Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Siang ini di rumah sakit, Pram sebagai direktur rumah sakit sekaligus dokter ahli bedah, dia memimpin timnya untuk melakukan operasi pada pasien yang menderita penyakit jantung.
Pasien telah dibawa ke ruang operasi dan ditempatkan di atas meja operasi. Kemudian, seorang dokter anestesiolog memberikan anestesi pada pasien.
Setelah memastikan pasien dalam kondisi tidak sadarkan diri, tim dengan hati-hati mulai membersihkan area dada dengan larutan antiseptik, memasang alat pemantau vital, memasang saluran cairan, dan obat-obatan.
Pram segera membuat sayatan di tengah dada, lalu dia dengan hati-hati membuka tulang rusuk tengah untuk mengakses jantung sang pasien.
“Siapkan alat gantung jantung!” perintah Pram saat jantung pasien mulai terlihat jelas.
"Baik, Direktur," ucap perawat di sebelahnya. Dia bergegas menyiapkan peralatan yang disuruh oleh Pram.
Pram pun segera menghubungkan pasien ke alat gantung jantung, guna untuk menggantikan fungsi jantung dan paru-paru selama operasi dilakukan.
Pram terdiam sejenak. Memikirkan apa yang harus dia lakukan.
Dengan ragu-ragu dia memisahkan pembuluh darah yang akan digunakan sebagai jalan pintas.
“Direktur, apa sebaiknya kita cek ulang posisi pembuluh sebelum dipotong?" tanya seorang perawat, mencoba mengingatkan.
“Tidak perlu. Jangan sok tahu kamu!" bentak Pram dengan angkuh.
Perawat itu pun segera diam. Wajahnya memucat.
Pram dengan tergesa-gesa memasang pembuluh sebagai jalan pintas baru. Tapi rupanya dia salah menghitung jarak dengan pembuluh utama yang tersumbat.
Tiba-tiba, terdengar suara alarm menggema di raungan tersebut.
Beep...
Beep...
Beep...
Suasana menjadi tegang, "Bagaimana ini, Direktur?"
Karena kecerobohan Pram, operasi ini menjadi bermasalah.
Pram mendesis kesal. Dia tidak boleh gagal. Akan sangat memalukan jika operasi ini gagal di bawah kepemimpinannya.
"Kalian ini bagaimana sih? Pekerjaan kalian tidak becus!" Pram malah menyalahkan timnya.
Semua tim memilih diam. Jika mereka berani membela diri, mereka pasti akan dipecat.
Pram sangat terlihat frustasi. Dia harus berpikir cepat tentang apa yang harus dia lakukan.
Dia segera memberikan perintah "Cepat berikan obat antikoagulan tambahan dan melakukan pengecekan ulang pada koneksi alat gantung jantung!"
"Baik, Direktur."
Meskipun mereka sebenernya kesal dengan sikap Pram yang semena-mena, mereka tetap harus melaksanakan perintah dari Pram, demi menyelamatkan nyawa pasien.
Pram dengan cepat membersihkan pembekuan darah, agar tidak memperparah kondisi pasien.
Setelah beberapa menit, alarm akhirnya berhenti. Dan Monitor menunjukkan angka yang stabil kembali.
Pram sangat bernapas lega, akhirnya masalah telah teratasi. Dia tidak ingin nama baiknya hancur kalau sampai operasi ini gagal.
Pram segera menyambungkan pembuluh darah baru ke area yang tersumbat agar aliran darah ke otot jantung kembali lancar.
Setelah semua sambungan selesai dan diperiksa tidak ada kebocoran, tim pun memutuskan koneksi dari alat gantung jantung, agar jantung pasien bekerja kembali secara mandiri.
Detak jantung pasien perlahan kembali stabil. Bukan hanya itu, oksigen dalam darah pun meningkat, termasuk semua vital menunjukkan kondisi membaik.
Pram bergegas menutup sayatan dada pasien. Dia menjepit tulang rusuk kembali, lalu memasang jahitan dengan rapi.
"Operasi berhasil. Bawa pasien kembali ke ruang perawatan intensif!" perintah Pram dengan nada dingin sambil melepaskan sarung tangannya.
"Baik, Direktur," jawab tiga orang perawat yang ada disana, hampir serempak.
Pram mengingatkan dengan nada mengancam, "Jangan sampai ada yang tahu bahwa operasi ini hampir gagal! Ini semua karena kecerobohan kalian!"
...****************...
Pram kembali ke ruangannya dengan perasaan kesal. Dia semakin kesal saat mengecek ponselnya, Bianca sama sekali tidak membalas pesan darinya.
Jangankan dibalas, dibaca pun tidak. Gadis itu sangat sulit untuk ditaklukkan.
"Untuk saat ini kamu boleh mengabaikan aku, Bianca. Tapi suatu saat nanti, kamu tidak akan bisa lepas dariku," ucapnya dengan penuh percaya diri.
Tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu.
Tok...
Tok...
Tok...
Pram langsung menyuruhnya masuk. "Masuk!"
Terlihat seorang wanita cantik memakai jas putih menyembul masuk ke dalam ruangannya. "Saya disuruh oleh asisten Anda untuk menemui Anda, Direktur."
Pram hanya tersenyum smirk. Lalu dia memandangi wanita itu dari ujung kaki ke ujung kepala dengan tatapan nakal. "Hari ini pikiranku sedang kacau, aku membutuhkan hiburan."
Wanita itu mengerutkan keningnya. "Apa kita harus melakukannya disini?"
ahh author nya pasti riset dl ini👍👍👍@DF_14 ᴶᵘʳᵃᵍᵃⁿ ᴱˢ ᴮᵃᵗᵘ good job thor👍
I know you gonna make it, Dy 👏...
Biancaaaa kasih reward special untuk Dylan yaakkk /Drool/....
Awass ditagih lho janjinya wkwkwkwk...
Selalu melarikan diri dari kenyataan dan lari dari tanggu gjawab 😡👊✊...
Mental pecundang telah mendarah daging ☹️....
Luar biasa, nasib baik masih menyertaimu Miler...
Biarkan yang berkompeten saja yang turun tangan menangani pasien....
Jangan berisik dan nyrimpeti...
Cukup diam, anteng, dan renungi kesalahan yang seringkali terjadi ketika menangani pasien..
Siap2 menerima konsekuensi..
Karena kecerobohan dan kelalaianmu...
Yang sudah berada di level yang sangat membahayakan pasien 😱😡...
Meski ada yang sedang meregang nyawa di depan mata /Panic/...
Lakukan sesuatu semaksimal mungkin papa, semampu yang Anda bisa..
Langkah awal ini akan sangat berarti sebagai salah satu dukungan moral untuk Dylan...
Percayalah papa itu akan menjadi hal luar biasa yang akan selalu diingat oleh Dylan sepanjang hidup..
Bobby sebentar lagi keangkuhanmu akan digantikan dengan penyesalan seumur hidupmu😩