NovelToon NovelToon
Fake Boyfriend Real Husband

Fake Boyfriend Real Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / BTS
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Septiayani

bertemu dengan pria yang super duper nyebelin udah mah dia yang di tabrak ke mobil sekarang dia yang harus ganti rugi

itu yang di alami Ara bertemu dengan yoga pria yang paling nyebelin versi dia

ehh harus bertemu lagi dengan pria nyebelin dalam ikatan pacar(sewaan)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Septiayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menghapus kata "sewaan"

 Taman kota, sore hari. Daun-daun berguguran, angin sepoi-sepoi, dan burung-burung berkicau pelan.

(Bella duduk di bangku taman sambil menatap kolam kecil. Yoga berjalan mendekat, langkahnya pelan tapi pasti.)

Yoga: (tersenyum canggung) "Bela… aku janji nggak akan muncul mendadak lagi, tapi aku… aku harus ngomong sesuatu."

Bella: (menoleh, sedikit gugup) "Hmm? Ada apa, Yoga?"

Yoga: (menarik napas dalam, menatap mata Bella) "Dulu… kita cuma 'pacaran sewaan'. Aku nggak mau lagi pakai kata itu. Aku nggak mau ada jarak di antara kita karena kata itu."

Bella: (mata mulai berbinar) "Kamu maksud…?"

Yoga: "Aku… aku suka kamu, Bela. Suka… beneran. Nggak ada kontrak, nggak ada sewa. Aku cuma pengen kita… kita berdua saja, apa adanya."

(Suasana hening sejenak, hanya suara daun yang berdesir. Bella menunduk, lalu tersenyum malu-malu.)

Bella: "Yoga… aku juga… aku juga suka kamu. Aku takut bilang dulu karena aku nggak yakin kamu serius… tapi sekarang… aku nggak mau lagi pura-pura. Aku pengen kita jujur sama perasaan sendiri."

(Yoga duduk di sebelah Bella, genggam tangannya perlahan. Mata mereka saling bertemu, senyum yang tulus terukir di wajah.)

Yoga: "Kalau gitu… kita nggak sewaan lagi, ya?"

Bella: "Nggak. Kita cuma… kita. Saling suka, saling pengertian… saling punya."

(Mereka duduk berdua, tangan saling menggenggam, menikmati senja di taman. Dunia seolah hanya milik mereka berdua.)

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

playback malam malam di kamar yoga

(Kamar Yoga terang redup, hanya lampu meja yang menyala. Buku, dokumen, dan beberapa pakaian rapi berserakan di lantai. Yoga duduk di tepi tempat tidur, kepala tertunduk, jari-jari mengepal gelisah.)

Yoga: (berbisik, hampir pada diri sendiri)

"Aku nggak bisa terus seperti ini… tiap malam, tiap pagi… pikiranku cuma tentang dia. Bella… Bella… kenapa rasanya dia selalu ada di pikiranku?"

(Ia berdiri, berjalan mondar-mandir, suara langkahnya menggema di kamar sepi. Tangannya mengusap wajah, napasnya berat.)

Yoga:

"Dulu… aku pikir ini cuma kontrak. Hanya… sewaan. Tapi sekarang… rasanya jauh lebih dari itu. Aku… aku suka dia… lebih dari yang aku bayangkan."

(Yoga berhenti di dekat jendela, menatap langit sore yang mulai memerah. Bayangan dirinya di kaca membuatnya termenung.)

Yoga:

"Kalau aku terus diam… kalau aku menunggu… aku takut nanti terlambat. Dia… Bella… dia wanita yang tepat. Aku yakin. Aku nggak mau kehilangan dia… bukan karena kata ‘sewaan’, bukan karena takut gagal."

(Ia menutup mata sejenak, tangan menekan dadanya seolah mencoba meredam detak jantung yang cepat.)

Yoga:

"Aku harus jujur. Aku harus bilang… sebelum semuanya berubah. Sebelum aku menyesal. Aku harus… bilang aku cinta padanya… apa adanya."

(Yoga berjalan kembali ke meja, menatap foto-foto mereka yang tersimpan di ponsel—foto-foto sederhana saat mereka tertawa bersama. Ia tersenyum tipis, lalu matanya berkaca-kaca.)

Yoga:

"Dia… Bella… dia yang selalu bikin aku merasa lengkap. Aku nggak mau lagi pura-pura. Aku nggak mau lagi ada kata ‘pacar sewaan’. Aku cuma mau kita… nyata… aku dan dia, tanpa jarak, tanpa kontrak. Cinta yang sebenarnya."

(Ia duduk kembali, menatap layar ponsel, lalu berdiri dengan tekad. Kamera memperlihatkan tangan Yoga menggenggam lengan bajunya, menyiapkan diri menghadapi pertemuan di taman.)

Yoga: (dengan suara mantap, berbisik)

"Sekarang atau tidak sama sekali… Bella, aku akan bilang… aku cinta padamu."

(Adegan berakhir dengan Yoga menarik napas panjang, melangkah keluar kamar, menuju taman tempat mereka akan bertemu. Kamera perlahan memudar, menunjukkan transisi ke adegan taman yang sudah kita buat sebelumnya.)

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Playback juga Arabella ]

(Kosan Arabella sederhana tapi rapi. Matahari sore menembus jendela, cahaya hangat menyinari meja belajar yang penuh buku dan catatan. Arabella duduk di sofa, telepon di tangan, wajahnya sedikit gugup tapi matanya bersinar.)

Arabella: (menghela napas, berbicara kepada ibunya via video call)

"Ibu… aku… aku mau cerita sesuatu."

(Ibunya muncul di layar, tersenyum hangat.)

Ibu Arabella:

"Apa itu, Nak? Kok terdengar serius?"

Arabella: (menunduk sebentar, lalu menatap layar)

"Ibu… aku nggak peduli lagi dengan perbedaan dunia antara aku dan Yoga. Aku… aku nggak takut lagi. Aku… aku ingin jujur dengan perasaanku. Aku… aku ingin bilang ke Yoga… aku suka dia. Aku… aku ingin kita… benar-benar seperti yang aku rasakan."

(Ia menunduk, menyembunyikan tangan yang sedikit gemetar.)

Ibu Arabella: (tersenyum lembut, penuh pengertian)

"Arabella… Nak, ibu ngerti. Yang penting kamu bahagia. Dunia orang lain atau status tidak seharusnya menghalangi kamu untuk jujur dengan hati sendiri. Kalau Yoga membuatmu bahagia… ibu setuju. Yang penting kamu yakin dan tulus."

Arabella: (tersenyum tipis, mata berkaca-kaca)

"Terima kasih, Bu… aku merasa lega. Aku nggak mau lagi pura-pura. Aku cuma ingin semuanya nyata… aku dan Yoga, apa adanya."

(Ia menunduk sebentar, lalu menatap ke luar jendela, angin sore mengibaskan rambutnya. Kamera menyorot wajahnya yang penuh tekad.)

Arabella:

"Ya… sekarang aku harus bilang. Sebelum aku… menyesal."

(Ia berdiri, merapikan bajunya, dan menatap cermin. Bayangan dirinya membuatnya tersenyum tipis, seolah memberi keberanian pada diri sendiri. Kamera perlahan memperlihatkan ponsel di meja yang berdering, menunjukkan Yoga sedang menghubunginya).

"ibu aku juga ingin minta maaf sama ibu , maaf karna rahasiakan sesuatu ke ibu "

"aku waktu itu sangat butuh uang ibu hingga aku terpaksa menjadi pacar sewaan seseorang tapi malah ketemu yoga dan masalah semakin rumit "

Ibu Ara memang sudah tau tentang cerita Arabella dan yoga karna waktu itu saat meminjam hp sang anak ibu Ara tanpa sengaja membuka aplikasi pacar sewaan dan melihat hasil chat bersama aku Rafi waktu itu

ibu Bella sempat kecewa pada anak nya karna itu adalah pekerjaan yang ibunya tidak suka seperti wanita murahan tapi ia juga merasa bersalah karna membebani sang anak dengan biaya sekolah adik adiknya dan ibu Ara tidak bisa apa apa

"iya tidak apa apa nak, yang penting jangan di ulangi lagi ya beruntung kamu ketemu yoga,gimana kalau lelaki brengsek di luar sana yang suka pee-"

"Ahhh...gak bisa ibu bayangkan "

"Iya Bu maaf kan Ara' ucap Arabella memeluk sang ibu

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!