NovelToon NovelToon
Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Office Romance / Enemy to Lovers / Komedi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Heryy Heryy

Sinopsis.

David Lorenzo CEO perusahaan Switch Company. Dia mempunyai banyak kepribadian yang berbeda akibat trauma masa lalu.

Dia bertemu dengan Michelle, yang berkerja di perusahaannya, pertemuan mereka tidak di sengaja dan banyak kesalahpahaman.

Lambat Laun mereka semakin dekat, dan perlahan saling menyembuhkan luka.

Banyak tingkah lucu dan kocak di antara mereka.

penasaran jangan lupa baca, like dan komen.


Update setiap hari Senin.


Follow Ig: @Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heryy Heryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

"Michelle, kamu sudah siap kan? Ayok kita berangkat sekarang aja!" ucap Tasya .

Dengan penuh semangat, sudah berdiri di depan pintu kontrakan dengan tas kecil yang sudah diisi dengan makanan dan minuman.

"Sudah donk Tas, siap banget nih! Ayok kita pergi !" jawab Michelle dengan senyum lebar, membawa tasnya sendiri yang berisi handuk dan beberapa perlengkapan penting.

Mereka berdua segera keluar dari kontrakan dan naik ke dalam mobil sport putih Tasya.

Setelah berkendara selama sekitar empat puluh menit dan jalan mulai ramai, akhirnya mereka sampai di taman hiburan besar yang terletak di pusat kota.

"Wahhh, Tasya... Aku sudah benar-benar lama sekali tidak pergi liburan atau ke taman hiburan kayak gini!" ucap Michelle dengan penuh kagum.

Melihat luasnya area taman hiburan yang dihiasi dengan taman bunga indah dan wahana-wahana menarik yang menjulang tinggi ke langit.

"Baiklah deh! Ayok kita masuk aja dan bersenang-senang! Kita happy-happy aja hari ini ya! Let's go!" ajak Tasya dengan suara yang riang.

Mereka segera mengambil tiket masuk yang sudah dia beli secara online dan mengajak Michelle untuk masuk bersama-sama.

Selama beberapa jam berikutnya, mereka berdua bersenang-senang mencoba berbagai wahana dan permainan yang ada di sana mulai dari wahana putar yang membuat mereka terpeleset tawa, hingga permainan tembak yang membuat mereka saling bersaing untuk mendapatkan hadiah.

Kedua teman baik itu benar-benar menikmati momen bersamanya setelah lama tidak bisa bertemu dan jalan-jalan bareng.

Setelah merasa cukup puas dengan berbagai wahana yang mereka coba, mereka berjalan santai di sekitar area taman hiburan dan melihat ada sebuah kios yang menyewakan sepatu roda untuk pengunjung.

Banyak anak-anak dan orang dewasa yang sedang bermain sepatu roda dengan senang di area lapangan yang telah disediakan khusus.

"Michelle, ayok kita juga coba bermain sepatu roda dong! Kayak mereka kelihatannya seru!" ajak Tasya dengan mata yang bersinar penuh semangat, sudah mulai berjalan mendekati kios penyewaan sepatu roda itu.

"Baiklah deh! Ayo kita coba aja! Udah lama juga nggak main sepatu roda nih!" jawab Michelle dengan senyum setuju, ikut mengikuti langkah Tasya.

Mereka berdua segera menyewa sepatu roda dengan ukuran yang sesuai dengan kaki masing-masing, kemudian mulai berlatih sedikit demi sedikit di area yang tidak terlalu ramai sebelum akhirnya mulai bermain dengan lebih percaya diri.

Kebetulan pada hari yang sama juga datang David bersama asistennya Yuda. Mereka baru saja sampai di depan pintu masuk taman hiburan, dengan David yang masih dalam kondisi kepribadian anak kecil yang penuh semangat.

"Horeeeee!! Paman Yuda ayok cepat kita masuk dong! Aku pengen main !" teriak David dengan suara yang riang, langsung berlari masuk ke dalam taman hiburan tanpa menunggu izin dari Yuda.

"Boss tunggu dong!! Ah, sue banget lo Boss!" ucap Yuda dengan kesal namun tidak punya pilihan lain selain mengejar David yang sudah jauh di depannya.

Tak lama setelah masuk, David melihat seorang anak kecil yang sedang bermain dengan mainan mobil kecil di tepi jalan.

Tanpa berpikir panjang, dia langsung mengambil mainan itu dari tangan anak kecil tersebut. Anak kecil itu langsung menangis keras karena mainannya diambil orang asing.

"Boss aduh jangan dong! Berikan lagi mainan itu ke padanya !" ucap Yuda dengan sangat malu.

Yuda segera mendekati David dan mengambil mainan itu dari tangannya untuk mengembalikannya kepada anak kecil yang sedang menangis.

"Maaf ya dek... Paman itu agak... emm.. *****," ucap Yuda dengan senyum pemalu kepada orang tua anak kecil itu, tangan kanannya menyilang ke arah dahinya memberikan isyarat.

Setelah masalah itu selesai, David melihat sekeliling dan pandangannya tertuju pada orang-orang yang sedang bermain sepatu roda di area lapangan. Matanya langsung bersinar dengan kegembiraan.

"Paman Yuda! Aku juga mau itu dong... yang mereka pakai itu!" ucap David sambil menunjuk ke arah orang-orang yang sedang bermain sepatu roda dengan senang.

"Ah, sial dasar bos kampret!" gumam Yuda dalam hati dengan penuh kesal.

 Yuda sudah bisa membayangkan masalah apa yang akan dia hadapi kali ini. Namun akhirnya dia hanya bisa mengangguk dengan resah.

"Baiklah Boss... terserah kamu aja deh," ucapnya dengan suara yang penuh kesabaran sebelum pergi ke kios penyewaan sepatu roda untuk menyewa satu pasang untuk David.

Setelah mendapatkan sepatu roda, David langsung mulai bermain dengan sangat semangat. Meskipun kadang-kadang masih tergelincir dan hampir jatuh, dia tetap sangat senang dan terus bermain dengan penuh semangat di area lapangan tersebut.

Saat itu Michelle yang sedang bermain sepatu roda bersama Tasya melihat ada sebuah pancuran air kecil yang terletak di sudut area taman hiburan.

Banyak pengunjung yang sedang melempar koin ke dalam pancuran tersebut sambil memejamkan mata seolah-olah sedang berdoa atau mengucapkan keinginannya.

Curiga dan penasaran, Michelle bertanya kepada seorang wanita yang baru saja selesai melempar koin.

"Permisi ya Bu... apa benar semua permintaan yang kita ucapkan sambil melempar koin ke sana akan terwujud?" tanya dia dengan suara yang penuh rasa ingin tahu.

Wanita itu hanya bisa tersenyum lembut dan mengangguk. "Aku juga tidak tahu pasti... tapi kalau mau coba tidak ada salahnya kan? Banyak orang bilang pancuran ini punya keajaiban lho," jawab wanita itu sebelum melanjutkan perjalanannya.

Merasa sangat penasaran, Michelle kemudian berjalan mendekati pancuran air itu sambil menarik Tasya yang sedang bermain dengan asik.

Dia mengambil sebuah koin dari dompetnya, lalu melemparnya ke dalam pancuran dengan hati-hati sambil memejamkan mata.

Dalam hatinya, dia berdoa dengan tulus.

"Aku ingin tahun ini aku punya seorang pacar... Aku ingin pacarnya kaya raya, baik hati kepada ku, dan juga bisa menghargai nenek ku yang sudah merawat aku sejak kecil..."

Namun sebelum dia selesai berdoa dan membuka mata, tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya dengan cukup kuat dari belakang.

GEBRAKKKKK!!!

Suara benturan terdengar jelas, membuat Michelle dan orang yang menabraknya langsung terjatuh ke dalam pancuran air yang dalamnya tidak terlalu dalam namun cukup untuk membuat bajunya menjadi basah kuyup.

Orang yang menabraknya adalah CEO di perusahaannya. David yang sedang bermain sepatu roda dengan terlalu semangat dan tidak melihat jalan dengan cermat. Dia terjatuh tepat di atas kaki Michelle yang sedang berdiri di depan pancuran.

"Aw!" teriak Michelle dengan kesakitan, namun segera dia melihat wajah orang yang menabraknya dan langsung terkejut.

"Apa... BOSS?!" ucapnya dengan penuh kejutan, tidak percaya bahwa sang CEO yang baru saja dia coba hindari ternyata ada di taman hiburan yang sama dengan dirinya.

Saat itu David masih belum sadarkan diri karena benturan yang cukup keras. Michelle dengan susah payah mengangkat tubuh David yang lebih besar dan tinggi darinya, mencoba membawanya berdiri kembali dari dalam pancuran air.

Setelah berdiri dengan penuh kesusahan dan menopang David di tangannya, akhirnya David mulai tersadar dan membuka matanya perlahan.

"HAAAA!"

Dia langsung mendorong tubuh Michelle dengan cukup kuat hingga dia hampir terjatuh lagi. Dia melihat wajah Michelle dengan jelas dan ekspresi wajahnya berubah total dari anak kecil yang ceria menjadi pria dewasa yang penuh kejutan dan kemarahan.

"KAMU?".

Bersambung....

1
Dian Imut
no komen 🗿🗿
ryu
lagi² cuma gue 🗿
Dian Imut: wkwkw
total 1 replies
ryu
cuma gue yg komen di bab ini 🗿 wkwkw🤣
Dian Imut: gue temenin 🤣
total 1 replies
ryu
udah di kasih, 🗿
Melda Melda: kasih apa bang🗿
total 1 replies
ryu
🗿🗿🗿
Dian Imut: Lo² lagi²
total 2 replies
ryu
gabut Thor 🤣
Dian Imut: bakar rumah biar rame 🤣
total 1 replies
ryu
2 kali liat kakek tempramen 🗿
ryu
🤣 bisa aja tuh si Michelle 🗿
ryu
baik² saja,🗿 noh urus CEO gila🤣
Melda Melda: wkkw🤣
total 2 replies
ryu
🗿 kena muka lagi
ryu
🗿 lama kali up nya Thor 🗿
Dian Imut: masih lama Thor
total 2 replies
ryu
🗿🗿 lama2
ryu
mampir lagi, sambil nunggu update 🤣
ryu
🤣, berkali baca tetep lucu 🤣
Adelia Hira
Aneh, tuh CEO 😄
Adelia Hira
wkwk. kaya dracin 🤣
Melda Melda: wkwkw,🤣
total 2 replies
Adelia Hira
bener juga, tuh sepatu di bawa
Adelia Hira
sial banget tu CEO
Adelia Hira
Wkwkw, ternyata jadi bos' nya🤣
Adelia Hira
wkwk lagi tidur malah di tendang 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!