NovelToon NovelToon
Say, Love You Too

Say, Love You Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:159.4k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.

Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?

Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Meragu

Namun jelas, Shanum tidak sedang bertanya sebab ia sudah melengos ke dapur...tak peduli dengan jawaban Naka karena yang ia bawa adalah sebotol air mineral dingin.

"Favorit Lo." Lirihnya lagi, tidak menemani Naka yang duduk di sofa, Shanum justru sudah menghampiri bunda di dapur yang sedang menyisihkan makanan bagian milik tante Anyelir, "Ka, sini deh! Makan dulu yuk, bareng sama Shanum!" ajak bunda.

"Engga tante, makasih...tadi di sekolah---"

Shanum sudah membawa piring dengan nasi putih yang masih mengepulkan asap hangatnya, "Naka picky eater Bun..." cibirnya menaruh piring di meja lalu sibuk mengambil lauk makannya, ternyata sejak tadi gadis ini sudah lapar.

Ck! Naka yang mendekat berdecak meski wajahnya datar-datar saja, bunda tersenyum, "masa sih? Kok tante Anye ngga bilang begitu, dia bilang Naka penyuka segala kok, ya kan Naka?" lirik bunda diangguki Naka.

"Tante maksa Naka loh, makan yuk bareng Sha...Shanum aja udah kaya belum makan dua bulan..." cibir bunda memancing kekehan tanpa suara dari Naka dan cebikan Shanum.

"Kasih Naka piring, Sha..." pinta bunda melengos mendengar bunyi pagar digeser bersama deru mesin mobil ayah.

Shanum terpaksa menggeser kursi lalu mengambil piring di rak untuk Naka bersamaan dengan Naka mengambil posisi duduk, "lo bisa masak?" tanya Naka mengundang senyuman lebar Shanum, "Alhamdulillah ngga bisa. Sampai detik ini gue cuma bisa makan aja, tim cicip."

Naka mengangguk, "sayang banget. Tapi ngga apa-apa lah, gue juga jarang makan..."

Shanum tertawa menutup mulutnya hampir menyemburkan sisa kunyahannya, ia menggeplak punggung Naka, "apa sih, ngocolll tau ngga!"

"Lo mau makan sama apa? Segimana nasinya?" tanya Shanum lagi jadinya sekalian saja.

"Dikit aja. Itu aja, ayam...sama sambelnya."

Namun yang disendok oleh Shanum justru tumisan sayur bakso, "biar sehat. Biar ketos Budi Pekerti X panjang umur, siap terima kritikan sama cacian anggotanya..."

Naka mendengus, "tau gue." Tangannya terulur mengambil sendiri ayam goreng dan sambal dari tempatnya.

"Lo tau sering diomongin bawahan Lo, tapi lo-nya anteng aja...ngga panas kuping, atau gimana gitu? Intropeksi diri, Ka...barangkali keputusan sama aturan Lo terlalu ketat."

"Lah, dari awal kenapa nyanggupin jadi anggota OSIS, kenapa juga gue dipilih, yang milih gue kan mereka-mereka juga, siswa se-sekolah yang udah percayain program-program dan kemajuan sekolah dengan cara kerja dan kinerja gue."

Shanum mengangkat kedua alisnya tak lagi mendebat, percuma...lagipula apa urusannya, meskipun ada andilnya sebagai MPK tapi sejauh ini kinerja Mainaka--Osis dan cara kerjanya baik, terlampau baik malah.

"Selama omongan mereka ngga keterlaluan, dan ngga kedengeran langsung sama kuping gue...gue sih ngga ambil pusing." Jawab Naka begitu simpel. Memang begitu seharusnya kan? Mental baja, tahan banting.

Kembali Shanum hanya mendengarkan sambil khusyuk makan, hingga tak lama kehadiran ayah membuat makan mereka terjeda sejenak, "wah, ada Naka..."

"Makan om..." Naka mengangguk sopan.

"Ya, silahkan---silahkan, yang kenyang Ka...enak ngga masakan tante?"

"Enak om..."

"Wah, udah pada mulai makan siang aja nih...aku ditinggal!" Shey baru saja kembali dengan membubuhkan plester di beberapa bagian tangannya lalu heboh sekali mengadu pada ayah, "ayah, coba liat aku!!"

Begitu welcomenya keluarga Shanum pada Naka yang membuat Shanum tak sampai hati untuk memberontak dan bersikeras menolak perjodohan, ia dibuat luluh oleh kehangatan, keakraban dan kondisi seperti ini. Begitupun dengannya yang begitu diterima keluarga Naka, seolah tak ada alasan kuat untuk Shanum menolaknya selain Naka yang juga tak memiliki cacat.

Ditambah....

Baru saja selesai makan, si princess satu yang ngakunya ipar maut justru meminta Naka membantunya membenarkan rantai sepeda. Dan dengan senang hatinya, Naka mau mencoba membantu.

"Bang Naka, ganti dulu deh celananya, ntar kotor...mau pake celana Shey ngga? Tapi kebanyakan warna pink sama merah? Ada jeans tapi agak cutbray .." tanya Shey sudah menggusur kotak peralatan milik ayah dari gudang berisi obeng, tang, kunci inggris dan kawan-kawan.

Shanum tertawa, ia sudah membayangkan Mainaka dengan celana Shey.

Di pandangannya kini Naka sudah berjongkok di depan sepeda milik Shey yang sengaja ia putar balikan terlebih dahulu.

Gayanya sih udah mirip montir-montir profesional.

Shanum berdiri di gawang pintu dapur yang langsung berbatasan dengan halaman belakang, entah jin ivritts dari mana yang membuatnya mengangkat ponsel untuk memotret si ketos galak yang tengah mencoba membenarkan sepeda Shey itu.

"Ngga usah, biar aja nanti masuk laundry." Jawab Naka mendadak bangkit membuat Shanum segera menurunkan ponsel sebelum sempat memotretnya.

Nyatanya Naka hendak menaruh seragam miliknya di kepala kursi menyisakan t shirt hitam polos, sempat melintasi Shanum membuat sisa aroma tubuh Naka hari ini justru menguar di penciuman Shanum, bikin gadis itu menelan saliva sulit saat Naka melintas, bahkan Shanum sampai menahan nafasnya dan berjinjit memberikan ruang untuk Naka melintas agar tak menabrak hidungnya.

Lalu Naka kembali berjongkok disana, yaaa...di depan sepeda terbalik itu dan mulai mengambil peralatan bengkel ayah, disinilah kesempatannya terbuka, Shanum kembali mengangkat ponselnya diam-diam dengan senyum yang tanpa ia sadari sudah melebar.

Hanya saja, ia sedikit mencebik sebab Shey ikut terpotret, Ck! Jadi jelek.

Sekali lagi, Shanum sedikit bergeser demi mendapatkan angle yang cocok dan buru-buru menurunkan ponselnya saat Shey menoleh.

"Bibi ngga mau bikinin bang Naka minum ya?"

Sialan sekali kan, adiknya itu!

Naka terkekeh, terlihat dari pundaknya yang bergetar.

"Apa sih, ngga sekalian panggil babu?" Shanum mencebik masuk. Tak urung ia meraih gelas panjang dan membuat sirup jeruk.

Sementara di sana, di balik gawang pintu dapur...terdengar suara heboh dan ramai Shey yang berisik sekali serta cerewet, seolah sedang mencari perhatian Naka dan so akrab.

Sheyna memang lebih berbahaya daripada Airani, untung saja Airani tidak seasik Sheyna...

Lantas Shanum membawanya keluar dan menaruh itu di meja bulat, "nih..." Shey dan Naka menoleh, "thanks." Ucap Naka.

"Ya ampun...begitu dong dari tadi!" Shey justru melengos ke dalam meninggalkan keduanya di luar sambil melipat bibirnya.

Barulah Shanum duduk di samping Naka, "udah lah kalo ngga bisa ngga usah. Biar dibawa ayah ke bengkel sepeda aja...emang Shey aja yang doyan nyusahin orang."

Naka menggeleng, tangannya kotor terkena oli, "cuma rante yang longgar. Ini kanvas remnya udah abis jadi mesti ganti. Nanti gue coba ke toko buat beli...gue usahain kesini lagi buat pasang."

Shanum hanya mengangguk, tangannya sudah menyentuh ban sepeda dan memutarnya, "kenapa?" tanya Naka menghentikan sejenak kegiatannya sembari menaruh beberapa perkakas ke dalam kotaknya.

"Ka, ini seriusan pertunangan ini mau lanjut?" tanya Shanum gusar.

Naka menaikan alisnya sebelah, "kalo Lo ragu, kalo Lo ngga suka ya udah gampang, mending ngga usah diterusin....dibikin ngambang aja sampe nanti orangtua nyerah sendiri karena kita ngga ada pergerakan. Toh nanti pas waktunya mereka nuntut merit pasti tanya lagi, tinggal jawab selama ini ngga ada rasa cinta. Perasaan ngga bisa dipaksain, gitu." Air mukanya itu, tak ada reaksi berlebih atau terlihat marah dan sedih, atau memang selalu ter-stel seperti itu?

"Terus Lo sama----"

"Siapa, Sha? Gue sama siapa? Airani? Rea? Pasti temen-temen Lo lagi yang bilang?" potong Naka.

"Sekarang gue tanya. Yang bikin ragu tuh gue sama cewek-cewek yang Lo anggap cewek gue itu, atau Lo sama Arjuna atau cowok lain may be yang gue ngga tau?" lanjutnya bertanya.

Naka berdiri dari posisinya dan membalikan kembali sepeda Sheyna, lalu memaju mundurkan itu, "Sheyyy!" panggilnya.

.

.

.

1
deeRa
Astogeh, jujur sekali🤣🤣🤣🤣🤣
Anis Jmb
senyam senyum baca kisah mereka,,,🤭sweet ny naka😍
Visencia Alingga
kaaaaannnnnnn, ini bocah mulutnya los dollllll 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
mommyanis
Naka teeinspirasi dr si rusa yg mo nyosor Shanum td kayaknya 😂😂😂😂
deeRa
Waduuhh 😅
Ray Aza
otakku knp mendadak traveling yak? 🤣🤣🤣🤣
Kh2103💙
Hadeuh....bang nesh anakmu tuh maen k**op aja... pengen cepet" dihalalin tuh.. sebelum kejadian kayak ortunya terjadi, mending jaga"...😊😊
Maria Kibtiyah
ya salam segala daleman di omongin🤭
Visencia Alingga
ujung2nya di pangku jg 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Zahra Astri
aduuuch bahaya klo berdua² trz,,😄
klo keblabasan ya bablas num,,😄
bablas angin e trz kembung,,🤣🤣
Visencia Alingga
bola dunia maksudnya ya kan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Visencia Alingga
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ieda1195
sederhana tp kok sweet yaaa
Visencia Alingga
jangan di raba2 num-num, nti ada yg tegak walaupun ga setinggi monas 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
May Maya
yukkkkk kuatkan iman n Imin kalian jgn sampai kebablasan meskipun ortu Klian merestui n dari kluarga kaya raya tp tetap aja GK baik n akan bs jd Boomerang tuk kalian sendiri d umur yg masih muda n labil KLO kalian sampai punya debay. jgn ya dek ya jgn 😆
Eci Rahmayati
di surudukkkk c burung Kaka tua nya 🤣
Ade Salamah Alam
haaaaaaahhhhhhhhh
rizky tria
om Nes itu loh anaknya harus dipasang cctv, lengah dikit pd nyosor 🤭🤣🤣
Sri Wahyuni Abuzar
omaasa icaaaa...naka nac kall bin ja hill 🤣🤣
Iccha Risa
tuh Naka inget Sha laper, jadi disimpen tuh mienya... manisnya perlakuan mas mas ketos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!