"Jika dunia membuangmu, ingatlah ada satu orang yang akan menghancurkan dunia demi menjemputmu kembali."
Bagi Kyrania Ruella, masa kecil di desa Sukamaju adalah satu-satunya memori indah yang tersisa. Di sana ada Herjuno Allegra, bocah dekil pembawa ketapel yang selalu melindunginya dari nyamuk hingga anak-anak nakal. Namun, takdir memisahkan mereka secara paksa saat Kyra diseret kembali ke kota oleh ayahnya yang serakah. Hidup Kyra bak di neraka. Menjadi istri dari Nathan Sagara, pria kaya yang patriarki dan pelit, Kyra diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Ia terjebak dalam pernikahan hampa, bahkan nyaris dijual oleh suaminya sendiri demi menutupi hutang keluarga.
Di saat Kyra nyaris menyerah pada hidupnya, Juno kembali. Namun, ia bukan lagi bocah desa pembawa ketapel. Ia kini adalah Herjuno Allegra, pewaris tunggal kerajaan bisnis raksasa yang dingin, berkuasa, dan sangat protektif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Luka yang Salah Alamat
Masa Kini.
Hujan deras mengguyur Jakarta seolah ingin mencuci dosa-dosa kota ini. Di pelataran parkir hotel yang mulai sepi, Kyra berdiri mematung. Ia menolak saat supir kiriman Nathan memintanya segera masuk ke mobil. Di kepalanya hanya ada satu nama: Juno.
"Ra!"
Suara bariton itu membelah suara hujan. Juno muncul, jas mahalnya sudah basah kuyup, namun ia tidak peduli. Ia mencengkeram lengan Kyra, memaksanya berbalik.
"Kamu mau pergi lagi? Begitu saja?" suara Juno parau, penuh dengan luka yang ia simpan belasan tahun. "Sama seperti malam itu di Bandung? Kamu menghilang dan meninggalkanku di taman itu hanya karena ada mobil mewah yang menjemputmu?"
Kyra menatap wajah Juno yang basah. "Juno, ini nggak seperti yang kamu bayangkan..."
"Lalu seperti apa?!" Juno tertawa pahit, tawanya terdengar menyakitkan di tengah deru hujan. "Selama ini aku pikir kamu diculik, atau terjadi sesuatu yang buruk. Tapi apa yang aku lihat? Beberapa bulan kemudian aku dengar kamu menikah dengan Nathaniel Sagara. Pengusaha kaya raya. Aku hancur, Ra! Aku pikir cintaku nggak cukup karena aku cuma cowok yang kerja di gudang!"
Juno menatap cincin di jari Kyra dengan tatapan sinis. "Aku tahu segalanya tentang suamimu itu. Aku cari tahu! Aku pikir kamu bakal bahagia dengan semua kemewahan yang dia kasih. Tapi ternyata dia cuma pria patriarki yang kaku. Aku dengar di kalangan pebisnis, dia itu pria paling perhitungan yang pernah ada. Pelitnya luar biasa. Dia mengontrol istrimu seolah kamu itu barang investasinya!"
Juno mendekat, suaranya merendah namun tajam. "Jadi itu pilihanmu? Kamu ninggalin aku yang rela kerja mati-matian buat kamu, demi laki-laki kaya raya yang bahkan nggak mau kasih kamu kebebasan buat beli cat warna? Kamu pilih dia karena uangnya, kan? Tapi ironisnya, kamu malah dapat pria pelit yang nggak pernah kasih kamu nafkah batin!"
Plak!
Kyra menampar pipi Juno. Tangannya bergetar hebat. "Kamu nggak tahu apa-apa, Herjuno Allegra!"
Tangis Kyra pecah, menyatu dengan air hujan yang semakin deras. "Kamu pikir aku bahagia? Kamu pikir aku pilih dia karena Satria FU atau mobil mewahnya? Aku dijual, Juno!"
Juno tertegun, tamparan itu seolah menyadarkannya dari amarah yang buta. "Apa...?"
"Ayah menjemputku dengan Ibu yang sudah kehilangan akal sehatnya! Dia mengancam akan membiarkan Ibu membusuk di jalanan kalau aku nggak mau menikah dengan Nathan demi melunasi hutang-hutangnya!" Kyra berteriak, mengeluarkan semua beban yang ia pikul sendiri selama lima tahun.
"Aku nggak pernah mau uangnya! Aku benci setiap rupiah yang dia kasih karena semuanya penuh dengan aturan dan hinaan! Aku bertahan karena dia janji akan mengobati Ibu di rumah sakit terbaik, tapi dia bohong! Dia malah menaruh Ibu di panti asuhan murah!"
Kyra memukul-mukul dada Juno dengan lemas. "Kamu bilang aku pilih yang kaya? Aku pilih keselamatan Ibuku! Aku mengorbankan diriku agar Ibu nggak mati di jalanan, sementara kamu... kamu malah menyangka aku serakah?"
Juno terdiam mematung. Rasa bersalah menghantamnya lebih keras daripada tamparan tadi. Ia menarik Kyra ke dalam pelukannya, sangat erat hingga Kyra bisa merasakan detak jantung Juno yang tidak beraturan.
"Maaf... Maafkan aku, Ra," bisik Juno, suaranya pecah. "Aku bodoh. Aku terlalu buta karena rasa sakitku sendiri sampai aku nggak lihat luka yang kamu bawa."
Juno mengelus rambut Kyra yang basah kuyup. "Aku nggak akan biarkan dia menyentuhmu lagi. Dia punya uang? Aku punya lebih banyak sekarang. Dia punya surat hutang? Akan kubayar semuanya malam ini juga."
Juno melepaskan pelukannya sebentar, menatap mata Kyra dengan tekad yang mengerikan. "Malam ini, kamu nggak akan pulang ke rumah dingin itu. Kamu ikut aku. Kita akhiri ruang hampa ini sekarang juga."
Tepat saat itu, ponsel Kyra di dalam tas bergetar hebat. Nama 'NATHAN' menyala di layar, namun Kyra tidak menoleh. Ia menatap tangan Juno yang terbuka untuknya—tangan yang sama yang dulu melindunginya dari nyamuk desa, dan kini siap melindunginya dari monster kota.
😍😍😍
didunia nyata ada gak sihh cowok kayak juno 🤭🤭🤭
kasihan kyra udah terlalu banyak menderita apalagi lg hamil skrng 🥹🙏
cintanya ugal-ugalan bet daahh....
baguslah.... buang eek ayam dapet berlian nih si Kyra.. /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
daripada sama cowok pelit/Bye-Bye/