Angel mencintai Malvin dengan sepenuh hati. Sampai dia menghabiskan waktunya hanya untuk mendapatkan perhatian Malvin. Dia bahkan memaksa orang tuanya untuk menjodohkan mereka. Pernikahan yang dia impikan bisa berakhir bahagia nyatanya berakhir tragis.
Dia terbunuh di tangan Malvin dan sepupunya sendiri. Arwah nya keluar dari tubuh nya. Rahasia - rahasia yang tidak di ketahui perlahan terungkap. Bahkan dia melihat seseorang yang mencintainya dengan tulus padahal dulu dia menghina pria itu demi seorang Malvin.
---------
"Maafkan aku yang tidak bisa melindungi mu! Aku bersumpah jika aku akan membalas mereka semua. " --- Langit Al Ghassal.
"Jika aku di berikan kesempatan kedua, aku berjanji akan mencintaimu." --- Angelina Chloe Dominic.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman Untuk Dania
PYAAARRRRRR
"Astaga! Kamu bisa kerja nggak sih? Udah berapa piring yang kamu pecahin." tegur salah satu pegawai disini. Sebut saja sih A. Pada akhirnya Dania terpaksa membayar semua makanan nya dengan tenaga kerja dan di suruh mencuci piring yang tidak ada habis nya. Waktu juga sudah menunjukkan pukul 8 malam. Tapi pekerjaan nya masih sangat banyak.
"Ya wajarlah, Saya kan orang kaya yang nggak pernah bekerja kaya beginian, "
Sih A menatap sinis pada Dania. "Orang kaya nana yang nggak mampu bayar?" cibir nya, Dania bungkam karena itulah kenyataan nya. Dirinya mengepalkan tangan merasa sangat di permalukan. Kenapa juga kartu pemberian Angel tidak bisa di pakai.
"Malah bengong, kerja hei.. Makanya kalo nggak punya uang nggak usah sok - sokan makan di Restoran mewah. Di kira punya Bapak situ yang bisa makan gratis, " setelah mengatakan itu sih A pergi karena dia juga masih ada pekerjaan. Dania meskipun marah tidak bisa melakukan apapun karena dia tidak ingin di penjara. Teman - teman laknat nya juga pada nggak guna meskipun mereka termasuk orang kaya.
"ARRRGGGGG... " Dania mengacak rambut nya frustasi. Dia juga sempat menghubungi Malvin untuk meminta bantuan tapi nomor ponsel nya tidak aktif. Entah kemana pria itu.
Akhirnya setelah berjam - jam berkutat di dapur, pekerjaan Dania selesai. Tubuh nya terasa gerah dan kakinya terasa pegal. Bahkan untuk berjalan saja rasanya sudah mau patah. Dan yang lebih membuat Angel syok bukan main adalah mobil nya.
Mobil yang dia bawa dan parkir di area Restoran tiba - tiba menghilang. Dania menjadi panik tapi mencoba tenang, dia mencari mobilnya mungkin di area lain tapi hasil nya nol. Hanya ada beberapa mobil disana tapi mobil sport milik nya yang sebenarnya adalah milik Angel menghilang.
"Kemana mobil nya?"
"Mas! Mas lihat mobil Sport Mercedes warna kuning nggak disini?" tanya Dania pada salah satu orang yang lewat.
Pria itu menggeleng. "Tidak, Mbak.. " setelah menjawab orang tersebut langsung masuk ke mobilnya dan pergi.
Dania menyugar rambut ke belakang dengan kasar. Dia menghampiri penjaga keamanan yang masih ada disana. "Heh, mobil Saya mana?"
"Mobil? Mobil yang mana?
"Jangan pura - pura bego deh.. Mobil gue mobil Mercedes AMG GT R. Itu mobil paling mahal dan harganya mencapai 7 Milyar.. Lo kan yang jadi keamanan disini masa nggak lihat. Atau jangan - jangan Lo komplotan penjahat terus lihat mobil mewah gue dan Lo nyolong, " todong nya. Dania sudah kesal karena lelah dan dia bertambah kesal karena mobilnya menghilang.
"Jangan asal nuduh dong Mbak, Saya memang tukang parkir tapi bukan berarti mobil Mbak hilang karena Saya.. Lagian sejak tadi Saya nggak lihat orang mencurigakan kok, "
"Terus mobil gue mana?" suara Dania ngegas, dadanya naik turun karena emosi.
"Ya mana Saya tau..
Dania berteriak marah, dia celingak celinguk dan matanya menangkap sebuah kamera CCTV yang ada di area parkiran. Tanpa pikir panjang dia berlari masuk ke dalam Restoran untuk mengecek rekaman CCTV. Awal nya mereka bingung tapi karena menyangkut nama baik Restoran akhirnya CCTV pun di nyalakan.
Dan disana terlihat rekaman CCTV bahwa mobil yang di sebutkan Dania sama sekali tidak ada dan tidak pernah ada. Bahkan di CCTV itu terlihat Dania keluar dari mobil teman nya dan tidak membawa mobil. Dania menggeleng, jelas - jelas dia datang dengan mobil mewah nya.
Petugas dan pekerja yang ada disana memandang rendah Dania. Sudah makan tidak bayar dan ini malah ngibul punya mobil mewah.
"Mbak, kalo Mbak mau drama mendingan di teater deh.. Disini tempat buat makan bukan buat akting, " kata Manager Restoran yang sejak tadi sudah jengkel.
"Tapi jelas - jelas Saya nggak bohong, "
"Rekaman CCTV sudah jelas ya Mbak, kalo mobil yang Mbak maksud tidak pernah terparkir di area parkiran Resto.. Mata Mbak masih kurang jelas? Mungkin lebih baik Mbak periksa ke dokter."
BRAK
Dania menggebrak meja dengan penuh emosi. "Tapi Saya nggak bohong, " nafasnya memburu, matanya menatap tajam tapi tidak ada yang takut. Manager Restoran memberi isyarat dengan matanya dan petugas disana segera menghubungi security untuk mengusir Dania.
Dania memberontak tapi tenaganya tidak cukup kuat. Dia berteriak di aspal mengambil perhatian orang - orang disana yang menatap nya bingung.
Tanpa di sadari jika pelaku sebenarnya sedang menonton dirinya bak acara drama yang seru. Siapa lagi jika bukan Angel. Sebelum nya dia sudah mencari tahu keberadaan Angel dan menyuruh anak buah nya untuk mengambil mobil milik Dania. Ralat, lebih tepatnya mobilnya yang tidak pernah di kembalikan. Karena itu mobilnya jelas saja dia memiliki kunci cadangan. Jadi tidak akan ada orang yang curiga.
"Ini belum seberapa Dania.. Sudah cukup kalian bersenang-senang dengan fasilitas yang ku berikan. Aku akan pastikan keluargamu hancur."
0000000000000000
Saat tiba di rumah. Lagi dan lagi Dania di buat syok dengan ruang tamu yang berubah menjadi kapal pecah. Beberapa guci mahal pecah menjadi berkeping - keping. Sofa jungkir balik dan layar TV retak membentuk sebuah garis panjang.
"Apa yang terjadi?
"Sudah pulang kamu, " suara tinggi dari arah tangga menyambut pendengaran Dania. "Dari mana saja kamu? Kenapa jam segini baru pulang?"
"Papa.. Apa yang terjadi?"
Brian menghela nafas panjang. "Mama kamu mengamuk karena insiden di Mall.. Saat sedang pergi belanja dengan teman sosialita nya. Mama kamu tidak bisa membayar karena kartunya terblokir dari pihak Bank. Mama kamu emosi dan mengamuk di Mall, beberapa barang hancur dan Papa mengeluarkan uang cukup banyak untuk membebaskan Mama kamu."
"Jadi bukan hanya Mama?" Dania sangat terkejut mendengar nya. Brian menatap putrinya bingung.
"Bukan hanya Mama?" ulang Brian menuntut jawaban.
Dania pun menghela nafas dan berjalan ke arah sofa yang sudah dibenarkan oleh pelayan. Dia duduk dengan kesal. "Tadi aku juga makan di Restoran mahal tapi pas mau barang kartu nya nggak bisa di pakek. Jadi aku terpaksa bayar nya dengan mencuci semua piring.. Bukan hanya itu, mobil pemberian Angel juga hilang dan aku terpaksa naik taxi."
"APA?!" bukan Brian tapi suara Yunita melengking menambahkan kesan horor di rumah mewah itu. "Kamu bilang apa barusan? Mobil Mercedes kamu hilang?" Dania mengangguk lemas.
"Nggak benar ini.. Ini bukan kebetulan pasti ini perbuatan sih Zayn itu. Dia marah karena kita sudah memanfaatkan anak nya makanya dia balas dendam. Pokok nya Papa harus kasih pelajaran. "
Brian lagi - lagi menghela nafas. "Kasih pelajaran gimana maksud Mama sementara keluarga kita hanya seekor semut di mata keluarga Dominic.. Kalo kita gegabah yang ada kita bakal hancur, "
"Ya cari cara kek.. Lagian Aryani kan Adek kamu dan sebagai Kakak seharusnya kamu bisa mengendalikan dia. Pokok nya Mama nggak mau tau, besok semua kartu yang terblokir itu harus aktif kembali, "
"Kan itu kartu milik Angel, ya udah minta aja sama Angel.. Papa yakin Angel pasti akan melawan orang tuanya demi kita. Dia kan nurut banget sama Mama.. " Yunita terdiam dan membenarkan semua yang Suaminya bilang. Sementara Dania karena kelelahan sampai tidak sadar jika dia sudah tertidur di atas sofa
•
•
•
BERSAMBUNG