Andreas St. Clair adalah definisi dari kesempurnaan yang arogan. Sebagai aktor papan atas sekaligus pewaris dinasti elit New York, ia tidak memiliki toleransi untuk kegagalan atau amatirisme. Baginya, film terbarunya hanyalah bisnis biasa, hingga ia dipasangkan dengan Seraphina Vanderbilt, Terkenal Gadis Manis Manhattan yang reputasinya sebersih salju.
Ketegangan memuncak di lokasi syuting saat adegan ciuman mereka gagal hingga enam kali.
Andreas, yang muak dengan kekakuan Seraphina, menghina bakat dan profesionalitasnya di depan semua orang. Namun, Andreas tidak tahu bahwa di balik sikap dingin Seraphina, tersimpan sebuah rahasia, itu adalah ciuman pertamanya, baik di depan kamera maupun dalam hidupnya.
Terluka dan dipicu amarah, Seraphina melepaskan topeng "gadis baik-baik" miliknya. Dia menantang ego Andreas dengan keberanian yang belum pernah dilihat dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Pemandangan di depan lobi apartemen Tribeca pagi itu menjadi awal dari badai baru. Andreas, yang biasanya selalu tampil sempurna, kini berusaha menyembunyikan identitasnya di balik masker hitam dan topi baseball yang ditarik rendah.
Namun, bahasa tubuhnya tidak bisa berbohong. Ia merangkul pinggang Sera dengan begitu posesif dan mesra sebelum melepaskannya untuk membiarkan Sera berjalan mengikuti Mommy Elysa menuju mobil yang sudah menunggu.
Sera sendiri tampil percaya diri tanpa penyamaran sedikit pun. Ia terlihat anggun dengan gaya khas Vanderbilt, berjalan tenang di belakang ibunya. Namun, di balik pilar gedung dan bayangan mobil yang terparkir, lensa kamera paparazzi bekerja dengan sangat cepat.
Klik!
Hanya dalam hitungan jam, foto-foto itu meledak di internet. Namun, karena penyamaran Andreas yang cukup rapat, publik tidak menyadari bahwa pria misterius itu adalah Andreas St. Clair.
Media sosial dan portal berita gosip New York langsung dipenuhi dengan tajuk utama yang mengejutkan:
"Bukan Andreas St. Clair! Seraphina Vanderbilt Tertangkap Mesra dengan Pria Misterius di Depan Apartemennya. Apakah Seorang CEO Muda dari Kalangan Elit yang Sama?"
Dampaknya sangat instan dan brutal bagi para penggemar yang mendukung hubungan Sera dan Andreas. Tagar Team Sera Andreas yang tadinya membara, tiba-tiba bungkam seribu bahasa.
Mereka merasa dikhianati, menganggap bahwa kemesraan Sera dan Andreas selama ini hanyalah akting untuk film, sementara Sera aslinya memiliki kekasih rahasia dari kalangan pengusaha kaya.
Di sisi lain, pendukung Veris Cloth bersorak kemenangan. Mereka menggunakan foto itu sebagai bukti mutlak bahwa hubungan Andreas dan Veris adalah satu-satunya yang nyata.
"Sudah kubilang, Sera itu hanya rekan kerja! Lihat, dia punya pacar kaya dari kelasnya sendiri. Andreas hanya milik Veris!" tulis salah satu akun penggemar besar yang langsung mendapatkan ribuan likes.
Bahkan Veris sendiri, yang memantau berita itu dari kamar hotelnya, tersenyum licik.
Kini publik percaya Andreas bebas, dan dia bisa dengan mudah masuk kembali ke kehidupan pria itu tanpa gangguan dari para penggemar Sera.
Di dalam mobil mewah milik keluarga Vanderbilt, Sera menatap layar ponselnya dengan tangan gemetar. Ia melihat bagaimana dunia menghakiminya dan bagaimana Andreas disebut-sebut bebas kembali untuk Veris.
Sera melirik Andreas yang masih memakai masker di sampingnya. Andreas juga sedang menatap ponselnya, rahangnya mengeras melihat bagaimana identitasnya disalahartikan menjadi CEO Misterius dan bagaimana Veris kembali dielu-elukan sebagai pendampingnya yang sah.
"Mereka pikir kau orang lain," bisik Sera dengan nada pedih. "Dan mereka pikir aku mempermainkanmu dengan pria lain."
Andreas menoleh, matanya yang tajam menatap Sera. Ia meraih tangan Sera dan menggenggamnya erat di atas kursi mobil. "Biarkan mereka berasumsi, Sera. Mereka sedang membangun narasi yang salah. Dan saat kebenarannya terungkap nanti, ledakannya akan jauh lebih besar daripada foto sampah ini."
Mommy Elysa yang duduk di kursi depan hanya melirik melalui spion tengah. "New York memang kejam, tapi kalian berdua yang memilih untuk bermain api di tengah badai. Sekarang, pertanyaannya adalah... siapa yang akan memadamkan apinya duluan? Kau, Andreas? Atau masa lalumu yang sekarang sedang berpesta di atas penderitaan putriku?"
.
.
Sedangkan disisi lain Veris mengambil kesempatan ini untuk mengunggah foto lama dirinya bersama Andreas agar publik semakin yakin mereka bersama.
Unggahan Veris itu meledak seperti bom waktu di tengah hiruk-pikuk spekulasi New York. Foto itu sebenarnya adalah kenangan lama saat Andreas mengunjunginya di Paris, latar belakang Menara Eiffel mempertegas sisi romantis masa lalu mereka.
Dalam foto itu, Andreas tidak menatap kamera, sesuai sifatnya yang membenci publikasi kehidupan pribadi, namun jemarinya mengunci erat tangan Veris dengan latar cahaya lampu kota yang puitis.
Caption-nya singkat namun mematikan:
"Beberapa hal tidak pernah berubah, tidak peduli seberapa jauh kita melangkah. Menemukan jalan pulang. 🗼🤍"
Dunia maya langsung lumpuh. Netizen menganggap ini adalah konfirmasi resmi bahwa Andreas telah kembali ke pelukan rumahnya, sementara Seraphina Vanderbilt hanyalah persinggahan sementara atau sekadar rekan kerja yang kini sudah punya CEO misterius sendiri.
#AndreasVerisBack memuncaki tangga tren.
Kolom komentar Sera dipenuhi oleh hujatan dan tuduhan bahwa dia adalah pengalih perhatian atau aktris yang gagal mempertahankan lawan mainnya.
Sera, Andreas, dan Mommy Elysa baru saja duduk di sebuah restoran privat ketika notifikasi itu masuk secara serentak ke ponsel mereka. Andreas menatap layar ponselnya dengan tatapan yang bisa membekukan air.
"Dia benar-benar gila," desis Andreas. Rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya menonjol. Foto itu diambil dua tahun lalu, saat dia masih bodoh dan menganggap Veris adalah segalanya. Veris sengaja mengunggahnya sekarang untuk menciptakan narasi bahwa mereka telah balikan secara rahasia.
Sera meletakkan ponselnya di meja dengan tangan yang sedikit bergetar. Rasa sakit Malam saat Andreas menyebut nama Veris kembali berdenyut, namun kali ini bercampur dengan amarah.
"Dia memanfaatkan mu, Andreas," ucap Sera pelan namun tajam. "Dia menggunakan sifatmu yang pendiam untuk membuat seolah-olah bungkamnya kau adalah bentuk persetujuan atas hubungannya."
Mommy Elysa menyesap tehnya dengan sangat tenang, namun matanya menatap Andreas dengan peringatan keras. "Andreas, dalam dunia kami, diam bukan berarti emas. Diam berarti kau membiarkan wanita itu menginjak-injak harga diri putriku. Publik berpikir Sera berselingkuh dengan pria misterius, sementara kau kembali pada pelukan mantanmu."
Andreas menatap Sera, melihat luka dan keraguan di mata kekasihnya itu. Dia tahu, jika dia tetap mengikuti saran manajernya untuk diam, dia akan kehilangan Sera selamanya. Gengsi St. Clair-nya memberontak.
Tanpa berkata apa-apa, Andreas membuka masker dan topinya. Dia berdiri, lalu berjalan memutari meja dan duduk tepat di samping Sera.
"Andreas, apa yang kau lakukan?" tanya Sera bingung.
"Memperbaiki naskah yang dia rusak," jawab Andreas dingin.
Andreas mengeluarkan ponselnya.
Di meja restoran itu, di bawah tatapan tajam Mommy Elysa, Andreas mengunggah sebuah foto hitam putih yang sangat artistik.
Foto itu hanya memperlihatkan dua tangan yang saling menggenggam erat di atas meja marmer, tangan pria yang kuat dan tangan wanita yang lentik dengan sebuah cincin tipis yang elegan, bukan barang yang mudah dikenali.
Caption-nya sangat singkat, dingin, namun menghancurkan semua klaim Veris.
"Masa lalu adalah tempat yang bagus untuk dikunjungi dalam foto, tapi bukan tempat untuk tinggal. Berhenti berspekulasi. Aku sudah memiliki seseorang yang memegang hatiku sekarang, dan dia bukan bagian dari masa lalu yang kalian bicarakan. Tolong hargai privasi kekasihku."
Unggahan itu seperti tsunami. Andreas tidak menyebut nama Seraphina, tapi dia secara eksplisit membantah bahwa hubungannya dengan Veris tidak pernah bersemi kembali.
Yang paling mengejutkan adalah penggunaan kata kekasihku. Seorang Andreas St. Clair, yang tidak pernah mengakui hubungan asmara di depan publik, akhirnya mengonfirmasi bahwa statusnya tidak lagi single.
Publik menjadi Bingung, Jika bukan Veris, lalu siapa? Netizen mulai mencari tahu siapa wanita yang bersama Andreas di restoran itu. Namun, karena Andreas menyamar saat keluar apartemen dan mereka berada di ruang privat, tidak ada foto wajah yang jelas.
Spekulasi tentang "CEO Misterius" yang memeluk Sera tadi pagi tetap bertahan. Sekarang Publik kini mengira, Andreas punya kekasih rahasia, dan Sera juga punya kekasih rahasia seorang CEO.
Unggahan Veris tentang Menara Eiffel seketika terlihat seperti usaha menyedihkan dari seorang mantan yang gagal move on. Namanya menjadi bahan cemoohan karena dianggap halusinasi oleh para netizen.
Sera menatap layar ponselnya, lalu menatap Andreas dengan perasaan campur aduk. Ada rasa lega karena Andreas membela harga dirinya dari Veris, namun ada sedikit rasa sesak karena status mereka masih harus menjadi rahasia besar.
"Kau baru saja membuat seluruh New York menjadi detektif, Andreas," ucap Sera pelan.
Andreas menyimpan ponselnya dan kembali menggenggam tangan Sera yang asli di bawah meja, jauh dari jangkauan kamera mana pun.
"Ini satu-satunya cara melindungimu, Sera. Jika aku menyebut namamu sekarang, Veris dan medianya akan mengulitimu hidup-hidup. Biarkan mereka mengira kau punya CEO-mu sendiri, dan biarkan mereka mengira aku punya kekasih misterius."
Mommy Elysa mengangguk setuju, matanya berkilat kagum pada cara Andreas bermain cantik. "Keputusan yang cerdik, Andreas. Dengan begitu, kau tidak melanggar kontrak manajemen untuk tetap netral di depan publik, tapi kau sudah memberi tamparan keras pada wanita Perancis itu."
Andreas mendekatkan wajahnya ke telinga Sera, mengabaikan keberadaan Mommy Elysa sejenak. "Hanya kita yang tahu siapa yang aku peluk tadi pagi, dan siapa yang aku cintai semalam. Biarkan dunia menebak-nebak sampai kita sendiri yang siap membuka tirainya."
Sera tersenyum tipis. Meski statusnya masih Rahasia, ia merasa jauh lebih aman. Ia tahu bahwa pria di sampingnya ini tidak sedang bermain-main. Andreas sedang membangun benteng untuk melindunginya, bukan menyembunyikannya karena malu.
Namun, di balik senyum itu, Sera tetap waspada. Ia tahu Veris Cloth bukan tipe wanita yang akan menyerah begitu saja setelah dipermalukan secara publik.
🌷🌷🌷🌷
Happy Reading Dear 🥰