NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Bocah

Transmigrasi Menjadi Bocah

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:34.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Alena Alexandria, sang hacker jenius yang ditakuti dunia bawah tanah, tewas mengenaskan dalam pengejaran maut.

Bukannya menuju keabadian, jiwanya justru terlempar ke dalam tubuh mungil seorang bocah terlantar berusia lima tahun.

​Sialnya, yang menemukan Alena adalah Luca, remaja 17 tahun berhati es, putra dari seorang mafia dari klan Frederick.

​"Jangan bergerak atau aku akan menembakmu," desis Luca dingin sambil menodongkan senjata ke arah bocah itu.

"Ampun, Om. Maafkan Queen," ucapnya, mendongak dengan mata berkaca-kaca.

"Om?"

Dapatkah Alena bertahan hidup sebagai bocah kesayangan di sarang mafia, ataukah Luca akan menyadari bahwa bocah di pelukannya adalah ancaman terbesar yang pernah masuk ke kediaman Frederick?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22

"Aku sudah menembak lengannya, tapi dia masih saja hidup! Dia punya berapa nyawa sebenarnya, bajingan kecil itu?!"

Sean meremas jemarinya hingga buku-bukunya memutih dan mengeluarkan bunyi. Sean menatap dinding yang penuh dengan foto-foto buram mansion Frederick dan peta satelit wilayah Milan.

"Aku hanya menginginkan Queen! Apa susahnya menyerahkan satu bocah padaku?!" gumam Sean, matanya melotot tajam ke arah gelas di atas meja. "Luca Frederick bukan siapa-siapa bagi Queen. Dia bukan keluarga, bukan pelindung resmi. Kenapa dia harus melawan? Kenapa dia harus mengibarkan bendera perang denganku hanya demi seorang bocah?!"

Sean beranjak dan mulai mondar-mandir.

"Atau jangan-jangan... Luca menginginkan otak jenius keponakanku itu? Dia ingin memanfaatkan Queen untuk memperluas kekuasaan Frederick? Tidak, tidak! Dia sudah kaya raya! Klan Frederick sudah punya segalanya!"

Sean terus bergumam sendiri. Bayangan harta warisan kakak laki-lakinya, terus menari-nari di pelupuk matanya. Kode akses ke akun bank Swiss, kepemilikan saham di perusahaan teknologi militer, dan semua kekuasaan yang hanya bisa dibuka oleh kunci hidup bernama Queen.

"Sean, makanlah. Sejak tadi Mama memanggilmu, kau tidak kunjung turun."

Suara lembut namun tegas itu memecah kegilaan Sean. Ia menoleh dengan cepat, matanya yang merah menatap Hyera, adik perempuannya yang berdiri di ambang pintu dengan wajah prihatin.

"Pergilah! Aku sedang tidak mau diganggu, Hyera!" Sean mengibaskan tangannya dengan kasar, seolah-olah sedang mengusir lalat yang mengganggu tidurnya. "Di saat seperti ini, aku butuh waktu sendiri. Keluar!"

Hyera tak bergeming. Ia melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya untuk memastikan pembicaraan mereka tetap rahasia.

"Masih memikirkan keponakan kita itu? Bukankah kau sendiri yang bilang padaku bulan lalu bahwa dia sudah mati? Kau bilang Queen hilang dalam badai di pesisir."

Sean terdiam kaku. Lidahnya kelu. Awalnya, ia memang merencanakan skenario kematian Queen untuk menutupi jejaknya saat ia mencoba menculik bocah itu dari pengasuhnya.

Ia pikir Queen sudah mati tenggelam saat ia mencoba melarikan diri dari kejaran anak buah Sean yang lain. Namun, kabar yang ia dapatkan kemarin menghancurkan semua kebohongannya.

Queen masih hidup. Dan yang paling gila, dia berada di bawah perlindungan Luca Frederick.

"Sean, jawab aku! Jika dia masih hidup, kenapa kau menyembunyikannya dari keluarga?" desak Hyera.

"Pergilah, Hyera! Kau tidak tahu apa-apa!" Sean membentak, urat di lehernya menonjol. "Urus saja urusanmu sendiri!"

"Aku tahu segalanya, Sean," sahut Hyera berusaha mendinginkan suasana. "Ingat, awas sampai kau bertindak gegabah lagi. Orang tua kita sudah menyuruhmu berkali-kali agar tidak terobsesi dengan harta peninggalan kakak dan kakak ipar. Mereka sudah tiada, dan harta itu adalah hak Queen. Kau hanya akan membawa kehancuran pada klan Harley jika terus egois begini!"

Sean tertawa sinis, sebuah tawa yang terdengar hampa. "Hak Queen? Bocah lima tahun tidak butuh miliaran dollar! Dia hanya butuh boneka dan susu! Aku yang tahu cara mengelola kekayaan itu untuk kejayaan Harley!"

"Kau bukan ingin mengelola, Sean. Kau ingin merampok keponakanmu sendiri," balas Hyera tajam. "Jika Ayah tahu kau menyerang kediaman Frederick dan memicu perang dengan Edgar Frederick, dia tidak akan segan-segan mengusirmu."

"Maka pastikan dia tidak tahu!" Sean mendekati adiknya, tatapannya mengancam. "Sekarang keluar dari sini sebelum aku kehilangan kesabaran padamu."

Hyera menatap kakaknya dengan tatapan kecewa yang mendalam. Ia menggeleng pelan, lalu berbalik menuju pintu.

"Ingat kata-kataku, Sean. Luca Frederick bukan lawan yang bisa kau remehkan. Dia punya mata di mana-mana. Jika kau mati karena ambisi ini, jangan harap aku akan menangisi nisanmu."

Setelah pintu tertutup dengan dentuman keras, keheningan kembali menguasai ruangan.

Sean tidak bergerak dari tempatnya. Ia meninju meja kerjanya hingga retak. Ia tidak peduli dengan nasihat orang tuanya, ia tidak peduli dengan ancaman adiknya.

Baginya, Queen adalah segalanya dan tiketnya menuju puncak dunia.

"Satu peluru di lengan tidak cukup untuk membuatmu menyerah, Luca?" bisik Sean pada kegelapan. "Baiklah. Kalau begitu, aku akan mengirimkan sesuatu yang tidak bisa kau tangkis dengan pistolmu."

Di belahan kota yang lain, di dalam villa Milan yang tenang, Queen tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Ia duduk tegak di atas ranjang besar Luca, napasnya sedikit memburu.

Alena merasa ada sesuatu yang tidak beres. Sebagai seorang peretas, instingnya terhadap bahaya yang mendekat selalu tajam. Ia menoleh ke arah jendela yang menampilkan pemandangan kebun anggur yang gelap.

"Ada yang sedang memperhatikanku," batin Alena.

Ia turun dari tempat tidur, berjalan perlahan menuju meja tempat Luca menaruh ponsel dan laptopnya.

Dengan gerakan perlahan, ia menyalakan perangkat itu. Cahaya biru layar menerangi wajah mungilnya yang kini terlihat sangat dingin dan dewasa.

"Kau pikir kau bisa bersembunyi di balik bayang-bayang, Sean?" gumam Queen sambil mulai mengetikkan barisan perintah pada terminal enkripsi. "Aku adalah hantu yang pernah kau coba bunuh. Dan hantu tidak akan membiarkanmu menang dua kali."

Di layar laptop, sebuah titik merah berkedip di peta digital, lokasi markas rahasia Sean Harley yang baru saja ia lacak lewat sinyal komunikasi yang bocor.

"Luca mungkin melindungiku dengan senjata. Tapi aku akan melindunginya dengan cara yang tidak akan pernah kau duga."

Tepat saat itu, pintu kamar terbuka. Luca masuk dengan handuk yang tersampir di bahunya, tampak terkejut melihat Queen sudah terjaga di depan laptopnya.

"Apa yang kau lakukan dengan laptopku, Bocah?!"

Queen segera menutup layar dan memasang wajah polos paling menyebalkan bagi Luca.

"Queen cuma mau cari gambar ayam goreng yang besar, Luca! Kenapa pelit sekali!"

Luca menyipitkan mata, merasa ada yang aneh, namun rasa kantuk dan lukanya membuatnya tidak ingin berdebat lebih jauh.

"Kembali ke ranjang. Sekarang!" seru Luca.

Queen menjulurkan lidahnya, lalu berlari menuju tempat tidur, meninggalkan Luca yang masih menatap laptopnya.

"Dasar bocah! Yang ada diotaknya hanya ayam, ayam dan ayam!" gerutu Luca.

1
Maria Hedwig Roning
thnks thor ceritanya sangat menarik...
Senja: Terima kasih kakaku, 🙏🙏
total 1 replies
Murni Dewita
double up donk thor
Senja: Heheh, udah triple up hari ini kak🤭 besok ya up seperti biasa 3bab
total 1 replies
partini
good
partini
luca lagi semedi kah Thor
Senja: Hooohh
total 1 replies
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Senja: Siappp
total 1 replies
Ita Xiaomi
Aku jg mau kue gosongnya 😁
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣.
Evi Marena
wkwkwkwwkk
ternyata Sean juga manusia biasa😌
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Kinara Widya
atau jangan2 Edgar dulu yg mencelakai orang tua queen....bakal ribet ni klo benar Edgar...
Ita Xiaomi: Berharap bukan Edgar. Kasihan nanti Sean, Queen ama Luca.
total 1 replies
Tiara Bella
wow Sean sangat mengharukan ...
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
tinie
mulut naga katanya🥺😁😄
Ita Xiaomi
Sama aja kalian berdua tuh kan sama-sama baru belajar tentang kehangatan 😁.
Ita Xiaomi
Sabar Luca. Ini Sean lg belajar menjd hangat😁. Ndak boleh panas.
Ita Xiaomi
Msh mencerna😁
Senja: Wkwkw😭
total 1 replies
Tiara Bella
wah Sean ngerjain Luca ternyata bisa Luca LBH sabar lg
Tiara Bella
cie....merindukan ktnya....Queen msh kecil Luca.....😍
vianty
lanjut KK....
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!