NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Istri Pengganti

Mengejar Cinta Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Romansa / Konflik etika
Popularitas:28.7k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Kau hanyalah pemeran pengganti dalam hidupku, Shena. Jangan bermimpi lebih!"

Shena berhenti bermimpi dan memilih pergi. Tapi justru saat itulah, Devan baru menyadari bahwa rumahnya terasa mati tanpa suara Shena. Sang CEO arogan itu kini rela membuang harga dirinya hanya untuk memohon satu kesempatan kedua.

Bagaimana jadinya jika sang pembenci justru berubah menjadi pemuja yang paling gila? Masih adakah tempat untuk Devan di hati Shena yang sudah beku di Hati nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Misi Menjadi Suami "Baru"

Konferensi pers itu menjadi titik balik besar. Meski dunia luar masih gaduh dengan berita saham 30% yang bombastis, di dalam kediaman Adiguna, Devan justru sedang menjalankan misi yang jauh lebih krusial: memenangkan kembali hati Shena dengan cara yang paling sederhana namun bermakna.

Setelah badai di depan media, Devan membawa Shena pulang ke rumah, namun bukan ke kamar mereka. Ia membimbing istrinya ke area paviliun belakang yang selama ini terbengkalai. Shena tertegun. Paviliun itu, yang dulu mengingatkannya pada masa-masa suram di rumah ayahnya, kini telah berubah.

"Mas... apa ini?" bisik Shena.

Tembok yang kusam kini telah dicat putih bersih. Jendela-jendela besar dipasang sehingga cahaya matahari masuk dengan leluasa. Di dalamnya terdapat studio kecil dengan kanvas-kanvas kosong dan perlengkapan melukis yang sangat lengkap.

"Aku ingat kau suka melukis diam-diam di paviliun lamamu," ujar Devan sambil berdiri di belakang Shena, menjaga jarak agar istrinya tidak merasa tertekan. "Dulu kau melukis untuk melarikan diri dari kenyataan. Sekarang, aku ingin kau melukis untuk merayakan kenyataanmu. Ini ruangmu, Shena. Tak ada yang boleh masuk ke sini tanpa izinmu, termasuk aku."

Shena menyentuh permukaan kanvas yang halus. Matanya berkaca-kaca. Devan tidak lagi membelikannya perhiasan yang menunjukkan kekuasaan, melainkan memberikannya ruang untuk bernapas sebagai manusia.

Malam harinya, Devan melakukan sesuatu yang lebih nekat. Ia meliburkan seluruh pelayan di rumah utama, termasuk Bi Inah.

Shena turun ke dapur dan menemukan Devan sedang bergelut dengan celemek yang terpasang miring di tubuh atletisnya. Di atas meja, bahan-bahan pasta berantakan. Tepung menempel di pipi Devan, dan aroma saus yang sedikit gosong tercium di udara.

"Mas? Kau sedang apa?" Shena hampir tertawa melihat CEO yang ditakuti seluruh pebisnis itu tampak bingung memegang pemarut keju.

"Aku ingin memasakkan sesuatu untukmu," jawab Devan dengan wajah serius namun kikuk. "Kau sudah merawatku dengan masakanmu selama berbulan-bulan.

Sekarang giliranku. Meskipun... sepertinya saus ini tidak setuju dengan resep di internet."

Shena mendekat, mengambil spatula dari tangan Devan. "Kau memasukkan bawang putihnya terlalu awal, Mas. Dia jadi gosong."

"Maaf," Devan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ternyata mengelola perusahaan jauh lebih mudah daripada mengelola saus tomat."

Tawa kecil akhirnya lepas dari bibir Shena. Itu adalah suara paling merdu yang pernah Devan dengar sejak pernikahan mereka.

Mereka akhirnya memasak bersama. Devan bertugas memotong sayuran (dengan arahan ketat dari Shena), sementara Shena memperbaiki rasa sausnya. Tidak ada obrolan berat soal saham atau Sarah. Hanya ada suara denting spatula dan tawa kecil saat Devan tidak sengaja menumpahkan lada.

Saat makan malam tiba, Devan tidak duduk di kursi kebesarannya di ujung meja panjang. Ia menarik kursi tepat di samping Shena.

"Shena," Devan memulai dengan nada lembut sambil menggenggam tangan istrinya yang kini sudah mulai halus kembali. "Misi pertamaku sebagai suami bukan untuk membuatmu kaya, karena kau sudah punya itu. Misiku adalah membuatmu merasa aman. Aman untuk marah padaku, aman untuk jujur, dan aman untuk tidak menjadi 'sempurna'."

Shena menatap mata Devan. "Kenapa kau berubah sejauh ini, Mas? Kadang aku takut ini hanya mimpi."

"Karena aku hampir kehilanganmu di gang sempit itu, dan aku menyadari bahwa seluruh hartaku tidak bisa membeli satu senyummu pun jika kau sudah mati rasa padaku," Devan mencium punggung tangan Shena dengan khidmat.

Namun, di tengah kemesraan yang mulai tumbuh, Devan tetaplah Devan yang waspada. Setelah Shena tertidur lelap di kamar utama (kali ini Devan tetap di sofa, menepati janjinya untuk tidak memaksa), Devan pergi ke ruang kerjanya.

Ia membuka laptopnya. Rian mengirimkan rekaman CCTV rahasia yang ia pasang di sekitar gedung pengadilan. Di sana, terlihat Sarah sedang bertemu dengan seorang pria di dalam mobil gelap.

Pria itu adalah Adrian.

"Tuan Adrian sudah mulai bergerak, Pak," suara Rian melalui sambungan telepon. "Dia sepertinya sakit hati karena Bapak merusak rencananya membawa Nyonya Shena ke Singapura. Sekarang, dia membantu Sarah untuk mencari celah hukum dalam status kelahiran Nyonya."

Devan menatap layar dengan dingin. "Biarkan mereka mencoba. Adrian mungkin pintar dalam bisnis, tapi dia tidak tahu seberapa jauh aku akan bertindak untuk melindungi istriku."

Tiba-tiba, ada ketukan di pintu kerja Devan. Itu Shena, berdiri dengan piyama sutranya, memegang bantal.

"Mas... aku tidak bisa tidur. Ada petir di luar," ucap Shena pelan.

Devan segera menutup laptopnya. Ia berdiri dan menghampiri Shena. "Mau aku temani?"

"Hanya... duduk di samping tempat tidur sampai aku tertidur, bisa?"

Devan tersenyum tulus. "Tentu. Sampai pagi pun aku akan di sana."

Misi menjadi suami baik terus berjalan. Ia belajar bahwa cinta bukan tentang penaklukan, tapi tentang kehadiran. Namun, aliansi Sarah dan Adrian adalah bom waktu yang siap meledak, menargetkan satu hal yang paling rapuh: masa lalu Ibu Ratna yang selama ini disembunyikan oleh Ayah Bram.

...****************...

1
Mamah Dini11
akhirnya selamat ya kev Alana semoga kalian bahagia selalu
Mamah Dini11
segerakan kevin jgn lama
Mamah Dini11
cepet resmikan kevin Alana nya jgn lama2, biar nyusul punya bayinya
Mamah Dini11
Alana sering ninggalin kmu kevin, gimana nanti kalau udh resmi nikah, apa bisa kmu terus2an di tinggal, kalau bisa Alana suruh kerjanya di jakarta aja biar kalian banyak waktu berdua, bkn seperti sekarang, stressss jadi kmu.
Mamah Dini11
tpiii hati2 kevin, takutnya Alana mata2 issabel, harus tau dulu latar belakang nya kan kluarga adiguna slalu waspada, iya kan devan, moga aja bkn ya, Alana emang perempuan beruntung kalau bener jadian sm kevin, dan di segerakan, dannn di percepat ya Thor lahiran nya shena biar seru.
Mamah Dini11
bisa gak Shen jgn ganggu dulu suamimu, lain kali aja doong kmu ikut mh
Mamah Dini11
jgn terburu buru kevin hati hati itu harus siapa tau itu penyusup
Mamah Dini11
apa mau kmu isabel msh aja cari masalah, blm puaskah kmu, kalau gitu tunggu karmamu tiba, selalu usil dgn ke hidupan orang lain
Mamah Dini11
bagus devan 👍👍👍👍👍 gercep sekali keren gitu doong, itu suami siaga penuh 🤣🤣🤣
Mamah Dini11
kenapa di rahasiakan shena, sekecil apapun itu jgn ada rahasia di antara kmu dn devan dn kluarganya, biar rumah tanggamu terlindungi, ayo jujur itu lbh baik, aku gk suka istri2 yg menyimpan rahasia.
Mamah Dini11
itu namanya main kotor Hai perempuan licik, laki2 msh banyak Isabel, kok harus devan, harga dirimu di simpen di mana nona licik, udh tau devan punya istri msh ganggu aja, jgn meremehkan kluarga adiguna Isabel, ingat itu
Mamah Dini11
ngidam orkay suka berlebihan ya kalau di dunia nyata mh jarang sekali yg ngidam berlebihan msh terkendali, kalau ada orang yg jahil di pastikan devan dn yg lain nya di viralkan, gimana reaksi media he he he
Siti Muntamah
dasar rubah betina si sarah
Siti Muntamah
ujian mu berat sekali Shena
Mamah Dini11
biasanya paling waktu pagi pagi, jgn kelamaan ngidam nya ya thor si devan kasian juga, jdi di jahilin sm orang rumahnya, bkn nya simPATI, harusnya doong
Siti Muntamah
makanya jadi pria jangan sombong masih kau kaya nggak ada gunanya kasian sekali kau Shena kalau ketemu semoga Shena sama pria lain biar kapok kau Devan
Siti Muntamah
awas nanti kalau nanti kau cari Shena kalau sudah pergi jangan mau Shena sama aja kau dibuang sama Devan
Siti Muntamah
rasain nanti kau akan tergila 2 sama Shena
Siti Muntamah
sabar Shena biar kan dia semaunya peduli amat nanti juga sadar sendiri
Mamah Dini11
aduuuhhh pak devan shena itu ha....... mil bu....... kannnnn sakit, ingat itu pak devan yg terhormat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!