monster, tapi di ruangan ini, mereka adalah api yang saling membakar.

"Matteo dan Valerius sudah mengunci gerbang utama," bisik Claudia di sela napasnya yang memburu.

"Malam ini, biarkan Matteo dan pengawal yang menjaga kota. Aku ingin kau fokus pada... kekuasaanmu di sini."

Erik menyeringai tipis, kilat predator di matanya semakin tajam. Ia mengangkat Claudia ke atas meja, menjatuhkan tumpukan dokumen strategi yang kini tak lagi penting. Baginya, menaklukkan dunia adalah tugas harian, tapi menaklukkan wanita di depannya adalah candu yang membuatnya tetap hidup.

Di luar, hujan badai menyamarkan suara tembakan peringatan dari pasukan Matteo yang menjaga perimeter. Namun di dalam, hanya ada keintiman yang intens dan berbahaya antara sang Kaisar dan Ratunya.

Ketegangan di antara mereka bukan sekadar soal emosi, melainkan pengakuan atas kekuatan satu sama lain di tengah dunia yang kejam. Dalam keheningan ruangan itu, mereka menyadari bahwa aliansi mereka adalah satu-satunya hal yang tak tergoyahkan saat musuh-musuh mengintai di kegelapan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!