kekuatannya menyebabkan dia bisa mengendalikan boneka tapi semakin sering ia menggunakannya ia pun mulai di Kendalikan oleh kekuatan sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25: Simfoni Data dan Benang Digital
Era Kaelen dan Lyraea di Aethelgard adalah masa inovasi yang pesat. Dengan filosofi Kehendak Bebas dari Benang Asal yang mengakar kuat, masyarakat didorong untuk mengeksplorasi potensi penuh mereka. Ini menyebabkan terobosan tidak hanya dalam pemahaman spiritual dan eterik, tetapi juga dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu bidang yang paling pesat berkembang adalah "Simfoni Data"—sebuah cara baru untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memproyeksikan informasi menggunakan benang-benang eterik dan teknologi kristal yang canggih.
Para ilmuwan dan Dalang bekerja sama menciptakan "Anyaman Informasi Digital," sebuah jaringan yang menghubungkan semua pengetahuan di Aethelgard dan kerajaan-kerajaan sekutunya. Ini memungkinkan pertukaran informasi yang instan, memprediksi pola cuaca, mengoptimalkan pertanian, bahkan mendeteksi potensi ketidakseimbangan eterik di wilayah yang jauh. Ini adalah sebuah keajaiban teknologi yang dijuluki "Pikiran Kolektif Aethelgard."
Namun, di balik semua keajaiban itu, Kaelen merasakan benang kekhawatiran yang samar. Semakin banyak informasi yang terkumpul, semakin banyak keputusan yang diserahkan kepada algoritma canggih dari Simfoni Data. Masyarakat mulai terlalu mengandalkan data untuk setiap aspek kehidupan, dari memilih pasangan hidup hingga memilih karir. Benang-benang individu, yang dulunya menenun takdir mereka berdasarkan intuisi dan pengalaman pribadi, kini mulai terlihat "mengikuti pola" yang disarankan oleh Simfoni Data.
Lyraea, yang memimpin Ordo Penjaga Benang, juga merasakan hal serupa. "Kakak," katanya kepada Kaelen suatu pagi, saat mereka meninjau proyek perluasan Simfoni Data. "Aku merasakan benang-benang individu menjadi terlalu seragam. Mereka memang harmonis, tapi harmonisnya seperti... musik yang dimainkan oleh mesin. Tidak ada improvisasi, tidak ada kejutan, tidak ada 'kesalahan' yang bisa membawa pada penemuan baru."
Kaelen mengangguk. "Aku merasakan itu juga. Benang Asal adalah tentang kehendak bebas, tentang pilihan. Tapi Simfoni Data ini, meskipun tidak memanipulasi secara paksa, ia membimbing dengan begitu 'sempurna' sehingga pilihan lain terasa tidak optimal, bahkan tidak masuk akal."
Para Dalang dan ilmuwan di balik Simfoni Data bersikeras bahwa mereka hanya "mengoptimalkan" kehendak bebas, memberikan informasi terbaik untuk setiap pilihan. "Kami tidak memaksa siapapun, Yang Mulia," kata seorang Dalang-ilmuwan, Darian, pencipta utama Simfoni Data. "Kami hanya menunjukkan jalur efisien, jalur yang paling mungkin membawa kebahagiaan dan kesuksesan. Bukankah itu esensi dari membantu orang menenun takdir mereka?"
Kaelen tahu ini adalah dilema yang rumit. Simfoni Data telah membawa kemakmuran dan efisiensi yang belum pernah ada sebelumnya. Membatasi penggunaannya bisa dianggap kemunduran. Namun, membiarkannya terus tumbuh bisa mengikis esensi dari kehendak bebas itu sendiri, membuat hidup menjadi sebuah program yang sempurna tapi hampa.
Ryo dan Lyra, dari pertapaan mereka, merasakan keruwetan benang-benang ini. Ryo kembali ke Aethelgard, membawa serta boneka Elara yang kini telah menjadi simbol Kehendak Bebas itu sendiri. Ia ingin melihat langsung benang-benang yang teranyam oleh Simfoni Data.
"Ini seperti Kresna, tapi lebih halus," Ryo berkomentar setelah mengamati Simfoni Data bekerja. "Kresna memaksa benang. Simfoni Data ini memikat benang dengan janji kesempurnaan. Namun hasilnya sama: benang-benang kehilangan keunikan mereka, kehilangan esensi dari pilihan otentik."
Pertemuan besar diadakan di istana, dihadiri oleh para pemimpin, ilmuwan, dan Dalang. Darian mempresentasikan manfaat Simfoni Data dengan data-data yang tak terbantahkan: tingkat kejahatan menurun, produktivitas meningkat, kebahagiaan rata-rata melonjak.
"Bukankah ini bukti bahwa kita telah menemukan cara untuk menenun anyaman yang sempurna?" Darian bertanya, penuh keyakinan.
Kaelen melangkah maju. "Simfoni Data adalah keajaiban, Darian. Namun, anyaman kehidupan tidaklah sempurna. Ia adalah sebuah proses, sebuah perjalanan yang penuh dengan pilihan, dengan 'kesalahan' yang bisa menjadi pelajaran terbesar."
Lyraea menambahkan, "Kehendak Bebas adalah hak untuk melakukan kesalahan, untuk menemukan jalan yang tidak optimal, tetapi yang adalah milik kita sendiri. Jika kita selalu mengikuti jalur yang 'paling efisien', kita tidak akan pernah menemukan jalur baru, kita tidak akan pernah berinovasi secara sejati."
Kemudian, Ryo berbicara. Ia mengangkat boneka Elara. "Boneka ini adalah simbol dari kesalahan terbesarku. Aku mencoba menenun benang Elara menjadi apa yang kuinginkan, dan ia hancur. Simfoni Data ini, dengan semua kebaikan dan niatnya, juga berisiko melakukan hal yang sama. Ia mencoba membentuk benang-benang menjadi sebuah ideal, daripada membiarkan benang-benang itu menenun idealnya sendiri."
"Bagaimana mungkin kita bisa menyeimbangkan ini, Ayah?" Kaelen bertanya. "Bagaimana kita bisa mengambil manfaat dari Simfoni Data tanpa mengorbankan esensi Kehendak Bebas?"
Ryo memproyeksikan kesadarannya ke Simfoni Data itu sendiri. Ia merasakan benang-benang digital yang mengalir, benang-benang data yang tak terhingga. "Kita tidak bisa menghancurkannya. Ini adalah bagian dari evolusi anyaman. Kita harus menganyamnya ke dalam anyaman yang lebih besar, memberinya sebuah 'simpul kebijaksanaan'."
Ryo, Kaelen, dan Lyraea, bersama dengan Dalang-Dalang senior lainnya, melakukan ritual baru. Mereka tidak mencoba membatasi Simfoni Data, melainkan menenun sebuah 'Benang Pilihan' ke dalam intinya. Benang ini akan berfungsi sebagai pengingat konstan bahwa meskipun Simfoni Data dapat menawarkan jalur yang optimal, pilihan terakhir selalu ada pada individu. Ia akan menyuntikkan 'resonansi ketidakpastian yang sehat' ke dalam setiap prediksi, mengingatkan pengguna bahwa ada banyak jalur menuju kebahagiaan, bukan hanya satu.
Simfoni Data tidak berhenti bekerja. Namun, kini, ketika seseorang meminta saran, ia tidak hanya memberikan jalur yang paling efisien, tetapi juga beberapa jalur alternatif yang tidak biasa, jalur yang penuh risiko namun juga penuh potensi, jalur yang menantang dan membebaskan. Benang Pilihan ini memastikan bahwa setiap data disajikan dengan pengingat akan pentingnya intuisi, keberanian untuk menyimpang dari jalur yang sudah dipetakan, dan keindahan dari takdir yang tidak dapat diprediksi.
Masyarakat Aethelgard perlahan merasakan perubahan itu. Mereka masih menghargai Simfoni Data, tetapi mereka mulai lebih percaya pada insting mereka sendiri, pada bisikan hati mereka, pada keinginan untuk menenun takdir yang unik dan otentik.
Kaelen dan Lyraea telah berhasil melindungi Kehendak Bebas di era digital. Mereka telah menunjukkan bahwa teknologi, betapapun canggihnya, harus menjadi alat yang melayani, bukan mengarahkan, kehendak bebas setiap benang. Anyaman kehidupan terus berkembang, dan kini, ia mencakup benang-benang digital, teranyam dalam harmoni yang baru, dengan pilihan dan kebebasan sebagai melodi utamanya.