NovelToon NovelToon
Aku Tidak Sengaja Menyatu Dengan Artefak Dan Sekarang Semua Orang Ingin Membunuhku!!

Aku Tidak Sengaja Menyatu Dengan Artefak Dan Sekarang Semua Orang Ingin Membunuhku!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Perperangan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: celvinworks

Berabad-abad setelah perang yang menghancurkan dunia Avalon, perdamaian tidak lebih dari sebuah tirai rapuh yang menyembunyikan ambisi-ambisi kuno dan rahasia-rahasia yang telah lama terkubur. Kael Ashvern, seorang remaja dari desa Ashfall, menjalani kehidupan yang tenang—hingga sebuah tragedi mendadak memaksanya melangkah jauh melampaui batas segala yang pernah ia kenal, dan mengungkapkan bahwa kalung warisan orang tuanya adalah salah satu dari dua puluh Philosopher Stones, artefak paling kuat yang lahir dari sisa-sisa The Great War.
Diburu oleh faksi-faksi yang saling bersaing dan dibayangi oleh kekuatan gelap yang mulai menggeliat kembali, Kael perlahan memahami bahwa dirinya bukan sekadar korban takdir. Untuk bertahan hidup, ia harus menghadapi dunia di mana kekuatan besar tidak pernah datang tanpa pengorbanan.
Mampukah Kael melewati ujian-ujian yang menantinya dan mengungkap kebenaran di balik hilangnya kedua orang tuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon celvinworks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepingan Rahasia

Minggu kedua di Arcanum Academy terasa berbeda dari yang pertama.

Bukan karena tekanannya berkurang—justru sebaliknya, semakin bertambah. Tapi karena rutinitas mulai terbentuk. Pola yang bisa diprediksi. Struktur yang memberikan rasa kendali, betapa pun tipisnya.

Kamar 3-17 di Asrama Epsilon sudah terasa seperti rumah—kecil, tapi milikku. Lysan Moonwhisper ternyata menjadi teman sekamar yang ideal, tenang, menghormati privasi, tapi selalu ada ketika dibutuhkan.

"Kamu tahu," Lysan berkata suatu pagi sambil merapikan tempat tidurnya dengan presisi yang hampir obsesif, "kebanyakan mahasiswa tahun pertama butuh sebulan penuh untuk benar-benar menetap di Academy. Kamu sudah mulai nyaman di minggu kedua. Kakekmu melatihmu dengan baik."

Aku tidak langsung menjawab. Hanya tersenyum tipis sambil mengencangkan tali pedang latihan di pinggangku.

Masih terasa sakit setiap kali mengingatnya. Tapi sakitnya kini berbeda. Bukan lagi luka terbuka yang terus-menerus mengucurkan darah. Lebih seperti bekas luka yang sesekali berdenyut—pengingat, tapi tidak melumpuhkan.

Dia ingin aku di sini, pikirku. Melatihku bertahun-tahun untuk momen ini. Aku tidak akan menyia-nyiakannya.

Ruang makan Academy bukan sekadar tempat makan.

Ini adalah medan pertempuran sosial yang tersembunyi di balik tata krama dan etiket.

Duduk di meja sudut bersama kelompok belajar yang terbentuk secara organik selama minggu pertama, aku mengamati dengan seksama.

Meja-meja utara dikuasai kaum bangsawan. Postur sempurna, pakaian mahal meski mengenakan seragam Academy, percakapan penuh referensi politik dan koneksi keluarga.

Derek duduk di sana—masih sesekali melirik ke arah mejaku dengan ekspresi yang sulit dibaca.

Meja-meja selatan ditempati anak-anak pedagang kaya dan pemimpin guild. Tidak sebangsawan kaum aristokrat, tapi mereka punya uang. Percakapan mereka berkisar pada bisnis, perdagangan, peluang ekonomi.

Meja-meja timur diisi mahasiswa beasiswa dan rakyat biasa berbakat. Di sinilah aku duduk. Campuran berbagai latar belakang—petani dengan bakat luar biasa, yatim piatu yang disponsori gereja, anak-anak dari kota kecil sepertiku.

Meja-meja barat menjadi tempat ras non-manusia yang lebih suka berkumpul di antara sesama mereka—elf, dwarf, half-breed. Bukan karena diskriminasi yang tersurat, melainkan kenyamanan budaya.

"Hierarki tidak resmi," Elara Moonwhisper berbisik—sepupu Lysan, penyihir berbakat dengan rambut perak yang mencolok. "Tapi semua orang tahu. Bangsawan di utara, kita di timur. Tidak ada aturan tertulis, tapi melanggar batas sosial ada konsekuensinya."

Finn, dwarf bertubuh pendek dan berotot yang duduk di seberangku, mendengus kasar. "Konsekuensi yang menyedihkan. Di kampungku, kekuatan bicara lebih keras dari gelar. Kalau kamu bisa mengalahkan seseorang di tempat penempaan atau di arena, tidak ada yang peduli siapa ayahmu."

"Ini bukan kampungmu, Finn," Cassia berkata dengan nada lelah—elf ranger bermata tajam yang selalu mengamati sekelilingnya. "Di sini, gelar membuka pintu. Koneksi memberikan akses. Uang membeli perlindungan. Kita harus lebih cerdas untuk bertahan."

Marcus—sarjana kurus berkacamata tebal—mengangguk sambil mencatat sesuatu di buku kecilnya. "Secara statistik, mahasiswa dari keluarga bangsawan memiliki tingkat kelulusan 87%. Mahasiswa beasiswa? Hanya 34%. Bukan karena kemampuan—tapi karena sumber daya, koneksi, dan perlakuan istimewa."

Angka-angka itu menggantung di udara. Berat.

"Jadi apa yang kita lakukan?" tanya Mira—kembar Kira, keduanya penyihir elemental dengan bakat api dan air. "Menyerah sebelum benar-benar mulai?"

"Tidak," Lysan menjawab dengan tenang, menatap satu per satu. "Kita bentuk sistem dukungan sendiri. Mereka punya keluarga dan koneksi? Kita punya satu sama lain. Saling bantu. Belajar bersama. Aliansi defensif."

Ia tidak mengatakan 'lawan sistemnya'—terlalu berbahaya. Tapi maksudnya jelas.

Kami adalah orang luar. Dan orang luar bertahan dengan saling berpegangan.

Kelompok belajar ini bukan sekadar untuk akademis.

Ini untuk bertahan hidup.

Minggu kedua juga berarti finalisasi jadwal kelas. Mahasiswa Tahun Fondasi wajib mengambil mata kuliah inti, tapi ada beberapa elektif yang bisa dipilih.

Mata kuliah inti yang wajib sudah mencakup Fundamental Magical Theory, Practical Spellcasting I, Physical Conditioning, Mana Control & Circulation, Combat Applications, dan Magical History & Ethics. Sementara untuk pilihan elektif, setiap mahasiswa harus memilih dua dari Advanced Alchemy, Enchantment Basics, Magical Creatures Studies, Dimensional Theory Introduction, atau Restricted Archives Access—yang terakhir ini memerlukan rekomendasi dari fakultas.

Opsi terakhir itu yang menangkap perhatianku.

Restricted Archives.

Tempat penyimpanan dokumen sensitif, penelitian berbahaya, dan catatan sejarah yang belum dipublikasikan.

Termasuk, mungkin, informasi tentang orang tuaku.

Tapi untuk mendapatkan akses, aku perlu rekomendasi dari seorang profesor. Dan baru dua minggu di sini—belum membangun hubungan yang cukup dekat dengan siapa pun.

Kesabaran, Azure Codex berbisik di pikiranku. Kesempatan akan datang. Bergerak terlalu cepat mengundang kecurigaan.

Benar.

Untuk saat ini, aku memilih Enchantment Basics—berguna untuk memahami benda-benda magis secara lebih mendalam, termasuk Philosopher Stones—dan Dimensional Theory Introduction, karena void magic pasti berkaitan dengan dimensi, dan pengetahuan itu penting.

Tidak semua profesor ternyata sama.

Beberapa jelas bersikap mendukung. Seperti Professor Adelaide Moonwhisper—bibi Elara dan Lysan—yang sering memberikan bimbingan tambahan setelah kelas. Atau Professor Threadwell, yang selalu membuka jam kantornya untuk diskusi etika dan sejarah.

Tapi ada yang mencurigakan.

Professor Drian.

Ia mengajar elektif Dimensional Theory Introduction—kelas pertama Rabu siang.

Ketika aku memasuki ruangan, ia sudah berdiri di depan papan tulis. Manusia paruh baya, rambut hitam dengan uban di pelipis, mata gelap yang seolah melihat lebih dari seharusnya.

"Kael Ashvern," ucapnya begitu aku duduk—bukan bertanya, melainkan menyatakan. Seolah ia sudah tahu siapa aku sebelum mengecek daftar presensi.

"Ya, Professor," aku menjawab dengan hati-hati.

Ia menatapku lebih lama dari yang nyaman. "Nama keluarga yang menarik. Ashvern. Ada hubungan dengan Aeliana Ashvern, peneliti void magic yang menghilang tujuh belas tahun lalu?"

Jantungku berhenti sedetik.

Setiap mata di kelas beralih ke arahku.

"Saya... tidak tahu, Professor," aku menjawab dengan suara setenang mungkin. "Kakek saya tidak pernah membahas detail keluarga. Saya dibesarkan di desa kecil."

Bukan kebohongan, tapi bukan kebenaran penuh juga.

Professor Drian tersenyum tipis—bukan hangat, lebih seperti predator yang menemukan sesuatu yang menarik.

"Tentu. Hanya kebetulan." Ia berbalik ke papan tulis. "Mari kita mulai. Dimensional Theory adalah studi tentang ruang, waktu, dan bagaimana keduanya bisa dimanipulasi oleh mana..."

Kelas berlanjut dengan normal, tapi aku tidak bisa mengabaikan rasa tidak nyaman di belakang tengkukku.

Ia tahu sesuatu.

Dan ia sedang menunggu aku membuat kesalahan.

Naluriku berkata jelas—hati-hati dengan yang satu ini. Ia berbahaya.

Berbanding terbalik dengan Dimensional Theory yang mencurigakan, Enchantment Basics bersama Professor Lysandra terasa aman.

Profesor elf tua dengan rambut putih panjang dan senyum lembut ini mengajar dengan semangat yang menular.

"Enchantment," katanya sambil memegang cincin sederhana, "adalah seni mengunci mana di dalam objek fisik. Bukan sekadar menempelkan energi—melainkan menciptakan struktur yang memungkinkan mana tetap stabil, fungsional, dan tahan lama."

Ia mengaktifkan cincin itu—cahaya hangat memancar ke luar.

"Ini adalah enchantment level dasar, Light Storage. Menyerap cahaya siang hari, melepaskannya di malam hari. Sederhana, tapi fundamental. Prinsip yang sama digunakan untuk enchantment yang kompleks—termasuk..."

Ia berhenti sejenak, menyapu pandangan ke seluruh kelas.

"Philosopher Stones."

Beberapa mahasiswa berbisik-bisik dengan antusias. Aku menjaga ekspresi tetap netral—tapi telingaku menajam.

"Tentu saja," Professor melanjutkan, "Philosopher Stones bukan enchantment buatan manusia. Mereka terbentuk secara alami—atau lebih tepatnya, terbentuk dari peristiwa magis yang katastrofik. Tapi prinsip enchantment membantu kita memahami cara kerjanya, struktur kristal yang menyimpan mana dalam jumlah masif dengan stabilitas yang hampir permanen."

Ia menatap kelas dengan serius. "Jika ada yang bermimpi menciptakan Philosopher Stone sendiri—lupakan. Penelitian ke arah itu dilarang ketat oleh Academy. Terlalu berbahaya. Terlalu banyak yang sudah mati mencobanya."

Pesannya jelas—jangan sekali pun mencoba.

Tapi pesan itu juga memberiku satu hal penting: Academy mengetahui tentang penelitian sintesis Philosopher Stone dan melarangnya dengan ketat. Yang berarti orang tuaku mungkin telah melanggar aturan Academy.

Dan mungkin itulah mengapa mereka "menghilang."

Malam itu, setelah makan malam, aku kembali ke kamar dengan kepala penuh pikiran.

Lysan sudah di dalam, bermeditasi—kebiasaan rutin sebelum tidur.

Aku duduk di tempat tidurku, mengeluarkan tas, dan mengambil buku catatanku.

Mulai menulis.

Informasi yang terkumpul, pertama, ibuku—Aeliana Ashvern—adalah peneliti void magic. Kedua, orang tuaku adalah mahasiswa di Academy ini. Ketiga, mereka "menghilang" tujuh belas tahun lalu—tepat setelah aku lahir. Keempat, Professor Drian mengetahui tentang mereka—mencurigakan. Kelima, penelitian Philosopher Stone dilarang di Academy. Keenam, Restricted Archives kemungkinan menyimpan lebih banyak informasi.

Yang harus dilakukan: Cari cara untuk mengakses Restricted Archives, hindari perhatian berlebihan dari Professor Drian, selidiki dengan diam-diam—jangan sampai ketahuan.

Perpustakaan umum mungkin memiliki informasi dasar. Mulai dari sana. Restricted Archives bisa menunggu sampai ada alasan yang sah untuk akses.

Benar.

Harus cerdas dalam urusan ini.

Tidak bisa terburu-buru.

Kakek selalu berkata, "Kesabaran adalah senjata terkuat seorang pemburu."

Aku sedang memburu kebenaran tentang orang tuaku.

Dan aku harus bersabar.

Tapi tekadku sudah bulat.

Aku akan mencari tahu apa yang terjadi pada mereka.

Apa pun yang diperlukan.

Academy memiliki perpustakaan terbesar di Central Kingdoms—lima lantai, ribuan volume, koleksi yang mencakup berabad-abad pengetahuan magis.

Dan baru kusadari betapa masifnya tempat ini setelah menghabiskan tiga jam menyisir katalog di lantai pertama.

"Sialan," aku berbisik frustrasi, menutup buku katalog kelima tanpa hasil.

Tidak ada yang bernama "Aeliana Ashvern" di indeks mahasiswa. Tidak ada publikasi, tidak ada catatan penelitian, tidak ada tesis—seolah ibuku tidak pernah ada di sini.

Tapi Professor Drian mengetahui namanya. Itu berarti ada catatan di suatu tempat. Kemungkinan catatannya dihapus atau dipindahkan ke bagian yang dibatasi. Informasi sensitif tidak akan tersedia untuk umum.

Aku melirik ke arah tangga di ujung ruangan—menuju lantai dua, tiga, empat, dan lima.

Lantai lima adalah restricted archives dengan akses terbatas. Memerlukan izin khusus dari fakultas atau alasan akademis yang sah.

Yang belum kumiliki.

Tapi...

Aku memeriksa jam dinding. 10:47 malam. Perpustakaan tutup pukul sebelas. Kebanyakan mahasiswa sudah kembali ke asrama—hanya beberapa yang tersisa untuk belajar menit-menit terakhir.

Pustakawan di meja utama—wanita tua berkacamata tebal—tampak setengah mengantuk, kepalanya terangguk-angguk.

Sebuah kesempatan.

Bukan yang baik. Tapi tetap sebuah kesempatan.

Aku bisa menunggu hingga perpustakaan resmi tutup, bersembunyi, lalu menyelidiki di malam hari. Berisiko, tapi...

Atau, Azure Codex berbisik dengan nada yang terdengar hampir nakal, kita bisa mencoba mengakses database magis. Sistem katalog bukan hanya fisik—ada versi digital melalui antarmuka mana. Jika kita bisa melewati keamanannya...

"Kamu bisa melakukan itu?" aku berbisik, pura-pura masih membaca buku.

Aku adalah repositori pengetahuan dari tujuh pemilik sebelumnya. Salah satunya—Scholar kedua—adalah jenius dalam enkripsi magis. Aku memiliki... alat-alat tertentu.

Menarik.

Tapi juga berbahaya. Jika ketahuan meretas sistem Academy...

Kakek berkata, "Terkadang aturan memang untuk dilanggar—tapi hanya ketika diperlukan dan terkalkulasi."

Ini diperlukan.

Dan aku akan sangat, sangat berhati-hati.

Aku bergerak ke bilik belajar pribadi di sudut lantai dua—area yang jarang dipatroli staf, dengan layar privasi untuk mahasiswa yang butuh konsentrasi penuh.

Menutup tirai. Mengaktifkan ward keheningan sederhana—salah satu mantra yang baru kupelajari minggu ini, dan kini berguna secara ironis.

Duduk. Tarik napas dalam.

"Oke," aku berbisik pelan. "Bagaimana kita melakukannya?"

Azure Codex berdenyut, informasi mengalir ke pikiranku. Bukan kata-kata. Lebih seperti pemahaman naluriah.

Aku mengulurkan tangan, menyalurkan mana dalam pola yang belum pernah kupelajari tapi entah bagaimana sudah kuketahui.

Udara di depanku bergetar—antarmuka holografis muncul berwarna biru, penuh simbol dan diagram kompleks.

SISTEM ARSIP ARCANUM

AUTENTIKASI DIPERLUKAN

Jantungku berdegup kencang. Ini benar-benar sistem katalog Academy—yang seharusnya hanya bisa diakses staf yang berwenang.

Sekarang, Azure Codex memberi instruksi, kita lewati autentikasi. Sistem ini menggunakan verifikasi tanda tangan mana—memeriksa apakah pengguna memiliki tanda tangan fakultas yang diizinkan. Kita tidak memilikinya. Tapi...

"Aku bisa mengemulasikannya."

"Bagaimana caranya?"

Aku menyimpan tanda tangan mana dari setiap individu yang pernah berinteraksi dengan pemilik sebelumnya. Salah satunya adalah Professor Emeritus dari seratus tahun lalu. Tanda tangannya masih valid—belum kadaluarsa dari sistem karena status akun warisan.

Sedikit mengerikan.

"Lakukan."

Aku merasakan mana mengalir dari stone ke tanganku, lalu ke antarmuka.

Hologram berkedip.

AUTENTIKASI DITERIMA

SELAMAT DATANG, PROFESSOR THORNE (EMERITUS)

Aku hampir tertawa terkejut. Berhasil.

Antarmuka terbuka sepenuhnya—menampilkan seluruh database Academy. Ribuan entri. Catatan mahasiswa, publikasi, penelitian, tesis, dokumen administratif.

Aku mengetik dengan hati-hati: Aeliana Ashvern

Memuat—

1 HASIL DITEMUKAN

TINGKAT AKSES: TERBATAS - MEMERLUKAN OTORISASI FAKULTAS

Tentu saja.

Tapi setidaknya ada entri. Ibu memang pernah di sini.

Aku mengklik.

PERINGATAN: MENCOBA MENGAKSES CATATAN RAHASIA

KONFIRMASI OTORISASI?

Jantungku berdegup lebih keras. Ini titik tanpa kembali. Jika aku melanjutkan dan sistem mendeteksi anomali...

Lakukan, aku mendorong diri sendiri. Sudah sejauh ini.

Konfirmasi.

Antarmuka berkedip—memuat lebih lama kali ini—

Kemudian—

Terbuka.

CATATAN MAHASISWA #A-7364

Nama: Aeliana Ashvern

Tahun Pendaftaran: Tahun 1523 (17 tahun lalu)

Jalur: Theoretical Arcana (Primer), Spesialisasi Void Magic (Sekunder)

Status: [Dihapus - dirahasiakan]

Performa Akademis:

Fundamental Theory: Luar Biasa (98/100)

Advanced Void Applications: Luar Biasa (97/100)

Magical Research Methodology: Luar Biasa (99/100)

Topik Tesis: [Disunting atas perintah kepala sekolah]

Catatan:

Mahasiswa menunjukkan bakat luar biasa dalam void magic dan dimensional theory.

Berkolaborasi dengan [nama disunting] dalam proyek penelitian bersama.

Laporan insiden diajukan - tahun 1524.

Investigasi dilakukan - komite disiplin.

Resolusi: [Rahasia - hanya untuk mata kepala sekolah]

Status Saat Ini: Hilang - lokasi terakhir yang diketahui tidak diketahui

File Terkait:

Laporan Insiden #1524-073 [TERKUNCI]

Transkrip Sidang Disiplin [TERKUNCI]

Proposal Penelitian - Philosopher Stone Synthesis [Tersegel - materi berbahaya]

Catatan akhir (Ditambahkan oleh Kepala Sekolah Thorne, Tahun 1524):

"Penelitian Nona Ashvern, meski cemerlang secara akademis, memasuki wilayah yang terlarang. Demi keamanan Academy dan komunitas magis secara keseluruhan, semua materi terkait telah disegel. Hilangnya ia masih dalam investigasi. Jika ia atau individu terkait muncul, notifikasi segera ke kantor Kepala Sekolah diperlukan."

Aku membaca—dan membaca ulang—hingga setiap kata terukir dalam memori.

Ibu bukan mahasiswa biasa.

Ia luar biasa. Mahasiswa terbaik. Spesialis void magic.

Dan ia meneliti Philosopher Stone Synthesis—persis seperti yang pernah disebutkan Azure Codex sebelumnya.

Tapi penelitiannya dianggap berbahaya. Ada "insiden." Investigasi. Sidang disiplin.

Dan kemudian—ia menghilang.

Bukan keluar biasa. Bukan mengundurkan diri. Hilang.

"Apa yang terjadi padamu, Ibu?" aku berbisik pelan, menatap hologram itu.

Sesuatu yang membuat Academy ketakutan. Dan mereka berusaha menghentikannya.

"Tapi dia lolos sebelum mereka bisa."

Atau... ia diusir. Atau lebih buruk.

Aku mencoba mengakses file-file yang terlampir—Laporan Insiden, Transkrip Sidang—

AKSES DITOLAK

TERBATAS - HANYA OTORISASI KEPALA SEKOLAH

Sialan.

Bahkan dengan tanda tangan Professor Emeritus yang diemulasi, aku tidak bisa menembus tingkat keamanan tertinggi.

Tapi setidaknya aku sudah mendapatkan satu petunjuk penting: [nama disunting] - berkolaborasi dengan.

Siapa?

Rekan penelitian ibu. Kemungkinan besar—

Ayahku.

Aku mencoba berbagai variasi pencarian: Ashvern + kolaborasi, penelitian void 1523-1524, proyek philosopher stone—

3 HASIL DITEMUKAN

Klik pertama:

Peneliti: [DISUNTING]

Afiliasi: Arcanum Academy - Jalur Combat Magic

Spesialisasi: Manipulasi Spasial, Integrasi Pedang

Status: [DIHAPUS]

Combat Magic. Pedang.

Ayah adalah seorang pendekar?

Itu menjelaskan banyak hal—mengapa Kakek melatihku dengan pedang sejak kecil. Mengapa teknik-teknik yang diajarkannya terasa familiar entah bagaimana, seperti warisan yang diwariskan.

Klik kedua:

Proposal Penelitian Bersama (Tahun 1523)

Peneliti Utama: Aeliana Ashvern, [DISUNTING]

Judul: Controlled Philosopher Stone Synthesis via Dimensional Anchoring

Abstrak paragraf pertama terlihat:

"Pembentukan Philosopher Stones yang katastrofik selama Great Cataclysm menunjukkan bahwa konvergensi mana dalam jumlah masif dapat mengkristal menjadi artefak yang stabil. Penelitian ini mengusulkan penyelidikan apakah sintesis terkontrol mungkin dilakukan melalui teknik dimensional anchoring, mencegah celah katastrofik yang menyertai pembentukan alami..."

Status: Ditolak - Komite Etika

Alasan: Risiko ekstrem ketidakstabilan dimensional, potensi persenjataan, pelanggaran Perjanjian Shattered Plains (Pasal 7: Larangan Penelitian Philosopher Stone)

Ditolak.

Tapi mereka tidak berhenti, bukan?

Mereka melanjutkan penelitian itu—secara diam-diam.

Dan itulah yang menyebabkan "insiden" itu.

Klik ketiga:

LAPORAN INSIDEN #1524-073 - RINGKASAN (SEBAGIAN)

Tanggal: Bulan Ketiga, Hari ke-14, Tahun 1524

Lokasi: Laboratorium Penelitian Terbatas, Sub-Level 3

Jenis insiden: Eksperimentasi Tanpa Izin

Pihak yang terlibat: Aeliana Ashvern, [DISUNTING]

Deskripsi (KUTIPAN):

"Sekitar pukul 02:34 dini hari, alarm dimensional terpicu di Sub-Level 3. Tim respons keamanan menemukan eksperimen sihir tanpa izin yang sedang berlangsung. Lonjakan mana masif terdeteksi. Celah dimensional sedang terbentuk. Protokol penahanan darurat diaktifkan..."

Korban: 0 (berhasil ditahan)

Kerusakan dimensional: Sedang (perbaikan selesai dalam 48 jam)

Tindakan disiplin: [DISUNTING]

Akibat: Kedua peneliti menghilang setelah sidang disiplin. Keberadaan saat ini tidak diketahui. Investigasi berlanjut.

Aku duduk dalam diam, memproses informasi itu.

Mereka melakukan eksperimen tanpa izin.

Mencoba mensintesis Philosopher Stone.

Hampir menyebabkan celah dimensional yang katastrofik.

Dan kemudian—setelah sidang disiplin—mereka menghilang bersama.

Meninggalkan aku. Bayi yang baru lahir.

Mengapa? Mengapa kalian meninggalkanku?

Mungkin mereka melarikan diri karena takut akan hukuman Academy. Atau... mereka menghilang untuk melindungiku. Jika mereka tetap di Academy, aku akan menjadi sandera. Cara untuk memaksa mereka berhenti.

Mungkin. Atau mereka pergi untuk melanjutkan penelitian di tempat lain—di luar jangkauan Academy. Apa pun alasannya, keputusan itu pasti sangat berat.

Aku memejamkan mata, menarik napas dalam-dalam.

Tujuh belas tahun tanpa mereka.

Tujuh belas tahun bertanya-tanya.

Dan kini—setidaknya aku punya beberapa jawaban.

Belum lengkap. Masih banyak pertanyaan yang tersisa.

Tapi ini adalah awal.

Sebelum keluar dari sistem, aku mencoba satu pencarian terakhir:

ASHVERN - STATUS SAAT INI

Memuat—

1 HASIL DITEMUKAN

PERINGATAN (Ditambahkan 6 bulan lalu oleh Divisi Intelijen):

"Kemungkinan penampakan individu yang cocok dengan deskripsi Aeliana Ashvern dilaporkan di dekat wilayah Shattered Plains. Belum dikonfirmasi. Investigasi berlangsung. Jika dikonfirmasi, penangkapan segera diizinkan berdasarkan tuduhan pelanggaran Perjanjian."

Jantungku berhenti.

Enam bulan lalu.

Ibu mungkin masih hidup.

Dan ia berada di dekat Shattered Plains—lokasi Great Cataclysm. Tempat di mana Philosopher Stones pertama kali terbentuk.

Mengapa ia kembali ke sana?

Apa pun alasannya, aku harus berhati-hati. Jika Divisi Intelijen Academy sedang mencari mereka, situasinya berbahaya. Aku tidak bisa mengungkap hubungan kita terlalu cepat, harus cerdas.

Aku keluar dari sistem—antarmuka holografis menghilang.

Melepaskan keheningan.

Berdiri dan keluar dari bilik belajar dengan santai, seolah baru saja selesai belajar larut malam yang biasa.

Pustakawan masih setengah mengantuk di meja utama.

Aku meninggalkan perpustakaan tanpa insiden.

Udara malam yang dingin menyambutku—cuaca musim gugur yang segar, bintang-bintang bersinar di langit gelap.

Tapi pikiranku tidak pada cuaca.

Pikiranku tertuju pada satu hal,

Ibu masih hidup.

Dan aku akan menemukannya.

Kamar 3-17 gelap ketika aku masuk—Lysan sudah tidur, napasnya teratur dalam kegelapan.

Aku berbaring di tempat tidurku, menatap langit-langit.

Azure Codex berdenyut pelan, kehadirannya menenangkan di dadaku.

Kita mendapatkan banyak informasi hari ini, ia berkata dengan lembut. Tapi juga memunculkan banyak pertanyaan baru.

"Ya," aku berbisik. "Tapi setidaknya sekarang aku tahu—mereka tidak meninggalkanku tanpa alasan. Mereka punya tujuan. Dan mungkin... mereka masih ada di luar sana."

"Apa yang akan kamu lakukan dengan informasi ini?"

Aku diam cukup lama sebelum menjawab.

"Aku akan menjadi lebih kuat. Cukup kuat untuk bertahan di Academy ini. Cukup kuat untuk mencari mereka tanpa menjadi target. Dan ketika waktunya tiba..."

Aku menggenggam Azure Codex di balik bajuku.

"Aku akan pergi ke Shattered Plains. Dan aku akan menemukan kebenarannya—apa pun itu."

Dan dengan tekad baru yang mengalir dalam nadiku—

Aku akhirnya tertidur.

Bermimpi tentang tempat yang belum pernah kukunjungi tapi entah bagaimana terasa familiar. Shattered Plains.

Tempat di mana segalanya bermula.

Dan mungkin—tempat di mana segalanya akan berakhir.

1
NightShadeス
Review novelnya sampe chapter 27, sejauh ini ceritanya cukup seru dan agak santai, mungkin dibeberapa chapter awal emang agak dark sih pengenalan ceritanya. Terus sepertinya world buildingnya agak luas soalnya ada beberapa part yang ngebandingin tempat tempat gitu, yah karena ini masi awal awal jadinya belum bisa review terlalu banyak, intinya mc bisa pake sihir void sama make pedang. Rekomen buat yang suka mc zero to hero👍 mc nya ga langsung op dari awal, ada perkembangan karakternya
celvin: makasi kak udah mau review novelnya, semoga betah ya disini, perjalanan kita masi panjang/Shhh/
total 1 replies
NightShadeス
Temennya turu
Dzakyyy
up min
Dzakyyy: semangattt minnn
total 2 replies
Dzakyyy
ibunya se op apa tuh
Dzakyyy
wkwkwk adaa matematika😭
NightShadeス: ga ekspek/Skull/
total 1 replies
Dzakyyy
badut
Dzakyyy
kekk😭😭 siapa yang naroh bawang sini woyy/Sob/
Dzakyyy
feeling ku ga enak..
Dzakyyy
SERUU BANGETTTT, alurnya ga terlalu cepet, mc nya ga langsung op di awal/Doge/
anggita
ikut ng👍like, sama kasih iklan saja.
celvin: jangan lupa dikasi rating ya kalo suka👀
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!