semua yang kulakukan selama ini ternyata tidak berarti apapun bagi mereka,orang yang kuhormati,kusayangi dan kucintai mengkhianati ku begitu saja.
menyaksikan kematian ku seperti pertunjukkan yang menghibur mereka,aku sungguh bodoh...
memilih mereka yang tidak memilih ku..yang hanya memanfaatkan ku..aku menyesal...
aku tidak menerima takdir ini....aku menolak...
aku meminta pembalasan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HartaKarun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 17
Esok harinya,setelah bekerja Agata dan Devan sampai kerumah orang tua Devan,jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah mereka,Devan mengatakan mereka akan menginap selama 3 hari disana,sehingga Agata sudah mempersiapkan semua keperluannya.
Rumah itu tampak mewah namun juga ada kesan minimalis,ada taman yang besar dan pepohonan di kanan dan kiri.di depan pintu sudah ada orangtua Devan yang berdiri menyambut kedatangan kami.
“Ayo,Love”Devan membukakan pintu mobil untukku keluar.
“Ibu,ayah”sapa Devan
“Senang melihatmu tampak baik Devan,dan Agata,bagaimana perasaanmu sayang?apakah masih ada yang sakit?”Ibu Devan walaupun berwajah datar namun suaranya penuh dengan perhatian dan ketulusan.
“aku baik-baik saja hmm”aku gugup tidak tau harus memanggil dengan sebutan apa,dulu aku hanya memanggil Ibu Devan dengan sebutan nyonya namun aku tidak tahu bagaimana biasanya Agata memanggilnya.
“Panggil ibu dan ayah saya Agata.ibu senang mendengar kamu baik-baik saja”
“ayah dengar kamu mulai bekerja,jangan terlalu sibuk.apapun yang kamu inginkan minta saja pada Devan”aku menatap terkejut pada ayah Devan dulu bahkan ia tidak pernah mengeluarkan satu kata pun kepada ku.
“Ayah,aku akan menjaga Agata dengan baik”
“Hmm,ayo masuk”Ayah Devan memimpin jalan
Devan berbisik padaku,”liat,ibu dan ayahku menyambut mu.aku saja yang putranya tidak pernah diberikan sambutan seperti ini”lalu ia tersenyum jahil
Aku melotot padanya,”lalu,kamu mencemburuiku?”
Devan menggeleng,”aku malah senang mereka memperlakukanmu dengan baik,artinya mereka menerima keberadaanmu untuk menjadi menantu mereka nantinya,mungkin kamu tidak ingat,tapi sebelum kecelakaan mu aku sudah pernah melamar mu”
“Apa?”aku menatap Devan dengan mata terkejut dan dicampur rasa ngeri,aku bersyukur masuk ketubuh ini saat ia belum menikah dengan Devan.
“Jangan terlalu dipikirkan,ayo sana duduk di sebelah ibu”Devan mendorongku,aku menatapnya dengan kening berkerut.
“Agata,ayo duduk disamping Ibu”seru ibu Devan
“Agata,maaf kami tidak mengunjungi mu dirumah sakit,saat kecelakaan mu kami baru tiba di kanada,ibu dan ayah juga tidak bisa pulang begitu saja karena ayah masih harus mengurusi cabang perusahaan disana”
Aku menggeleng,“Tidak apa-apa ibu,ayah.sekarang aku sudah baik-baik saja.lagi pula Devan menjaga ku dengan baik”
“Senang mendengarnya,Devan kamu harus menjaga Agata dengan lebih baik mulai sekarang,ibu tidak ingin kejadian kemarin terulang kembali”
“Ibu tenang saja,aku akan menjaga Agata dengan nyawaku sendiri,dan ibu juga tau,aku tidak bisa hidup tanpanya sekarang”Devan menatap mata ibunya dengan tatapan tegas seolah menjanjikan apa yang ia ucapkan.
“Agata kemarilah”ayah Devan memanggil untuk mendekat
“Ayah”uajar Agata didepan ayah Devan
“Ayah tahu bahwa kamu sekarang sedang suka-sukanya bekerja,Devan sudah memberikan perusahaan itu untuk mu,jadi ayah akan memberikan kartu ini untuk mu,didalamnya ada 15 miliar,kamu bisa memakainya sesukamu,untuk proyek atau lainnya”
“Ini..ayah..ini tidak perlu.aku tidak bisa menerima hal sebanyak ini”Agata menolak kartu itu dengan tangan yang gemetar,siapa yang tidak akan gemetar sepertinya jika disodorkan uang 15 miliar secara cuma-cuma.
“Terimalah nak,anggap saja kompensasi atas ketidakdatangan kami saat kamu dirumah sakit”ayah Devan memaksa
“Love,terima saja.ini adalah hadiah dari ayah untuk mu”atas perkataan Devan Agata akhirnya mau menerima kartu itu
“Terima kasih banyak ayah”