Aleta merasa dunia tidak berpihak padanya. Banyak masalah terus menimpanya, dari kehilangan sang Ayah tercinta hingga kehilangan tunangannya , yang direbut oleh orang terdekatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Kedatangan Risa
Suasana makan siang di rumah Mama Kamila hati ini terasa hangat , meski mereka semua tidak ada yang berbicara .
Semuanya makan dengan tenang , kecuali dengan satu orang. yaitu Risa , meski bibirnya tersenyum manis , tapi dalam hatinya sedari tadi menahan kesal yang teramat sangat.
Ia merasa tidak di anggap di ruang makan itu , Pak Gunawan dan Mama Kamila berlaku sangat ramah pada Aleta . Begitupun juga dengan Elang, laki - laki itu bahkan dengan sigap melayani Aleta , mengambilkan lauk ini dan itu....sungguh sangat perhatian.
Di tambah tadi Elang malah pindah tempat duduknya ke samping Aleta .....Risa makin terbakar amarahnya.
Aleta berdiri hendak merapikan piring kotor., tapi Mama Kamila mencegahnya.
" Tidak usah sayang , kamu kan tamu di sini , duduk saja , biar bibik nanti yang merapikan "..
" Iya Tante ".
Cari muka..... kesal Risa.
" Sudah terbiasa ya Aleta , jadi langsung reflek ". Pak Gunawan tau bagaimana Aleta di rumahnya..
Aleta hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum ".
" Kamu rajin sekali nak ". ucap Mama Kamila.
Ck....haus pujian...
" Harus mandiri Tan , kalau enggak begitu kasihan sama Ayah , dia sudah bekerja seharian, jadi saya harus bisa mengurus rumah ".
" Ma , aku harus kembali ke kantor , Aleta ayo !".
" Terima kasih Tante atas makan siangnya, mari Pak Gun ".
" Sama - sama , jangan kapok ya...lain kali main lagi kemari ya AL ".
" InsyaAllah Tante " .
" Hati - hati nyetirnya EL "
" Siap Pa ".
Elang dan Aleta berjalan keluar, ternyata Risa mengikuti mereka
" Kak EL, aku ikut ya ". pinta Risa , tak lupa ia memegang lengan Elang untuk menunjukkan pada Aleta kalau dirinya dan Elang begitu dekat
" Ikut kemana Ris , kami mau kembali ke kantor , mau kerja bukan mau jalan - jalan ke Mal ". tolak Elang....sambil melepaskan tangan Risa dari lengannya. ..Elang bahkan melirik Aleta untuk melihat bagaimana reaksi gadis itu.
Dan Elang kesal.....karena Aleta terlihat biasa saja, tidak ada raut wajah cemburu sama sekali. Elang merasa usahanya mendekati Aleta belum membuahkan hasil.. Mungkin ia harus bekerja lebih ekstrem lagi.
" Iya aku tau , makanya aku mau ikut , aku kan mau kerja di kantor kak EL, jadi anggap saja perkenalan tempat kerja gitu ".
Dahi Elang mengernyit , ia merasa tidak pernah menerima Risa jadi karyawan perusahaannya , dan gadis itu juga tidak pernah mengajukan surat lamaran kerja....seenaknya saja kalau ngomong.
Risa pikir itu perusahaan bapaknya apa , main masuk seenak jidatnya.
" Kerja ??? di perusahaanku ?".
" Iya lah , mau di mana lagi, boleh ya Kak ". Risa merengek.....ia kembali akan meraih tangan Elang , tapi laki - laki itu buru - buru menghindar , Risa pun malu..
Niat hati ingin sombong pada Aleta , justru ia malah di permalukan oleh Elang.
Sialan.....umpat Risa.
" Bukan masalah boleh atau tidak Ris , bukannya kamu itu Sarjana Pendidikan, kamu mau ngapain di perusahaan aku, seharusnya kamu itu melamar kerja di sekolah buat jadi guru , biar ilmu yang kamu dapat itu jadi bermanfaat Ris ".
" Tapi aku maunya kerja di perusahaan Kak EL ".
" Kita bicarakan nanti , aku harus segera balik , ada rapat sama klien siang ini , ayo Aleta ".
" Kak EL .....aku ikut ya ".
" Tidak, please Ris ...mengertilah, jangan ganggu kerjaan aku ". tanpa bicara lagi , Elang menarik Risa ke dalam mobilnya.
" Ihhhhhh.....kesal , kesal....aku harus kerja di perusahaan Kak Elang , Tante Kamila dan Om Gun pasti bisa membantuku , aku tidak akan biarkan si Aleta itu merebut calon suami masa depanku ". Ucap Risa tersenyum miring.
Sejak lama ia sudah menaruh hati pada Elang. Apalgi Elang berasal dari keluarga yang kaya raya , di tambah Elang adalah anak tunggal, pasti harta warisannya akan turun ke Elang semua..
Wanita yang akan jadi Istrinya Elang pasti sangatlah beruntung, dan akan selalu berbahagia, hidup bergelimang harta dan Risa menginginkan posisi itu.
Ia sudah membayangkan bagaimana jadi Istrinya Elang. Bisa belanja tiap hari tanpa harus melihat isi uang di dompet, bisa keliling dunia kapanpun dia mau.....dan yang pasti ia akan memegang kartu ATM yang bisa ia gunakan tanpa batas.
Risa tidak akan membiarkan gadis manapun merusak impiannya itu , termasuk Aleta. Salah satu cara agar bisa lebih dekat dengan Elang ...ya bekerja di perusahaan laki - laki itu.
" Kenapa juga aku kuliah jurusan pendidikan sih.....aku pikir yang penting jadi sarjana saja agar Kak Elang bangga padaku ".
Di dalam perjalanan......
" Pak Elang, itu ....kenapa tidak di ajak saudaranya?".
" Jangan pikirkan dia AL , dia kira ini main - main....mau masuk kerja kayak mau masuk toko saja , semaunya dia ".
" Oohhhhh ". Aleta hanya mengangguk- anggukkan kepalanya.
Elang tidak kembali ke kantor, tapi ia langsung melajukan mobilnya ke tempat meeting akan di laksanakan . Elang sudah menelpon Bayu untuk membawa berkas - berkasnya.
*
*
Malam hari di rumah Elang........
" EL , Mama mau bicara !".
" Soal apa Ma , apa soal Risa yang mau kerja di perusahaan kita ?". tebak Elang. dan itu benar.
" Salah satunya itu , apa tidak bisa kamu pertimbangkan EL, kasihan.....Mama jadi tidak enak sama Orang tuanya Risa ".
Tidak mau membebani pikiran Mama Kamila , Elang hanya mengiyakannya saja , " Nanti akan aku pikirkan Ma ".
" Di usahakan ya EL ".
" Iya Ma , sudah kan Ma ".
" Eh tunggu, itu di garasi ada motor matic , sepertinya motor milik perempuan , milik siapa EL.....kamu enggak nyolong kan ?".
Elang salah tingkah, " Enggak lah Ma , masa anak Mama yang cakep gini nyolong, itu punya teman Ma....nitip ke aku ".
" Benar ya EL, kamu jangan bohongin Mama ".
" Enggak Ma , sudah ya Ma....aku mau ke kamar, mau istirahat ".
" Ya , istirahatlah EL ".
" Terima kasih Ma ".
Elang berjalan tergesa ke kamarnya...." Mama sudah mulai curiga, aku harus memindahkan motor Aleta.....tapi di mana ya?????
Bersambung.........
*******