NovelToon NovelToon
Conquer Me

Conquer Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Bad Boy
Popularitas:158.6k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Deanada Kharisma, hampir 3 tahun menjalani kehidupan remaja diantara toxic circle. Memiliki teman yang toxic, menindas, bertindak sesukanya, dan melakukan diskriminasi.

Namun siapa sangka di balik itu, sebenarnya ia menyimpan rahasia bahkan dari teman-temannya sendiri, hingga Tuhan mempertemukannya dengan Rifaldi yang merupakan pemuda broken home sekaligus begundal sekolah dan naasnya adalah musuh bebuyutannya di sekolah.

Bagaimana Tuhan membolak-balikan perasaan keduanya disaat faktanya Dea adalah seorang korban victim blaming?

Conquer me ~》Taklukan aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17🩷 Semakin kesini semakin kesana

Satu-satunya suara adalah deru mesin motor Rifal, Dea mendengar kebisingan udara dalam dekapan hangat kupluk Rifal. Matanya nyalang memandang belakang kepala pemuda yang memboncengnya, ada wajah yang tertunduk iba, ada hati yang mencelos dan tak menyangka.

Ia pikir, ia yang paling nelangsa di dunia ini. Ia pikir, ia yang paling menderita karena perundungan yang di deritanya. Namun jauh darinya, Rifal....

Dea harusnya bersyukur, disaat dunia terlalu kejam untuknya, di saat dunia begitu melelahkan masih ada tempatnya untuk pulang, memeluknya memberikan dekapan hangat. Tapi Rifal.....bahkan tempat dan orang-orang yang harusnya jadi tempatnya mengadukan keluh kesah dunia justru jadi tempat paling mengerikan dan menyakitkan.

Terlebih, orang yang menyakitinya adalah orang yang seharusnya paling melindungi.

Dea memalingkan pandangan ke sekitar, mencoba mentransferkan hawa panas di mata pada udara. Berharap angin membawa serta tangis ibanya, sungguh ia tak bisa membayangkan neraka dunia Rifal.

Perlahan namun pasti tangannya itu mengerat memegang jaket Rifal.

"De, bisa temenin gue makan dulu? Laper euy..." keluhnya. Dea memiringkan kepalanya dan mengangguk, "Lo belum makan?"

Rifal menggeleng, ya ampun! Dea mengerjap beberapa kali. Semua tentang beban yang di derita, tentang tangis yang tak keluar. Tentang kepedihan yang ia dekap dan nikmati.

Rifal tidak berbelok ke arah mall atau cafe terdekat, melainkan hanya tenda nasi goreng pinggir jalan.

"Bisa duduk di tempat beginian kan?" tanya nya membuat Dea mengangguk.

"Aman, rasanya enak kok. Dijamin." Ucapnya memastikan khawatir Dea tak mau atau risih dan sangsi.

"Kang, nasi goreng 2..."

"Fal, gue udah makan." Tukas Dea segera. Namun Rifal hanya tersenyum tipis, "yang satu dibungkus. Pedes pisah, yang makan disini pedes."

"Siap, monggo duduk..." pinta lelaki yang tengah membolak-balik dan mengacak-acak nasi di katel besar itu.

Rifal menarik satu bangku plastik untuk Dea, dan satu untuknya.

"Harus diobatin Fal, di kompres." Dea, masih saja memperhatikan wajah dan lebam Rifal.

Rifal mendengus tersenyum miring nan getir, "iya. Nanti aja."

Entahlah, Dea justru tak mau menyuruh Rifal pulang setelah ini, bahkan kalau bisa Rifal lebih baik menginap di penginapan atau dimana saja lah yang penting tidak pulang, tidak bertemu dengan keluarganya lagi.

"Sorry ya, lo jadi tau...sorry juga udah bikin lo takut kaya tadi. Masih tremor ?"

Dea mengangguk sekali sembari menyembunyikan kedua tangannya, "engga. Udah engga. Cuma--- gue ngga tau harus ngomong apa."

Ia menggeleng, Rifal menggeleng sambil tersenyum tipis lagi, "ngga harus ngomong apa-apa. Toh semuanya sudah terjelaskan secara detail."

"Sering?"

Alis Rifal berkedut seperti sedang berpikir, lalu ia menggeleng, "engga. Cuma beberapa kali aja."

Bahkan Dea langsung membeliak, "beberapa kali Rifal? itu sering namanya."

Rifal menepis udara, "udah kebal, De." Ia lantas menerima sepiring nasi goreng miliknya sepaket segelas air teh tawar hangat dan kerupuk.

"Mau, coba?" tawarnya seperti---sudah anteng saja, seakan-akan yang tadi itu, tak terjadi apa-apa. Padahal Dea masih tak habis pikir saja, kok bisa?!

"Engga. Gue masih kenyang."

Lantas Rifal kembali menawarkan kerupuk dari plastik bening miliknya, "gue benci kalo orang liat gue dengan tatapan kasian." Ujarnya tiba-tiba dengan mata yang tetap menatap nasi dan menyendoknya ke dalam mulut dengan santai, sehingga Dea bergegas memutus pandangannya.

Rifal mengehkeh tanpa suara menyadari sikap Dea itu.

Hingga akhirnya Dea hanya menatap pan tat tukang nasi goreng saja.

"Gue juga sebel kalo cewek yang lagi deket gue natap cowok lain."

Alis Dea mengernyit dan melirik ke arahnya, sukses membuat Rifal tertawa sekarang.

"Ngga enak makan sendirian, cuma diliatin doang. Gue ngga se-artis itu." Rifal duduk menghadap pada Dea.

Ya ampun! Dea melongo lalu mendengus, "ya ampun. Serba salah banget kayanya duduk di deket Lo."

"Jadi mau martabak atau roti bakar?" tanya Rifal.

"Martabak aja." jawab Dea diangguki Rifal, "abis ini, ya.."

Lama Dea merasa ada yang mengganjal, akhirnya ia ingat sesuatu ...tujuan awalnya bertemu Rifal.

"Fal."

Rifal hanya menoleh dan menatap sebagai jawabannya, sementara mulutnya mengunyah nasi cepat-cepat, oh lihatlah....cepat sekali ia menyantap nasi goreng.

"Sebenernya gue ketemu lo ada maksud lain juga. Bukan cuma mau ngembaliin tas aja."

"Apa?"

"Tadi siang. Pas Inggrid ke rumah sama yang lain...." Dea menceritakan rencana Kenzi, Inggrid, ketidakhadirannya, ketidakikutsertaan Gibran dan Willy, termasuk....

"Gue ngga bisa cegah, kalau Inggrid emang bener-bener nekat. Tapi gue juga ngga bisa diem aja, kalo tau. Makanya, gue kasih tau lo aja. Gue pikir, kalo kasih tau Nara....yang ada dia mikir gue ada sekongkol atau bisa jadi ngga akan percaya. Gue juga ngga mungkin kasih tau mama...itu juga terserah sih, kalo Lo percaya atau engga....toh gue tau...gimanapun belakangan masa lalu gue sama MIPA 3 itu ngga bisa dianggap baik."

Rifal mengangguk-angguk meskipun awalnya sempat terkejut, saat Dea mengatakan rencana kriminal Inggrid.

"Thanks, nanti gue kasih tau Rama sama yang lain. Tapi Lo ngga perlu khawatir, kita bisa jaga-jaga."

Dea mengangguk.

Rifal sudah selesai dengan makannya dan sedang minum sekarang, menurunkan sejenak kunyahan yang masih meluncur melewati tenggorokan menuju lambung, "ngga pake kacamata?"

Dea menggeleng, "pake softlens." tunjuknya ke arah netra coklat tua Dea yang diangguki Rifal, "padahal gue suka..."

Dea menaikan alisnya.

"Kacamata Lo." Shittt! Rifal!

Dea mengangguk sekali merasa jika obrolan ini mulai canggung.

"Ini nanti ingetin gue ya, buat copot kupluk ini pas udah sampe." Tuduh Dea ke arah kepala mencoba membuat suasana normal kembali setelah kata suka kacamata tadi.

"Buat Lo aja. Ngga pernah gue pake kok, disimpen di jok motor terus. Dulu beli waktu pas outing school ke kebun teh itu ...biar bisa tidur."

Dea tertawa kecil, "bener ya, kata anak-anak lain, lo tukang tidur di kelas? Kata guru juga."

"Wah? Iya? Gue perlu tumpengan ngga nih, terkenal jalur tidur begitu?"

Dea kembali tertawa renyah. Rifal, rupanya tidak seseram yang ia lihat sebelumnya, justru pemuda ini asik...cukup asik.

Ia membayar nasi miliknya sambil menerima sebungkus nasi goreng lain lalu menyerahkannya pada Dea, "eh."

"Buat makan nanti. Kalau abis dikasih sesuatu bilang apa?" tanya Rifal.

"Makasih." Dea menjawab.

"Pinter." Rifal menepuk-nepuk puncak kepala Dea, "yu naik." pintanya sudah naik duluan dan menyalakan stater motor.

Semakin kesini, perasaannya semakin kesana. Bahkan untuk membayar martabak saja, Rifal menahan uang yang Dea keluarkan, "eh jangan. Ini gue udah dikasih mama, uangnya. Tadi nasi goreng sekarang martabak."

Rifal menggeleng, "ngga apa-apa, biar Lo banyak utangnya sama gue. Itung-itung obat buat tremor yang tadi."

Dea menghela nafasnya menatap Rifal, merasakan ada yang berbeda sekarang di penglihatannya tentang Rifaldi Elvan Januar.

.

.

.

.

1
Trituwani
haduwhh ko ad q min disitu/Slight/
UfyArie
eh nadia omara maksudnya😄,kembara sunyi keren juga lo kak😄👍
R Melda
no name🤔🤔🤔
Fitri Yaningsih
wah di gantung 😁😁😁kita tunggu esok kelanjutannya pemirsah 🤭🤭
safitri
semangat trus ya kak...selalu menunggu up darimu pokoknya...😍
Eci Rahmayati
etdah tantrum nya nngeri🤣
PuputMega Shelviana SuJanii
siap2 d tolak y om😅 kyax nya adegan sama dialognya beda y teh sama yg d lapak d palak preman pasar, yg ini lbh ngena bikin deg2 ser, Dea yg d tembak aq yg ikut deg2an 😅
thasya angela
peluk saya neng pelukk 🤭
rizky tria
nah gt dari kemaren om Fal biar jelas statusnya kalopun ngelarang" atau posesif 🤭😁
Iccha Risa
paan itu, gayamu bang donatur kasih coklat selipin cincin berlian ke segede gaban, minta gadis jadi pacar gini amat bang, jgn to the point banget ath.. maluu doon
ieda1195
duh gussstiiiii🤦‍♀️,, romantis dikit kek omm,, langsung jederrr begitu ,,
bener2 hidupmu sesimpel ituu, gk mau ribet 😂
𝐙⃝🦜Ro
langsung tembak dong😄😄😄 tapi sayang mereka akan berpisah jarak, atau rifal ikut ke Jogja😉🤔
ieda1195
sambil pakai kostum badut om fall😂
ieda1195
hadoohhh, aku jdi bayangin yg di wallpaper GC 🤭
ieda1195
awal loh om, ntar malem gk bisa tidur, mikirin dipeluk dea teruss
lestari saja💕
ga ada mukadimah nya,langsung to the point😂😂😂
Miko Celsy exs mika saja
lempeng amat fal ngajak jd pacarmu ke dea🫣🫣🫣🫣
lestari saja💕
kurang kerjaan kayaknya😂😂
Salim S
heh abang rifal kalau nembak cewek tuh yg romantisan dikit, minimal tempat atau suasana nya gitu 🤭🤭🤭hadeeeh ini nembak cewek kok ya terkesan gimana gitu bener bener anti mainstream sekali andah 🤭🤭🤭pastikan dea akan menanyakan siapa hana...ceritakan dengan jujur dan lengkap tentang hana sebelum dea tahu dari orang lain dan cerita yg ngga bener...ayo dea terimalah abang donatur mu 🤭🤭🤭
Wanda
teh sin sengaja diputus sampe kata" ngajak jadi pacar, habis itu kan ada yang marah"😭🤣🤣
Eci Rahmayati: kebiasaan pasti jam Kunti ini up nya 🤣😄
total 10 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!