NovelToon NovelToon
Terpikat Pesona Om Duda Dingin

Terpikat Pesona Om Duda Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Duda
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kimmy Yummy

"Menikah muda adalah jalan ninjaku!"

Bagi Keyla, gadis cantik kelas 3 SMA yang keras kepala dan hobi tebar pesona, cita-citanya bukan menjadi dokter atau pengusaha, melainkan menjadi istri di usia muda. Namun, belum ada satu pun pria seumurannya yang mampu meluluhkan hatinya yang pemilih.
Sampai sore itu, hujan turun di sebuah halte bus. Di sana, ia bertemu dengan Arlan. Pria berusia 28 tahun dengan setelan jas mahal, tatapan mata setajam silet, dan aura dingin yang sanggup membekukan sekitarnya. Arlan adalah definisi nyata dari kematangan dan kemewahan yang selama ini Keyla cari. Hanya dengan sekali lirik, Keyla resmi menjatuhkan pilihannya. Om Duda ini harus jadi miliknya.
Keyla memulai aksi pengejaran yang agresif sekaligus menggemaskan, yang membuat Arlan pusing tujuh keliling.

Lantas, mampukah Keyla meluluhkan hati pria yang sudah menutup rapat pintu cintanya? Atau justru Keyla yang akan terjebak dalam gelapnya rahasia sang duda kaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kimmy Yummy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 14

Sesampainya di rumah Keyla, mendadak suasana ruang makan malam ini terasa begitu menegangkan.

Di ujung meja, Pak Baskoro duduk dengan kemeja batik formal, tangannya terlipat di depan dada, menatap tamu di hadapannya dengan tatapan menyelidik. Di sisi lain, Arlan duduk dengan tegak, wajahnya datar, sama sekali tidak terlihat terintimidasi oleh aura yang dipancarkan Papa Keyla.

"Jadi..." Baskoro membuka suara, memecah keheningan yang mencekam. "Pak Arlan Dirgantara. CEO muda yang namanya sering saya dengar di berita bisnis. Saya tidak menyangka pertemuan pertama kita secara resmi adalah karena putri kecil saya yang nakal ini."

Keyla, yang duduk di antara mereka, meringis. "Papa, jangan panggil putri kecil dong. Malu tau di depan Om Arlan."

Baskoro melirik putrinya tajam. "Diam dulu, Keyla. Papa sedang bicara dengan tamu kita."

Arlan berdehem pelan. "Suatu kehormatan bisa bertemu dengan Anda, Pak Baskoro. Saya minta maaf jika kedekatan saya dengan Keyla belakangan ini membuat Anda khawatir. Saya akui, awalnya ini adalah sebuah ketidaksengajaan."

"Ketidaksengajaan yang berlanjut menjadi antar-jemput, kiriman makanan, hingga memata-matai istri saya?" skakmat Baskoro.

Arlan tidak berkedip. "Saya melakukannya karena Keyla berada dalam kesulitan. Sebagai pria dewasa, saya rasa tidak bijak jika saya mengabaikan seseorang yang membutuhkan bantuan, apalagi seseorang yang memiliki semangat sebesar Keyla."

"Semangat? Atau obsesi?" Baskoro terkekeh hambar, lalu mulai menyendok nasinya. "Keyla baru saja lulus SMA. Dia masih ingin kuliah, masih ingin melihat dunia. Sedangkan Anda? Anda sudah pernah menikah, sudah mapan, dan sudah melewati fase main-main. Apa yang Anda cari dari anak saya?"

Keyla menahan napas. Pertanyaan itu adalah inti dari ketakutannya selama ini.

Arlan meletakkan sendoknya, menatap langsung ke mata Baskoro. "Saya tidak mencari mainan, Pak. Jika saya ingin main-main, saya akan mencari wanita yang seumuran dengan saya yang mengerti aturan main dunia korporat. Bersama Keyla... saya merasa hidup kembali. Dia jujur, dia berani, dan dia tidak memandang saya sebagai CEO, tapi sebagai manusia."

Keyla merasakan pipinya memanas. Ia tidak menyangka Arlan akan berkata sejujur itu di depan Papanya.

"Tapi Anda duda," potong Baskoro kasar. "Saya tidak ingin anak saya satu-satunya menjadi bahan pembicaraan karena menikah dengan pria yang jauh lebih tua dan memiliki masa lalu yang rumit."

"Papa!" Keyla menggebrak meja pelan. "Emang kenapa kalau Om Arlan duda? Status itu bukan dosa, Pa! Tante Riana aja yang bukan janda perilakunya lebih parah dari setan!"

"Keyla! Jaga bicaramu!"

"Nggak mau! Papa jangan egois. Selama ini Papa sibuk kerja, Papa nggak tau kalau Om Arlan yang jagain aku pas aku hampir gila di rumah ini. Dia yang bikin aku semangat belajar sampai bisa dapet peringkat satu. Apa itu bukan hal positif?"

Suasana kembali hening. Baskoro menatap anaknya yang sedang berapi-api, lalu beralih menatap Arlan yang tetap tenang.

"Pak Arlan," ucap Baskoro setelah beberapa saat. "Saya punya syarat. Jika Anda memang ingin serius berhubungan dengan Keyla, atau setidaknya ingin saya tidak melarang Anda menemuinya."

Arlan mengangguk. "Sebutkan, Pak."

"Pertama, Keyla harus tetap kuliah dan lulus dengan nilai terbaik. Saya tidak ingin dia menikah sebelum punya gelar. Kedua, selama kuliah, saya tidak ingin ada drama yang mengganggu fokusnya. Dan ketiga..." Baskoro menjeda kalimatnya, "...Anda harus membuktikan bahwa Anda bisa bersabar menghadapinya. Keyla itu keras kepala, dia manja, dan dia belum tau sulitnya hidup. Jika suatu saat Anda bosan dan menyakitinya, saya tidak akan segan menggunakan seluruh koneksi saya untuk menghancurkan bisnis Anda."

Arlan tersenyum tipis—sebuah senyum yang menunjukkan rasa hormat. "Syarat yang adil. Saya terima. Mengenai bisnis saya... Anda boleh mencobanya, tapi saya pastikan saya akan menjaga Keyla lebih kuat daripada saya menjaga aset perusahaan saya."

Keyla melongo. "Jadi... ini artinya aku dibolehin pacaran sama Om Arlan?"

Baskoro mendengus, menyuap rendangnya dengan kasar. "Siapa yang bilang pacaran? Papa cuma bilang boleh menemui.

"Dan ingat, jam malam tetap jam sembilan. Lewat satu menit, gerbang saya kunci, meskipun kamu bawa mobil anti-peluru sekalipun, Arlan." ucap Baskoro memperingatkan Arlan.

Keyla bersorak girang. Ia spontan meraih tangan Arlan di bawah meja dan meremasnya.

"Makasih, Pa! Papa emang paling ganteng nomor dua setelah Om Arlan!" seru Keyla.

"Sudah, makan! Jangan berisik!" gerutu Baskoro, meski sudut bibirnya sedikit terangkat melihat kebahagiaan putrinya.

Malam itu, sidang berakhir dengan damai. Saat Arlan hendak pulang, Keyla mengantarnya sampai ke teras.

"Om, hebat banget tadi. Aku kira Om bakal pingsan didepan Papa," bisik Keyla sambil bersandar di pilar rumah.

Arlan merapikan jasnya, menatap Keyla dengan lekat. "Aku sudah bilang, dewan komisaris jauh lebih galak. Tapi... Papamu benar soal satu hal."

"Apa?"

"Kamu memang manja," Arlan menjewer pelan telinga Keyla, membuat gadis itu memekik kecil. "Belajar yang rajin di kampus nanti. Jangan buat aku malu karena sudah berjanji dengan Papamu."

"Siap, Om Sayang! Eh... Om pacar maksudnya."

1
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up yg banyak
Reni Anjarwani
lanjut thor koyol bgt arlan
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Kimmy Yummy: siap Kak
total 1 replies
Putri Lauren
aku suka banget ceritanya, lanjut thor
Kimmy Yummy: Makasih, udah mampir Kak
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Kimmy Yummy: Oke, siap Kak
total 1 replies
Fitra Sari
lanjut thorr
Kimmy Yummy: siap Kak
total 1 replies
Fitra Sari
lanjuttt
Kimmy Yummy: Makasih udah mampir Kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!