NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit

Gerhana Sembilan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Timur
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

Seorang pembaca muak dengan novel bacaannya yang dimana para antagonis jenius dengan latar belakang tragis selalu kalah konyol oleh Long Tian, protagonis yang menang hanya bermodal "Keberuntungan Langit".

Saat bertransmigrasi ke dalam novel, dia menjadi Han Luo, NPC tanpa nama yang ditakdirkan mati di bab awal, ia menolak mengikuti naskah. Berbekal pengetahuan masa depan, Han Luo mendirikan "Aliansi Gerhana". Ia tidak memilih jalan pahlawan. Ia mengumpulkan para villain yang seharusnya mati dan mengubah mereka menjadi senjata mematikan.

Tujuannya satu: Mencuri setiap peluang, harta, dan sekutu Long Tian sebelum sang protagonis menyadarinya.

"Jika Langit bertindak tidak adil, maka kami akan menjadi Gerhana yang menelan Langit itu sendiri." Ini adalah kisah tentang strategi melawan takdir, di mana Penjahat menjadi Pahlawan bagi satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Guncangan Sekte

Kabar tentang perampokan di Ngarai Ular menyebar lebih cepat daripada api di padang rumput kering. Pagi itu, Aula Misi Sekte Pedang Awan sesak dipenuhi murid yang berkerumun di depan papan pengumuman utama.

Sebuah poster buronan baru telah ditempel di posisi paling atas, ditulis dengan tinta merah darah.

[DICARI: ALIANSI GERHANA] Tingkat Bahaya: Tinggi Kejahatan: Perampokan Kargo Klan Liu, Penyerangan terhadap Murid Sekte. Ciri-ciri: Menggunakan simbol Gerhana Matahari. Hadiah Informasi: 500 Batu Roh. Hadiah Kepala Pemimpin: 5.000 Batu Roh + Senjata Tingkat Bumi.

"Lima ribu batu roh?!" seru seorang murid, matanya hampir keluar. "Itu cukup untuk hidup mewah seumur hidup!"

"Siapa 'Aliansi Gerhana' ini? Aku belum pernah mendengarnya. Apakah mereka cabang dari Sekte Iblis?"

"Kudengar mereka sadis. Mereka mematahkan tulang semua pengawal Klan Liu tapi membiarkan mereka hidup hanya untuk mengirim pesan."

Di tengah kerumunan, Han Luo berdiri dengan wajah pucat dan batuk-batuk kecil, memegang sapu lidi seolah dia sedang dihukum menyapu aula. Di dalam hati, dia tersenyum lebar.

Marketing gratis.

Klan Liu, dalam kemarahan mereka, justru membesarkan nama "Aliansi Gerhana" menjadi legenda dalam semalam. Semakin besar ketakutan orang, semakin mudah bagi Han Luo untuk menggunakan nama itu sebagai alat tawar-menawar di masa depan.

"Sungguh Kejam!"

Suara teriakan marah terdengar. Long Tian menyeruak masuk ke kerumunan, membaca poster itu dengan tangan terkepal. Wajahnya merah padam karena amarah yang tulus.

"Mereka menyerang orang tak bersalah demi harta?" geram Long Tian. "Ini tindakan pengecut! Aku bersumpah, jika aku bertemu anggota Aliansi Gerhana, aku akan..."

"...Akan apa, Saudara Long?" potong Han Luo pelan, muncul di sampingnya dengan wajah polos. "Mereka bisa mengalahkan Kakak Senior Liu Ming. Kita ini cuma murid rendah. Sebaiknya jangan cari masalah."

Long Tian menoleh, matanya berapi-api. "Han Luo, kau terlalu penakut! Kejahatan merajalela karena orang baik diam! Kekuatanku mungkin rendah, tapi keadilanku tidak!"

Han Luo mengangguk-angguk cepat, berpura-pura takut. "Ya, ya, kau benar. Kau pahlawan. Aku cuma mau menyapu."

Han Luo mundur, membiarkan Long Tian berpidato tentang keadilan pada murid-murid lain yang (tentu saja) menertawakannya.

"Pancingan berhasil," batin Han Luo. "Sekarang Long Tian akan menargetkan 'Aliansi Gerhana' sebagai musuh ideologisnya. Ini akan membuatnya sibuk dan tidak curiga pada orang-orang di sekitarnya."

Malam Hari - Ruang Alkimia No. 7.

Han Luo mengunci pintu batu markas rahasianya. Suara gemuruh air terjun di luar memberikan isolasi suara yang sempurna.

Di meja batu, Ulat Sutra Es Rohani sedang menggeliat gelisah di dalam kotaknya. Dia sudah kenyang makan Rumput Roh Bulan (Yin) selama berminggu-minggu. Tubuhnya memancarkan hawa dingin yang membekukan meja.

Sekarang, saatnya eksperimen gila.

Han Luo mengeluarkan kotak giok hasil rampokan dari Klan Liu. Di dalamnya, Bunga Matahari Puncak (Yang) bersinar seperti bara api, memancarkan hawa panas.

"Yin ekstrem bertemu Yang ekstrem," gumam Han Luo. "Dalam teori alkimia normal, ini akan menyebabkan ledakan. Tapi Ulat Sutra Es Rohani punya konstitusi unik yang bisa menetralkan racun. Mari kita lihat apakah kau bisa menetralkan api."

Han Luo memetik satu kelopak Bunga Matahari. Panasnya membuat jarinya melepuh sedikit.

Dia menyodorkannya ke mulut ulat.

Ulat itu mundur, takut pada panas.

"Makan," perintah Han Luo, mengirimkan sedikit niat membunuh. "Makan atau mati."

Ulat itu, entah karena takut pada Han Luo atau karena insting evolusi, akhirnya menggigit kelopak itu.

Cesss!

Suara uap mendesis keluar dari mulut ulat itu. Tubuhnya yang transparan tiba-tiba berubah warna. Separuh tubuhnya menjadi biru beku, separuh lagi menjadi merah menyala. Ulat itu mengejang hebat, berguling-guling kesakitan.

Han Luo mengamati dengan dingin, tapi tangannya siap jika eksperimen gagal.

Satu menit. Lima menit.

Kejang ulat itu berhenti. Tubuhnya kini memiliki pola garis-garis biru dan merah yang berdenyut seirama. Ia mengangkat kepalanya dan mulai memuntahkan benang.

Kali ini, benangnya bukan putih perak.

Benang itu memiliki dua warna yang berpilin: Biru es dan Merah api.

[Benang Sutra Es-Api] Tingkat: Material Tingkat 3 (Langka). Sifat: Kebal terhadap serangan elemen api dan es sekaligus. Sangat tajam dan ulet.

"Berhasil," Han Luo menghela napas lega. "Hanya dengan satu kelopak, dia berevolusi. Bunga ini bisa untuk sepuluh kali makan."

Dengan benang ini, Han Luo bisa membuat Sarung Tangan baru yang bisa menahan racun, api, dan es. Atau lebih baik lagi... senjata pembunuh tak kasat mata.

Han Luo membiarkan ulat itu memintal kepompong barunya.

Saat dia hendak membereskan meja, Anggrek Wajah Hantu di sudut ruangan tiba-tiba bergetar hebat. Kelopaknya yang bermata satu terbuka lebar, menatap ke arah... pintu masuk gua.

Bukan, bukan pintu. Tapi ke arah dinding batu di sebelah kanan.

Han Luo mematikan api tungku seketika. Dia menahan napas, mengaktifkan Pernapasan Kayu Mati hingga dia seperti mayat.

Seseorang ada di luar. Di balik dinding batu tebal itu.

Itu adalah dinding yang memisahkan ruang rahasia ini dengan gua alami di sebelahnya (yang merupakan bagian dari sistem gua air terjun).

Han Luo menempelkan telinganya ke dinding batu.

Samar-samar, dia mendengar suara percakapan.

"...Dia sudah memakan umpan itu?" suara wanita, dingin dan berwibawa.

"Sudah, Nona. Long Tian tidak curiga. Dia pikir Cairan Penguat itu adalah embun pagi biasa yang terkumpul di daun," jawab suara pria yang serak.

Jantung Han Luo berdegup. Long Tian lagi.

"Bagus. Tetua Agung ingin melihat potensinya. Jangan biarkan dia mati, tapi jangan bantu dia secara langsung kecuali nyawanya terancam. Kita butuh dia matang sebelum Reruntuhan Lembah Naga dibuka."

"Mengerti. Tapi Nona... ada satu hal lagi. Saya merasakan ada pihak lain yang mengawasi bocah itu. Seorang murid luar bernama Han Luo."

Han Luo membeku. Namanya disebut.

"Han Luo?" suara wanita itu terdengar tidak tertarik. "Si sakit-sakitan itu? Aku sudah memeriksa latar belakangnya. Yatim piatu, bakat sampah, tidak ada koneksi. Dia hanya lalat yang mencari keuntungan kecil. Abaikan dia. Fokus pada ancaman nyata seperti Aliansi Gerhana."

"Baik, Nona."

Suara langkah kaki menjauh.

Han Luo perlahan menjauh dari dinding. Keringat dingin membasahi punggungnya.

Dia mengenali suara wanita itu.

Itu suara pelayan pribadi Peri Lin.

Dan pria bersuara serak itu... pasti adalah "Mata-mata" yang Han Luo deteksi sebelumnya.

"Jadi..." Han Luo menyeringai dalam kegelapan, matanya berkilat berbahaya. "Peri Lin bukan hanya sekadar 'Kakak Senior yang Baik Hati'. Dia secara aktif memantau dan membesarkan Long Tian seperti ternak potong? Atau sebagai... wadah?"

Di novel asli, Peri Lin jatuh cinta pada Long Tian secara alami. Tapi percakapan ini menyiratkan ada agenda dari Tetua Agung di balik perhatian itu. Plot "Reruntuhan Lembah Naga" disebut-sebut.

"Novel ini..." Han Luo mengepalkan tinjunya. "Ada lapisan plot yang tidak ditulis oleh penulis. Atau mungkin... penulis menyembunyikannya di sub-text yang kulewatkan."

Dunia ini lebih gelap dari yang dia kira. Long Tian bukan hanya Anak Emas Takdir, dia juga Pion bagi kekuatan besar di sekte.

Han Luo menatap Ulat Sutra Es-Api yang bersinar di meja.

"Mereka menganggapku lalat," bisik Han Luo. "Bagus. Lalat adalah hewan yang paling sering diabaikan sampai dia bertelur di luka busukmu."

Han Luo mengambil keputusan. Rencana Lembah Naga harus dipercepat. Dia harus menjadi lebih kuat sebelum event itu dimulai.

Dan untuk itu, dia butuh teknik bela diri yang lebih destruktif daripada sekadar Tebasan Bayangan.

Dia butuh teknik elemen api untuk melengkapi Sutra Es-Api ini.

Han Luo menatap tungku Api Bumi di depannya.

"Mungkin... sudah saatnya aku mencoba menjinakkanmu sedikit?"

1
Jeffie Firmansyah
👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
Budi Andrianto
g8
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hentooopz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Cerdik🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔥🌽Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Njoooooost 🔥🌽
Jeffie Firmansyah
Ahhhh.... lagi seru seru nya .... abis cerita nya... tunggu update.. terimakasih Thor 💪💪💪💪
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
Jeffie Firmansyah
jadi tdk sabar tunggu update nya 😄👍💪
Jeffie Firmansyah
kasian amat Han luo..... pendekar miskin ,dan terpaksa menjarah kekayaan cincin orang 2 kaya🤣🤣🤣
Efendi Riyadi
cerita macam apa ini guru, season 1-3 sangat menarik knapa season ke 4 jdi gini ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!