NovelToon NovelToon
Chasing Her, Holding Him

Chasing Her, Holding Him

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / One Night Stand / Tamat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Aku adalah saksi dari setiap cintamu yang patah, tanpa pernah bisa memberitahumu bahwa akulah satu-satunya cinta yang tak pernah beranjak."

Pricillia Carolyna Hutapea sudah hafal setiap detail hidup Danesha Vallois Telford
Mulai dari cara laki-laki itu tertawa hingga daftar wanita yang pernah singgah di hatinya.
Sebagai sahabat sejak kecil, tidak ada rahasia di antara mereka. Mereka berbagi ruang, mimpi, hingga meja kuliah yang sama. Namun, ada satu rahasia yang terkunci rapat di balik senyum tenang Pricillia, dia telah lama jatuh cinta pada sahabatnya sendiri.

Dunia Pricillia diuji ketika Danesha menemukan ambisi baru pada sosok Evangeline Geraldine Mantiri, primadona kampus yang sempurna. Pricillia kini harus berdiri di baris terdepan untuk membantu Danesha memenangkan hati wanita lain.

Di tengah tumpukan buku hukum dan rutinitas tidur bersama yang terasa semakin menyakitkan, Pricillia harus memilih, terus menjadi rumah tempat Danesha pulang dan bercerita tentang wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Tahun-tahun telah berlalu sejak insiden memalukan dengan Clarissa itu. Kini, di ruang tengah apartemen mereka yang mewah dan hangat, Danesha duduk di karpet bulu, bersandar pada kaki sofa tempat Pricillia duduk bersantai.

Danesha sedang mengusap perut Pricillia yang mulai membuncit dengan gerakan memutar yang sangat protektif. Sesekali ia menempelkan telinganya di sana, membisikkan kata-kata konyol agar anaknya mengenali suaranya.

"Kamu ingat nggak, My?" Danesha tiba-tiba tertawa kecil, sebuah tawa yang terdengar sangat lepas dan tanpa beban. "Kejadian kenapa aku sama Clarissa dulu putus?? Yang aku ditampar sampai pipiku mati rasa semalaman."

Pricillia menyesap susu hangatnya, matanya berkilat jenaka. "Oh, yang kamu salah panggil nama itu? Pas kamu merasa jadi cowok paling bego sedunia?"

Danesha mendongak, menatap istrinya dengan tatapan yang kini sepenuhnya tulus, tidak ada lagi kebingungan, yang ada hanyalah pemujaan.

"kamu tau dari mana My?"

"Diceritain Sama Clarissa!" jawabnya.

"Dulu aku pikir itu cuma karena kita terlalu sering bareng-bareng. Tapi sekarang aku sadar," Danesha meraih tangan Pricillia dan mencium telapak tangannya. "Bahkan saat bibir aku lagi sama orang lain, sel-sel di otak aku cuma ngenalin kamu. Nama kamu itu sudah jadi kayak napas buat aku, Pris. Kalau nggak aku sebut, rasanya sesak."

Pricillia tersenyum kemenangan.

"Jadi, kamu nggak menyesal kehilangan kesempatan sama Clarissa atau Evangeline?"

Danesha mendengus, lalu bangkit dan berlutut di antara kedua kaki Pricillia, mengunci pandangan mereka.

"Kesempatan apa? Mereka itu cuma figuran yang lewat buat bikin aku sadar kalau pemeran utamanya cuma kamu. Aku malah bersyukur ditampar Clarissa malam itu. Kalau nggak, mungkin aku butuh waktu lebih lama buat sadar kalau aku ini cuma milik kamu."

Danesha menarik napas panjang, menghirup aroma tubuh Pricillia yang kini menjadi candu mutlaknya. Ia mendekatkan wajahnya ke perut Pricillia, menciumnya dengan penuh khidmat.

"Anak ini... dia bakal jadi bukti kalau aku nggak akan pernah salah panggil nama lagi," bisik Danesha parau. "Karena sekarang, setiap aku bangun tidur, setiap aku makan, bahkan setiap aku lagi kerja di kantor, yang ada di kepala aku cuma kamu dan dia."

Danesha kemudian bangkit, menangkup wajah Pricillia dengan kedua tangannya. Ia mencium bibir Pricillia, ciuman yang kini tidak lagi salah alamat.

Ciuman yang penuh dengan rasa memiliki, rasa syukur, dan sedikit sisa-sisa nafsu posesif yang belum hilang.

"I love you, My. Terimakasi sudah menjebak aku sampai aku nggak punya jalan keluar selain pelukan kamu," gumam Danesha di depan bibir Pricillia.

Pricillia membalas ciuman itu dengan lembut, tangannya melingkar di leher Danesha, menarik suaminya itu agar semakin dalam masuk ke dalam kuasanya. Di dalam hatinya, ia membatin betapa sempurnanya skenario yang ia jalankan.

Dari sahabat kecil, menjadi tempat curhat saat putus cinta, menjadi "pelarian" saat gairah memuncak, hingga kini menjadi ratu di singgasana hidup Danesha.

"Sama-sama, Ay. Aku juga nggak akan biarin kamu punya jalan keluar," balas Pricillia dengan bisikan manis yang mengunci takdir Danesha selamanya.

Malam itu, Danesha kembali menidurkan kepalanya di pangkuan Pricillia, merasa menjadi pria paling beruntung di dunia, tanpa pernah benar-benar sadar bahwa setiap langkah, setiap selip lidah, dan setiap getaran cintanya adalah bagian dari jaring laba-laba indah yang ditenun oleh wanita yang kini sedang mengelus rambutnya itu.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 🥰🥰😍😍

1
Retno Isusiloningtyas
mdh2an happy ending
Retno Isusiloningtyas
mmm....
masih nyimak 🤣
Paon Nini
sinting
falea sezi
ngapain ngintil mulu g ada krjaan mending prgi sejauh nya lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!