NovelToon NovelToon
Gadis Kecil, Penakluk Tuan Muda

Gadis Kecil, Penakluk Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cintapertama / Balas Dendam
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Roha

Zahra Aulia, putri Lili Kirana, tumbuh dengan dendam setelah ibunya meninggalkannya di hari ulang tahunnya yang ke-5. Lili dipaksa menikah dengan Bara Hendra, tapi akhirnya ditinggalkan. Zahra diusir keluarga Hendra dan berjanji membalas dendam. Dia mendekati tuan muda Henderson, orang terkaya dan kejam, untuk perlindungan dan balas dendam. Tapi, apakah dia bisa menaklukkan hati Henderson dan mencapai tujuannya?"

mendekati tuan muda Henderson bukan lah sesuatu yang gampang, selain kejam dia juga tidak suka wanita yang sengaja datang karena tujuan tertentu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

gaun putih

Malam itu

selesai melakukan pekerjaan rumah lili ke dapur untuk makan. Dari pagi tadi dia belum dikasi makan oleh keluarga Hendra karena pekerjaan nya membersihkan rumah belum selesai.

" kamu tidak boleh makan jika pekerjaan mu belum selesai..! " itu kata kata nyonya Hendra pada lili saat lili mau duduk untuk istirahat.

" aduh , kasihan sekali. istri malah jadi pembantu. Menyedihkan sekali, maaf lewat ya.." ujar Lea menginjak kembali lantai yang telah selesai di pel oleh lili.

" pel Kembali itu ya. " ujar nyonya Hendra sambil tertawa.

Keduanya tertawa terbahak-bahak menertawakan lili yang hanya bisa memandangi mereka tanpa bisa mengatakan apa apa.

itulah yang membuat lili dari tadi tidak bisa menyiapkan pekerjaan nya. Ulah ibu mertua nya dan wanita yang bernama Lea itu yang membuat dia kembali kembali memperbaiki pekerjaan nya.

Makanya, saat mendengar mereka pergi lili langsung sangat senang sekali.

lili mengambil nasi dan lauknya. perutnya benar benar keroncongan karena lapar.

sambil menggoyang goyangkan kepalanya, dia melahap makanan itu bahkan menambah nya satu piring lagi.

" um , akhirnya saya bisa makan. Beruntung, mereka sudah pergi. Jadi saya bisa bebas dulu.." gumam nya.

perutnya yang kosong sudah terisi kembali, dan lili sangat senang sekali.

malam ini kedua mertuanya dan suaminya sudah pergi ke acara keluarga. Dan dia tidak diajak sama sekali, melainkan membawa dan mengajak Lea sebagai pengganti posisi nya sebagai istri bara.

Selesai makan, lili melangkah ke kamar nya. Pintu kamar nya yang sudah roboh sudah diperbaiki oleh pak satpam.

lili memanfaatkan situasi saat mereka pergi untuk meminta bantu kepada pak satpam untuk memperbaiki pintu itu. Sekarang kamar kecil itu bisa di tutup kembali.

" makasih ya pak atas bantuannya." ujar lili kepada pak satpam.

" sama sama non. " ujar pak satpam sambil tersenyum lalu pergi.

" pak bentar.." lili segera ke dapur dan mengambilkan makanan beserta lauknya dan memberikan kepada pak satpam.

" ini untuk bapak."

" gak usah non, jika nyonya dan tuan tau nona memberikan nya kepada saya. Mereka pasti menyiksa nona lagi. Gak usah non.." pak satpam menolak pemberian lili.

" gapapa pak, ambil saja. Lagipula mereka sudah keluar. Tidak akan terjadi apa apa. "

" baiklah non, kamu memang gadis yang baik. Tapi kenapa malah masuk di dalam keluarga sombong ini..? " tanya pak satpam.

" semuanya karena bisnis dan perjodohan pak. Gapapa lah mungkin sudah takdir.." ujar lili sambil tersenyum.

" yang sabar ya non, semoga saja nona akan mendapatkan hal yang baik kedepannya."

" iya pak, terimakasih. "

" yasudah non ,bapak mau kembali dulu. Terimakasih atas pemberian nona. Jika ada yang nona minta bantu lagi, bapak akan membantu nona. "

" um , baik pak. "

Pak satpam pun pergi.

" ternyata di keluarga ini masih ada juga orang baik. Saya kira semua nya adalah orang orang jahat seperti tuannya..! "

Pintu sudah diperbaiki kembali, lili menutup pintu kamar nya. Karena merasa gerah karena seharian bekerja terus, lili merasakan keringat nya membuat tubuhnya bau dan ber daki.

" masuk di keluarga ini bukan malah hidup enak. Dulu saat di rumah ayah , lili masih bisa mandi setidaknya 3 kali sehari. Tapi sekarang saya malah lupa dan tidak ada waktu untuk mandi. Benar benar hidup yang menyedihkan.." ujar lili menyesali kehidupan nya yang sekarang.

Lili mengambil handuk dan mandi.

Selesai mandi lili duduk di depan cermin riasnya yang tidak terlalu bagus dan berbahan dari kayu. Cermin itu bahkan sudah pecah pinggiran nya.

Lili melihat dirinya di cermin, dan melamun.

Lili teringat dengan kata kata pemilik salon kecantikan waktu itu.

" kamu ini sebenarnya cantik. Asalkan kamu berdandan."

Lili tersenyum, kemudian mengambil kuas makeup dan mencoba nya.

" saya tidak mau terus menerus dikatakan orang kuno oleh mereka. Saya harus buktikan kalau saya itu bisa berdandan dan lebih cantik dari wanita yang bernama Lea itu. " ujar lili kepada dirinya di depan cermin.

Seakan cermin itu adalah saksi dari perkataan nya.

Lili mulai mengolesi perlahan lahan make up , di wajahnya dan Memakai lipstik sedikit.

" hari ini saya mau tampil cantik untuk diri sendiri. saya mau membahagiakan diri sendiri sebelum mereka mau menyiksa saya lagi.." lili mengambil gaun putih di dalam lemari.

Gaun putih itu adalah pemberian Nevi padanya sebagai kado ulang tahun nya. Gaun itu tidak terlalu mahal tapi sangat berharga bagi lili. Dia tau bagaimana Nevi waktu itu bersusah payah menjadi kuli bangunan untuk bisa membelikan nya gaun itu.

Lili memakai gaun putih itu. Sekarang dia terlihat lebih cantik dan berbeda.

Lili berulang kali, berputar putar di depan cermin melihat dirinya.

" mas Nevi , aku cantik kan..? " ujarnya yang seakan-akan berbicara kepada Nevi.

Lili mengambil buku diary nya. Setiap ada momen bahagia dan sedihnya, lili selalu menulis nya disitu. Bahkan ada beberapa foto yang sengaja di tempel kan nya dengan sengaja disitu. Ada beberapa foto nya saat mengepel lantai keluarga Hendra dan foto lainya.

" nah , sekarang berfoto.." lili mengambil fotonya dari cermin, memperlihatkan betapa cantiknya dirinya hari itu Apalagi mengenakan gaun yang kasi Nevi.

Senyuman manis terukir di bibir nya.

" wow, fotonya cantik sekali. Saya akan mencetak nya besok secara diam diam lagi. Mudah mudahan pak satpam bisa bantu saya untuk mencetak nya. "

Selama ini foto yang ditempelkan nya di buku diary itu , di cetak nya Secara diam diam melalui pak satpam.

Lili membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Rasanya malam ini adalah hari bahagia nya, bisa bebas sedikit.

Tok...! Tok..!

Suara pintu diketok membuat lili kaget dan segera bangun.

" siapa ya..? bukannya mereka lagi keluar dan saya dengar juga baru pulang besok..? Kenapa tiba tiba balik..? Atau jangan-jangan wanita kepala pelayan sialan itu..?! " ujar lili menebak nebak siapa yang mengetok pintu kamar nya malam malam.

lili memilih diam , dan menurut nya orang itu akan pergi jika dia tidak merespon.

Tok..! tok..!

Pintu kembali di ketok, tanpa suara.

lili tetap tidak merespon dan tidak mau membuka pintu.

Tok..!

terdengar suara ketokan lagi disertai dengan suara pukulan dobrakan pintu menggunakan kaki.

" waduh ,kalau dibiarkan bisa-bisa pintu nya rusak lagi. Susah banget jika pak satpam memperbaiki nya lagi. Lagipula tidak ada kesempatan memperbaiki nya kembali. Bagaimana ya..? " lili bingung antara membuka pintu atau tidak.

Tok...!

terdengar lagi , dobrakan nya juga semakin kencang. Membuat lili mengambil keputusan bulat untuk membuka pintu nya.

" siapa sih..?! " ujar lili sambil membuka pintu.

matanya membelalak saat melihat siapa yang ada di luar pintu.

" kamu....!? "

1
DISTYA ANGGRA MELANI
Owalh ini awal kehidupan penderitaan lili sampe dengn Zahra nnti lahir bru dibuat meninggal tho... Smngt deh kak author..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!