NovelToon NovelToon
Sandi Hati Sang Alpha

Sandi Hati Sang Alpha

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Satu kontrak, dua keluarga, dan ribuan rahasia. Bagi Bhanu Vandana, Selena Arunika adalah aset yang ia beli. Bagi Selena, Bhanu adalah tirani yang harus ia taklukkan. Di aula yang beraroma cendana, mereka tidak memulai sebuah pernikahan, melainkan sebuah peperangan. Saat fajar bertemu dengan matahari yang beku, siapa yang akan bertahan ketika topeng-topeng kekuasaan mulai retak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Special chapter 1

Malam di panti asuhan Vandana tiga puluh tahun lalu tidak pernah terasa hangat. Bangunan tua di pinggiran dermaga itu lebih mirip laboratorium sosial daripada rumah bagi anak-anak yatim. Di sanalah, di bawah naungan bayang-bayang kakek Elias Vandana, tiga bocah lelaki ditempa menjadi senjata yang berbeda-beda.

Bhanu remaja, yang saat itu baru menginjak usia lima belas tahun, duduk di tepian atap yang berkarat. Angin laut yang membawa aroma garam dan solar menerpa wajahnya yang kaku. Di bawah sana, lampu-lampu pelabuhan berkedip seperti kode Morse yang tak terpecahkan. Di sampingnya, Raka sedang sibuk memutar-mutar korek api Zippo yang rusak, mencoba memantik api yang tak kunjung muncul, sementara Dahayu duduk bersila dengan radio saku yang komponennya berserakan di depannya.

Bhanu menatap telapak tangannya sendiri. Ada sebuah sensasi aneh yang selalu menghantuinya sejak ia bisa mengingat. Ia bisa merasakan "kehadiran" orang lain di sekitarnya bukan melalui suara atau penglihatan, melainkan melalui semacam tekanan statis di udara. Ia bisa tahu kapan pengasuh mereka sedang marah atau kapan Raka sedang merencanakan perkelahian, bahkan sebelum satu kata pun terucap.

"Kalian bertiga adalah mahakarya yang belum selesai," suara berat dan serak memecah kesunyian atap.

Elias Vandana muncul dari kegelapan pintu akses atap. Sosoknya tinggi, kurus, dan mengenakan setelan jas hitam yang tampak terlalu formal untuk tempat seperti ini. Tongkat peraknya mengetuk lantai beton dengan ritme yang menghipnotis.

"Bhanu," Elias berdiri di depan cucu angkatnya itu. "Kau adalah kehendak yang tak tergoyahkan. Kau memiliki kemampuan untuk memetakan emosi manusia sebagai variabel. Itu adalah bakat predator yang murni."

Bhanu mendongak, matanya yang tajam menatap sang kakek tanpa rasa takut. "Tujuan kami adalah keluar dari sini, Kakek. Kami bukan mahakarya. Kami hanya anak-anak yang ingin hidup bebas."

Elias tertawa, suara yang lebih mirip gesekan amplas pada kayu. "Kebebasan adalah ilusi bagi mereka yang tidak memiliki kekuatan. Kalian akan keluar dari sini, oh tentu saja. Kalian akan menguasai imperium. Tapi ingat peringatanku ini: Suatu hari, seorang wanita akan datang membawa cahaya yang bisa membakar seluruh logika yang kalian bangun. Dia adalah 'Cermin' dari segala dosa keluarga ini. Bhanu, saat hari itu tiba, kau harus memilih—apakah kau akan menjadi penjaranya demi menjaga duniamu, atau kau akan membiarkan dirimu terbakar bersamanya?"

Kata-kata Elias itu terkubur di sudut terdalam memori Bhanu selama belasan tahun, sampai hari di mana ia pertama kali melihat Selena Arunika di sebuah perjamuan bisnis tertutup.

Saat itu, Selena berdiri di tengah kerumunan, mengenakan gaun putih yang tampak terlalu suci untuk ruangan yang penuh dengan koruptor dan spekulan data. Bhanu merasakan tekanan statis di udara yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Itu bukan sekadar emosi; itu adalah frekuensi yang menyakitkan sekaligus memabukkan.

Saat mereka dipaksa menikah dalam sebuah kontrak "perdagangan manusia" berselubung perjodohan aristokrat, Bhanu memilih untuk menjadi predator. Sepanjang Season 1, tindakannya yang dingin dan posesif bukanlah cerminan dari kebencian, melainkan bentuk pertahanan diri yang ekstrem. Bhanu menyadari bahwa Selena adalah "Cahaya" yang diramalkan Elias—cahaya yang mampu mengungkap betapa hancur dan kotornya jiwa seorang Bhanu Vandana.

Ia bersikap kejam karena ia tidak tahu cara lain untuk mencintai tanpa menguasai. Baginya, mencintai Selena adalah ancaman bagi eksistensinya. Jika ia membiarkan Selena masuk, maka seluruh dinding pelindung yang ia bangun sejak panti asuhan akan runtuh.

Malam setelah pernikahan mereka, Bhanu berdiri di balkon kamar pengantin, menatap Selena yang tertidur dengan sisa air mata di pipinya. Ia memegang ponselnya, melihat laporan biometrik Selena yang menunjukkan betapa stresnya wanita itu.

"Aku membelimu sebagai barang dagangan," bisik Bhanu pada kegelapan malam, suaranya parau oleh penyesalan yang ia sembunyikan rapat-rapat. "Karena hanya dengan cara itulah aku punya alasan untuk memilikimu. Jika aku memintamu untuk mencintaiku secara normal, kau akan melihat monster di dalam diriku dan lari sejauh mungkin. Jadi, biarlah kau membenciku dalam sangkar emas ini, asalkan kau tetap dalam jangkauanku."

Bhanu sengaja menjadi antagonis dalam hidup Selena karena ia lebih suka dibenci oleh wanita itu daripada tidak dianggap sama sekali. Ia membangun labirin memori di mana ia memposisikan dirinya sebagai penguasa, tanpa menyadari bahwa sejak detik pertama mereka bertemu, dialah yang sebenarnya menjadi tawanan di bawah kaki Selena.

Bhanu adalah predator yang jatuh cinta pada mangsanya, namun ia terlalu sombong untuk mengakui bahwa taringnya telah tumpul sejak pertama kali Selena menatapnya dengan kemarahan yang membara. Di balik setiap kontrak, setiap ancaman, dan setiap tatapan dinginnya, Bhanu sedang berteriak meminta keselamatan pada satu-satunya wanita yang bisa menghancurkannya.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Yulianti
bagus bgt kita diajak untuk berimajinasi,ttp aja ketulusan hati mengalahkan segalanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!