NovelToon NovelToon
Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:51.6k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Dominic Vance bukan sekadar CEO; dia adalah monster korporat yang menghancurkan perusahaan demi olahraga. Kejam, paranoid, dan tak tersentuh.

​Hanya satu orang yang berani menatap matanya tanpa gemetar: Harper Sloane, sekretaris eksekutifnya yang berhati dingin. Harper membereskan kekacauan Dominic, memegang semua rahasia gelapnya, dan menjadi satu-satunya wanita yang tidak bisa dibeli dengan uang.

​Namun, saat Harper mengajukan pengunduran diri untuk membalas dendam masa lalunya, Dominic tidak memecatnya. Dia mengunci pintu. Baginya, Harper bukan sekadar aset. Dia adalah obsesi.

​"Kau bisa lari ke ujung dunia, Harper. Tapi aku akan membeli tanah tempatmu berpijak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Resor Mewah Karang Kembar

​"Jangan muntah di kemejaku," ancam Dominic. Suaranya terdengar bergetar akibat guncangan kapal yang masih terasa, tapi pelukannya pada pinggang Harper sama sekali tidak melonggar.

​Wajah Harper terbenam di dada bidang bosnya. Aroma parfum maskulin yang mahal bercampur dengan bau laut menyerbu indra penciumannya. Untuk pertama kalinya dalam lima tahun, Harper tidak mencoba melawan atau membantah. Dia meremas ujung kemeja Dominic sekuat tenaga, berusaha mencari jangkar agar dunianya tidak terus berputar.

​"Aku... aku benci lautan," gumam Harper parau. Suaranya nyaris tenggelam oleh deru mesin kapal.

​Dominic mendengus pelan. Dia mengusap punggung Harper dengan gerakan kaku yang berusaha dia buat senatural mungkin. "Salah sendiri punya perut selemah anak kucing. Tahan napasmu. Sebentar lagi kita merapat."

​Benar saja. Tiga puluh menit yang terasa seperti simulasi neraka itu akhirnya berakhir. Vance Ocean bersandar mulus di dermaga kayu putih Pulau Karang Kembar.

​Mesin kapal dimatikan. Hening seketika menyelimuti suasana.

​"Kita sudah sampai. Lepaskan kemejaku sebelum kau merobeknya," perintah Dominic dengan nada arogan andalannya yang sudah kembali seratus persen.

​Harper buru-buru melepaskan cengkeramannya dan mendorong dada Dominic menjauh. Dia berdiri dengan sisa-sisa tenaga, mencoba merapikan pakaiannya. Kakinya masih gemetar hebat seperti jeli yang baru dikeluarkan dari kulkas.

​"Aku bisa jalan sendiri," tolak Harper cepat saat Dominic berniat meraih lengannya lagi. Harga dirinya menolak terlihat lemah terus-menerus.

​Dominic memutar bola matanya malas. "Terserah. Kalau kau jatuh terguling di dermaga, aku akan pura-pura tidak kenal."

​Harper mengabaikan ejekan itu. Dia melangkah menuruni tangga kapal dengan sangat hati-hati, diikuti oleh kru kapal yang membawakan koper mereka. Begitu kakinya menyentuh daratan beton yang kokoh, Harper menghela napas lega yang sangat panjang. Rasa mualnya berkurang drastis, meski kepalanya masih sedikit pusing.

​Mereka berjalan beriringan menuju resor mewah yang menjulang megah di tepi pantai. Resor Karang Kembar adalah satu-satunya penginapan bintang lima di pulau eksklusif ini. Arsitekturnya bergaya tropis modern, memadukan unsur kayu jati dan kaca-kaca besar yang menghadap langsung ke lautan biru.

​Sepanjang jalan, Harper berjalan dengan agak terseok. Dominic yang berjalan di sampingnya terus melirik dengan ujung mata. Sesekali, saat langkah Harper terlihat goyah, tangan Dominic secara refleks terulur, bersiap menangkap wanita itu. Namun pria itu selalu menarik tangannya kembali sebelum Harper menyadarinya.

​Mereka tiba di lobi resor yang sangat luas dan sejuk. Suara gemercik air mancur buatan menyambut kedatangan mereka. Harper langsung mencari sofa terdekat dan menjatuhkan tubuhnya di sana tanpa mempedulikan sopan santun.

​"Aku butuh air mineral dingin dan kasur yang tidak bergerak," gumam Harper sambil memijat pelipisnya.

​"Urusan administrasi biarkan aku yang bereskan," kata Dominic singkat.

​Pria itu melangkah tegap menuju meja resepsionis panjang yang terbuat dari marmer hitam. Auranya yang mengintimidasi membuat dua orang staf resepsionis langsung berdiri tegak dengan senyum gugup.

​"Selamat datang di Resor Karang Kembar, Tuan..." sapa salah satu staf wanita dengan ramah.

​"Vance. Dominic Vance," potong Dominic tajam, enggan berbasa-basi.

​Dengan gaya sultan yang sangat khas, Dominic mengeluarkan sebuah kartu kredit berwarna hitam legam dari dompetnya. Dia melempar black card tanpa limit itu ke atas meja marmer dengan bunyi klik yang nyaring.

​"Aku butuh kunci Presidential Suite sekarang juga," perintah Dominic mutlak. "Dan siapkan satu kamar tipe VIP terbaik untuk sekretarisku di lantai yang sama. Pastikan kamarnya jauh dari suara bising. Dan suruh pelayan kalian mengantarkan air mineral dingin ke sofa sana. Cepat."

​Dua resepsionis itu saling pandang dengan raut wajah panik. Keringat dingin mulai bermunculan di dahi mereka. Salah satu dari mereka menelan ludah susah payah, lalu memberanikan diri menatap Dominic.

​"M-maaf seribu maaf, Tuan Vance," ucap staf wanita itu dengan suara bergetar ketakutan. Dia menundukkan kepalanya dalam-dalam. "K-kami tidak bisa memenuhi permintaan Anda."

​Dominic mengerutkan kening dalam. Matanya menyipit tajam. "Tidak bisa? Uangku kurang banyak untuk membeli pelayanan terbaik di tempat terpencil ini?"

​"B-bukan begitu, Tuan! Kartu Anda tentu saja sangat cukup," sahut staf itu cepat, tangannya gemetar memegang keyboard komputer. "Tapi masalahnya... karena ada festival budaya tahunan di pulau ini selama seminggu penuh, seluruh kamar di resort kami sudah overbooked sejak bulan lalu."

​Udara di sekitar meja resepsionis itu mendadak terasa membeku. Dominic menatap tajam kedua staf itu, seolah tatapannya bisa melubangi tengkorak mereka.

​"Kau berani bilang tempat ini penuh?" desis Dominic dengan nada sangat mematikan. "Aku terbang jauh-jauh kemari untuk menemui Tuan Wijaya, pemilik proyek pelabuhan yang tanahnya bersebelahan dengan resor ini. Dan kalian bilang tidak ada kamar untukku?"

​"S-sistem kami benar-benar penuh, Tuan Vance," tambah staf yang satunya lagi, nyaris menangis melihat kemarahan CEO raksasa itu. "Tuan Wijaya memang memesankan kamar untuk Anda... t-tapi beliau hanya memesan satu kamar."

​"Satu kamar?!" raung Dominic, suaranya menggema di lobi yang sepi. "Aku membawa sekretaris utamaku! Aku tidak mungkin membiarkannya tidur di lobi!"

​"M-maafkan kelalaian Tuan Wijaya, Tuan. Tapi benar-benar hanya tersisa satu kamar Suite yang beliau pesankan untuk Anda," ulang staf itu dengan tubuh bergetar hebat. "Dan... dan tidak ada hotel atau penginapan lain di seluruh pulau ini."

1
Savana Liora
halo readersku tersayang. mohon maaf banget. aku masih hiatus. tgl 1 Insya Allah mulai up lg. karena saat ini aku lg mudik dan sinyal dikampung ternyata sangat susah banget. lg ada problem katanya. untuk kirim komen ini aku musti ke kabupaten dulu nih buat nyari sinyal. maaf ya 🙏
Siti Hasanah
CEO gilaaaa
MamDeyh
Blm up lagi nih kak😀
Savana Liora: halo readersku tersayang. mohon maaf banget. aku masih hiatus. tgl 1 Insya Allah mulai up lg. karena saat ini aku lg mudik dan sinyal dikampung ternyata sangat susah banget. lg ada problem katanya. untuk kirim komen ini aku musti ke kabupaten dulu nih buat nyari sinyal. maaf ya 🙏
total 1 replies
Rismayanti Ishar
Alhamdulillah cerita Novelx bagus2 semua 👏👏👏👏
Rasax semangat banget klu baca alurx👌Tiap hari kerjaan rmh cpt2 saya selesaikan Krn satu tujuan 🤭 mau lanjt lanjut baca karya KK Savana Liora 🥰🥰🥰🥰
sehat dan sukses sell ya Thor & ditunggu karya selanjutnya 🤲🤲🤲🤲🤲
TETAP SEMANGAT 💪💪💪💪💪
Muft Smoker
good Harper ,,
Kalo perlu si Dom tu sruh tdur di atas air laut pake sekoci ,,
biar Tau rasa dy ,,
🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Rlyn
bgus harver🤭🤣
Muft Smoker
khawatir yx Pak bos ,,
makany jgn natckal Pak bos ,, nnti di tinggal Harper baru Tau anda ,,
😑😑😑
Eli Rahma
kok ada yaah manusia bentuknya modelan si Dom..bnr² bikin tensi naik nih
Fbian Danish
cemburu ni yeeee......
Pa Muhsid
galak amat pak bos cinta nya makin dalam ya makanya makin galak
Naureen Ridwan
punya boss kayak gitu ... udh q geprekk
Mei Saroha
kapan nihh bikin bos Dombret nyeselll.. pengen tau reaksinya
Sastri Dalila
cieee😅😅
Rlyn
pertama 🤭🤣
MamDeyh
Ya Allah kuatkan saya,Ya Allah kuatkan saya tiap baca kelakuan DomDom /Sob//Gosh/
Savana Liora: Aamiin
total 1 replies
Muft Smoker
pengen aq rujak si Dom ini kak ,,
boleh ta ,, 🤭🤭🤭😁😁😁

next kak
Muft Smoker: asyyaaap laa kak ,,
di rujak sing Lada ,, 👍👍👍🤭🤭🤭
total 2 replies
Maria Lina
emosi lamo"nengok dom thor
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
.
Mantappp
Mei Saroha
nelen ludah jangan lama2 Thor... kaga laper apa si Dom? eh, ud makan burger ya 🤭😊 tapi emosi tingkat dewa gitu pasti laper lagi kannn
Mei Saroha
jd pengen kasih bom kentut ke Dom mister perfect. asli nyebelin kuadrat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!