Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby¹¹
Serafina menatap dirinya dipantulan cermin. Air matanya merembes tanpa izin membuat dia dengan cepat menghapus air matanya. "ayah, ibu, seandainya kalian masih hidup pasti kalian akan sangat bahagia melihat putri kalian ini akan menikah, tapi apakah kalian akan tetap bahagia jika ternyata yang akan menikahi putri kalian ini orang asing" lirih Serafina penuh kesedihan.
"nona, apa anda sudah siap?" tanya bridesmaid menatap Serafina yang begitu cantik hingga membuat dia sendiri pangling saat menatapnya. "anda sangatlah cantik nona" pujian yang diterima membuat Serafina tersipu malu. "ayo nona, kita ke altar" Serafina hanya menganggukkan kepalanya dan meraih ukuran tangan beberapa bridesmaid tersebut.
Serafina kini berdiri dihadapan orang orang elit "bersikaplah anggun sesuai yang kami ajarkan nona" bisik bridesmaid mengingatkan Serafina. Gadis itu mengangguk, pandangannya kedepan, kepalanya terasa begitu sakit akibat pantulan cahaya kamera yang sedari tadi menyorot kearahnya. Hingga tatapannya tertuju pada seorang pria yang berdiri begitu tampan diatas altar.
Serafina berjalan menuju altar dengan perlahan, tatapan mereka bertemu dan mengunci satu sama lain. Jantungnya berdegup kencang, belum pernah ia merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. 'aku harap bukan aku yang jatuh cinta terlebih dahulu' doa Serafina panjatkan dalam hati.
Serafina kini berdiri dihadapan Alexander, ia menundukkan kepalanya menghindari tatapan calon suaminya. "kita memulai acaranya" tegas pendeta membuat Serafina semakin gugup.
doa-doa mulai dibacakan, Alexander terus menatap kearah Serafina tanpa sedikitpun memalingkan tatapannya.
"Serafina Blaire, apakah engkau bersedia menerima Alexander William Smith sebagai suamimu, menghormatinya, mendampinginya dalam segala keadaan, dan setia sampai maut memisahkan?" ucap pendeta menatap kearah Serafina.
ruangan hening, menunggu kata-kata keluar dari bibir mungil Serafina. Gadis itu tampak tidak rela membiarkan hidupnya masuk kedalam kehidupan pria yang tidak dia cintai. Tatapan Alexander begitu tajam, seolah mengatakan jika dirinya tidak menjawab mungkin Alexander akan membunuhnya.
"saya...." Alexander masih menunggu jawaban Serafina. "saya bersedia" mendengar hal itu, Alexander mengalihkan tatapannya kearah pendeta.
"Alexander William Smith apakah engkau bersedia menerima Serafina Blaire sebagai istrimu, menjaganya, dan setia kepadanya dalam segala keadaan sampai maut memisahkan?" pendeta menatap Alexander "saya bersedia" jawab Alexander dengan singkat.
"Karena janji yang telah kalian ucapkan maka saya menyatakan kalian sah sebagai suami dan istri, pengantin pria boleh mencium pengantin wanita" sorakan dan tepuk tangan memenuhi ruangan, sementara kini Alexander mendekat dan menarik pinggang istrinya. Sorakan semakin meriah ketika Alexander mencium istrinya. Kakek William mengusap air mata penuh haru.
"don't be too happy" bisik Alexander membuat nyali Serafina semakin menciut. "siapa bilang saya bahagia, tuan?" ucap Serafina dengan berani dan dibalas tatapan tajam oleh suaminya. Melihat tatapannya, Serafina segera membuang muka hingga Alexander melepaskan pelukannya dan mundur sedikit. Dia membenarkan jas nya dan menatap kearah para tamu.
*
*
*
beberapa waktu berlalu.
Serafina terlihat kelelahan karena menyambut tamu yang tak ada habisnya. Ia menoleh kearah Alexander yang sedang mengobrol dengan para petinggi dan artis papan atas.
Serafina sedikit membungkuk untuk memijat mata kakinya yang pegal. Tanpa Serafina sadari, Alexander tengah melihat gerak geriknya sedari tadi dan kini Alexander meninggalkan percakapan tersebut dan mendekati istrinya. tanpa aba aba ia langsung menggendong nya ala bridal style.
orang orang yang melihatnya sedikit terkejut, terutama dokter Almaire yang ternyata juga datang diacara tersebut. "tuan, turunkan aku" bisik Serafina menyembunyikan wajahnya karena malu, namun Alexander sama sekali tidak menggubrisnya dan terus berjalan melewati orang orang.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
maklumlah udah Bangkotan
siapa tau kakak tertarik
mau lihat sebengis paa sih tuan Alex kalau jiwa mafia muncul pas istri di sakiti oleh kedua Kunti bogel itu
insting mafia kuat loh kalau ga tau pergerakan musuh fikk Alex kamu mafia kadaluarsa 🤣🤣
Seraphina lagi bahaya