NovelToon NovelToon
Ratu Racun Dari Dimensi Lain

Ratu Racun Dari Dimensi Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam pengganti / Reinkarnasi / Ruang Ajaib
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Mo Yuyan, 16 tahun—putri angkat Ketua Sekte Abadi, yang dikenal sebagai gadis lembut, patuh, dan selalu menunduk.

Namun, semuanya berubah malam itu ...

Malam ketika dia dituduh mencuri pusaka sekte, dikhianati oleh orang-orang yang dia anggap keluarga … lalu dibuang ke dalam Jurang Pemakan Jiwa untuk mati!

Akan tetapi, Takdir membuatnya kembali!

Bukan sebagai Mo Yuyan yang dulu, melainkan sebagai Mo Yuyan yang baru.

Dimana sosok jiwa asing dari masa ribuan tahun ke depan mengambil alih raganya. Sosok yang dingin, angkuh, cerdas, dan terlalu tenang untuk seorang gadis yang baru menginjak dewasa.

Jiwa itu tersenyum dan mulai menghitung semuanya.

Sekte Abadi bahkan tidak menyadarinya, jika mereka ...

Baru saja membangkitkan seorang 'Ratu Racun' berjiwa psikopat dari masa depan.

"HUTANG INI AKAN AKU TAGIH SEMUANYA! KALIAN SEMUA AKAN MUSNAH!"

"ARRRGHHHH!!!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23: Seorang ... Pangeran??

***

Langit di dunia nyata terlihat lebih cerah daripada langit yang ada di dalam dunia kecil 'Neraka Jahanam'.

Angin gunung berhembus dengan lembut, membawa aroma dedaunan dan tanah basah, berbeda sekali dengan aroma racun yang selama satu tahun mereka hirup di dalam sana.

Mo Yuyan berdiri di atas sebuah batu besar, tatapan matanya menatap lurus ke arah bagian Barat.

Nun jauh disana, pegunungan yang berderet membentuk sebuah siluet tajam dibawah cahaya matahari senja.

Dan dibalik pegunungan itulah tujuan mereka selanjutnya.

... Lembah Emerald Hitam.

Sebuah tempat yang dikenal sebagai salah satu wilayah paling berbahaya di kawasan Selatan.

Krak!

Duan Xue meregangkan punggungnya dengan malas.

"Ah! Tubuhku terasa jauh lebih ringan setelah keluar dari tempat itu," ujarnya sambil menguap beberapa kali.

Li Shen menarik napas panjang sambil memejamkan matanya, lalu mengeluarkannya secara perlahan.

"Oksigen ternyata sesegar ini aromanya ..."

Sementara Lang-Lang mengibaskan ekornya dengan santai.

Gold dengan sigap melomat turun dari atas bahu Mo Yuyan, dan menguap lebar diatas sebuah batu besar.

"Graaaah~"

Mo Yuyan melirik ke arah rombongannya dengan wajah dingin.

"Kita tidak punya waktu untuk bermalas-malasan, karena dunia tengah sudah menunggu kedatangan kita!" ujar Mo Yuyan.

"Jadi kita langsung berangkat, Kak?" tanya Li Shen sambil membuka matanya.

Mo Yuyan menganggukkan kepalanya sebgai jawaban.

"Perjalanan ke Lembah Emerald Hitam membutuhkan waktu selama tiga hari perjalanan dari sini ..."

"Jika kita menggunakan 'Qinggong', mungkin hanya menempuh satu hari perjalanan saja, Ratuku ..." sahut Duan Xue sambil menyeringai.

"Itu juga kalau kalian tidak tersesat ..." ujar Du Anxi sambil menyender di sebuah batang pohon.

"Bagaimana bisa tersesat, Nek? Kita punya petanya, kan?" tanya Li Shen sambil mengerutkan keningnya.

Du Anxi menatap ke arah pegunungan, pupil matanya berubah menjadi warna perak.

"Jangan terlalu percaya diri. Wilayah itu penuh dengan 'perangkap' formasi alami, dimana banyak kultivator tewas disana, tanpa mengetahui alasannya," ujar Du Anxi dengan nada serius.

Mo Yuyan hanya tersenyum tipis, mendengar ucapan Du Anxi.

"Perjalanan kali ini sepertinya akan lebih menarik, Anxi ..."

"Hm,"

--

Tanpa berlama-lama lagi, mereka pun bergerak menuju ke wilayah Lembah Emerld Hitam.

Dengan Qinggong, kecepatan mereka melesat seperti bayangan malam.

Swossh! Swossh! Swossh!

Cabang pohon bergetar halus, saat mereka melompat diatasnya, dari satu cabang ke cabang lainnya.

Serigala Hitam berlari seperti bayangan di sebelah Li Shen, sementara Kalajengking merah menggerakkan sengatnya dengan gelisah di bahu Duan Xue.

"Haisssh! Tempat ini terasa aneh," gumam Duan Xue.

"Aku juga merasakannya ..." sahut Mo Yuyan dengan tatapan mata waspada.

"Nona ... aku mencium bau da-rah ..." ujar Ryd di dalam benak Mo Yuyan.

Mo Yuyan langsung menghentikan langkahnya dengan mendadak, membuat yang lainnya juga berhenti dibelakangnya.

"Ada apa, Kak?" tanya Li Shen dengan mata menatap ke arah sekelilingnya.

Mo Yuyan menutup matanya sesaat, lalu dia menunjuk ke arah bagian timur hutan itu.

"Ada pertarungan sengit disana," jawab Mo Yuyan.

Duan Xue langsung menyeringai lebar dengan wajah sumringah.

"Akhirnya ada hiburan juga ..."

--

Dan benar saja~

Beberapa ratus meter dari tempat mereka, terdengar suara senjata beradu di udara.

Clang!

Sebuah pedang menghantam topeng 'Ashura' seorang pria yang terbuat dari logam.

Pria yang memakai topeng Ashura itu langsung mundur beberapa langkah, dengan da-rah yang mengalir dari lengannya.

Di sekeliling pria itu berdiri lebih dari dua puluh pembunuh bayaran berpakaian hitam yang memakai topeng perak, dengan sebuah lambang tengkorak merah di dadanya.

Salah satu dari mereka tertawa dingin dengan nada meremehkan.

"Hahahaha! Menyerahlah! Berhenti melawan kami!"

"Kepalamu itu sangat mahal harganya! Hahahaha!"

Pria bertopeng Ashura itu langsung mengangkat pedangnya kembali.

Walau napasnya terlihat berat, namun Aura yang keluar dari dalam tubuhnya masih terasa menakutkan.

"Aku tidak akan mati ditangan para 'sampah' seperti kalian!" ujar pria dengan topeng Ashura itu dengan suara parau.

Pemimpin para pembunuh bayaran itu menyeringai dibalik topengnya.

"Serang dia!"

Swooosh!

Sepuluh bayangan langsung melesat secara bersamaan.

Clang! Clang! Clang!

Pria bertopeng Ashura itu langsung menangkis tiga serangan sekaligus, namun salah satu pedang milik pembunuh itu berhasil menyayat bahunya tanpa ampun.

Slash!

Splash!

Da-rah langsung memercik keluar dari bahunya, membuat pria itu mendengus kesal.

"Hmmp!"

Dia langsung menendang pria yang menyerangnya dengan kencang.

Duagh!

Namun sayang, jumlah penyerangnya sangat banyak dan dia sendirian dengan luka disekujur tubuhnya.

Saat sebuah tombak meluncur dari arah belakangnya~

Swooosh!

Sesuatu berwarna hijau melintas di udara, dan menggagalkan serangan itu dengan cepat.

Tombak itu langsung meleleh seperti es yang terkena panas, berubah menjadi genangan cairan hitam di atas tanah.

Semua orang langsung tercengang melihatnya, saat mereka masih terpaku, sebuah kabut racun tipis melayang di udara.

Tap! Tap! Tap!

Suara langkah kaki terdengar pelan dari balik pepohonan.

Mo Yuyan berjalan keluar dengan wajah dingin.

Ryd menegakkan kepalanya di tangan Mo Yuyan, dan Gold bersikap waspada di atas bahu Mo Yuyan.

Dibelakang Mo Yuyan~

Ada Duan Xue, Li SHen, dan Du Anxi, yang muncul perlahan.

Pemimpin kelompok pembunuh itu menyipitkan matanya dibalik topeng yang dia kenakan.

"Siapa kalian?" tanyanya dengan sikap waspada.

"Hahahaha! Kami hanyalah orang-orang yang 'kebetulan' lewat," jawab Duan Xue sambil tertawa.

"Benar! Dan kami melihat ketidak-seimbangan dalam pertarungan ini, satu orang melawan puluhan orang ..." sambung Li Shen dengan nada acuh.

Mo Yuyan menatap mereka dengan wajah datar dan tatapan tajam andalannya.

"Pergilah!" ujarnya dengan nada dingin.

Ucapan Mo Yuyan membuat kelompok pembunuh itu tertawa.

"Hahahahahaha! Kalian hanya empat orang, jangan sombong!"

"Benar! Mana bisa kalian mengalahkan kami semua?! Heh, MIMPI! Hahahaha!"

Pemimpin mereka langsung mengangkat tangannya, lalu dia memberikan perintah dengan nada dingin.

"Bunuh mereka semuanya!"

Swooosh!

--

Puluhan bayangan langsung menyerbu dengan ganas, membuat pertarungan tidak dapat dihindari lagi.

Duan Xue melompat ke depan sambil mengaktifkan tinju Iblisnya, dan~

BOOM!

Saat tinjunya menghantam tanah, sebuah gelombang merah langsung menyapu lima orang pembunuh bayaran sekaligus.

"Arrrghh!"

Sementara Li Shen bergerak seperti angin, pedangnya berkilat dan penuh dengan energi biru pekat.

Dengan sekali gerakan, maka kepala empat orang pembunuh langsung terlepas dari raganya.

SLASH!

Gluduk! Gluduk! Gluduk!

Lang-Lang juga tidak mau kalah dengan tuannya, dia langsung menerkam leher seorang pembunuh bayaran, dan~

CRACK!

Dia mematahkan leher orang itu dengan mudah.

Mo Yuyan malas untuk bergerak, dia hanya mengangkat tangannya dengan ringan.

SPLASH!

Ryd langsung menyemburkan racun mematikan dari kelima mulutnya, dan kabut beracun langsung membuat tiga orang pembunuh bayaran itu terjatuh sambil menjerit histeris.

"R-RACUUUN!!"

Gold juga tidak ingin ketinggalan untuk menghajar mereka semua, dia melompat dari atas bahu Mo Yuyan dan menghantam salah satu pembunuh bayaran yang dekat dengannya.

BAM!

Pembunuh bayaran itu langsung terpental menabrak sebuah pohon, saat di serang oleh seekor monyet kecil berwarna emas.

Du Anxi juga tidak tinggal diam sekarang, dengan tubuh mudanya, dia ikut bertarung dengan semangat.

Dengan satu pukulan energi yang keluar dari dalam tongkatnya, empat orang pembunuh itu langsung terpental dengan kencang,

BLAM!

Wajah pemimpin mereka langsung memucat dibalik topengnya, dan dia memutuskan untuk kabur dari sana.

"MUNDUR!" teriaknya frustasi.

Namun semuanya sudah terlambat ...

Duan Xue muncul di depannya dengan wajah bengis, layaknya Iblis yang turun dari Neraka.

"Mau kemana kamu, hah?!"

Tinju merahnya langsung meluncur cepat ke arah pemimpin itu dengan kencang.

BLAAR!

Si pemimpin yang belum siap menerimanya, langsung terlempar sejauh puluhan meter dengan keras dalam keadaan yang mengenaskan.

BRUGH!

Puluhan pembunuh bayaran itu sudah tergeletak tanpa nyawa sekarang, sehingga suasana hutan kembali sunyi.

Li Shen membersihkan da-rah yang ada di pedang kesayangannya, dengan mengelapnya di pakaian para mayat itu.

"Mudah sekali mengalahkan mereka semua ..." ujar Li Shen dengan nada sombong.

"Benar! Aku bahkan belum mengeluarkan setetes keringat pun ... Hahahaha!" sambung Duan Xue sambil tertawa puas.

Melihat pertarungan yang telah usai, pria yang memakai topeng Ashura pun terhuyung, membuat Mo Yuyan menoleh ke arahnya.

Pria itu mencoba untuk berdiri tegak, dan Mo Yuyan segera menopangnya.

"Lepaskan aku!" ujarnya sambil mendorong Mo Yuyan menjauh.

Begitu dia mencoba melangkah lebih jauh, tubuhnya langsung ambruk dengan tidak elit.

Brugh!

Li Shen langsung membalikkan tubuhnya, agar Mo Yuyan bisa melihat luka-lukanya.

Da-rah mengalir deras dari luka yang ada di perutnya, dan Mo Yuyan hanya melihatnya dengan tatapan dingin.

Du Anxi langsung berjongkok untuk memeriksanya.

"Ada racun aneh yang mengalir di dalam tubuhnya," ujar Du Anxi.

Mo Yuyan menyipitkan matanya.

"Buka topengnya!" perintahnya dengan nada dingin.

"Kita tidak mengenalnya, Kak ... apa pantas membuka topengnya begitu saja?" ujar Li Shen sedkit ragu.

"Justru karena kita tidak mengenalnya, maka wajahnya harus kita lihat!" jawab Mo Yuyn dengan nada tenang.

Li Shen akhirnya membuka topeng Ashura milik pria itu dengan perlahan, dan saat topeng itu terlepas~

Semua orang terpaku melihatnya.

"Fiuuh! Pria yang sangat tampan ternyata ..." ujar Duan Xue sambil bersiul ringan.

Namun ada yang paling mencolok di wajah pria itu~

Ada sebuah tanda berbentuk Naga Perak di dahinya.

"Tanda itu ..."

Du Anxi langsung bangun dengan mata terbeliak lebar.

"Memangnya itu tanda apa?" tanya Li Shen sambil mengerutkan keningnya.

"Itu adalah tanda bahwa dia keturunan anggota Kerajaan ..." jawab Du Anxi dengan suara lirih.

"Tunggu dulu ... maksudnya dia ..."

Du Anxi menganggukkan kepalanya.

"Dia kemungkinan besar salah satu keturunan dari Kaisar Langit Utara," ujar Du Anxi.

"A-APAAA?!"

Mo Yuyan menatap wajah pria itu dengan tenang, Aura yang keluar dari dalam tubuh pria itu memang berbeda.

"Kita bermalam disini untuk mengobatinya dulu, setelah dia kuat, baru kita lanjutkan perjalanan kita!" perintah Mo Yuyan.

Du Anxi mengangguk setuju.

"Lukanya memang sangat parah ..." ujarnya pelan.

"Baiklah! Kita akan membuat tenda di sini, sampai pria ini sembuh ..." ujar Li Shen.

Duan Xue hanya bisa menghela napasnya.

"Haaaah! Baiklah!"

Dia mengangkat pria itu ke atas bahunya dengan mudah, dan membawa masuk ke dalam tenda yang sudah didirikan oleh Du Anxi.

"Hei, Pangeran misterius ... Sungguh beruntung dirimu bertemu dengan kami, tahu?! Saat sadar, jangan pernah membentak Ratu kami lagi, oke?! Awas saja kalau kamu tidak tahu terima kasih nanti, aku akan suruh Hong-Hong menyengatmu sampai mati!" ujar Duan Xue dengan suara pelan.

Mo Yuyan berdiri tegak ke arah barat, menatap lembah yang ingin sekali dia datangi.

"Lembah Emerald Hitam tidak akan pergi kemana-mana, namun pria ini ..."

Dia menatap kembali tanda Naga Perak di dahi pria itu.

"Dia bisa mengubah banyak hal di masa depan ..."

☣☣☣

1
Diah Susanti
lha emang iya dia udah mati, kan itu jiwa baru dari dunia lain
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Diah Susanti
baru kali ini, ada novel penjaga ruang dimensinya nenek nenek😄😄😄
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤭🤭🤭🤭🤭 ... Kalau sudah berusia ratusan tahun, bukankah namanya nenek ya Kak Diah? 😂😂😂. Terima kasih hadirnya Kak ... 🙏🏻😊🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Maria Lina
saya berharap double sih thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Mau bagaimana lagi, Ya Kak biar bisa dobel? Otaknya pas2an soalnya ...🤣🤣🤣🤣. Terima kasih Kak Maria atas dukungannya ...😊🙏🏻😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Ipeh tiga Putra
siapa dia thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hayooo tebak, Kak Ipeh ...😁😁😁. Siapa, ya? 🫢🫢🫢
total 1 replies
Murni Dewita
💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Pastinya Kak Murni ...🙏🏻😊😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖
total 3 replies
MataPanda?_
ceritanya seru kak semangat trus 😀
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih apresiasi dan dukungannya, Kak Panda ... 😊🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Murni Dewita
👣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih dukungannya, Kak Murni ...🙏🏻😊🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
salah cari lawan boz
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aku juga berpikiran begitu, Kak Dewi ...😂😂😂😂
total 1 replies
Dania
semangat tor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Dania ...🙏🏻😊🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖
total 1 replies
Juvita Lin
up yg bnyk kak..👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Maunya begitu, Kak Lin ... apa daya, otakku tak.mampu ...🤣🤣🤣.
total 1 replies
Andira Rahmawati
absen dulu yahhh
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aduh, sampai absen dulu, Kak Dira ini ...🤭. Jadi malu aku ..😁. Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Dira ...🙏🏻🤗😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Enah Siti
hadir thor 😍😍😍💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo Kak Siti ... Terima kasih hadirnya dan dukungannya ... 🤗🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖💖
total 1 replies
Maria Lina
lgi ya thor plisss
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ashiaaap Kak Maria ...🤗
total 1 replies
Maria Lina
ok siap thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke, Kak Maria ... Setiap hari update bab panjang untuk kak Maria, biar puas bacanya ...🙏🏻🤗😊💖💖💖💖
total 3 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Selamat datang Kak Dewi ... Terima kasih hadirnya. Semoga suka.dengan cerita barunya ... 🙏🏻😊🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
yetiku86
semangat up kak Aurora 💪💪💪😊
yetiku86: kembali kasih Kak 😊🙏
total 2 replies
azka aldric Pratama
absen dl 🤭🤭
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo Kak Azka ... Simpan dulu ya Kak, biar banyak ...🤣. Terima kasih hadirnya, Kak ...🙏🏻🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!