NovelToon NovelToon
Prince Of The Wind

Prince Of The Wind

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi Isekai
Popularitas:346
Nilai: 5
Nama Author: Apin Zen

Kerajaan Risvela dipimpin oleh Raja Ryvons dengan dua pewaris: Seyron yang tampak sempurna, dan Reyd yang dulu dianggap bermasalah. Setelah kembali dari Academy Magica bersama Lein, Reyd berubah menjadi sosok yang lebih dewasa dan peduli.
Namun di balik citra baiknya, Seyron menyimpan sisi dingin yang berbahaya. Menyadari hal itu, Reyd bertekad merebut takhta demi melindungi kerajaan, meski peluangnya kecil.
Di tengah konflik keluarga, kekuasaan, dan kebenaran—Reyd memilih melawan takdirnya sendiri untuk menjadi pemimpin yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apin Zen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecurigaan yang Tersembunyi

Malam semakin dalam di Istana Risvela. Suasana mulai tenang, namun tidak bagi sebagian orang.

Di salah satu lorong yang sepi, Reyd berjalan bersama dua orang kepercayaannya: Vaks Brinnert dan Felixa Tironsytlh. Langkah mereka pelan. Namun tujuan mereka jelas.

Reyd berhenti. Tatapannya lurus ke depan.

“Ada sesuatu yang tidak beres di kerajaan ini.”

Vaks menyandarkan tubuhnya santai ke dinding.

“Apa tentang wanita yang bernama Iselle?”

Tebaknya langsung.

Reyd mengangguk.

“Ya.”

Felixa menyilangkan tangan.

“Sikapnya sangat tenang pada siapa pun.”

Reyd menoleh sedikit.

“Itu masalahnya.”

Ia melanjutkan dengan nada serius.

“Dia seharusnya membenciku.”

Sunyi sejenak. Angin malam berhembus pelan.

“Aku telah membunuh ayahnya.”

Nada suara Reyd tetap datar. Namun maknanya berat.

“Namun dia datang seolah tidak terjadi apa-apa. Seolah dia memaafkanku atau melupakan masa lalu itu.”

Vaks menghela napas.

“Itu jelas mencurigakan.”

Felixa mengangguk pelan.

“Orang seperti itu biasanya menyembunyikan sesuatu. Mungkin semacam domba berbulu serigala.”

Reyd menatap mereka berdua.

“Aku tidak ingin bertindak gegabah. Tapi aku juga tidak akan lengah.”

Ia melanjutkan dengan tegas.

“Awasi dia. Kalau perlu intip pergerakannya yang mencurigakan.”

Vaks tersenyum tipis.

“Baiklah.”

Felixa mengangguk.

“Apa pun yang mencurigakan, kami akan laporkan.”

Reyd sedikit menunduk.

“Jangan sampai dia sadar.”

Tambahnya.

Vaks tertawa kecil.

“Itu sudah pasti. Kita sudah biasa menjadi mata-mata bangsawan.”

Felixa hanya menjawab singkat.

“Kami akan berhati-hati.”

---

Di lorong lain yang jauh dari keramaian, sebuah aula kosong berdiri sunyi. Lampu-lampu redup. Bayangan memanjang di lantai.

Di sana, Seyron berdiri dengan tenang. Tatapannya lurus ke depan.

Langkah kaki halus terdengar.

Iselle berhenti beberapa langkah dari Seyron.

Seyron langsung berbicara.

“Situasinya berjalan cukup baik.”

Nada suaranya santai. Namun penuh perhitungan.

Iselle menatapnya.

“Reyd tidak mudah dipancing dengan trik murahan.”

Jawabnya dingin.

Seyron tersenyum tipis.

“Aku sudah menduganya.”

Ia melangkah sedikit mendekat.

“Karena itu kau harus mengubah pendekatanmu.”

Iselle mengangkat alis sedikit.

“Maksudmu apa lagi yang harus kulakukan?”

Seyron menatapnya tajam.

“Ubah sikapmu. Gaya bicaramu. Dan pesonamu.”

Sunyi sejenak.

Iselle tidak langsung menjawab.

Seyron melanjutkan.

“Buat dia terpikat dengan dirimu.”

Kalimat itu terdengar jelas.

Iselle menatapnya dingin.

“Aku bukan alatmu.”

Seyron tidak tersinggung.

“Anggap saja ini kerja sama.”

Ia berbalik sedikit.

“Selama tujuan kita sejalan.”

Iselle terdiam.

Sementara itu, Seyron kembali melanjutkan dengan nada lebih dalam.

“Jika rencanaku berhasil, dia akan jatuh di mata raja. Namun jika tidak…”

Ia berhenti sejenak.

“Kita masih punya jalan lain.”

Iselle menatapnya.

“Roselein.”

Seyron menyebut nama itu dengan tenang.

“Gadis itu adalah kelemahan Reyd.”

Tatapannya sedikit menyipit.

“Jika dia mulai meragukan Reyd… atau bahkan meninggalkannya…”

Seyron tersenyum tipis.

“Maka Reyd akan kehilangan semangatnya.”

Sunyi.

Angin malam masuk dari celah jendela aula.

Iselle memalingkan pandangannya sejenak. Memikirkan sesuatu.

Rencana ini… kotor. Namun efektif.

Seyron menatapnya.

“Jadi? Apakah kau akan melakukannya?”

Beberapa detik berlalu.

Akhirnya Iselle menghela napas pelan. Lalu menatap Seyron kembali.

“Aku akan berusaha mencobanya.”

Jawabnya singkat. Namun cukup jelas.

Seyron tersenyum puas.

“Itu sudah cukup bagiku.”

Ia berbalik.

“Jangan sampai kau gagal. Seseorang yang kau pikat hanya pemuda yang baru mengenal cinta monyet.”

Iselle tidak menjawab. Ia hanya berdiri diam.

Namun di dalam hatinya… bukan hanya rencana.

Namun juga, perasaan yang belum sepenuhnya hilang.

1
Protocetus
Min belum kontrak min?
Mr. Wilhelm
Ini beda penulis sama novel² sebelumnya, kah?

soalnya jauh bnget beda tulisannya sama novel² yg sebelumnya?

what happen?
Apin Zen: Gk om, Setiap novel pakai editor.
Soalnya malas revisi, meski dikit juga sih yang baca tapi seru nulis novel fantasy, hehe.
total 3 replies
Mr. Wilhelm
Keknya mending dihapus narasi yg sebelumnya deh, soalnya hampir sama dengan dialog ini.
Mr. Wilhelm
Emmm harusnya Ayahnya kan yg pewaris dan Seyron jdi ahli waris?
Mr. Wilhelm
Keknya harus upload ulang, paragrafnya jdi jelek, langsung copas, kah?
Apin Zen: baca ulang lagi bab 1 nya Mr, apa masih kurang🤔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!