NovelToon NovelToon
Ghaffar Si Penakluk Arwah

Ghaffar Si Penakluk Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Mata Batin
Popularitas:190.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Seorang anak lelaki, yang harus menyaksikan kematian ibunya di ulang tahunnya yang ke 9. Tumbuh dengan hati yang dingin, seolah tak tersentuh. Tetapi ia sudah terbiasa, dengan sahabatnya. Petualangan bersama para roh, kuy kita baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Mommy Grace

"Malam mah, bu, mom... Maaf, Ghaffar baru selesai ngerjain kerjaan." ucap Ghaffar, yang baru turun ikut bergabung. Ia pun mencium punggung ketiga wanita cantik, meski sudah berumur. Kecuali mommy nya Theresia, karena beliau memang yang paling muda.

Panggilan para ibu pun berubah, mama dan papa pada orang tua Diki, ibu dan ayah pada orang tua Arkana dan mommy dan daddy pada orang tua Theresia. Ghaffar hanya menurut, sebagai anak yang menyayangi orang tua.

"Ga papa sayang, ayo duduk." jawab Hesti, Ghaffar duduk di kursi kosong yang single. Agar tak ada para ibu yang iri, karena tak duduk di samping mereka.

"Kerjaan apa Ghaff?? Emang selain owner kafe dan pemilik kos, ada kerjaan lain?" tanya Devan, Ghaffar menggaruk kepala belakang nya. Ia belum bisa mengatakan yang sebenarnya, tentang siapa dia yang sebenarnya.

Hanya Akbar, ibu Asih dan Abraham yang tau. Orang-orang yang berhubungan dengan Ghaffar di masa lalu, Devan mengangguk paham. Tak semua bisa langsung di jelaskan, bila memang sudah waktunya Ghaffar pasti akan bercerita.

"Sudah.. kalo belum bisa cerita, ga papa kok." ucap Devan

"Maaf ya bang, tapi... Nanti ada yang ingin Ghaffar bicarakan dengan abang." jawab Ghaffar, Devan mengangguk.

"Ayah, papa sama daddy kemana??" tanya Ghaffar

"Bentar lagi juga sampe, masih di jalan." jawab Grace

"Lembur?" ketiga ibu mengangguk

"Bu, Akbar sama Damar kemana?" tanya Ghaffar pada ibu Asih

"Akbar dan Damar mengantar nenek Tika, beliau lelah katanya. Maklum, usianya sudah sepuh." Ghaffar mengangguk

Sudah beberapa hari, dia juga belum bertemu neneknya Damar. Nanti dia akan ke sana sebentar, untuk melihat kondisinya.

"Tapi nek Tika ga papa kan bu? Apa harus di bawa ke rumah sakit?" tanya Ghaffar, bu Asih tersenyum

"InsyaAllah ga papa nak, beliau siang tadi ikut menemani ibu merajut. Mungkin terlalu lama duduk, sehingga masih merasa lelah." jawab bu Asih

"Anak yang mau kamu jadiin ade mana?" tanya Devan

"Ohh.. sebentar, teh Naura." panggil Akbar, yang kebetulan melihat Naura membawa bahan untuk bakar-bakaran.

Naura dan Halimah di minta lembur, tentu dengan bonus bayaran. Kebetulan mereka juga kos di kosan milik Ghaffar, jadi pulangnya pun dekat. Mereka diminta untuk mempersiapkan acara malam ini, dengan senang hati mereka mengiyakan.

"Kenapa bos?" tanya teh Naura, Ghaffar berdecak

"Dibilang jangan bilang bos teh, mau Ghaffar pecat?" protes Ghaffar, seraya mengancam

"Ehhh... Jangan atuh a, iya maaf ga akan lagi. Kenapa a Ghaffar manggil teteh?" tanya Naura

"Tolong panggilin Mingyu, tadi dia ijin masuk ke ruang belajar." jawab Ghaffar

"Siaapp" balas teh Naura, kini ia bisa bicara leluasa dengan Ghaffar. Setelah kejadian Ghaffar mengurung diri, perubahan pada Ghaffar terlihat jelas. Ghaffar sudah lebih banyak bicara dan berinteraksi, dengan para pegawainya. Padahal sebelumnya, Ghaffar benar-benar dingin tak tersentuh.

Bu Asih yang melihatnya pun tersenyum, anak yang ia besarkan memang banyak berubah. Setelah ia sadar, banyak yang menyayanginya. Meski keramahan itu, hanya berlaku untuk mereka yang sudah kenal lama dengan Ghaffar.

"Namanya Fang Mingyu, usianya di bawah Ghaffar. Dia keturunan Cina asli, hanya saja orang tuanya lama di sini. Dari sebelum Mingyu lahir, sehingga sudah menjadi warga negara lokal. Orang tuanya sudah meninggal, ibunya baru setahun yang lalu pergi. Sedangkan ayahnya, sudah pergi lebih dulu... 4 tahun yang lalu, karena sakit. Usia kami selisih 2 tahun, dia sekarang kelas 1 SMA. Keluarga nya yang lain, tak menerima Mingyu. Dia di anggap anak pembawa sial, karena memiliki kemampuan yang sam dengan Ghaffar." Ghaffar menghembuskan nafas panjang

"Ghaffar beruntung, karena dulu ada ibu Asih dan Akbar. Sekarang... ada kalian, yang mau menerima Ghaffar. Sedangkan dia... dia tak punya siapa-siapa, hanya mengandalkan diri sendiri. Anaknya ceria, juga hangat dan ramah. Kalian pasti menyukainya..." lanjut Ghaffar menceritakan sedikit, tentang masa lalu Mingyu

"Kak Ghaffar... Kakak memanggilku?" tanya Mingyu, yang baru saja turun. Serentak semua melihat ke arah anak remaja, yang terlihat tampan.

"Emm... Kemarin lah, ada yang ingin kakak bicarakan denganmu. Ohh.. kenalkan, mereka adalah keluarga besar kakak." jawab Ghaffar, Mingyu mendekat.

"Selamat malam semua, saya Mingyu. Saya... saya..." terlihat Mingyu tengah bingung memikirkan, siapa dirinya bagi Ghaffar.

"Kamu adalah ade baru nya kak Ghaffar, sini duduk." ucap Ghaffar, membuat Mingyu membeku.

"Kenapa diam, sini... duduk di sebelah bang Devan." Devan melambaikan tangannya, menyentak kesadaran Mingyu.

Sembari melangkah pelan, Mingyu mengontrol detak jantungnya yang berdebar kencang tak karuan. Baru pertama ada yang menganggapnya keluarga, setelah setahun sendiri.

"Anak tampan, dia juga terlihat pintar." ucap Devan

"Tentu saja bang, dia mendapatkan beasiswa di sekolahnya sampai lulus. Tapi rencananya, akan Ghaffar pindahkan ke sekolah tempat Ghaffar menempuh pendidikan." balas Ghaffar

"Kakak tau?" tanya Mingyu kaget, Ghaffar mengangguk

"Waahhh.. hebat kamu, tapi kenapa harus di pindahkan segala sekolahnya Ghaff?" tanya mama Santi

"Karena Ghaffar akan menjadikannya adik angkat, Ghaffar ingin memberikan yang terbaik untuknya." jawab Ghaffar, tanpa memberitahukan alasan yang sebenarnya. Yaitu... Bila sekolah tempat Ghaffar belajar, adalah miliknya. Ghaffar sudah membeli sekolah itu, sejak setahun yang lalu. Hanya Akbar yang tau, bahkan bi Asih pun tak di beri tau.

DEG

"Kakk.." suara Mingyu terdengar bergetar, matanya berkaca-kaca.

"Kamu sekarang ga sendiri, kakak dan semua orang di sini akan menjadi keluarga barumu." ucap Ghaffar, membuat tangisan Mingyu pecah.

Moon yang sejak tadi ikut bergabung, ikut menangis. Bahkan suara tangisannya lebih kencang, hanya saja... hanya Ghaffar yang bisa mendengarnya. Ghaffar memejamkan kedua matanya, ingin rasanya ia memasukkan Moon ke dalam botol.

Semua orang ikut merasakan, apa yang di rasakan Mingyu. Sedih, haru, bahagia menjadi satu. Semua orang memilih diam, membiarkan Mingyu melepaskan semua bebannya. Dia pasti menahan semua ini, selama satu tahun ini. Tak ada sandaran, tak ada pula yang menjadi penguat.

"Hiks... Apa kakak yakin, ingin menjadikan Mingyu adiknya kakak? Apa kakak tidak akan menyesal?" tanya Mingyu sembari sesenggukan

"Yakin dan tidak akan menyesal, kamu mau kan?" Mingyu mengangguk cepat

"Mingyu janji akan membantu kakak, Mingyu bisa melakukan semua pekerjaan rumah. Makan Mingyu juga tidak banyak, Mingyu...

"Kamu boleh melakukan apapun, makan sebanyak apapun, atau tidak melakukan pekerjaan pun. Kakak tidak akan menegur mu, tugasmu hanya belajar. Kalau mau main, karena bosan. Kakak tidak akan melarang, yang penting... Jadilah diri sendiri, jadilah Mingyu yang selalu ceria.Hanya itu yang kakak inginkan... " potong Ghaffar, Mingyu menggigit bibir bawahnya. Ia tak mau, sampai menangis lagi seperti tadi.

"Baik kak, terima kasih." jawab Mingyu pelan

"Itu artinya, kamu juga anak kami." ucap ibu Hesti, seraya mengusap pipinya yang basah.

"Kalau mau tinggal sama mommy juga boleh, mommy hanya hidup berdua dengan daddy. Bolehkan Ghaffar?? Mommy janji, akan memperlakukan Mingyu dengan sangat baik. Mommy di karang menguasai kamu, tapi Mingyu boleh kan?? Ibu Hesti, ada Abraham dan Arimbi. Mama Santi, ada Devan. Sedangkan mommy..." wajah Grace terlihat sendu

Ibu Hesti dan mama Santi tau, bila itu adalah trik nya menarik simpati Ghaffar. Tapi, yang di katakan adik mereka memang benar. Karena Theresia, merupakan anak tunggal. Ghaffar menunduk, menyembunyikan senyumannya.

"Tanyakan Mingyu, mom. Apa dia mau?" ucap Ghaffar

"Kamu mau kan sayang?"

...****************...

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nyaaaa.....🥰

1
Novita Vita
waaaaahhh.... minta di 🔪🪓🪚 itu si anak palsu Mak.... blm apa" sudah main drama🤣
kaylla salsabella
heheh... nanti ujung" orang tua kandung Sean tetep sayang sama Arkansas🤭🤭🤭
nurul supiati
duh anak palsunya mulai dramaaa😭
Lilis mulyati
sean itu anak kndungmu bu msa gk ngerti juga klau dia itu anak palsu jka gk sdar2 juga akan lbh baik sean hdup sma Gaffar dripda sean punya ortu bodoh itu.jka sdah diperas hrtanya olh anak gk tau diri itu baru lah mohon2 sma sean buat hdup sma mreka.
Ambu Rinddiany Thea
asli mak moal kamamana da ie cicing asal double we mak ..
Sulastri Mawardi.87
lebih baik pinang di belah empat aja biar adil...?
hayo mau kemana km anak palsu..jgn buru2 pergi km si anak palsu..
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Trus kumaha tah kira2 ditarima teu Sean
nisa
dsr ank aspal ngaku" ank kandung askan or keluarga km nasibnya akan berakhir kismin😏 lanjutttt mak
mama_im
kalo anaknya gak tau apa apa mungkin masih bisa di terima di keluarga kandung sean, lah ini malah idah tau dan nyuruh nyiksa sean 🙄🙄😤😤
Dewi inaya
gak tau diri ne anak bah
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
bisa nda sih di doubelll ya ampun kesel😭😑😑😑😑
RiriChiew🌺
hilihhh anak begituan gak tau diri malah mau bikin drama kek ikan terbang ajaa. udh kebaca pula sama ghaf dan nenek laksmi 🤭
Ela Jutek
idih anak palsu sok manja kali, pen jorokin ke sungai deh. aduh aduh
Sani Srimulyani
tambah lagi Mak.....
vania larasati
lanjut kak
Hasnawiyah Ansar
🤣🤣🤣
Raini Bancin
ok
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak❤️❤️
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
/Cry/ Maaaakkkk lagiii atuh /Whimper/
nurul supiati
semngattt seannn
Ambu Rinddiany Thea
milu mewek ah pas malik ma mirza , masih adakah anak yg seperti itu sm orang tuanya , aslina beruntung banget buat orang tuanya, 🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!