Di dunia di mana gerbang dimensi terbuka dan monster mulai menginvasi bumi, garis antara pahlawan dan penjahat menjadi kabur. seorang pria yang terjebak dalam takdir sebagai antagonis, raja naga kehancuran terbangun di tubuh manusia bumi bernama voltra.
Sang Raja Naga Kehancuran, entitas yang ditakdirkan menjadi villain sejati, kini terjebak dalam raga manusia yang lemah. Alih-alih menghancurkan dunia, ia justru terikat oleh tanggung jawab yang tak pernah ia bayangkan: seorang adik perempuan dan kewajiban menjadi seorang Hunter.
Terjebak dalam dilema antara identitas aslinya sebagai penghancur dan peran barunya sebagai kakak sekaligus pembasmi monster. Memilih antara harapan atau kehancuran?.
-LATAR CERITA DI INDONESIA
-KARAKTER PENTING ADA ILUSTRASI
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Natelashura7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 16 teluk Tokyo
Pesawat jet khusus milik Asosiasi Hunter membelah awan dengan kecepatan tinggi. Di dalam kabin kelas utama yang mewah, Voltra duduk menyilangkan kaki sambil menatap ke luar jendela, sementara Raven sibuk mengunyah sushi dari kotak bekalnya dan Alina sedang fokus memeriksa tablet digital berisi peta persebaran Gate di wilayah Tokyo. Voltra memutar kursi putarnya ke arah Alina.
"Oi, Naga Betina. Aku tidak bergerak gratis untuk menolong negara tetangga. Berapa nilai kontrak yang disepakati 'Pak Tua' Ketua Asosiasi dengan pemerintah Jepang untuk kepalaku?" Tanya voltra.
"Jangan panggil aku begitu di depan umum. Untuk bayaranmu, Jepang memberikan kompensasi berupa 10 miliar yen, ditambah hak penuh atas semua magic stone yang kau kumpulkan dari Gate yang kau bersihkan. Mereka sedang sangat putus asa, jadi lebih baik membayar mahal dibandingkan menjadi bencana tingkat global" Jawab Alina melepaskan kacamata hitamnya.
"Lalu" ujar Voltra melanjutkan, matanya sedikit menyipit. "Siapa saja yang akan merepotkan jalanku di sana? Maksudku, apakah hanya kita bertiga dari Indonesia, atau ada 'serangga' lain dari negara berbeda yang ikut campur?" Lanjutnya bertanya.
"Situasinya darurat, jadi Jepang mengirim permintaan bantuan ke seluruh dunia melalui Federasi Hunter Internasional. Selain kita dari Indonesia, ada beberapa tim Rank S yang sudah mendarat" Tukas Alina menggeser tablet memperlihatkan beberapa data para hunter lain.
"Dari Amerika Serikat, mereka mengirim steven mark 'The beast', Hunter tipe tanker yang tubuhnya bisa dibilang terkuat didunia. Dari China, ada Mei Lin, seorang ahli pedang yang bisa memanipulasi elemen angin di level bencana" jelas Alina. "Lalu ada juga tim dari Brazil dan beberapa Hunter independen dari Eropa. Secara total, ada sekitar 12 Hunter Rank S dari berbagai negara yang akan berkumpul di Tokyo" Lanjutnya Menyebutkan.
"Heh, pertemuan para pemulung internasional," gumam Voltra sambil mendengus. "Pasti akan sangat ramai. Aku harap mereka tidak menghalangi seranganku, atau aku akan sekalian 'membersihkan' mereka bersama para monster" Lanjutnya tidak tertarik selain mendapatkan uang.
"Ingat Voltra, ini misi kerja sama. Jangan buat insiden diplomatik. Steven itu kabarnya punya temperamen yang hampir seburuk dirimu. Kalau kalian berdua bertengkar, Tokyo bisa hancur sebelum monsternya sempat keluar" ucap Alina memperingati. "Jangan membuat masalah besar" Lanjutnya menekankan.
"Yah kalau itu terjadi, aku tidak sabar melihat siapa pemenangnya" Balas raven menelan potongan sushi terakhir.
"Bicara apa kau. Didunia ini aku-lah yang terkuat" ujar Voltra mendeklarasikan dirinya.
Pesawat mulai menurunkan ketinggian. Dari jendela, terlihat pemandangan kota Tokyo yang kini tertutup oleh kabut ungu pekat dengan puluhan retakan Gate raksasa yang menggantung di langit-langit gedung pencakar langit. Pesawat mendarat sempurna di bandara, pintu pesawat terbuka dan semuanya berjalan keluar.
"Selamat datang di Tokyo Jepang, namaku maru hana" ucap hana memperkenalkan dirinya.
"Wow dia bisa bicara bahasa kita" Gumam voltra.
"Aku kecewa, padahal aku sudah membawa kamus bahasa Jepang untuk pemula" Seru raven memegang kampus yang tidak lagi berguna.
"Lupakan tentang ke-dua pria itu" ucap Alina menunjuk kedua pria disampingnya.
"Tidak apa. Maaf karena tidak bisa memberikan pelayan maksimal, saya akan menjelaskan situasinya secara rinci" ujar hana memandu mereka. "Terjadi sepuluh gate di Tokyo, lima gate di wilayah Osaka, Nagoya & Yokohama memiliki lima gate" Lanjutnya mulai menjelaskan.
Tablet ditambah bersinar menunjukkan peta keseluruhan Jepang dan titik-titik merah lebih rinca dibandingkan informasi dari tablet Alina. Voltra hanya bersedekap dada sementara raven hanya diam sambil mendengarkan.
"Gunung fuji memiliki satu gate besar, lima gate di wilayah Hokkaido, Kyoto memiliki empat gate, Okinawa tiga gate, lalu Pulau Aogashima" ucap hana meneruskan. "Teluk Tokyo enam gate, Selat Tsushima empat gate dan palung Jepang lima gate" Lanjutnya.
"Mungkin kita bisa ambil bagian di wilayah perkotaan" ucap Alina memilih wilayah paling layak.
"Tidak, kita bantu di wilayah lautan" Tolak voltra.
"Aku tidak bisa berenang" ujar raven mengangkat tangan.
"Payah" Cibir voltra. "Kalau begitu kau bantu saja di kapal militer" Lanjutnya berucap.
"Maaf" ucap raven mengaruk pipinya.
"Kau punya alasan memilih tempat itu?" Tanya Alina memandang ke arah voltra dengan tatapan serius.
"Tidak, aku hanya memilih tempat lebih sepi" Jawab voltra menaikan bahunya. "Apa ada hunter s lain yang kesana?" Lanjutnya bertanya.
"Hunter Ethan dari kanada ada disana, ia memiliki kemampuan yang baik dalam penanganan gate di laut" Jawab hana memberitahu.
Ethan dari kanada, ia memiliki superpower yang memungkinkan untuk bergerak fleksibilitas didalam air dan ia merupakan hunter dengan bayaran cukup mahal karena pekerjaan nya. Tidak banyak hunter bisa bertugas di lautan ataupun didalam air.
"Hunter Ethan, ya? Si spesialis air itu," gumam Alina sambil mengelus dagunya. "Dia memang ahli, tapi menghadapi total lima belas gate di wilayah laut dan selat sendirian jelas mustahil bagi satu orang, bahkan untuk Rank S sekalipun" Lanjutnya.
"Sempurna. Semakin sedikit orang, semakin sedikit omong kosong yang harus kudengar. Dan Raven, kau tidak perlu berenang. Cukup diam di atas dek kapal dan tembakkan sihirmu dari jauh seperti menembak ikan di dalam tong" ujar voltra sedikit menyindir.
"Hei, setidaknya aku punya kegunaan!" seru Raven, mencoba membela harga dirinya yang baru saja jatuh.
"Jika Anda sudah memutuskan, kami telah menyiapkan helikopter militer untuk membawa Anda ke pangkalan armada di Teluk Tokyo. Hunter Ethan sudah menunggu di sana" ucap hana menyentuh tabletnya kembali.
Pangkalan Armada Teluk Tokyo
Suasana di pangkalan militer sangat kacau. Kapal-kapal induk dan kapal selam bertenaga mana bersiap untuk lepas landas. Di ujung dermaga, berdiri seorang pria berambut pirang pendek dengan setelan wetsuit berteknologi tinggi yang memancarkan energi biru. Itulah Ethan, sang Hunter Rank S dari Kanada.
Begitu helikopter tim Indonesia mendarat, Ethan menoleh dan menyipitkan mata, menatap Voltra yang turun dengan gaya santai dan tangan di saku.
"Indonesia mengirim bantuan? Aku dengar ada Rank S baru yang cukup gila" ucap Ethan dengan nada bicara yang tajam namun tidak sepenuhnya meremehkan. "Kuharap kau bisa bertarung di permukaan air yang tidak stabil, Nak. Lautan bukan tempat untuk bermain-main" Lanjutnya.
Voltra berjalan mendekat, aura ungu gelapnya sedikit bocor dan beradu dengan aura biru milik Ethan, menciptakan tekanan udara yang berat di sekitar mereka.
"Jangan khawatirkan aku, Manusia Ikan" balas Voltra dingin. "Khawatirkan saja monster-monster itu. Aku tidak datang untuk menyelamatkan lautmu, aku datang untuk memastikan tidak ada satu pun dari mereka yang berani menyentuh daratan" Lanjutnya memandang malas.
[Ethan Baron]
[Strength: 80/90, speed: 67/76, endurance: 70:78, mana: 80/80].
[Kemampuan: meningkatkan semua stat sebesar 30% didalam air].
"Ho'oh, dia benar-benar hunter tipe penyelam" Batin voltra. "Dengan peningkatan itu, dia bisa jadi hunter terkuat didalam air dan kontrol mana nya sudah mentok" Lanjutnya.
"Hunter Ethan, Hunter Voltra, situasi di Palung Jepang sedang memburuk. Gate di sana mulai bergetar hebat. Diperkirakan Dungeon Break akan terjadi dalam waktu kurang dari satu jam" ucap hana menengahi.
"Lah kenapa dia ada disini" ujar raven menunjuk hana.
"Diam" Balas Alina menyikut raven.