Rose Moore, seorang desainer perhiasan elit di Boston yang sukses dan cantik, mendapati dunianya hancur tepat di malam perayaan ulang tahun pernikahannya yang ke-2. Suaminya, Asher Hudson, seorang Direktur Pemasaran terpandang, ternyata telah menikah siri selama tiga bulan dengan wanita bernama Mia Ruller atas paksaan orang tuanya. Alasan keji di baliknya: Rose dianggap "tidak suci" karena masa lalunya yang yatim piatu dan tidak perawan, sementara keluarga Hudson menuntut ahli waris dari darah yang mereka anggap "murni".
Alih-alih menangis dan meminta cerai, Rose yang terluka memilih jalan yang lebih dingin, ia menerima pernikahan tersebut hanya demi mempertahankan status hukumnya. Ia bertekad menyiksa Asher secara mental, menguasai hartanya, dan menghancurkan reputasi keluarga Hudson yang sombong dari dalam.
Namun, rencana balas dendam Rose tergoncang saat ia secara tak sengaja bertemu kembali dengan Nikolai Volkov, kekasih masa SMA-nya dari Texas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#22
Kegilaan seorang Nikolai Volkov bukanlah sesuatu yang bisa diprediksi oleh logika manusia biasa. Baginya, hukum, norma sosial, bahkan kemarahan dari Texas hanyalah debu di bawah sepatunya jika dibandingkan dengan ketakutan kehilangan Rosemary untuk kedua kalinya.
Malam itu, di tengah isak tangis Rose dan bayang-bayang ancaman Sasha Moretti, Nikolai tidak pergi menjauh. Ia justru bergerak dalam bayangan, mengaktifkan seluruh koneksi tertingginya. Ia tidak akan membiarkan Rose bangun sebagai "selingkuhan" esok hari.
Pagi buta, saat kabut masih menyelimuti pelabuhan Boston, Nikolai membawa Rose keluar dari rumah sakit. Rose, yang masih lemas dan bingung, hanya bisa bersandar pada dada bidang pria itu.
"Kita mau ke mana, Nik? Media ada di mana-mana," bisik Rose parau.
"Ke tempat di mana tidak ada yang bisa menyentuhmu lagi sebagai 'bekas' atau 'selingkuhan', Rosemary," jawab Nikolai dengan suara rendah yang menggetarkan.
Mereka tiba di sebuah kapel tua di pinggiran kota yang sudah didekorasi dengan ribuan bunga lili putih, bunga kesukaan Rose. Tidak ada tamu, hanya ada seorang pendeta yang sudah menunggu dan dua saksi kepercayaan Nikolai.
Ternyata, Nikolai tidak berbohong saat mengatakan ia sudah bersiap. Sejak tiga bulan lalu, tepat saat jade memberi tahu bahwa Rose dikhianati oleh Asher—Nikolai sudah mengurus segala dokumen pernikahan secara rahasia. Ia sudah menyiapkan akta, perizinan, bahkan cincin yang jauh lebih megah dari apa pun yang pernah dilihat dunia.
Di depan altar yang sunyi namun sakral, Nikolai menggenggam tangan Rose yang gemetar.
"Aku, Nikolai Volkov, mengambilmu, Rosemary Moore, sebagai satu-satunya istriku. Di depan Tuhan dan di bawah perlindungan namaku, aku bersumpah bahwa tidak ada wanita lain, tidak ada kontrak bisnis, dan tidak ada kekuasaan orang tuaku yang bisa memisahkan kita lagi."
Rose menangis, namun kali ini bukan karena sedih. Ia melihat kegilaan di mata Nikolai—kegilaan yang murni lahir dari cinta yang posesif dan protektif. Di bawah sumpah itu, Rose merasa jiwanya yang hancur perlahan menyatu kembali. Mereka resmi menikah secara hukum dan agama dalam sebuah seremoni kilat yang akan mengubah sejarah keluarga Volkov.
Dua jam kemudian, pusat kota Boston diguncang oleh pengumuman darurat. Nikolai Volkov mengundang seluruh media besar, CNN, Forbes, Wall Street Journal ke aula utama Volkov Tower.
Nikolai melangkah masuk ke podium dengan wajah yang sangat dingin, namun tangannya menggandeng erat Rose yang tampil memukau dengan gaun putih satin yang menutupi perutnya yang mengandung bayi kembar.
Kilatan lampu kamera membutakan mata, namun Nikolai tidak berkedip. Ia langsung mengangkat tangan kiri Rose, memperlihatkan sebuah cincin berlian biru langka yang melingkar di jari manis istrinya.
"Saya hanya akan bicara satu kali, jadi pastikan kalian merekam ini dengan benar," suara Nikolai menggema, memenuhi ruangan yang mendadak senyap.
Ia mengeluarkan sebuah map kulit hitam dan membantingnya ke atas meja podium. "Ini adalah dokumen pernikahan resmi saya dengan Rosemary Moore Volkov. Kami telah terikat secara hukum sejak pagi ini. Dan ini..." ia mengeluarkan dokumen lain, "adalah bukti bahwa proses pembatalan pertunangan bisnis dengan keluarga Moretti sudah saya ajukan sejak empat bulan lalu, jauh sebelum media kalian membuat narasi murahan tentang perselingkuhan."
Gumam kaget memenuhi ruangan. Nikolai menatap lurus ke kamera, seolah ia sedang menatap ibunya di Texas dan Sasha Moretti secara langsung.
"Istri saya, Rosemary, bukanlah wanita bekas. Dia adalah wanita yang selama dua tahun diracuni secara medis oleh keluarga Hudson agar tidak bisa mengandung. Dan hari ini, Tuhan memberikan keadilan. Dia mengandung ahli waris tunggal keluarga Volkov. Bayi kembar kami."
Nikolai berhenti sejenak, auranya menjadi sangat mematikan. "Siapa pun—saya ulangi, SIAPA PUN yang mulai hari ini masih berani menuliskan kata 'selingkuh', 'tidak suci', atau menghina masa lalu istri saya, maka kalian tidak hanya akan berhadapan dengan pengacara saya. Kalian akan berhadapan dengan seluruh kekuatan finansial Volkov yang akan menghapus eksistensi kalian dari industri ini."
Di Texas, Helen Volkov menjatuhkan gelas kristalnya hingga hancur saat melihat siaran langsung itu. Ia tidak menyangka putranya akan senekat itu, menikah secara diam-diam dan membongkar rahasia medis keluarga Hudson untuk membela Rose.
Sementara itu, di podium, Nikolai mengecup kening Rose di depan ribuan jurnalis. Ia menunjukkan pada dunia bahwa ia tidak peduli pada warisan atau aliansi Moretti.
"Rosemary adalah masa laluku, masa kiniku, dan satu-satunya masa depanku," tutup Nikolai. "Pernikahan ini bukan tentang bisnis. Ini tentang seorang pria yang mengambil kembali apa yang seharusnya miliknya sejak awal."
Rose berdiri tegak di samping suaminya. Ia tidak lagi menunduk. Ia menatap kamera dengan martabat seorang Ratu Volkov. Hujatan yang semalam menghujamnya kini berubah menjadi kekaguman dan ketakutan.
Nikolai telah melakukan kegilaan terbesar dalam kariernya: ia membakar semua jembatan dengan keluarganya sendiri demi membangun sebuah benteng yang mustahil ditembus untuk Rose dan bayi mereka.
Malam itu, saat mereka kembali ke penthouse baru mereka yang dijaga ketat oleh pasukan keamanan elit, Rose menatap Nikolai yang sedang melepaskan dasinya.
"Kau benar-benar menghancurkan segalanya untukku, Nik," bisik Rose.
Nikolai mendekat, memeluk Rose dari belakang dan mengelus perutnya. "Aku tidak menghancurkan apa pun, Sayang. Aku hanya sedang membersihkan tempat agar anak-anak kita bisa tumbuh tanpa mendengar satu pun kebohongan tentang ibunya."
Kegilaan Nikolai telah memenangkan satu babak. Namun, di kejauhan, kemarahan keluarga Moretti dan keluarga besar Volkov di Texas mulai menggalang kekuatan untuk serangan balik yang lebih besar. Namun bagi Nikolai, selama Rose ada di pelukannya, ia siap membakar seluruh dunia sekali lagi.
🌷🌷🌷🌷
Happy reading dear 🥰