NovelToon NovelToon
Belaian Kakak Iparku

Belaian Kakak Iparku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: syizha

Menumpang di rumah kakaknya sendiri seharusnya terasa aman.
Namun justru di sanalah semuanya berubah.
Di balik rumah tangga yang terlihat tenang, ternyata tersimpan jarak, kesunyian, dan luka yang tak pernah terlihat orang lain. Ia hanya berniat tinggal sementara… tapi semakin lama, ia mulai melihat sisi lain dari pria yang seharusnya tak boleh ia perhatikan.
Tatapan yang terlalu lama.
Perhatian yang terasa berbeda.
Dan debar yang muncul di waktu yang salah.
Ia tahu batasnya.
Ia tahu itu salah.
Tapi bagaimana jika hati justru tertarik pada seseorang yang tak pernah dimiliki siapa pun bahkan oleh istrinya sendiri?
Dan ketika rahasia demi rahasia mulai terungkap…
hubungan terlarang itu perlahan menjadi sesuatu yang tak bisa lagi dihentikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syizha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan pagi

POV Juna

Cekrek .....

Aku keluar dari kamar mandi. Hanya berbalut handuk yang melingkar di pinggulku. Aku terkejut, Liliana berdiri di depan pintu. Sepertinya ia sengaja menungguiku mandi.

"K-kenapa kamu di sini?" Aku terbata. Seolah usai melihat hantu yang menyeramkan.

"Kamu masih marah?"

Bibirku sedikit menganga mendengar pertanyaannya. Rupanya pembicaraan kami yang tadi belum benar-benar berakhir.

"Sedikit," jawabku.

"Maaf."

Lagi-lagi bibirku menganga. Tak salahkah aku mendengar kata maaf dari bibir Liliana. Karena setahuku wanita itu anti mengakui kesalahannya. Bahkan kadang, dia selalu balas menyalahkanku.

"Lain kali aku akan mengenalkanmu."

"Dengan?"

"Siapapun yang ingin kau kenal."

"Maksudnya teman-temanmu?"

"Ya. Kalau kau mau."

Aku tak bisa menahan senyumanku. Karena bukankah ini artinya aku mulai diakui oleh Liliana. Aku adalah suaminya. Orang-orang harus mengetahui hal itu. Rasa kesalku yang tadi pun berangsur-angsur mereda. Mirip seorang anak yang dibelikan mainan setelah menangis semalaman.

"Makasih ya." Aku bergumam. Kuelus wajah Liliana. Aku berharap saat seperti ini, dia tak lagi menolak sentuhanku. Tapi nyatanya__

Setttt....

Liliana menjauhkan tanganku. Liliana tetap Liliana yang seperti biasanya. Masih belum berubah. Masih dingin. Dan tentunya, masih belum memiliki perasaan terhadapku.

"Alana udah siapin makan malam. Ayo kita makan malam sama-sama." Liliana pergi. Ia keluar kamar lebih dahulu. Sengaja menghindar dari apa yang baru saja aku perbuat.

"Hufff ...." Aku menghela nafas. Kecewa, tapi aku bisa apa. Ini lah konsekuensi menikahi seseorang yang tak mencintaiku.

Aku berjalan ke lemari. Setelah tubuhku benar-benar kering, kukenakan t-shirt santai untuk membalutnya. T-shirt warna hitam yang membuat kulitku semakin tampak bersih.

Setelah rapi, aku melenggang keluar. Berjalan ke ruang makan. Belum sampai pun aku sudah mencium aroma masakan yang lezat. Aroma yang tak pernah kuhirup di rumah ini sebelum Alana di sini.

Aku sampai. Sambutan hangat dari Alana langsung menyertaiku.

"Hai, Mas Juna." Alana melambai-lambaikan tangannya. Saat seperti ini, dia seolah kembali menjadi gadis SMP yang kukenal dulu. Alana yang selalu ikut menemuiku saat aku datang ke rumah untuk mengajak kencan Liliana. Ketika itu ia benar-benar seorang bocah imut yang menggemaskan.

Liliana melirik ke arah sang adik. Tatapannya dingin, bahkan terkesan muak dengan gerak-gerik Alana.

Aku menghampiri mereka. Duduk di salah satu kursi meja makan. Duduk di samping Liliana, dan tepat di hadapan Alana.

"Aku masakin ikan piranha lho buat Mas Juna." Alana memperlihatkan hasil masakannya.

"Makasih ya."

"Sini aku ambilin." Alana meraih piring yang semula tengkurap di hadapanku. Ia mengisinya dengan nasi, sayur dan ikan piranha bakar.

Lagi-lagi tatapan Liliana begitu sinis. Bahkan kali ini dibubuhi dengan kernyitan keningnya. Ia seolah heran dengan apa yang dilakukan sang Adik.

"Perhatian banget kamu sama Mas kamu!" celetuk Liliana.

"Lebih baik perhatian, dari pada dingin kayak Mbak Liliana."

Wajah Liliana geram. Dia tahu Alana sengaja menyindir sikapnya terhadapku.

"Ayo, Mas, dimakan!" ucap Alana.

"Oke."

Kami bertiga mulai menikmati makanan masing-masing.

"Enak nggak, Mas?" Alana selalu ingin tahu pendapatku.

"Enak."

"Tuh, Mbak. Mas Juna tuh sukanya makanan rumahan kayak gini. Bukan makanan dari restoran atau dari warung-warung di luaran sana. Iya, kan Mas?" Alana melihat ke arahku.

Aku terpaksa mengangguk.

"Aku tak sempat," kata Liliana.

"Aku tahu alasanmu bukan itu," timpalku.

"Kalau tahu, harusnya kamu bisa ngerti."

"Sejak kapan aku nggak pernah ngertiin kamu."

Kali ini Liliana terdiam, tak bisa menimpali ucapanku. Bahkan ia menunduk tak berani melihat ke arahku.

1
Anna leticia
baru mampir Thor, penasaran banget semoga aja ceritanya seru dan berkesan sampai keakhiir🌹🌹❤️😊
Anna leticia
penasaran mampir, penasaran banget, cuma kata plakor,itu merusak mata, cerita cinta dimulai dari kesalahan 🌹🌹🤔😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!