Duo kembar mengajak bermain ke mall di kota agak jauh dari tempat tingal kami dan tidak segaja malah bertemu papanya padahal aku menyembunyikan keberadaan mereka dari papanya
kami di jodohkan orang tua dia tidak pernah menerima perjodohan ini kerena dia punya kekasih bahkan aku sempat di madu
Saat dia menceraikan aku dia tidak tahu kalau aku hamil dan aku sembunyikan kehamilanku dengan bersembunyi di tempat lain memang tak mudah perjuanganku hamil anak kembar tetapi semua aku jalani dengan dukungan adek almarhum ibu yang selalu mendukung ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32 Kejutan dari mama
Sekitar jam sepuluh kami berjalan menuju rumah mama Karena nanti setelah sholat dhuhur kami mau pulang besok anak anak sekolah dan aku beraktivitas lagi sebagai makelar tak lupa aku juga bawa perhiasan untuk aku kembalikan ternyata papa juga ada di rumah kami di persilahkan duduk di ruang tengah anak anak di pangku papa dan mama mereka menciumi anak anak bi endang juga duduk dekat kami
" Anak anak main lihat tv di kamar ayah nya saja atau di kamar Oma" kaya mama
" Biar di kamar Adit saja" kata mas Adit kemudian sama mas Adit menyalakan film kartun di televisi kemudian mas Adit keluar dan bergabung bersama kami
" Ara gimana bisnis makelaran kamu masih jalan kan" tanya papa
" Masih pa besok ada yang tanya mobil Ara dan besok juga Ara mau lihat mobil yang di tawarkan melalui sosmed" jawabku
" Kalau boleh papa bantu modal gimana biar showroom mu lebih besar" kata papa
" Tempatnya hanya cukup tiga mobil kalau sepeda bisa hanya lima pa" jawabku
" Kan rumah yang di beli Adit halaman nya luas dan berpagar lagi dagangan kamu bisa di titipkan di situ bolehkan dit?" tanya papa
" Boleh lah pa di tempati Tiara juga boleh dan tadi Adit sudah melamar Tiara semoga dia menerima Adit" jawab mas Adit
" Sebenarnya hari ini mama mau lamar kamu buat Adit eh kedahuluan terus apa jawabnya kamu" kata mama
" Tiara minta waktu ma sesuai Sarah bi endang Tiara mau minta petunjuk sama Allah dulu" jawabku diplomatis
" Ya nggak papa lah semoga Adit sabar nunggu kamu karena ada perempuan yang terang terangan melamar Adit kepada mama kamu mungkin tahu itu lho ibunya Leo" kata mama
" Ogah ma Azam saja nggak kuat dengan gaya hidupnya Adit mana kuat yang hanya penjual umkm" jawab mas Adit
" Di kira kamu duda tanpa anak dan dia kecewa ternyata kamu punya anak dua" jawab papa
" Kalau papa sih setuju kalau punya menantu Tiara kasihan anak anak kalau dapat ibu tiri atau ayah tiri" lanjut papa
" Bagaimana bunda" tanya mas Adit
" Papa, mama dan mas Adit kasih waktu baut Ara berfikir Ara mohon" jawabku
" Ini ma perhiasan mama Ara kembalikan" kata ku
" Kamu simpan dulu kalau kamu menerima lamaran mama untuk anak mama nggak usah di kembalikan dan ini surat rumah yang kamu jual masih atas nama ibu mu belum di balik nama kamu ambil saja buat kamu kalau kamu berkunjung disini kamu bisa tempati dan mama serahkan ke kamu" jawab mam
Hadeh kalau begini aku kayak nya harus terima lamaran mas Adit nih kalau ku tolak pasti tersinggung kan aku bagikan makan buah simalakama mundur kena apalgi maju pasti kena pelukan mas Adit aku hanya diam nggak bisa jawab semuanya
" Kamu nggak usah gak enak sama mama kan perhiasan kamu jual buat beli motor yang agak besar biar bisa ngantar sekolah si kembar jadi itu mama ganti" kata mama
" Kalau masalah rumah kasihan dulu bapak mu beli itu nyicil sedikit demi sedikit biar bisa beli rumah malah kamu jual buat kami sembunyikan cucu kami" kata papa
" Iya ma, pa saya terima lamaran mas Adit" jawabku akhirnya mengakhiri Suasana seperti aku di intimidasi akhirnya aku jawab saja setuju biar mereka lega
" Bagaimana dit kamu sudah diterima cepat di nikahi dan belikan seserahan";kata mama
" kalau mas Adit nggak punya uang nggak usah uang mas Adit kan sudah buat beli mobil sama rumah jadi nggak usah repot repot" kata ku
" Ya itu nanti maharnya rumah sama mobil" kata mas Adit
" Jangan mas itu buat anak anak mas kalau nikahi aku dapat empat jadi tanggung jawab mas Adit ada aku dua anak dan satu bi Endang" jawabku serius
" Betul itu Dit kamu nikahi Tiara dapat bonus tiga Bianca Barra dan mbahnya" kata mama yang sudah hilang wajah ketusnya
" Iya nggak papa Adit suka apalagi bonusnya anak Adit sendiri yang ingin tidur berlima sama embah nya juga" kata mas Adit terkekeh
" Bianca kan masih polos dan kalau tidur pasti kita berempat ma jadi gantian tiap malam misal malam ini Bianca tidur nen sama saya Barra susu dot begitu juga sebaliknya" jawabku
" Coba tahu sejak dulu kan mereka tidur sama mama" kata mama
" Kalau ketemu dulu kasihan lah Adit belum sadar dari guna guna darah haid kasihan anak anak" jawab papa
" Katanya cucu papa suka berkelahi ya" tanya papa
" Iya pa si Barra seminggu sekali latihan karate jadi di sekolah nggak ada yang berani bully" jawabku
" Makanan sudah siap nyonya" kata bi Sumi menghampiri kami
" Ra kamu pikirkan tawaran papa kamu ajukan proposalnya nanti bagaimana pembagiannya juga kalau nggak bisa kamu minta di ajari Adit" kata papa
" siap pa" jawabku
" Ayo anak anak kita makan semuanya bi endang juga" ajak mama
Kami pun makan bersama di meja makan ada papa dan mama mas Adit untuk Nadira dan suaminya pergi bulan madu jadi hanya kami yang ada di meja makan
" Makanan di rumah nenek selalu enak" kata Bianca pertama mama yang mengambilkan papa kemudian aku mengambilkan mas Adit bi endang. kemudian anak anak mereka semangat banget makan dan mereka juga di ladeni olh ayah nya.
Selasai makan aku bantu bi Sumi cuci piring dan bersih bersih kemudian kami duduk di ruang tengah bersama anak anak yang sedang bermain
" Nanti kalau berangkat mampir ke sini dulu ada oleh oleh buat kalian" kata mama
" Iya ma ayo dek kita siap siap biar si kembar di sini dulu nanti kita jemput" kata mas Adit
Kami pun pulang jalan kaki bertiga sampai rumah aku membersihkan rumah aku sapu kemudian aku pel dan memasukan bawaan ke mobil bagian belakang kemudian aku mandi ganti baju dan baju kotor aku masukan keresek termasuk baju si kembar selesai mas Adit menyiapkan mobilnya kemudian aku pamit sama pak RT dan tetangga pintu rumah di kunci kami berangkat dan menjemput anak anak dulu di rumah mama
Sampai di rumah mama kembar ku suruh mandi di kamar mas Adit dan aku siapkan bajunya selesai mandi aku dandani mereka biar ganteng dan cantik tiba tiba mas Adit mendekat dan meraih jariku dan memasukan cincin kawin yang dulu pernah aku serahkan ke dia
" kamu pakai lagi cincin kamu biar Ahmad tahu kalau kamu punya calon suami" kata dia sambil memasukan cincin ke jariku
" Dasar nggak romantis melamar apa memaksa" jawabku
" Jangan ketus ketus sama aku kualat nanti" kata dia dengan tengil
Selesai semua kami pamit baju kotor aku masukan tas plastik aku masukkan ke mobil beserta oleh oleh yang di beri oleh mama teryata banyak oleh oleh dari mama
" Hati hati di jalan jangan sakiti sakiti Tiara kalau kamu sakiti Tiara biar berhadapan sama mama" kata mama
Kami berangkat setelah bersalaman sama mama papa dan juga semua yang ada.
Bersambung ......