NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Istri Pengganti

Mengejar Cinta Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Romansa / Konflik etika
Popularitas:29.5k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Kau hanyalah pemeran pengganti dalam hidupku, Shena. Jangan bermimpi lebih!"

Shena berhenti bermimpi dan memilih pergi. Tapi justru saat itulah, Devan baru menyadari bahwa rumahnya terasa mati tanpa suara Shena. Sang CEO arogan itu kini rela membuang harga dirinya hanya untuk memohon satu kesempatan kedua.

Bagaimana jadinya jika sang pembenci justru berubah menjadi pemuja yang paling gila? Masih adakah tempat untuk Devan di hati Shena yang sudah beku di Hati nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 Badai di Depan Kamera

Pagi itu, langit Jakarta tampak mendung, seolah turut merasakan ketegangan yang menyelimuti kediaman Adiguna. Devan sudah terbangun sejak fajar, namun ia tidak langsung bersiap ke kantor. Ia berada di dapur, mencoba membuat sarapan sederhana dengan tangannya sendiri—sebuah pemandangan yang membuat Bi Inah tertegun di sudut ruangan.

"Pak, biar saya saja..."

"Tidak, Bi. Saya ingin Shena merasakan bahwa mulai hari ini, dia adalah ratu di rumah ini, bukan pelayan," jawab Devan sambil dengan hati-hati meletakkan sepiring omelet dan roti panggang di atas baki.

Namun, ketenangan itu pecah saat ponsel Devan bergetar hebat. Rian menelepon dengan suara panik.

"Pak! Segera nyalakan televisi! Sarah dan Tuan Hendrawan sedang mengadakan konferensi pers di depan gedung lama Bramantyo!"

Devan segera menyalakan televisi di ruang tengah. Di layar, tampak Sarah berdiri dengan anggun di balik mikrofon, didampingi Hendrawan yang memegang dokumen-dokumen tebal. Puluhan wartawan dari media infotainment hingga berita bisnis mengerubungi mereka.

"...pernikahan itu hanyalah kedok," suara Sarah terdengar lantang dan tajam melalui pengeras suara. "Adik tiri saya, Shena, bersama Devan Adiguna, telah memanipulasi ayah saya yang sedang sakit untuk mengalihkan aset warisan keluarga. Padahal, secara hukum adat dan wasiat kakek kami, Shena tidak memiliki hak setetes pun karena status kelahirannya yang... tidak sah."

Kilatan kamera meledak.

Pertanyaan-pertanyaan kejam mulai dilemparkan oleh wartawan. "Apakah benar Shena anak haram?" "Apakah Adiguna Group sedang di ambang kebangkrutan hingga harus mencuri tanah warisan?"

Tiba-tiba, Shena muncul di tangga. Ia telah mendengar semuanya. Wajahnya pucat pasi, matanya menatap layar televisi dengan kehampaan yang mengerikan. Rahasia terdalamnya, luka yang paling ia sembunyikan, kini menjadi konsumsi publik di seluruh negeri.

"Mas..." bisik Shena, suaranya bergetar.

"Mereka melakukannya. Mereka benar-benar menghancurkanku."

Devan langsung mematikan televisi dan berlari menghampiri Shena. Ia memeluk istrinya dengan sangat erat, seolah ingin menyerap semua rasa sakit itu ke dalam tubuhnya sendiri.

"Jangan dengarkan mereka, Shena. Jangan lihat," desis Devan. "Aku di sini. Aku tidak akan membiarkan mereka menang."

"Tapi mereka benar, Mas. Secara hukum, aku memang anak siri. Aku tidak punya nama di mata negara dibandingkan Sarah. Sekarang semua orang tahu..." Shena mulai terisak.

"Aku mempermalukan keluargamu. Papa Surya dan Mama Widya akan terseret dalam lumpur ini karena aku."

Devan melepaskan pelukannya, memegang kedua bahu Shena, dan menatapnya dengan intensitas yang tak tergoyahkan.

"Dengar aku. Statusmu tidak ditentukan oleh kertas wasiat atau kata-kata busuk Sarah. Kau adalah Shena Adiguna. Istriku. Dan jika dunia ingin membencimu, mereka harus melewatiku terlebih dahulu."

Devan meraih ponselnya kembali. "Rian! Siapkan ruang konferensi pers di kantor pusat sekarang juga! Panggil seluruh media utama. Kita akan memberikan jawaban."

Satu jam kemudian, gedung pusat Adiguna Group dikepung oleh awak media. Devan keluar dari mobil, mengenakan setelan jas hitam yang memancarkan wibawa luar biasa.

Namun, yang membuat semua orang terkesiap adalah fakta bahwa ia tidak datang sendiri. Ia menggandeng tangan Shena dengan sangat erat, membimbingnya berjalan melewati kerumunan wartawan yang berteriak ricuh.

Shena merasa seolah-olah ia sedang berjalan menuju panggung eksekusi, namun hangatnya genggaman tangan Devan memberinya kekuatan yang tidak pernah ia duga.

Di atas podium, Devan berdiri di depan puluhan mikrofon. Ia tidak tampak seperti pria yang sedang terpojok; ia tampak seperti singa yang siap menerkam.

"Selamat siang semuanya," suara Devan menggelegar, tenang namun penuh otoritas.

"Saya di sini untuk menanggapi fitnah yang dilemparkan oleh saudari Sarah Bramantyo."

"Tuan Devan! Apakah benar istri Anda anak tidak sah?" teriak salah satu wartawan.

Devan menatap wartawan itu dengan tajam hingga suasana mendadak hening.

"Istri saya adalah putri kandung dari Bapak Bramantyo dan Ibu Ratna. Tentang status administrasi masa lalu mereka, itu adalah urusan pribadi keluarga yang tidak ada hubungannya dengan integritas Shena sebagai manusia. Namun, perlu saya tegaskan..."

Devan mengangkat tangan Shena yang masih mengenakan cincin pernikahan mereka.

"Status Shena di perusahaan ini dan di hidup saya tidak didasarkan pada warisan tanah. Pagi ini, saya telah mengalihkan 30% saham pribadi saya secara mutlak atas nama Shena. Jadi, tuduhan bahwa kami mencuri tanah untuk menyelamatkan perusahaan adalah omong kosong. Tanpa tanah itu pun, Shena adalah pemilik sah dari sebagian besar kekayaan saya."

Suasana riuh seketika. Devan memberikan pengakuan publik yang sangat berisiko.

"Dan untuk Tuan Hendrawan," lanjut Devan, matanya menatap lurus ke kamera seolah sedang menantang musuhnya secara langsung. "Kami memiliki bukti keterlibatan Anda dalam penggelapan dana yayasan kakek Bramantyo selama sepuluh tahun terakhir. Dokumen itu sudah berada di tangan kepolisian sejak lima menit yang lalu. Jangan bicara soal hukum kepada saya, jika tangan Anda sendiri berlumuran lumpur."

Shena menoleh ke arah Devan, tertegun. Ia tidak tahu suaminya telah bergerak secepat dan sejauh itu untuk melindunginya.

"Satu hal lagi," Devan mendekatkan bibirnya ke mikrofon. "Siapa pun yang mulai hari ini masih menggunakan kata-kata menghina terhadap identitas istri saya, akan berhadapan langsung dengan tim hukum Adiguna Group. Pertemuan selesai."

Devan menarik Shena pergi dari podium sebelum para wartawan sempat bereaksi. Di dalam lift yang sepi, Shena menyandarkan tubuhnya ke dinding, napasnya tersengal-sengal.

"Mas... kenapa kau melakukan itu? 30% saham? Itu gila. Kau bisa kehilangan kendali perusahaan."

Devan mendekati Shena, mengunci tubuh wanita itu di antara lengannya. Ia tidak peduli pada saham atau perusahaan saat ini.

"Aku sudah bilang padamu, bukan? Aku lebih baik kehilangan tahta daripada kehilanganmu," bisik Devan. "Sekarang dunia tahu siapa kau. Kau bukan lagi bayangan Sarah. Kau adalah Nyonya Adiguna yang memiliki segalanya."

Shena menatap mata Devan, mencari sedikit saja keraguan, namun yang ia temukan hanyalah cinta yang dalam dan murni. Untuk pertama kalinya sejak kepulangannya, Shena tidak lagi merasa seperti tamu di rumah Devan. Ia merasa benar-benar pulang ke tempat yang seharusnya.

Namun, di sudut gelap ruangan konferensi pers yang mulai sepi, Sarah berdiri dengan wajah yang pucat pasi. Ia baru saja melihat tunangannya, Mark, mengiriminya pesan singkat: "Hubungan kita berakhir. Aku tidak ingin terlibat dalam kehancuran hukum keluargamu."

Sarah meremas ponselnya hingga layarnya retak. "Kau pikir kau menang, Shena? Jika aku tidak bisa mendapatkan harta itu, maka tidak ada satu pun dari kalian yang boleh bahagia!"

Sarah mengeluarkan sebuah kartu nama dari tasnya. Nama yang tertulis di sana adalah: Adrian. Pria yang tempo hari gagal membawa Shena ke Singapura.

1
Mamah Dini11
akhirnya selamat ya kev Alana semoga kalian bahagia selalu
Mamah Dini11
segerakan kevin jgn lama
Mamah Dini11
cepet resmikan kevin Alana nya jgn lama2, biar nyusul punya bayinya
Mamah Dini11
Alana sering ninggalin kmu kevin, gimana nanti kalau udh resmi nikah, apa bisa kmu terus2an di tinggal, kalau bisa Alana suruh kerjanya di jakarta aja biar kalian banyak waktu berdua, bkn seperti sekarang, stressss jadi kmu.
Mamah Dini11
tpiii hati2 kevin, takutnya Alana mata2 issabel, harus tau dulu latar belakang nya kan kluarga adiguna slalu waspada, iya kan devan, moga aja bkn ya, Alana emang perempuan beruntung kalau bener jadian sm kevin, dan di segerakan, dannn di percepat ya Thor lahiran nya shena biar seru.
Mamah Dini11
bisa gak Shen jgn ganggu dulu suamimu, lain kali aja doong kmu ikut mh
Mamah Dini11
jgn terburu buru kevin hati hati itu harus siapa tau itu penyusup
Mamah Dini11
apa mau kmu isabel msh aja cari masalah, blm puaskah kmu, kalau gitu tunggu karmamu tiba, selalu usil dgn ke hidupan orang lain
Mamah Dini11
bagus devan 👍👍👍👍👍 gercep sekali keren gitu doong, itu suami siaga penuh 🤣🤣🤣
Mamah Dini11
kenapa di rahasiakan shena, sekecil apapun itu jgn ada rahasia di antara kmu dn devan dn kluarganya, biar rumah tanggamu terlindungi, ayo jujur itu lbh baik, aku gk suka istri2 yg menyimpan rahasia.
Mamah Dini11
itu namanya main kotor Hai perempuan licik, laki2 msh banyak Isabel, kok harus devan, harga dirimu di simpen di mana nona licik, udh tau devan punya istri msh ganggu aja, jgn meremehkan kluarga adiguna Isabel, ingat itu
Mamah Dini11
ngidam orkay suka berlebihan ya kalau di dunia nyata mh jarang sekali yg ngidam berlebihan msh terkendali, kalau ada orang yg jahil di pastikan devan dn yg lain nya di viralkan, gimana reaksi media he he he
Siti Muntamah
dasar rubah betina si sarah
Siti Muntamah
ujian mu berat sekali Shena
Mamah Dini11
biasanya paling waktu pagi pagi, jgn kelamaan ngidam nya ya thor si devan kasian juga, jdi di jahilin sm orang rumahnya, bkn nya simPATI, harusnya doong
Siti Muntamah
makanya jadi pria jangan sombong masih kau kaya nggak ada gunanya kasian sekali kau Shena kalau ketemu semoga Shena sama pria lain biar kapok kau Devan
Siti Muntamah
awas nanti kalau nanti kau cari Shena kalau sudah pergi jangan mau Shena sama aja kau dibuang sama Devan
Siti Muntamah
rasain nanti kau akan tergila 2 sama Shena
Siti Muntamah
sabar Shena biar kan dia semaunya peduli amat nanti juga sadar sendiri
Mamah Dini11
aduuuhhh pak devan shena itu ha....... mil bu....... kannnnn sakit, ingat itu pak devan yg terhormat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!