NovelToon NovelToon
Elegi Di Balik Gerbang Mahoni

Elegi Di Balik Gerbang Mahoni

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam pengganti / Fantasi Wanita / Bullying dan Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:214
Nilai: 5
Nama Author: Yukipoki

Demi membalas kehancuran masa depan putranya oleh Ratu Komunitas yang tak tersentuh, seorang mantan konsultan branding melakukan balas dendam sosial dan intelektual dengan meruntuhkan reputasi musuhnya di mata para ibu elit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yukipoki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gema di Sekolah Sunyi

Pagi setelah Gala Dinner adalah keheningan yang memekakkan. Tidak ada posting di Grup WA Elite Moms; grup itu sunyi, menjadi monumen digital atas kehancuran yang baru saja terjadi.

Media massa tidak lagi fokus pada kemegahan Gala Dinner, melainkan pada skandal Yayasan, Memo Taufik, dan sejarah busuk The Golden Bridge.

Nadia duduk di meja dapurnya, menatap secangkir kopi dingin. Kemenangan itu terasa hampa, tetapi rasa keadilan yang tuntas jauh lebih berharga daripada kegembiraan.

Tugas utamanya sekarang adalah memastikan konsekuensi dari kehancuran Kirana bersifat permanen, terutama demi nama baik Aksa.

Rina mengirimkan pesan suara saat matahari mulai meninggi. Suaranya terdengar lega, seolah beban bertahun-tahun telah terangkat.

"Bu Nadia, Komite resmi dibubarkan. Dewan Sekolah mengadakan rapat darurat semalam. Kirana dan suaminya dipecat dari semua posisi kepemimpinan dan Yayasan. Mereka sedang diinvestigasi oleh pihak berwajib terkait laporan pajak dan transfer dana. Vila Uluwatu menjadi fokus utama penyelidikan."

Rina menambahkan detail yang penting: "Dan yang paling penting, Dewan Sekolah sudah mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka mengakui kesalahan dalam penanganan kasus Aksa dua tahun lalu dan berjanji akan melakukan audit etika menyeluruh. Mereka menyebut Memo Mr. Taufik sebagai 'bukti yang tidak bisa disangkal'."

Nadia menghela napas lega. Ini adalah pembenaran yang ia cari. Aksa kini secara resmi telah dibersihkan namanya oleh institusi yang pernah mengkhianatinya.

Namun, Nadia tahu, Bapak Wijaya tidak akan semudah itu menyerah. Panggilan teleponnya semalam adalah ancaman, bukan ratapan. Bapak Wijaya adalah pengusaha yang fokus pada bisnis dan hukum, tidak seperti Kirana yang fokus pada citra dan drama.

Nadia segera menghubungi Putra Widodo Raharja (Arief) dan Ibu Siska, sekutu barunya.

Nadia menginstruksikan Arief: "Bapak Arief, sekarang Bapak Wijaya akan mencoba menggunakan pengacara terbaiknya untuk menekan Dewan Sekolah dan media. Bapak harus segera menghubungi media massa yang kredibel dan memberikan wawancara tentang Perjanjian Kerahasiaan itu. Bapak harus menekankan bahwa Kirana dan suaminya membeli The Golden Bridge di atas aib dan kini mereka kembali menghadirkan aib yang sama. Bapak harus menjadi suara publik yang menuntut pertanggungjawaban."

Untuk Ibu Siska, Nadia memberikan instruksi yang berbeda: Siska, yang memiliki jaringan sosial luas, harus mulai menyebarkan informasi di luar Komite. "Siska, Anda harus memastikan semua orang tahu mengapa Ibu Nina dan donatur lain mundur: bukan hanya dana, tapi karena kebohongan perhiasan dan arogansi Kirana yang tidak peduli pada donatur. Biarkan publik menghancurkan branding yang dibangun Kirana."

Nadia memastikan bahwa serangan terhadap Kirana kini menjadi gerakan grassroots publik yang tidak bisa lagi diarahkan kembali padanya.

Nadia kemudian melakukan satu hal yang tidak ia lakukan sejak Bab 1: ia mengendarai mobilnya ke area Gerbang Mahoni di Cluster Puri Kencana tempat Kirana tinggal.

Ini bukan lagi perjalanan mata-mata; ini adalah perjalanan observasi epilog.

Ketika Nadia tiba, ia menemukan suasana di depan Gerbang Mahoni Kirana telah berubah total. Gerbang mahoni yang dulu tertutup rapat dan dijaga ketat, kini terbuka sedikit, tampak seolah rusak. Tidak ada satpam yang terlihat di depan rumah. Halaman rumah yang biasanya terawat sempurna, kini tampak sedikit berantakan.

Seorang reporter dengan kamera besar berdiri di seberang jalan, mencoba mendapatkan foto eksklusif. Tetangga Kirana, yang dulu mengelu-elukan Kirana, kini keluar masuk dengan tatapan ingin tahu dan jijik. Isolasi Kirana telah menjadi isolasi fisik.

Nadia memarkir mobilnya agak jauh, menonton adegan itu. Gerbang Mahoni, simbol kekuasaan dan kemewahan yang tak terjangkau, kini hanyalah pintu masuk ke lokasi skandal.

Nadia berpikir tentang Elegi di Balik Gerbang Mahoni. Elegi itu adalah ratapan atas keruntuhan ilusi yang begitu sempurna. Kirana membangun benteng mahoninya dengan kebohongan, dan benteng itu runtuh hanya dalam satu malam.

Nadia tidak turun dari mobil. Ia tidak ingin dilihat. Tujuannya tercapai. Ia telah membersihkan nama anaknya, menjatuhkan tiran, dan membuktikan bahwa keadilan tidak selalu harus dicari di ruang sidang.

Nadia memutar balik mobilnya dan mengarahkan kendaraan ke The Golden Bridge—tempat Aksa akan kembali sekolah.

Ketika ia tiba di sekolah, Nadia bertemu dengan Mr. Taufik yang berdiri di depan gerbang. Mr. Taufik tampak jauh lebih tenang.

"Bu Nadia," sapa Mr. Taufik. "Terima kasih. Anda telah memberikan kebebasan pada saya. Dewan Sekolah baru saja menghubungi saya. Mereka meminta saya untuk kembali mengajar Matematika di The Golden Bridge sebagai Kepala Departemen. Mereka bilang, mereka ingin 'mengembalikan integritas' sekolah."

Nadia tersenyum tulus. "Selamat, Mr. Taufik. Itu adalah keadilan sejati."

"Dan Aksa?" tanya Mr. Taufik.

"Aksa akan kembali sekolah minggu depan, dengan beasiswa penuh. Dewan Sekolah baru mengirimkan surat penerimaan resmi dan permintaan maaf."

Keadilan bukan hanya tentang menghancurkan Kirana, tetapi tentang merehabilitasi korban. Aksa kembali ke sekolah yang menghukumnya, kini dengan nama baik yang dipulihkan, dan gurunya yang dihancurkan kini kembali memimpin departemen.

Nadia melihat ke Gerbang The Golden Bridge yang megah. Gerbang ini dulunya adalah pintu pembuangan Aksa. Sekarang, ini adalah pintu masuk menuju rehabilitasi.

Nadia telah menyelesaikan misinya. Ia telah mengalahkan tiran dan memperbaiki sejarah. Babak balas dendam telah usai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!