NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 28 Membasuh Luka, Menyucikan Jiwa

"DIAM!" bentak Azkar. Ia segera meletakkan telapak tangan kanannya tepat di atas dada Rina, menekan sedikit di area jantung.

Azkar memejamkan mata, mengabaikan caci maki dari sosok itu. Ia mulai membacakan ayat-ayat Ruqyah dengan lantang dan tegas. Suaranya menggema di ruang ICU, mengalahkan bunyi bip-bip mesin jantung.

"A’udzu bi kalimatillahit tammati min syarri ma khalaq..."

Tubuh Rina seketika kejang. Sosok di dalamnya mengerang kesakitan, suaranya berubah menjadi geraman binatang buas. "Hentikan! Sakit! Dia tidak mau bersamamu! Dia ingin pergi darimu!"

"Rina mencintaiku, dan aku mencintainya karena Allah! Keluar kamu dari raga istriku!" Azkar terus memperkeras bacaannya. Keringat bercucuran di dahi Azkar, ia merasakan panas yang luar biasa mengalir dari telapak tangannya ke dada Rina.

Perlahan, mata Rina yang tadi melotot mulai meredup. Gerakannya yang liar perlahan melemah. Sosok itu mengeluarkan teriakan terakhir yang memekakkan telinga sebelum akhirnya Rina memuntahkan cairan bening dari mulutnya dan jatuh pingsan, terkulai lemas di pelukan Azkar.

____________________________________________________

Sosok itu telah keluar, namun meninggalkan luka batin yang semakin nyata bagi Azkar.

____________________________________________________

Gus Azkar terengah-engah, dadanya naik-turun seiring dengan hilangnya hawa panas yang tadi sempat menyelimuti raga Rina. Kamar ICU itu kini terasa sunyi, namun suasananya terasa berat dan menyesakkan. Kata-kata sosok tadi terus terngiang di telinga Azkar seperti kaset rusak—menyebutnya sebagai "pembunuh jiwa" istrinya sendiri.

Azkar menatap wajah Rina yang kini sangat pucat, bahkan lebih pucat dari saat ia koma. Cairan bening yang dimuntahkan Rina tadi perlahan ia bersihkan dengan tisu menggunakan tangan yang masih gemetar.

"Suster, tolong ambilkan air bersih di wadah kecil," pinta Azkar dengan suara parau.

Setelah air tersedia, Azkar meletakkan wadah itu di hadapannya. Ia menunduk dalam, membacakan surah Al-Fatihah, Al-Falaq, dan An-Naas berkali-kali ke dalam air tersebut, mencurahkan segala rasa penyesalan dan permohonan perlindungannya kepada Sang Pencipta.

Dengan jemari yang sangat lembut, Azkar mencelupkan ujung kain waslap ke dalam air doa tersebut. Ia mulai membasuh kening Rina, pipinya, hingga ke telapak tangan istrinya.

"Maafkan Mas, Rin..." bisik Azkar, air matanya jatuh tepat di atas tangan Rina yang ia basuh. "Benar kata sosok itu... Mas terlalu sombong. Mas terlalu sibuk dengan ego Mas sampai Mas nggak sadar kalau Mas yang paling banyak nyakitin kamu."

Setiap usapan waslap itu diiringi dengan isak tangis yang tertahan. Azkar merasa air itu bukan hanya untuk menyucikan raga Rina dari bekas gangguan jin tadi, tapi juga untuk membasuh dosa-dosanya sebagai suami.

"Mas janji, Mas nggak akan jadi penjara buat kamu lagi. Mas akan jadi rumah, Rin... rumah yang bikin kamu nggak pengen pergi ke mana-mana lagi," ucapnya lirih.

Ia kemudian mencium kedua telapak tangan Rina dengan khidmat. Ia bertekad, setelah ini, ia akan melakukan syukuran dan memanggil para santri untuk mengkhatamkan Al-Qur'an di rumah mereka, demi memastikan tidak ada lagi kegelapan yang berani mendekati istrinya.

Rina masih tak sadarkan diri, namun raut wajahnya yang tadi tegang berangsur-angsur menjadi lebih tenang. Napasnya kini jauh lebih teratur, seolah beban berat yang dibawa sosok tadi ikut luruh bersama air doa yang dibasuhkan Azkar.

Azkar sedang berusaha memperbaiki segalanya lewat jalur langit dan ketulusan hati.

1
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
angel
cerita nya lumayan bagus untuk halaman pertama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!