seorang gadis belia yang harus menjalani kehidupan dengan berbagai ujian yang berat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 17
Hari hari Nadila lewati dengan bahagia. Dan Nadila pun bekerja dengan semangat dalam menjalani pekerjaan yang di lakukan nya.
Tak terasa Nadila sudah bekerja selama tiga bulan dan usia kandungan nya memasuki bulan keenam.
Perut Nadila sudah membuncit , kehamilan nya bahkan sangat besar . Beda dengan kehamilan dari ibu ham biasanya. Namun Nadila beranggapan bahwa ini semua normal
"""""""
" Jhon , apa boleh hari ini Nadila libur. ?" Ucap Nadila hati hati.
" Nanti saya akan memberitahukan kepada nyonya Masayu . Mungkin dia akan mengijinkan. " Ucap jhon. Meskipun dia tau bahwa Nadila akan diijinkan.
Jhon pun menghubungi nyonya Masayu.
Tuttt tuuttt tuttt.
Telpon tersambung.
" HAlo nyonya, Nadila ingn libur hari ini apa boleh?' "
( Boleh , apa Nadila sakit Jhon. Kenapa dia minta libur , ?" )
" Tidak nyonya. Hanya saja Nadila ingin belanja . Karena dia sudah gajian
Itu alasannya nyonya. "
( Baiklah. Jaga dia dengan baik.)
Klik
Telpon pun dimatikan oleh nyonya Masayu.
" Bagaimana Jhon.,apa nyonya mengijinkan Dila libur. Dila kurang enak badan hari ini Jhon. Bahkan kehamilan ku sudah membuat ku susah bergerak. " Ucap Nadila.
" Nyonya mengijinkan Nadila libur. Tapi saya tidak bilang kalau Nadila kurang enak badan. " Ucap jhon tidak enak hati .
" Tidak apa apa Jhon. Dila paham ,Oh iya Jhon. Dila rasa tabungan Dila suda cukup untuk biaya persalinan nanti. Jadi mungkin bulan besok Nadila akan berhenti kerja. Nadila akan fokus pada kehamilan Nadila saja. " Ucap Nadila pada Jhon.
" Ok. Nanti saya beri tahu kepada nyonya Masayu. "
" Jadi Nadila nanti kemana hari ini.? Apa mau cek kandungan Nadila ke rumah sakit. Selama Nadila hamil kan belum cek ke dokter kan.?" Tanya Jhon
" Iya Jhon, Dila rasa tabungan Dila cukup untuk itu. Ayok Jhon. " Ucap Nadila antusias. Nadila tidak sabar ingin melihat calon anaknya. Laki laki atau perempuan sama saja
Asalkan sehat menurut Nadila. Bahkan Nadila berharap ayah biologis anak menemukan nya.
Jhon pun segera mengiyakan ajakan Nadila . Tak lupa juga Jhon menghubungi tuanya , memberi tahu kalau Nadila akan cek kandungan nya.
( Tuan muda Ardhana, Nadila hari ini akan cek kandungan. Dan mulai bulan besok Nadila akan berhenti kerja. Usia kandungan nya sudah masuk enam bulan. )
Lalu Jhon juga menghubungi tuan Wirya .
( TUan , hari ini Nadila akan cek kandungan. Tolong beri rekomendasi dokter terbaik. )
Jhon pun tak lupa mengabari nyonya Masayu.
( Nyonya hari ini Nadila akan cek kandungan. Kalau nyonya ingin menemani saya bisa atur . )
Tak lama kemudian handphone Jhon bergetar tanda pesan masuk.
Dari Ardhana.
(JAga calon Anak ku Jhon. Pastikan dia sehat dan juga ibunya. Soal laki-laki atau perempuan anakku nantinya. Saya tidak masalah . )
DAri tuan Wirya
( Antar Nadila di rumah sakit X , saya sudah menghubungi dokter disana. Dan juga foto Nadila saya sudah kirim padanya. Kalian tidak perlu antri. )
Dari nyonya Masayu.
( SAya hari ini , akan keluar kota kerumah kerabat saya ada urusan mendadak. Jadi tolong temani calon menantu saya dan juga jaga calon cucu saya dengan baik. Soal laki-laki atau perempuan sama saja. Asal calon cucuku sehat. )
' hmmmmm, orang kaya memang aneh. Kenapa tidak langsung menikahkan saja mereka. Kasian Nadila, Harus menjalani ini sendiri. ' Guman Jhon dalam hati.
Sedangkan Nadila yang sudah berada dalam mobil bingung kemana Jhon.
" Kemana sih Jhon kok lama yah. " Ucapnya sambil melihat lihat foto pakaian bayi di toko on line
Tak lama Jhon muncul lalu membuka pintu mobil dan menyalakan mesinnya .
" Maaf Dila saya lama. . Saya pikir Nadila masih di dalam. Ternyata sudah berada disini.
" Ucap jhon tak enak hati.
" Biasa saja Jhon. Dila tidak lama kok tunggu nya. Cuma dua puluh menit hehehehe" cengir Nadila .
" Ayo Jhon. Kita berangkat. Jhon nanti kita ke klinik saja yah . Disana pasti biayanya murah. Tidak seperti dirumah sakit . Atau dokter praktek. " Ucapnya
" Nadila nanti kita akan cek kandungan Nadila di rumah sakit kenalan saya. Tenang saja . Orang nya baik kok dan juga ramah. Pasti nanti Nadila senang. Soal biaya Nadila tidak usah dipikirin. Karena dokter itu teman saya. Jadi tidak akan mahal juga. " Ucap jhon lagi
" Ummmm baiklah. "
" Nah itu sudah sampai. Apa saya bilang kan. ,? Jadi kita tidak perlu jauh-jauh untuk memeriksa kehamilan Nadila. " Ucap jhon sambil keluar dari dalam mobil
Tak lama Jhon juga membantu Nadila untuk membuka pintu mobil dan memapah Nadila jalan .
Jhon masuk dalam klinik tempat dokter praktek yang di sarankan oleh tuan Wirya .
Di dalam mereka langsung di sambut oleh suster . Suster itu pun berkata.
" Nyonya dan tuan sudah di tunggu didalam. Silahkan masuk saja. " Ucapnya ramah.
" Baik sus. " Jawab Jhon.
Tok tok tok.
Jhon mengetuk pintu sebelum masuk dalam ruangan praktek dokter.
" Masuk " ucap dokter dari dalam.
Klek. Pintu pun terbuka.
Jhon dan Nadila masuk kedalam.
Dokter itu pun berdiri menyambut kedatangan mereka.
Sejenak dokter tertegun melihat Nadila.
Nadila mengingat kan dokter itu pada seseorang. Tapi pikiran itu di tepisnya.
' akh mungkin hanya sekedar mirip saja. Dia kan sudah lama meninggal. ,' monolog nya dalam hati.
" Permisi dok. " Ucap jhon .
" Oh iya maaf. Silahkan duduk. "
" Oh iya dok. Saya tidak perlu lagi menjelaskan harus bagaimana kan.?" Tanya Jhon pada dokter itu.
Sedangkan Nadila hanya diam melihat interaksi dokter itu dengan Jhon.
' mungkin ini maksud Jhon. Kalau ini tempat temannya. ' monolog Nadila dalam hati.
Dokter itupun menjawab dengan anggukan saja. Tanda mengerti.
" Silahkan duduk ibu. ,,,,? Tanya dokter itu vpada Nadila.
" Panggil Nadila saja dok. Dengan ,,,,,? " Nadila bertanya balik kepada dokter itu.
" Oh iya saya hampir lupa. Kenalkan saya dokter Denis. Denis Arista. " Ucapnya sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
Namun Nadila hanya mengatupkan kedua tangannya.
Dokter Denis pun hanya bisa tersenyum simpul atas respon Nadila.
Jhon pun buka suara.
" Saya akan menunggu diluar. Kau sudah selesai nanti Nadila temui saya di ruang tunggu. Dan dokter harap maklum. Kamu tau kan dia tidak suka miliknya di ganggu. " Ucap jhon pada dokter Denis.
Denis yang paham dengan isyarat Jhon pun hanya diam. ,
,' jadi ini wanita yang di maksud istimewa oleh tuan Wirya. Sampai rela membayar mahal saya hari ini. , Hammm menarik. '
Guman dokter Denis dalam hati.
" Apa kita bisa mulai Bu Nadila.?" Tanya dokter Denis pada Nadila.
" Bisa dok. Nadila Tidak sabar ingin Mengetahui keadaan calon anak saya. ." Ucap Nadila dengan antusias
" Baik mari., Sus tolong bantu ibu Nadila ke ranjang itu yah. "
" Baik dok. Mari bu saya bantu. Pelan pelan yah. "
" Oke Nadila kita mulai yah. " Dokter Denis pun mulai memeriksa kehamilan Nadila. Dari tensi darah. Berat badan dan ukuran perut Nadila.
Nadila gugup dengan semua itu tapi dia hanya berdoa dalam hati semoga bayinya baik baik saja.
" Oh iya Nadila . Ini kehamilan sudah masuk bulan ke berapa. ?" Tanya dokter Denis.
" Bulan keenam dok. Ada masalah dengan kehamilan saya dok. ,,?" Tanya Nadila. Nadila takut bayi nya kenapa kenapa.
" Tidak Bu. Semua normal hanya saja kandungan ibu terlihat besar dari yang seharusnya. " Kata dokter Denis.
Nady yang mendengar itu jadi panik, sontak Nadila gugup.
," Hei tenang Bu,, Semua baik baik saja. Untuk mengetahui keadaan bayi ibu. Ayo kita USG terlebih dahulu " ucap dokter Denis menenangkan Nadila.
" Baik dok. "
"ayo sus , bantu ibu Nadila menaikkan bajunya. Coba kita lihat apakah ini seperti dugaan ku. " Ucap dokter sambil menempelkan alat USG di perut Nadila.
Terdengar suara jantung yang berdetak.
Dug dug dug dug dug dug dug
" Itu suara jantung bayi ibu. Dia sehat dan,,,,,," dokter Denis berhenti sejenak dan mengamati lebih serius. " Dan selamat yah ibu Nadila. Anak ibu kembar. " Ucap dokter Denis.
Nadila terharu mendengar kabar itu. Bahkan Nadila menetes kan air mata karena terharu.
" ya Allah,, kembar..."
,@@@@@@@@@