Sahara adalah anak kandung yang terusir bersama dengan ibunya karena Fit-nahan yang di buat oleh wanita lain di hati ayahnya.
Mampukah Sahara memperjuangkan dan membersihkan nama ibunya dari fit-nah keji wanita yang tak lain adalah sahabat ibunya itu?
Akankah ayahnya percaya? baca terus kisah Perjuangan Sahara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahara 27
"Kamu jangan lupa berikan uang jatah itu kepada mereka. Walau bagaimanapun itu adalah hak dari mereka. Apalagi ibunya Ara masih memiliki aset pada perusahaan ini. Aku tak mau mendengar jika sampai mereka tak mendapatkan haknya Seperti yang di katakan Ara tempo hari! Jika sampai benar akan hal itu aku tak akan memaafkan kamu!"ucap Sandy saat mereka sedang sarapan.
Ucapan Sandy membuat Wanda sedikit gugup tapi pada akhirnya dia bisa menguasai diri. Tak lama raut wajahnya berubah dan tersenyum ke arah Sandy.
"Iya sayang. Kamu tidak usaha khawatir aku adalah wanita yang memegang amanah dan kepercayaan darimu tidak seperti mereka. Selama ini aku selalu memberikan hak mereka, jika anak itu mengatakan aku tak memberikannya, itu adalah fit-nah keji untukku,"jawab Wanda menyombong dan bohong.
Padahal dia selama ini tak pernah memberikan uang itu kepada mereka. Uang itu selalu dia gunakan sendiri untuk kepentingan dia. Selama tiga tahun terakhir di saat Sandy mulai memberi mereka nafkah dan memberikan hak atas keuntungan perusahaan kepada Rianty yang sesungguhnya amat sangat kecil dari keuntungan perusahaan mereka.
"Mas, nanti aku izin pergi ke rumah kontrakan mereka untuk memberikan uang ini." Ucap Wanda meminta izin kepada suaminya.
"Baiklah nanti aku akan minta supir untuk mengantarkanmu."jawab Sandy
"Aku akan berangkat dengan Citra,Mas. Soalnya hari ini dia tidak ada kelas di kampusnya. Sekalian kami ingin ke salon. Boleh kan Mas?"jawab Wanda membuat Sandy sedikit berfikir tapi akhirnya dia mengizinkan istrinya pergi.
"Baiklah. Kalau begitu aku pergi ke kantor dulu."pamit Sandy.
Wanda dan Citra menyalaminya. Sedangkan Akmal, juga pergi bersamaan dengan Sandy ke kantor dengan mobil yang berbeda.
"Akhirnya Mama bisa bertemu dengan Ayahmu juga. Setelah kamu mengantar Mama bertemu Ayahmu kamu bebas mau kemana saja menghabiskan uang semalam. Tapi sore kamu harus jemput Mama karena kita tidak boleh pulang terpisah okey."ucap Wanda saat mereka akan berangkat menuju rumah suami pertama Melani berada.
"Baiklah Ma, kalau mau pulang kabari saja."jawab Citra.
"Memangnya kamu tidak mau bertemu dengan ayahmu dulu?"tanya Wanda kepada anak perempuannya.
"Gak, Mama saja. Aku malas ketemu ayah. Nggak jauh dari minta duit! Mending aku gunakan untuk hangout di banding aku berikan uangku kepada Ayah."jawab Citra.
Bukan hanya Citra, melainkan kakanya Akmal juga enggan bertemu dengan Ayah kandung mereka. Karena ayah mereka tak jauh dari masalah uang, mabuk dan judi. Terkadang mereka tak habis fikir dengan ibunya yang masih selalu setia dan memberikan uang kepada ayahnya itu. Padahal status mereka saat ini adalah mantan suami istri. Tapi apa yang mereka lakukan bahkan masih seperti layaknya suami istri setiap bertemu. Dan kedua anaknya tau itu.
"Ya sudah kalau begitu Mama turun dulu."jawab Wanda tak ambil pusing karena sudah terbiasa juga.
Kemudian dia turun di depan sebuah rumah sederhana yang berada di pinggiran kota sambil membawa beberapa bungkus makanan untuk mantan suami yang masih bergantung hidup padanya. Pria yang merupakan preman jalanan itu.
"Hendra..."panggil Wanda masuk kedalam rumah.
Disana sudah ada seorang pria bertato dengan tubuh tinggi menunggu Wanda di dekat pintu sambil tersenyum lebar. Bahkan dia sengaja memperlihatkan badan berototnya kepada Wanda karena memang Wanda begitu mengagumi fisik pria itu.
"Akhirnya kau datang juga Wanda. Kenapa kau lama sekali tak pernah datang kemari. Aku sangat merindukanmu." Hendra langsung mem*luk tubuh Wanda dengan erat dan menci*mi wanita itu setelah mengunci pintu.
"Sabar sebentar Hendra, aku menyimpan tas dan bungkusan makanan ini dulu. Kenapa kamu tidak sabaran sekali? Aku juga sudah sangat merindukan setiap sen-tuhanmu. Sekarang sen-tuh aku, aku ingin menikmati waktu kebersamaan kita Hendra, aku juga sudah begitu merindukanmu dan...."jawab Wanda sambil melemparkan tas nya ke atas sofa yang ada disana.
"Aku juga sudah sangat merindukanmu Sayang. Sudah tak bisa tah*n lagi. Ayolah sayang."bisik Hendra sambil mengg*ndong Wanda dan membawa wanita itu kedalam kamar mereka.
"Jangan meninggalkan jejak Hendra. Aku sedang diawasi oleh pria itu."bisik Wanda saat Hendra menci*mi leh*rnya.
"Baiklah sayang..."jawab Hendra.
Mereka saling meny*tukan bibir dan bermain dengan lid*h mereka di dalam sana. Hingga yang terdengar hanyalah dec*pan. Sedangkan tangan mereka dengan lihai sudah memb*ka sel*ruh b*ju mereka masing-masing.
Dengan rakus Hendra bermain dengan dua gundukan besar di depannya. Memainkan dan juga mer*mas dengan penuh na*su membuat Wanda Mendes*h merasakan sensasinya. Begitupun Wanda yang juga mengambil alih memberikan service kapada Hendra hingga membuat pria itu mendorong Wanda.
"Sssttt..."desis Wanda sambil mer*mas kepala Hendra.
Hendra bermain dengan sesuatu di bawah sana mil*k Wanda. Hingga membuat Wanda berteriak dan meminta Hendra untuk ber-main lebih lagi.
"Oh, rupanya sudah sangat bas*h sayang. Apa selama ini kau tak pernah dia s*ntuh hah?" Tanya Hendra membuat dia tersenyum dan dengan penuh Na*su bermain dengan l*bang di baw*h sana membuat Wanda kembali menger*Ng panjang menikmati apa yang dilakukan mantan suaminya itu sambil mer*mas kepala Hendra sedikit menekan kepala Hendra untuk lebih dal*m lagi.
"Aaahhh... Lebih dal*m sayang. Kau sangat pandai membuatku mel*yang..."racau Wanda membuat Hendra semakin berna*su.
"Akkkggghhh... Aku mau sampai. Lebih cepat dan dalam lagi sayang."teriak Wanda. Hendra mem*sukkan tang*nnya lebih dal*m dan memaink*nnya lebih cepat sedangkan lidahnya bermain dengan tonj*lan kecil di atasnya.
"Ssssttt... Ahhhh..."er*ng Wanda berbarengan dengan tubuhnya yang berg*tar merasakan sesuatu di b*wah sana yang sudah menc*pai punc*knya.
"Kita lanjutkan sayang..."bisik Hendra kemudian memulai peny*tuan mereka. Hent*kkan di b*wah sana dari Hendra semakin kencang. Sehingga yang terdengar hanyalah suara des*han dan er*ngan kenikm*tan yang saling bers*hutan.
"Oh kamu memang sangat membuatku pu*s Hendra... Kami tak pernah gagal, tau titik lemahku, tidak seperti pria itu yang bahkan tak bisa membuatku mencapai puncak berkali-kali seperti ini!"teriak Wanda merasakan sesuatu di b*wah sana yang akan kembali mencapai p*ncaknya. Sedangkan pria di at*snya masih saja mem*mpa di bawah sana.
"Makanya kau kembali lagi dan lagi padaku Wanda. Karena hanya aku yang tau dan yang bisa memu*skan na*sumu yang besar itu."kekeh Hendra yang kembali membuat Wanda meng*rang dan berg*tar panj*ng.
Seperti itulah kegiatan Wanda di saat bertemu dengan mantan suami yang masih selalu dia temui sepanjang pernikahannya dengan Sandy secara diam-diam. San Sandy yang bodoh tak pernah tau jika dia berbagi istri dengan mantan suami wanita itu.
salam sehat selalu outhor syantik ku 🫶🫶🫶🫶