AK 47, senjata laras panjang yang kini diarahkannya pada leher suaminya.
"Tambah satu wanita lagi, bangunlah Harem hingga kamu kenyang oleh darah." Sebuah sindiran dari wanita yang tersenyum menyeringai.
Dirinya bereinkarnasi sebagai istri jahat dalam novel pria bertema sistem dan kiamat. Dengan ending kematian tragis.
Sedangkan suaminya hidup bahagia dengan 9 wanita cantik di haremnya.
Berusaha bersikap baik, tidak seperti dalam alur cerita novel. Berharap suaminya tidak akan membangun harem seperti dalam cerita novel.
Tapi tetap saja susu besar membuat pria ini tertarik, paha mulus menggetarkan hatinya.
Daripada menunggu kematian, lebih baik, dirinya menggunakan rudal balistik untuk menghancurkan suaminya.
Dalam dunia kiamat diantara hidup dan mati, dimana makanan adalah lebih berharga daripada emas. Hukum tidak berlaku lagi.
Dunia dimana dirinya dapat membantai pria ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Menyodorkan sekalian ikan sarden kepada Sarah.
"Ikan sarden?" Cherry menelan ludahnya, apa wanita ini merupakan salah satu wanita milik Kelvin? Mungkin itulah yang ada dalam pemikiran Cherry.
"Kelvin, Sarah itu tidak tahu diri, kamu sudah berbaik hati memberikannya bahan makanan sebelumnya. Tapi dia malah datang dengan banyak pria kemarin." Ayu menempel padanya, membuat salah satu lengannya menempel pada dada sang wanita.
"Benar! lebih baik menyimpan semuanya untuk kita dan keluarga kita nanti." Nasehat yang diucapkan oleh Rani menempel manja.
"Kelvin, kamu juga membutuhkan protein untuk tenaga melindungi kami." Sofia tersenyum lembut padanya.
Cherry mempelajari segalanya, oh... rupanya ini adalah trik untuk memikat perhatian Kelvin. Dengan mendapatkan perhatiannya, tentu saja akan mendapatkan banyak stok makanan.
Lagi pula Kelvin juga cukup rupawan, begitu gagah dan perkasa. Sama sekali bukan kerugian bagi Cherry untuk menyerahkan dirinya kepada Kelvin.
"Kelvin... apa yang dikatakan nona-nona ini benar. Ada batasan untuk wanita yang menurut kepada pria. Dan Nona Sarah melakukan banyak hal buruk, menyinggungmu bahkan menghinamu dengan membawa pria lain. Kami hanya tidak ingin Kelvin sakit hati lagi." Kalimat pelan dari Cherry.
Sarah hanya tersenyum, meraih kaleng ikan sarden.
Hal yang membuat sang kucing sedikit terkejut dengan betina tidak tahu diri ini. Betina ini tidak tahu sama sekali bahwa majikannya sudah memberikan benda yang begitu berharga.
Mutiara kehidupan, itu adalah benda pusaka yang sangat berharga. Memang dasar betina musim kawin.
"Nona Sarah..." Ren memelas, memancarkan pesona seakan ketakutan akan kehilangannya. Tertunduk bagaikan bunga Peony indah mendayu-dayu."A...apa nona Sarah..."
"Tentu saja tidak." Sarah melempar sekaleng ikan sarden itu, hingga membentur sebuah batu besar. Batu yang hancur oleh kaleng ikan sarden yang sama hancurnya.
Cherry menelan ludah, segera berlari dengan cepat mendekati tempat batu tersebut. Memakan ikan sarden yang tumpah, tidak peduli itu kotor. Yang terpenting baginya adalah perut terisi, mengingat sudah beberapa hari ini dirinya hanya memakan jamur liar. Itupun jika menemukannya.
"Lihat! Istri keempatmu lebih menghargai makanan yang kamu berikan. Lebih baik berikan makanan yang cukup kepada istri-istrimu, daripada memberikan makanan kepadaku yang hina-dina ini." Sarah mengibaskan rambutnya.
Mata Kelvin kini tertuju pada batu besar yang telah retak, hanya karena membentur sekaleng ikan sarden?
Kemampuan Sarah memang benar-benar telah meningkat secara drastis. Dirinya memiliki Sofia yang merupakan seorang dokter, mempunyai Rani yang memiliki kemampuan di bidang teknik mesin, Ayu sejatinya cerdas dalam strategi, dan wanita yang baru saja diselamatkannya, Cherry merupakan mantan peneliti.
Tentu saja semua orang yang diselamatkan oleh Kelvin memiliki alasan masing-masing selain wajah cantik mereka. Selain cantik mereka juga harus berguna.
Jika dirinya ingin menjadi raja dari peradaban baru, maka harus memiliki selir-selir yang bukan hanya cantik. Dan Sarah yang memiliki kemampuan bertarung harus kembali masuk ke dalam haremnya.
"Nona Sarah..." Ren kembali menempel pada Sarah. Pria inilah yang paling meresahkan, pria yang selalu menempel kepada Sarah.
"Ren, malam ini kamu harus memasak makanan yang paling enak. Kami akan berburu untukmu." Kalimat yang diucapkan oleh Sarah pada pemuda ini.
Bagaikan harta kecil yang dilindungi dan disayangi. Pemuda ini begitu menyebalkan, dia hanya seorang koki. Tapi begitu dilindungi oleh Sarah.
"Benar, tidak seperti dulu, aku tidak akan menyuruhmu membawa barang-barangku lagi. Atau berlari kesana kemari membawa kotak medis. Kamu hanya perlu konsentrasi untuk memasak." Zero kali ini memerankan ada bicaranya, berminggu-minggu tanpa kehadiran Ren, sudah cukup memberikan pelajaran baginya bahwa, intinya tim memerlukan pasokan makanan. Dan dalam tim, keberadaan Ren yang terpenting.
"Kapan kalian menikah? kalian terlihat serasi..." puji Tony, dengan sengaja memprovokasi Kelvin.
Sarah hanya diam tidak menjawab, dirinya ingin tapi gengsi. Mempertahankan wajah wanita berkelas dan coolnya. Menunggu jawaban dari Ren.
"Nona Sarah begitu baik padaku... aku akan mengabdi padanya, melakukan apapun untuknya. Untuk menjadi pasangannya, mungkin aku tidak pantas berharap." Kalimat demi kalimat yang terdengar begitu hangat, tapi sayangnya menyengat.
Ren terlalu tidak percaya diri untuk menyatakan cinta padanya. Sedangkan dirinya terlalu gengsi. Tidak apa-apa, pasti akan ada cara, supaya Ren bersedia menyatakan perasaannya.
***
Jika mereka bertarung demi mencari makanan, maka Kelvin bertarung demi mendapatkan poin.
Mata Kelvin menelisik, mereka sama sekali tidak berpencar. Tapi melainkan, bagaikan berjalan untuk mengikutinya.
"Ingat! saat dia bertarung nanti, cari kelemahannya." Bisik Sarah pada Zero.
"Kelihatannya kemampuannya memang benar-benar hebat." Pemuda berkacamata itu merapikan letak kacamatanya.
"Tentu saja, dia memiliki sistem. Cara kerjanya seperti ini. Jika dia menjalankan misi yang ditentukan maka akan mendapatkan poin. Poin dapat ditukarkan dengan penyembuhan, kemampuan, kecepatan, dan kekuatan. Lebih dari itu, dia juga memiliki sistem penyimpan ruang dimensi. Aku tidak begitu ingat, tapi ada sekitar 20 kontainer bahan makanan dalam ruang penyimpanannya." Penjelasan yang diucapkan Sarah kepada Zero.
"Wah! andai saja aku seorang wanita aku akan menempel padanya." Gumam Zero penuh senyuman.
"Itulah intinya, kamu cukup mengerti kalau dia hanya menerima wanita dalam timnya." Sarah menghela napas kasar."Egonya sebagai seorang pria, tidak mengizinkan para wanitanya melirik ke arah pria lain. Dia hanya ingin menjadi penguasa seorang diri, tidak boleh ada Alpha kedua di dalam timnya."
"Karena itulah aku memilih berpihak padamu, selain memiliki Ren, kamu juga pasti memiliki banyak bahan makanan dari tumbuhan. Yang kami butuhkan adalah sumber daya. Tentang Kelvin... aku akan mencoba mempelajari sedikit tentangnya, saat dia bertarung dengan monster nanti." Zero masih dapat tersenyum.
Ada alasan tersendiri, kenapa Zero tidak ikut bertarung melawan Sarah pada pertarungan sebelumnya. Tugas utamanya adalah menganalisa lawan, jika dirinya dapat mengalahkannya, maka dirinya akan langsung maju menghabisi. Tapi jika tidak, maka keputusan terbaik adalah menyerah.
Zero adalah yang terkuat dalam tim, sekaligus pengambil keputusan yang paling jarang maju bertarung. Dan kini tim mereka takluk oleh seorang wanita?
Ren berjalan di belakang Zero dan Sarah. Pemuda yang terlihat tetap tersenyum ceria bagaikan orang bodoh.
"Tuan, betinamu terlihat cocok dengan pejantan lainnya." Kalimat yang diucapkan oleh kucing yang ada di pundaknya.
"Bisa tutup mulutmu..." Tanya Ren masih dapat tersenyum.
"Tuan pengujian sudah selesai, sebaiknya segera kembali jika tidak ingin dikawini oleh betina ini." Nasehat yang diucapkan oleh anak kucing putih kecil.
"Aku akan segera kembali." Jawaban dari Ren.
"Tapi bagaimana? Betina ini tidak akan melepaskanmu. Dia selalu bernapsu untuk mengawinimu." Sang kucing yang benar-benar bermulut tajam?
"Seperti biasanya, perpisahan selalu diakhiri dengan kematian."
Hayu Miau...terus provokasi Ren biar panas
up nya udah ada aja nih,thor.
Kamu kalau menilai suka sesukamu aja sih,Miau
Lempar nih...