NovelToon NovelToon
Menembus Ruang Waktu

Menembus Ruang Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: astiana Cantika

Ceni yang tak lama ini baru kehilangan sang sahabat untuk selamanya, kini ia harus menelan pahit nya kehidupan karena harus kehilangan untuk yg ke sekian kali nya yaitu sang kakek tercinta.
Sebelum kematiannya, sang kakek sempat memberikan sebuah giok dan cincin dengan ukiran rumit dan kuno, yg kata nya warisan turun temurun.

Bagaimana kah kisah kelanjutan nya.?

Nantikan kisah Ceni di cerita ini.😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiana Cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mangga Hutan

"Kalau tidak seminggu lama nya di sana kita pasti sudah tiba di istana." Ujar Zeno yg saat ini sudah berada di samping kedua gadis cantik.

"Diam lah Zen, apa kau tidak capek berceloteh Mulu." Ucap Ceni jengah.

"Jangan lah marah-marah nona Ceni, nanti cepat tua." Ucap Zeno.

Ceni tak mendengus.

Ying Zu hanya cekikikan melihat Ceni dan Zeno.

.

Saat ini setelah seharian penuh berkuda mereka pun melewati sebuah desa kecil yg kalau di perhitungkan hanya memiliki 30 rumah warga yg tampak sudah reot dan rapuh.

"Apa desa ini tak terlihat oleh pemerintah.?"gumam Ceni mengernyit melihat satu-satu rumah yg ia lewati bahkan tampak sepi tak ada satu pun penghuni nya hanya ada beberapa saja yg lewat sambil memanggul keranjang berisi sayuran dan buah liar keluar dari area hutan.

"Kayak desa terbengkalai kan nona Ceni.?" Celetuk Zeno.

Ceni pun mengangguk tanda membenarkan ucapan Zeno.

Ketiga nya pun memelankan laju kuda mereka sambil melirik ke kanan, kiri dan depan mereka.

Mereka pun hanya sekedar lewat tanpa berniat berhenti.

"Ying Zu, kau pimpin jalan, kami mengikuti mu dari belakang saja, karena hanya kau yg tau jalur ini."Teriak Ceni pada Ying Zu yg berada di belakang Zeno.

Ying Zu pun mengangguk lalu melajukan kuda nya memasuki kawasan hutan belantara, Ceni dan Zeno pun mengikuti di belakangnya.

.

Sesampainya di dekat goa yg lumayan besar, tiba-tiba Ying Zu pun berhenti.

"Nona, hari sudah mulai gelap lebih baik kita beristirahat di sini saja."Ucap Ying Zu.

"Kau yakin goa nya aman nona Ying Zu.?" Tanya Zeno melihat betapa gelap nya goa di hadapan nya.

Ying Zu mengangguk lalu menjelaskan bahwa ia pernah menginap di goa ini bersama pelayan pribadi nya dan para pengawal nya saat dulu hendak menuju ke akademi perguruan.

"Baiklah kalau begitu kita istirahat di sini." Ujar Ceni memutuskan.

Ceni pun berjalan sambil menuntun kuda nya memasuki goa tersebut, feeling nya mengatakan bahwa goa di hadapan nya benar-benar aman sebab pendengaran nya yg tajam tak mendengar apapun di dalam goa itu.

Ying Zu dan Zeno pun mengekor di belakang Ceni sambil sesekali menoleh ke arah belakang memastikan tidak ada orang jahat yg mengikuti mereka saat ini.

Ceni pun mengeluarkan sebuah senter dari ruang penyimpanan untuk menerangi langkah mereka, penglihatan Ceni memang tajam tapi tidak bagi Ying Zu oleh sebab itu ia pun memilih menerangi goa itu agar terlihat oleh Ying Zu dan Zeno saat melangkah.

"Wah nona, itu benda apa,? Kenapa bisa mengeluarkan cahaya yg begitu terang.?" tanya Ying Zu penasaran.

"Ini nama nya senter, bisa menerangi di saat malam hari ataupun di ruangan gelap." Ucap Ceni memberikan nya pada Ying Zu.

Ying Zu pun menerima senter itu lalu melihat-lihat dan membolak-balikkan senter itu dengan takjub melihat benda mungil di tangan nya.

"Sudah lah nona, nanti saja kagum nya, lebih baik kita istirahat dulu, rasa nya pinggang ku mau patah setelah seharian berkuda." Ujar Zeno lalu mendudukkan bokong nya di sebuah batu datar sambil bersandar di dinding goa.

Melihat Zeno duduk dengan nyaman, Ying Zu pun mencari tempat nyaman agar ia bisa selonjoran.

"Huh, aku merindukan Yin Lang, biasa nya kalau aku selonjoran pasti Yin Lang dengan hati senang memijit kaki ku." Gumam Ying Zu seraya berbisik pada dirinya sendiri tapi Ceni bisa mendengar apa yg di utarakan Ying Zu.

"Kasihan sekali Ying Zu, walaupun di luar dia tampak tegar, tapi kenyataan nya ia sangat terpukul, bertahun-tahun di temani pelayan setia nya, dan setelah kehilangan sudah pasti hidup nya merasa kesepian dan merasakan perasaan sedih." Gumam Ceni sambil menatap wajah Ying Zu yg berada di hadapan nya yg berjarak sekitar 7 meter.

"Nona Ceni apakah ada makanan.?" Tanya Zeno.

"Bukan nya tadi kalian dapat bahan makanan banyak ya dari para warga ya.?" Ucap Ceni pada Zeno.

"Aku cek dulu deh, apa saja yg mereka berikan." Ucap Zeno.

Lalu Zeno pun mengeluarkan apa-apa saja pemberian para warga.

"Sayur liar, ayam hutan, tepung, buah hutan dan ini buah atau apa ini.?" Tanya Zeno kala melihat beberapa buah yg terlibat seperti tempurung kelapa.

"Nona Ying Zu, apa kau tau ini apa.?" tanya Zeno memperlihatkan satu buah yg berwarna seperti tempurung kelapa.

Ying Zu pun mendekati Zeno lalu mengambil buah yg berada di tangan Zeno.

"Oh ini nama nya mangga hutan, rasa nya enak dan manis , kulit nya memang agak sedikit keras." Ucap Ying Zu.

Zeno hanya manggut-manggut.

"Kau yg sudah lama tinggal di hutan pun tak tau bahwa itu mangga hutan Zen.?Ujar Ceni.

"Tidak, buah itu memang banyak tapi aku tidak tau bahwa buah itu bisa di makan." Jawab Zeno jujur.

"Mana sini, Mau dong." Ucap Ceni lalu mengambil pisau di ruang nya.

Setelah berhasil mengupas nya, Ceni mun memakan buah yg kata nya mangga hutan tersebut.

"Em, rasa nya memang manis Zen enak seperti mangga pada umum nya cuma beda di bagian kulit nya agak sedikit keras." Ucap Ceni.

"Emang nya mangga pada umum nya seperti apa.?" tanya Ying Zu penasaran.

"Biasa nya bagian kulit nya gak sekeras ini Ying Zu, dan isi nya juga bermacam variant, ada yg manis sekali, ada yg asam, ada yg asam manis dengan aroma yg berbeda." Ucap Ceni yg seakan lupa bahwa ia bukan berada di era nya.

"Seperti nya menarik, dimana kita bisa mendapatkan nya nona.?" tanya Ying Zu dengan mata berbinar-binar.

Ceni pun mengerjapkan mata nya melihat Ying Zu.

"Memang nya tadi aku bilang apa.?" Tanya Ceni lupa dengan jawaban nya barusan.

"Mangga yg nona sebut kan tadi yg memiliki beberapa aroma dan rasa nya yg berbeda-beda." Ucap Ying Zu antusias.

Ceni pun terbatuk-batuk, ia baru sadar dengan ucapan nya, bahwa di zaman ini sebuah mangga hanya ada bentukan yg berada di tangan nya saat ini.

"Kau salah dengar Ying Zu." Ucap Ceni cepat lalu bergabung dengan Zeno memilah-milah berbagai bahan makanan.

Ying Zu pun menggaruk kepala nya tak gatal sambil mengernyit dalam.

"Emang iya aku salah dengar.?" Gumam nya, sesaat kemudian ia pun mengangkat bahunya acuh.

Ketiga nya pun duduk sambil memakan buah mangga.

"Tapi nona, ini sama sekali tidak bikin kenyang." Ujar Zeno menghela nafas.

"Baiklah Ayo kita masak." ucap Ceni.

Bersambung.

1
Erna Fkpg
semangat thor kutunggu kelanjutannya 💪💪💪
Mineaa
waaaaaahhhh...... bakalan tambah seru nich part selanjutnya.....
jadi ga sabar.....
Ida Kurniasari
lanjut thorr 😍😍
Ida Kurniasari
seru thor😍
Erna Fkpg
terimakasih thor kutunggu upnya selanjutnya 👍👍👍
Astiana 💕: sip 👍
total 1 replies
Erna Fkpg
GK sabar nunggu kehancuran yin sang
Erna Fkpg
lanjut thor
Erna Fkpg
bagus semoga GK berhenti ditengah jalan
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Sribundanya Gifran
nungguin ya, tunggu aja sampai pesta kembalinya ying zu di kerajaan,
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪
Marsya
jgn2 yg gx slamat cucu kakek jendral alias meninggal trus diganti sama anak kaisar makanya bpaknya gx syang oeg bkan darah dagingnya
Sribundanya Gifran
lanjut
Murni Dewita
zu anak permaisuri yang sengaja di tukar deh
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
aria
lanjut
Murni Dewita
double up thor
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Murni Dewita
dikit amat thor
aria
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!